BAB VIII PENGERTIAN INCOME – REVENUE – GAIN – LOSS

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
LAPORAN KEUANGAN LABA RUGI DAN NERACA
Advertisements

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN LABA RUGI.
HUTANG DAN MODAL (EKUITAS)
KONSEP BIAYA (EXPENSES)
Chapter 4 The Income Statement.
Laporan Keuangan Ir. Budi Purwanto, M.E..
DEFINISI MENURUT PSAK.
Bab 4 LAPORAN LABA-RUGI DAN INFORMASI TERKAIT Intermediate Accounting
Lingkungan dalam Pajak dan Keuangan
LAPORAN ARUS KAS Tujuan Laporan Arus Kas
TEORI KONSERVATISME & TEORI MATCHING CONCEPT AKUNTANSI
LAPORAN LABA RUGI ( INCOME STATEMENT )
STIE PGRI Dewantara Jombang 2013
PSAP NO 06 AKUNTANSI INVESTASI
Pengakuan Pendapatan.
Metode Pengukuran Aktiva
Pengakuan Pendapatan.
KONSEP PENDAPATAN KELOMPOK 1 1.LISNAWATI
PENGAKUAN PENDAPATAN Caecilia Widi Pratiwi.
Akuntansi Keuangan Menengah 1
MEMAHAMI LAPORAN KEUANGAN KOPERASI UNTUK MANAJER
Pengantar Akuntansi 1 Part 2 Disampaikan Oleh :
BAB VI KONSEP BIAYA Pengertian
Bab 8 Pendapatan 10/16/2017.
Laporan Keuangan.
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 2
BAB III Laporan Laba/Rugi Komprehensif
BAB V KONSEP PENDAPATAN
Laporan Laba Rugi dan Informasi Terkait
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS ESA UNGGUL
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 1
BAB 2 TRANSAKSI BISNIS PERUSAHAAN dan PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
PENDAPATAN.
FAKULTAS EKONOMI DAN BIAYA UNIVERSITAS ESA UNGGUL
PENGAKUAN DAN PENGUKURAN PENDAPATAN DAN BEBAN DALAM AKUNTANSI SYARIAH
PENGAKUAN PENDAPATAN Pengakuan pendapatan:
MODUL 9 LAPORAN KEUANGAN FISKAL
DISUSUN OLEH : IPHOV KUMALA SRIWANA
PEMERIKSAAN PERKIRAAN LABA RUGI
Koperasi simpan pinjam
Fadjar Monot W Hendra Wedy
Bab 18 PENGAKUAN PENDAPATAN.
Bab 5. Pengakuan Pendapatan
Pengakuan Pendapatan.
LAPORAN KEUANGAN BAB 3.
ELEMEN LAPORAN KEUANGAN
BAB 2 TRANSAKSI BISNIS PERUSAHAAN DAN PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
LAPORAN KEUANGAN BAB 3.
AKUNTANSI.
TRANSAKSI BISNIS PERUSAHAAN dan PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
Biaya.
PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN.
PERTEMUAN-4 STRUKTUR DASAR AKUNTANSI SIKLUS AKUNTANSI
Laporan Laba Rugi Oleh : Muhammad Zainal Abidin SE, Ak, MM.
Investasi Sementara dan Investasi Jangka Panjang
Bab 5. Pengakuan Pendapatan
Pertemuan 5 PENJUALAN CICILAN.
05 Laporan Arus Kas Konsolidasi AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 2 EKONOMI
Laporan arus kas Disusun oleh : NASIRIN.
LAPORAN ARUS KAS (PSAK-2 DAN ETAP) DAN CONTOH PENERAPANNYA
MANAJEMEN KEUANGAN Definisi Manajemen Keuangan :
Bab 8 Pendapatan 9/18/2018.
Akuntansi Keuangan Menengah 1
AKUNTANSI KEUANGAN MADYA 1
Bab 8 Pendapatan 12/6/2018.
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
AKUNTANSI KEUANGAN MADYA 2
Slide 4-1. Slide 4-2 Bab 4 LAPORAN LABA-RUGI DAN INFORMASI TERKAIT DAN INFORMASI TERKAIT Intermediate Accounting IFRS Edition Kieso, Weygandt, and Warfield.
PENDAPATAN – PSAK 23 1 Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 9.
Transcript presentasi:

BAB VIII PENGERTIAN INCOME – REVENUE – GAIN – LOSS Pengertian Income (Penghasilan) Terbentuknya Pendapatan dan realisasi pendapatan Kriteria Pengakuan Pendapatan Pengakuan Pendapatan Pengertian Biaya (Expense) Pengukuran dan Pengakuan Biaya Gain dan Loss

Pengertian Income (Penghasilan) Menurut KDPPLK yang dimaksud dengan income (penghasilan) adalah peningkatan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi tertentu dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal Dalam SFAC no 6 ada istilah comprehensive income (penghasilan komprehensif) Yaitu modal perusahaan selama satu periode dari transaksi, peristiwa lain dan keadaan dari sumber selain pemilik perusahaan, mencakup semua perubahan modal dalam suatu periode kecuali yang timbul sebagai akibat investasi pemilik dan distribusi kepada pemilik Penghasilan komprehensif meliputi : komponen pokok, yaitu pendapatan (revenue), biaya (expenses), laba atau keuntungan (gains) dan rugi (losses) komponen antara (laba akuntansi ), yaitu komponen sebagai akibat kombinasi berbagai komponen pokok seperti laba kotor, laba usaha, laba sebelum pajak, dan laba setelah pajak.

Pengertian Income (Penghasilan) Transaksi yang menyebabkan kenaikan aktiva, menurut Patton dan Littleton antara lain adalah : transaksi pembelanjaan yang bersumber dari kreditur maupun pemegang saham laba (gains) dari penjualan aktiva yang bukan berupa barang dagangan seperti aktiva tetap, surat berharga atau penjualan anak perusahaan hadiah, sumbangan, atau penemuan revaluasi aktiva penyerahan produk perusahaan

laba Menurut SAK, laba hasil dari penjualan selain kegiatan utama perusahaan diklasifikasikan tersendiri di bagian bawah dalam pos pendapatan dan laba rugi di luar usaha Income meliputi revenue (pendapatan) dan gain (laba) Revenue (Pendapatan) adalah penghasilan yang timbul dari aktivitas perusahaan, yang dinyatakan dalam gross inflows Revenue biasa disebut dan dikenal dengan istilah lain, seperti : penjualan barang meliputi barang yang diproduksi perusahaan dan dijual dan barang yang dibeli untuk dijual kembali. Seperti: barang dagang yang dibeli pengecer, tanah atau property yang dibeli untuk dijual kembali penjualan jasa menyangkut pelaksanaan tugas yang secara kontraktual telah disepakati untuk dilaksanakan selama satu periode waktu yang disepakati oleh perusahaan penggunaan aktiva perusahaan oleh pihak lain yang menghasilkan : bunga, pembebanan untuk penggunaan kas atau setara kas atau jumlah terhutang kepada perusahaan dividen, distribusi laba kepada pemegang investasi ekuitas sesuai dengan proporsi mereka dari jenis modal tertentu royalty. Pembebanan untuk penggunaan aktiva jangka panjang perusahaan, seperti hak cipta, paten, merek dagang dsb

Pendapatan Menurut PAI 84 Pendapatan adalah peningkatan jumlah aktiva atau penurunan kewajiban suatu badan usaha yang timbul dari penyerahan barang dagang dan jasa atau aktivitas lainnya dalam satu periode Menurut FASB Pendapatan adalah aliran masuk atau pertambahan aktiva suatu perusahaan atau penyelesaian utang (karena kombinasi diantara keduanya) dari penyerahan atau produksi barang, penyerahan jasa dan atau kerugian lain yang merupakan kegiatan utama badan usaha tersebut. Menurut PSAK No 23 Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal

Pendapatan aliran fisik, menyangkut : Menurut Vernon Kam Pendapatan adalah arus kenaikan bruto nilai aktiva dan modal yang dihasilkan dari kegiatan utama perusahaan Aliran masuk ini meliputi : aliran fisik, menyangkut : peristiwa atau kegiatan produksi dan penjualan output obyek kegiatan yaitu output atau produk itu sendiri aliran moneter, melibatkan : peristiwa kenaikan nilai dalam perusahaan karena kegiatan produksi atau penjualan output perusahaan kepada para pembeli obyek peristiwa yaitu berupa nilai rupiah aktiva yang diproduksi atau dijual.

Pendapatan Terbentuknya Pendapatan dan realisasi pendapatan Pendapatan terbentuk dari earning process, yaitu proses terbentuknya pendapatan. Pada umumnya earning proses melalui tahap-tahap kegiatan berikut ini : Pembelian jasa/produk masukan proses produksi penggudangan produk penjualan kredit pengumpulan piutang pemenuhan jasa yang setelah penjualan sedangkan realized process adalah diterimanya kas atau kesanggupan membayar dari pihak pembeli produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Menurut Patton dan Littleton, proses realisasi ditandai dengan 2 kejadian, yaitu : adanya kepastian perubahan produk menjadi produk aktiva lain (potensi jasa) melalui kegiatan penjualan jasa yang sah diperolehnya aktiva lain, biasanya aktiva lancer, sebagai pengesahan terhadap transaksi penjualan tersebut

Pendapatan Kriteria Pengakuan Pendapatan Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi masa depan mengalir ke perusahaan dan manfaat ini dapat diukur dan andal. Menurut Vernon Kam pengukuran nilai aktiva kenaikan aktiva tersebut harus bias diukur secara andal dan didukung oleh bukti yang cukup adanya suatu transaksi adanya transaksi dengan pihak eksteren yang independent dan didasarkan pada nilai histories. kelengkapan substansial dari proses terbentuknya pendapatan menekankan bahwa pendapatan tidak akan diperoleh sampai perusahaan mempunyai performance yang substansial , yaitu kalau secara substansial proses earning tersebut telah selesai. Menurut FASB pendapatan baru diakui apabila jumlah moneter pendapatan telah terealisasi atau cukup pasti akan segera terealisasi pendapatan baru akan diakui apabila pendapatan tersebut sudah terhimpun Menurut KDPPLK Pendapatan diakui apabila penghasilan telah diperoleh

Pengakuan Pendapatan Menurut Patton dan Littleton saat penjualan bagi perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang maka saat penjualan digunakan sebagai titik waktu pengakuan pendapatan, hal ini disebabkan karena 3 kriteria pengakuan pendapatan terpenuhi, yaitu measurability adanya transaksi dan kelengkapan earning proses. tingkat penyelesaian produk Pengakuan pendapatan pada akhir produksi harus memenuhi syarat : harga jual produk yang dihasilkan dapat ditentukan dengan tepat tidak diperlukan kegiatan dan biaya pemasaran yang berarti untuk menjual produk tersebut harga pokok produk tersebut sulit ditentukan satuan-satuan persediaan dapat saling ditukar saat penerimaan kas dilakukan apabila dalam rantai kegiatan sebelumnya dianggap bahwa realisasi pendapatan belum sampai pada tahapan substansial, seperti adanya ketidakpastian yang besar mengenai kolektibilitas piutang penggunaan dasar kas sebagai pengakuan pendapatan karena alasa sebagai berikut : sebagian atau seluruh piutang yang timbul dari penjualan angsuran tersebut bukan merupakan aktiva yang berdaya beli kini semakin panjang jangka waktu angsuran semakin besar kemungkinan tidak tertagihnya piutang after sales cost terutama biaya penagihan dan pengumpulan piutang umumnya berjumlah besar.

Pengakuan Pendapatan pendekatan berdasarkan prosentase biaya Menurut PAI 84 saat realisasi saat penyelesaian produk Pengakuan pendapatan ini banyak digunakan pada perusahaan kontraktor yang mengerjakan proyek yang memakan waktu lebih dari satu periodeakuntansi, yaitu dengan menandingkan (matching) antara pendapatan dan biaya secara periodic, tidak menunggu sampai proyek selesai. Hal demikian mengharuskan adanya penaksiran prosentase penyelesaian proyek di akhir periode . Penaksiran ini dapat dilakukan dengan metode : pendekatan berdasarkan prosentase biaya yaitu dengan membandingkan biaya yang telah dibebankan dengan taksiran total biaya untuk menyelesaikan proyek pendekatan berdasarkan penyelesaian fisik didasarkan pada penaksiran yang dilakukan oleh ahlinya, sehingga bagian akuntansi atau manajemen dapat meminta bantuan insinyur atau arsitek dalam menaksir pekerjaan proyek Misal produk pertanian, logam mulia, jasa secara proporsional selama tahap produksi penetapan harga perusahaan berdasarkan kontrak atau persyaratan bisnis umum atau adanya harga pasar berbagai tingkat produksi missal : kontrak jangka panjang, pertumbuhan (pertanian, peternakan) saat pembayaran diterima

Menurut Vernon Kam saat penjualan selama produksi akhir produksi Pengakuan Pendapatan Menurut Vernon Kam saat penjualan selama produksi akhir produksi pembayaran diterima sesudah penjualan

Pengertian Biaya (Expense) Menurut KDPPLK Expense disebut dengan istilah beban Beban adalah penurunan manfaat ekonomis selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus kas keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan equitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal. Menurut Suwarjono expense atau expired cost adalah biaya yang digunakan istilahnya secara berganti – gantian. Menurut SFAC No 6 Biaya adalah aliran kas keluar atau penggunaan aktiva atau terjadinya utang (atau kombinasi keduanya) dari penyerahan atau produksi barang atau penyerahan jasa atau pelaksanaan kegiatan utama suatu perusahaan Menurut IAI Beban adalah biaya yang secara langsung atau tidak langsung telah dimanfaatkan di dalam usaha menghasilkan pendapatan dalam suatu periode atau yang sudah tidak memberikan manfaat ekonomis untuk kegiatan masa berikutnya. Menurut Vernon Kam Biaya adalah penurunan nilai aktiva atau kenaikan nilai utang akibat penggunaan barang atau jasa dalam kegiatan utama perusahaan Maka dapat disimpulkan bahwa biaya terjadi karena kegiatan-kegiatan yang menyebabkan pengeluaran kas (atau yang pada akhirnya mengakibatkan pengeluaran kas) yang berkaitan dengan usha untuk mendapatkan penghasilan.

Pengukuran dan Pengakuan Biaya Dasar pengakuan biaya biaya histories adalah jumlah rupiah kas atau setara kas yang dikorbankan untuk memperoleh aktiva pada saat perolehan biaya masuk terkini adalah jumlah rupiah harga pertukaran yang harus dikorbankan sekarang untuk memperoleh aktiva sejenis dalam kondisi yang sama setara kas adalah jumlah rupiah kas yang terealisir dengan cara menjual setiap jenis aktiva di pasar bebas dalam kondisi perusahaan normal

Pengakuan Biaya Cost memiliki 2 kedudukan, yaitu : Menurut KDPPLK sebagai aktiva yang disajikan pada neraca cost sebagai beban atau expired cost yang disajikan dalam laporan laba rugi. Menurut KDPPLK Beban diakui dalam laporan laba rugi atas dasar hubungan langsung antara biaya yang timbul dan pos penghasilan tertentu yang diperoleh. Proses ini disebut sebagai pengaitan biaya dengan pendapatan dan melibatkan pengakuan penghasilan dan beban secara gabungan atau bersamaan yang dihasilkan secara langsung dan bersama-sama dari transaksi atau peristiwa yang sama.

Klasifikasi Biaya Klasifikasi harga pokok barang yang terjual (cost of good sold) biaya administrasi dan umum biaya pemasaran klasifikasi biaya tetap dan biaya variable dalam hal ini klasifikasi atas dasar perilaku biaya dalam hubungannya dengan volume aktivitas. Biaya tetap adalah biaya yang konstan tidak berubah walaupun ada perubahan volume aktifitas Biaya variable adalah biaya yang berubah-ubah secara proporsional dengan perubahan volume aktivitas. Cara penandingan biaya : berasosiasi atas dasar sebab akibat merupakan cara yang dianggap ideal walaupun sulit untuk membuktikan apakah barang dan jasa yang digunakan memberikan kontribusi untuk menciptakan pendapatan alokasi secara sistematis apabila diyakini bahwa periode tertentu akan menerima manfaat dari aktiva tertentu oleh karena itu setiap periode tersebut harus menanggung beban biaya dari manfaat yang diperolehnya. pengakuan segera hal ini digunakan karena tidak semua biaya berasosiasi dalam hubungan sebab akibat dengan pendapatan.

Gain dan Loss Menurut Committee on Terminology Menurut APB Statement Gains (laba) adalah keuntungan dari transaksi tertentu yang sifatnya insidentil Sedangkan penggolongan laba di luar laba tersebut adalah gain Gain adalah naiknya equity dari transaksi yang sifatnya insidentil dan bukan dari kegiatan utama entity dan dari transaksi atau kejadian lainnya yang mempengaruhi entity selama satu periode tertentu, kecuali yang berasal dari hasil atau investasi dari pemilik Losses adalah rugi transaksi tertentu yang sifatnya insidentil Yaitu turunnya nilai equity dan dari transaksi yang sifatnya insidentil dan bukan kegiatan utama perusahaan dan dari seluruh transaksi kejadian lainnya yang mempengaruhi entity selama periode tertentu kecuali yang berasal dari biaya atau pemberian kepada pemilik. Menurut Committee on Terminology Laba (Rugi) adalah jumlah yang berasal dari pengurangan harga pokok produksi, biaya lain, dan kerugian dari penghasilan atau penghasilan operasi Menurut APB Statement Laba (rugi) adalah kelebihan (deficit) penghasilan di atas biaya selama satu periode akuntansi