PENDIDIKAN TUNANETRA Oleh: Sumaryanti Email: sumaryanti@uny.ac.id.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
KONSELING UNTUK ANAK TUNA NETRA
Advertisements

Materi Sesi 6 Kelas PENILAIAN EMPAT KELOMPOK MATA PELAJARAN
TEKNOLOGI PEMBELAJARAN MUSIK
 Dedi saputra: wi fajar S:  Inna fathul F:  Tri wahyu N:  Utari tri U:
Bapak/ibu Bergabung Di Materi
BAHAYA PENGGUNAAN NARKOBA
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
IDENTIFIKASI & PENANGANAN ANAK BINA NETRA
ESTY ARYANI SAFITHRY, M.PSI, PSIKOLOG
IDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK)
IDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK)
Destina Puji Rahayu Friesca Aster Indah Indriyani Satria Suja Senotsa 4C4C.
KIAT SUKSES KEBERHASILAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN. BAB I PENDAHULUAN.
Dr. Tjhin Wiguna, SpKJ(K) Psikiater Anak
KOMUNIKASI : GANGGUAN PENGLIHATAN (KEBUTAAN)
PENJAS ADAPTED BAGI TUNAGRAHITA
Komponen-Komponen Pendidikan
PERIODE INFANCY (MASA BAYI)
PENJAS ADAPTED BAGI TUNARUNGU
Winsr-rev2008 Kesulitan Belajar Matematika Winanti S. Respati.
Winsr-rev2008 KESULITAN BELAJAR NON-VERBAL Winanti S. Respati.
Materi kuliah GIZI DAN KESEHATAN prasyarat MKK 236
Pedoman Wawancara Oleh : Hety Setiawaty G
Winsr-rev2008 MAKNA KESULITAN BELAJAR Winanti S.Respati.
Pande Km Diah Larassati
POKOK BAHASAN Pertemuan 5 Matakuliah: Psikologi Pendidikan Tahun: 2009.
GeLOMBANG CAHAYA.
Pemrosesan Informasi Dwi Indah Utami Ningsih, SE., MM - universitas gunadarma 2017.
Keluar 1.
PENDIDIKAN ANAK LUAR BIASA (PLB)
SLB-A (TUNANETRA) NAMA KELOMPOK : MEGA RAHAYU ( )
PENERAPAN METODE EDUTAINMENT ALAT PERAGA UNTUK MENINGKATKAN RESPON SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN EKONOMI AKUNTANSI Oleh : Muhammad Irham.
SELAMAT DATANG PESERTA BINTEK
DUNIA TERLIHAT INDAH JIKA KITA MELIHATNYA DENGAN MATA YANG SEHAT
PAKEM Disampaikan pada Diklat Pengembangan Program Pakem
Sistem Indera Fungsi Indera : menanggapi rangsang dari luar tubuh (cahaya, suhu, tekanan, suara, sentuhan)
Proses-Proses dan Produk Membaca
PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEMBACA
PENILAIAN HASIL BELAJAR
Pengantar Ilmu Komunikasi
PROGRAM PENGEMBANGAN KEKHUSUSAN
Kesulitan Belajar Matematika NOVENDAWATI WAHYU SITASARI
Pengantar Ilmu Komunikasi
MANUSIA SEBAGAI MAHLUK BUDAYA
PSIKOLOGI PENDIDIKAN ANAK TUNANETRA
PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF, MENYENANGKAN
HANDOUT 9 Frieda A. Tonglo, S. Psi, M.Ed
KONSEP SEHAT DAN SAKIT OLEH MARIA G. PANTALEON.
Almas Mafazi M. Faza Fadhilah XII – IPA 2
M REYNALDI BAYU AJI RADITYA B P
HAKIKAT BELAJAR & PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN ANAK LUAR BIASA (PLB)
Teknik memahami perkembangan siswa SD
Kaitan Antara Komunikasi dan Kebudayaan
IDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
PRA MEMBACA & MENULIS BRAILLE Sr. Vianti.
MATERI DAN PERUBAHANNYA
ESTY ARYANI SAFITHRY, M.PSI, PSIKOLOG
PROSES SKORING Prodalima, S.Kep, Ners.
Blindness (Gangguan Penglihatan)
DIFFERENTIAL DIAGNOSIS
Oleh Kelompok 6: Andini Novela C. (o3) Barkah Miladina (05) Emilda Ayuliana (15) Nur Andini Eka P. (33) Rofika Dewi M. (37)
latar belakang pendidikan anak berbakat
Berbagai Kemampuan Manusia Agus Riyanto,M.T
01 Minggu 5 Cerebral Palsy.
Definisi Kebutaaan/Gangguan Penglihatan
MINAT DAN BAKAT.
PENDALAMAN MATERI IDENTIFIKASI DAN ASESMEN ANAK TUNANETRA
Transcript presentasi:

PENDIDIKAN TUNANETRA Oleh: Sumaryanti Email: sumaryanti@uny.ac.id

Pendidikan anak TUNANETRA Landasan agama Landasan kemanusiaan Landasan idiologi Landasan hukum -UUD 45 pasal 31, ayat 1 - UU sistem pendidikan nasional Landasan pendidikan

KARATERISTIK DAN PSIKOLOGIS ANAK KEBUTUHAN KHUSUS TUNANETRA Istilah tunanetra digunakan untuk orang yang mengalami gangguan penglihatan yang tergolong berat sampai yang benar-benar buta, yang diklasifikasikan menjadi kurang lihat (low vision/parfially sighted) dan buta.

Karakteristik anak kebutuhan khusus tunanetra Tidak mampu melihat Tidak mampu mengenali orang pada jarak 6 meter Kerusakan nyata pada kedua bola mata, Sering meraba-raba/tersandung waktu berjalan Mengalami kesulitan mengambil benda kecil di dekatnya, Bagian bola mata yang hitam berwarna keruh/besisik/kering, Peradangan hebat pada kedua bola mata, Mata bergoyang terus.

Berdasarkan tingkat ketajaman penglihatannya tunanetra dapat dibedakan menjadi: Tunanetra dengan ketajaman penglihatan 6/20m-6/60m atau 20/70 feet-20/200 feet, yang disebut kurang lihat. Tunanetra dengan ketajaman penglihatan antara 6/60 m atau 20/200 feet atau kurang, yang disebut buta. Tunanetra yang memiliki visus 0, atau yang disebut buta total (tolally blind).

Berdasarkan adaptasi pendidikannya, tunanetra diklasifikasikan menjadi: ketidakmampuan melihat taraf sedang (moderate visual disability). ketidakmampuan melihat taraf berat (severe visual disability). ketidakmampuan melihat taraf sangat berat (profound visual disability).

Ketunanetraan dapat disebabkan oleh faktor intern dan faktor ekstern Faktor intern adalah faktor dari dalam diri individu, yaitu sering disebut faktor keturunan. Sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang berasal dari luar diri individu, yang antara lain meliputi: penyakit rubela dan sipilis, glaukoma, retinopati diabetes, retinoblastoma, kekurangan vitamin A, terkena zat kimia, serta karena kecelakaan.

Psikologi Anak Kebutuhan Khusus Tunanetra 1. Aspek Fisik dan Sensoris Dari kondisi matanya dan sikap tubuhnya yang kurang ajeg serta agak kaku, dari segi indera, umumnya anak tunanetra menunjukkan kepekaan yang lebih baik pada indera pendengaran dan perabaan dibanding dengan anak awas. 2. Aspek Motorik Dari aspek motorik/perilaku anak tunanetra menunjukkan karakteristik, sebagai berikut: - Gerakannya agak kaku dan kurang fleksibel - Perilaku Stereotipee (Stereotip behavior)

3. Aspek pribadi dan Sosial - Ketunanetraan tidak secara langsung menyebabkan timbulnya masalah kepribadian. - Anak tunanetra mengalami kesulitan dalam menguasai keterampilan sosial - Curiga pada orang lain - Mudah tersinggung - Ketergantungan pada orang lain

4. Aspek Fisik/Indera dan Motorik/Perilaku - Dilihat secara fisik, akan mudah ditentukan bahwa orang tersebut mengalami tunanetra. - Anak tunanetra pada umumnya menunjukkan kepekaan yang lebih baik pada indera pendengaran dan perabaan dibandingkan dengan anak awas. - Dalam aspek motorik/perilaku, gerakan anak tunanetra terlihat agak kaku dan kurang fleksibel, serta sering melakukan perilaku stereotif, seperti menggosok-gosok mata dan menepuk-nepuk tangan.

Kebutuhan dan Layanan Pendidikan bagi Tunanetra Fasilitas pendidikan Fasilitas olahraga Pelayanan rumah sakit IPTEK Layanan masyarakat

Evaluasi terhadap pencapaian hasil belajar pada anak tunanetra Pada dasarnya sama dengan yang dilakukan terhadap anak awas, namun ada sedikit perbedaan yang menyangkut materi tes/soal dan teknik pelaksanaan tes. Materi tes atau pertanyaan yang diajukan kepada anak tunanetra tidak mengandung unsur-unsur yang memerlukan persepsi visual; apabila menggunakan tes tertulis, soal hendaknya diberikan dalam huruf braille atau menggunakan reader (pembaca) apabila menggunakan huruf awas.

Sekian terimakasih