9. JCG Diamond Solution Bagi Perusahaan Keluarga

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
4. Tujuan dan Tipe Investasi Teknologi Informasi Suwirno mawlan, S.Kom., MTI Manajemen Investasi v [STMIK MDP] 1.
Advertisements

Kiat sukses menjadi wirausaha
DINAMIKA PERILAKU DALAM ORGANISASI
KEPEMIMPINAN Dr.H.KUSWANDI,Msi.,MM.
SUKSESI DALAM PERUSAHAAN KELUARGA
PERENCANAAN (planning)
4. Mengelola Perusahaan Keluarga
Mengelola Perusahaan Keluarga
Lecture Note: Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom
4. Tujuan dan Tipe Investasi Teknologi Informasi
Siklus Hidup Perusahaan Keluarga
Pertemuan 1 Dr. Yulizar Kasih, S.E., M.Si 1.  Perusahaan keluarga memiliki andil yang cukup signifikan dalam pembangunan suatu negara.  Pembayaran pajak.
1 Pendahuluan Setiap orang mempunyai kepribadian yang unik, demikian juga dengan organisasi Kepribadian mempengaruhi cara kita bertindak dan berinteraksi.
Menjadi Wirausaha.
Kepemimpinan Pendidikan Mutu
Dosen Pengampu : Ali Hanafiah, SE. MM.
MANAJEMEN STRATEGIK.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
" Sinergi Nilai-nilai keluarga & Bisnis dalam Pengelolaan Bisnis Keluarga di Kancah Global" Oleh: Dr. Charles Ong Saerang (CEO - PT Njonja Meneer)
Bab 1 Menjadi Wirausaha.
MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA TITIN HARTINI, S.E., M.Si STMIK MDP
SUKSESI DALAM PERUSAHAAN KELUARGA
PERTEMUAN 11 DR. YULIZAR KASIH, S.E., M.Si
Perubahan Pasar dan Dinamika Persaingan
BAB 6 PERENCANAAN 1. PERENCANAAN 2. PROSES PERENCANAAN 3. PERENCANAAN SITUASIONAL 4. PERENCANAAN DAN TINGKATAN MANAJEMEN 5. HAMBATAN DAN PEMECAHAN MASALAH.
Kepemimpinan dan Budaya Pelayanan
KETRAMPILAN INTERPERSONAL
Mengelola Perusahaan Keluarga
CODE OF CONDUCT – CURRENT CONDITION (DAS SEIN)
KETRAMPILAN INTERPERSONAL
DASAR- DASAR PERILAKU KELOMPOK
Bab 1 Menjadi Wirausaha.
Konflik Dalam Organisasi
ANALISIS SDM BAGI KELAYAKAN BISNIS
ANALISIS SDM BAGI KELAYAKAN BISNIS
Kepemimpinan dalam Perusahaan Keluarga
Transformasi Perusahaan Keluarga
KESEMPATAN BERWIRAUSAHA
Kepemimpinan dalam Pelayanan RS
SELAMAT DATANG DI KELUARGA BESAR
Prinsip dan Fungsi Manajemen
Bab 1 Menjadi Wirausaha.
Sistem Informasi.
PEMBERDAYAAN.
Principle-Centered Leadership
PERENCANAAN SDM.
FAKTOR DAN PROSES KEWIRAUSAHAAN
Bab 1 Menjadi Wirausaha.
PERENCANAAN (planning)
Bab 1 Menjadi Wirausaha.
Karakteristik & Tantangan WIRAUSAHA
PERENCANAAN (planning)
PERENCANAAN (planning)
Karakteristik & Tantangan WIRAUSAHA
Karakteristik & Tantangan WIRAUSAHA
Bab 1 Menjadi Wirausaha.
Bab 1 Menjadi Wirausaha.
PERENCANAAN BISNIS KELUARGA
Bab 1 Menjadi Wirausaha.
Bab 1 Menjadi Wirausaha ENIS NIKEN HERAWATI, M.HUM.
Pengertian Implementasi Strategi : Implementasi Strategi adalah jumlah keseluruhan aktivitas dan pilihan yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan perencanaan.
Bab 1 Menjadi Wirausaha.
KET. INTER-INTRA PERSONAL
BAB III PRINSIP-PRINSIP ETIKA BISNIS DAN ETIKA PROFESI
KET. INTER-INTRA PERSONAL
Memahami Tantangan Revolusi Industri 4.0 Sudut Pandang Ketenagakerjaan
SEBAGAI SALAH SATU SUMBER KEUNGGULAN BERSAING
Hubungan Romantis (Berkomitmen)
KELOMPOK KERJA (TEAMWORK) KELAS EAP PENGANTAR MANAJEMEN Disusun oleh : 1. Audhira Syafa Azzahra 2. Maria Ekawati 3. Hasri Fazari 4. Annisya Putri 5. Losdiani.
Bab 1 Menjadi Wirausaha. Tujuan Pembelajaran Menjelaskan arti kewirausahaan Menjelaskan karakter seorang wirausaha Menjelaskan tipe-tipe wirausaha Menumbuhkan.
Transcript presentasi:

9. JCG Diamond Solution Bagi Perusahaan Keluarga

Pendahuluan Perusahaan keluarga adalah sesuatu yang rapuh (fragile) Kita banyak mendengar perusahaan keluarga yang sukses tetapi dalam hitungan tahun menurun dengan cepat.

Isu-Isu Penghambat Keluarga dalam Bisnis Fairness In Workload Distribution and C & B Resistance to Non-Family Professional & Nepotism Absence of Strategic Leadership & Succession Plan Generation Gap & Conflict if Interest Inability of Senior Generation to Let Go Lack of Commitment & Tangible Recognition Element of Distrust & Dysfunctional Relationship

1. Pembagian kerja, Kompensasi, dan Tunjangan yang Tidak Merata Pembagian kerja yang tidak merata menimbulkan masalah dalam perusahaan keluarga Prinsip the right man in the right place harus dijalankan sehingga masing-masing bekerja di bidang yang sesuai dengan minat dan keahliannya

2. Resistensi Terhadap Non-Family Professional dan Nepotisme Pertumbuhan dan perkembangan perusahaan keluarga menuntut perusahaan untuk mengakomodasi para profesional yang bisa menjadi komplemen bagi anggota keluarga yang sudah ada Masuknya orang luar ke dalam struktur yang sudah mapan sering mengusik kenyamanan Sesuai konsep dinamika kelompok, maka wajar jika di tahap awal muncul resistensi sebagai reaksinya.

3. Tidak Adanya Kepemimpinan Strategis dan Perencanaan Suksesi Kepemimpinan yang otoriter sering menciptakan kebijakan yang tidak strategis karena menganggap “angin lalu” input dan kritik dari pihak lainnya Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu mencetak pemimpin-pemimpin masa depan melalui perencanaan suksesi yang matang

4. Generation Gap dan Conflict of Interest Konflik kepentingan seharusnya didasari oleh pengertian yang positif bahwa keluarga harus berani bersama-sama menciptakan suatu kesepakatan, misalnya tidak boleh bergerak pada bidang bisnis sejenis. Hal ini di dalam perusahaan keluarga dinamakan penormaan (norming). Harus dibuat norma sebagai bentuk kesepakatan lebih dahulu yang sifatnya mengikat, baik ke dalam (lingkup keluarga) maupun ke luar (lingkup perusahaan dan eksternalnya).

5. Ketidakmampuan Generasi Senior untuk Mundur Tahap mundurnya generasi senior atau pemilik/pendiri harus dilakukan secara elegan dan pasti. Ketidakpastian mundurnya generasi senior justru akan menyalakan gejolak generasi muda. Di lain sisi, penerus juga tidak boleh arogan dan bertindak semena-mena terhadap pendahulunya.

6. Kurangnya komitmen dan Pengakuan Falsafah hidup generasi pendiri atau senior adalah berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Berbeda dengan generasi berikutnya yang ingin menikmati hidup dengan prinsip muda berfoya- foya, tua bahagia, dan mati masuk surga. Gaya hidup yang berbeda ini sering menimbulkan prasangka kurang komitmen dari pihak senior dan di lain pihak yunior menganggap generasi senior kurang memberi pengakuan.

7. Elemen Ketidakpercayaan dan Hubungan yang Tidak Fungsional Selain gaya hidup yang berbeda-beda, ada masalah kekurangpercayaan (distrust) yang bisa menimbulkan saling kecurigaan. Sebagai benih keburukan, kecurigaan perlu dideteksi sejak diniagar tidak muncul segala macam pikiran buruk yang akan mengakibatkan hubungan kerja tidak berfungsi dengan baik.

Resep Mujarab The Jakarta Consulting Group mempunyai resep generik agar bisnis keluarga dapat berjalan dengan lancar dan sukses, antara lain: Memliki struktur yang baik Memiliki tenaga profesional pada generasi mendatang Memiliki manajer profesional yang buka anggota keluarga Memiliki karyawan yang berpendidikan dan kompeten Remunerasi dan perlakuan yang adil terhadap semua anggota keluarga Menganalisis siklus hidup perusahaan Mempengaruhi dengan Q-Strategic Leadership Kekayaan, pensiun, dan perencanaan aset pemilik Paradigma, strategi, struktur, dan sistem yang baru Suksesi dari perspektif kepemilikan dan manajemen.