INISIASI BERAS BERLABEL DI INDONESIA

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
DIREKTORAT PENANGANAN PASCA PANEN
Advertisements

Berbagi Pengetahuan pada Inisiatif Pemasaran Beras Organik
PROSES PRODUKSI BENIH PADI
MATERI PEMBAHASAN TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN IV (TPT 4 )
SORGHUM SEBAGAI DIVERSIFIKASI PANGAN DI NUSA TENGGARA TIMUR
AGRIBISNIS Agribisnis dalam arti sempit (tradisional) hanya merujuk pada produsen dan pembuat bahan masukan untuk produksi pertanian Agribisnis dalam pengertian.
SISTEM AGRIBISNIS OLEH : Dr. Ir
Team Teaching Manajemen Agribisnis
TEKNIK PENGUKURAN KEHILANGAN HASIL PASCA PANEN PADI
PENGAWASAN PEMASARAN SERTFIFIKASI BENIH Kuliah pada Program Diploma
TEKNOLOGI PODUKSI TANAMAN PANGAN UTAMA
SERTIFIKASI PRODUK SEGAR (Prima) pada buah & sayuran
Dosis Pupuk KIMIA Semakin TINGGI
Makalah Kunci (Keynote Speech)
Teknis Budidaya Tanaman Cabe
SISTEM AGRIBISNIS.
PROGRAM PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PADI/BERAS DI JAWA BARAT
SOP DAN GHP PASCA PANEN PADI
Pendampingan SL-PTT PADI DAN JAGUNG di Provinsi Bengkulu
PROSES BUDIDAYA TANAM PADI A. Sertifikasi Benih
I. Pendahuluan Kegiatan dalam usaha produksi pertanian dibedahkan 2 tahap: Tahap budidaya yg dimulai dari pengolahan tanah, penyemaian, penanaman dan.
Sebagai Media Penyuluhan
PERUMUSAN MASALAH PENDEKATAN IMPACT POINT
BAB : PELEPASAN VARIETAS
Pelaku usaha pangan hasil pertanian
PELUANG AGROINDUSTRI PEDESAAN BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN
JAGUNG Jagung merupakan komoditi tanaman pangan utama
KELAS BENIH Benih penjenis (Breeder seed) BS: dirakit oleh pemulia, diawasi oleh pemulia atau instansinya, merupakan sumber untuk perbanyakan benih dasar.
SERTIFIKASI BENIH PENGERTIAN : suatu cara pemberian sertifikat atas cara perbanyakan, produksi dan penyaluran benih sesuai dengan peraturan yang ditetapkan.
oleh: Mentari Rahma DPS ( ) Maryanto ( )
KELOMPOK TANI “ BANGKIT MERBABU”
BAGAN ALIR REGISTRASI LAHAN USAHA & GAP SAYURAN DAN BIOFARMAKA
KELOMPOK TANI SUMBER TANI PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN
Devi Nuraini A Dian Rahayu Dwi Agustiyanto Edi Kurniawan FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2012.
Pokok Bahasan: RANCANGAN REKOMENDASI PENANGANAN
DASAR BUDIDAYA TANAMAN
Bahan Tanam bagian tanaman yang hidup yang akan ditanam.
Sistem Jaminan Mutu Hasil Pertanian
BUDIDAYA TANAMAN PADI Di Posting untuk Materi Penyuluhan Pertanian Oleh : Maryana, SP Penyuluh Pertanian Wilayah Binaan Desa Badakarya, Kec. Punggelan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN
3. Analisis Hara dan Pertumbuhan Padi pada Berbagai Varietas dan Kedalaman Muka Air pada Musim Tanam I dan II. Tempat dan Waktu :di Rumah Pastik di lahan.
RENCANA PRODUKSI DAN PERCEPATAN HILIRISASI BENIH KOMODITAS PERKEBUNAN
SERTIFIKASI PRODUK PANGAN SEGAR HASIL PERTANIAN
SERTIFIKASI.
I. Pendahuluan Kegiatan dalam usaha produksi pertanian dibedahkan 2 tahap: Tahap budidaya yg dimulai dari pengolahan tanah, penyemaian, penanaman dan.
SERTIFIKASI BENIH.
TEKNOLOGI PENGOLAHAN BENIH PADI
Jenis, sumber, teknik pengumpulan data dan analisis data
PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN
MANAJEMEN RISIKO USAHA
Prosedur Panen dan Pasca Panen untuk Memproduksi Beras yang Bermutu
PEMASARAN BENIH ABDUL RAHMAN.
Hasil Pekerjaan Paket teknologi pertanian organic
Kegiatan Produksi Benih Kedelai Hitam Kelas Benih Pokok di Desa Loji, Kec. Jatiwangi, Kab. Majalengka - Lokakarya dan Pelatihan Produksi Benih Kedelai.
BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN (BPTP) LAMPUNG
KEMENTERIAN PERTANIAN
ANALISIS USAHATANI PADI PETANI NURHAYATI KECAMATAN SALO KABUPATEN KAMPAR By: Mega Septriana.
UNSUR – UNSUR DAN CIRI – CIRI PERTANIAN
USAHATANI DAN PEMBANGUNAN USAHATANI
BUDIDAYA TANAMAN PANGAN PADI
BERDASARKAN HASIL WAWANCARA DENGAN PETANI YANG SUKSES
JAMINAN MUTU PRODUK PERTANIAN Pandi Pardian Rizen Primiere Hotel 19 Agustus 2018.
BPTP : Kepulauan Riau RENCANA KEGIATAN TA.2018
1. Pengolahan Lahan 2. Persiapan Benih dan Tanaman 3. Pemupukan 4. Pemeliharaan 5. Pengendalian OPT (organisme pengganggu tanaman) 6. Panen dan Pascapanen.
Oleh: Ir. FAUZIAH, MSi Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Bengkulu, 1-2 Agustus 2018.
Modul 6 Kegiatan Pembelajaran 3
Usahatani padi di lahan sawah pasang surut memerlukan teknik budi daya tersendiri, karena keadaan tanah dan lingkungannya tidak serupa dengan lahan sawah.
RANCANGAN KEGIATAN STRATEGIS HORTIKULTURA 2020
3.12 MENERAPKAN PENGOLAHAN HASIL SAYURAN 4.12 MEMPRODUKSI OLAHAN SAYURAN.
DUKUNGAN INOVASI TEKNOLOGI DALAM PELAKSANAAN UPSUS PAJALE DI PROVINSI BANTEN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN.
Transcript presentasi:

INISIASI BERAS BERLABEL DI INDONESIA Oleh : Sugiyanta, Y. Haryadi, D. R. Adawiyah, S. Koswara, Y. K. H. fatika, F. Kusnandar, D. Kadarisman, N. E. Suyatna*)

PENDAHULUAN Berkembangnya pasar retail telah mendorong pemasaran beras dalam kemasan berlabel Terdapat ketidak sesuaian antara beras dan label Sekitar 40 % konsumen beras di kota besar adalah konsumen beras berlabel dan cenderung meningkat Sertifikasi beras berlabel untuk advokasi produsen maupun konsumen (contoh kasus : beras pandan wangi) Pengembangan model agribisnis beras berlabel dilakukan di Gapoktan Sriwargi Mekar, Telaga Sari, Karawang dan Gapoktan Sawargi, Warung Kondang, Cianjur

KELEMBAGAAN PETANI Gapoktan sebagai pengelola agribisnis beras berlabel adalah lembaga pengusul Gapoktan mengembangan unit usaha penunjang beras berlabel : penangkar benih saprotan Permodalan/keuangan mikro UPJA Penggilingan padi Pemasaran Training centre

PENGEMBANGAN SISTEM GAP, GHP/GMP Disusun GAP, GHP/GMP berdasarkan teknologi yang diterapkan petani dan introduksi teknologi terkini yang disepakati secara partisipatif yang menjamin tercapainya produk yang memenuhi standar mutu SOP : varietas, benih, pengolahan tanah, bibit, pengairan, pemupukan, pengendalian OPT, panen, perontokan, pengeringan, penggilingan, sortasi dan grading, pengemasan, penyimpanan. Standar mutu : RSNI No. 01-6128-2006

PROGRAM AGROINDUSTRI BERAS BERLABEL CONTOH SOP GAP PROGRAM AGROINDUSTRI BERAS BERLABEL TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI SAWAH VARIETAS PANDANWANGI Dokumen No. BL. SOP 1. Tanggal : 12 Okt 2006 Halaman 1 dari 4 Menetapkan Pelaksanaan Teknologi Budidaya Padi Sawah Pandan Wangi untuk Beras Berlabel Padi sawah varietas pandan wangi adalah varietas lokal Cianjur yang telah direlease oleh pemerintah pada tahun SK Mentan No. 001/PVL/05/05 2004 atau Kep Men Tan No. 163/kpts/LB. 24/0/3/2004 tentang pelepasan galur. Benih bersertifikat adalah benih yang dihasilkan oleh penangkar benih dan disertifikasi oleh BPSB atau UPTD BPSB. Pengolahan tanah : menyiapkan lahan sebagai media tanaman padi sawah. Penanaman padi adalah melakukan pndah tanam padi dari pesemaian ke pertanaman. Pemupukan adalah penambahan hara baik melalui tanah maupun langsung ke tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara tanaman. Pengendalian OPT (organisme pengganggu tanaman) adalah mengendalikan hama, penyakit dan gulma sehingga tidak menimbulkan kerugian ekonomis. Pengairan adalah menambahkan air ke lahan sawah untuk mencukupi kebutuhan air tanaman. Panen adalah kegiatan memungut hasil sejak mulai menentukan saat panen yang tepat hingga merontok dan menghasilkan gabah kering panen (GKP).

Menanam bibit umur maksimal 20 hari PROGRAM AGROINDUSTRI BERAS BERLABEL Judul : TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI SAWAH VARIETAS PANDANWANGI Dokumen No. BL. SOP 1. Revisi : 0 Tanggal : 12 Okt 2006 Halaman 2 dari 4 Rincian Prosedur Tanggung Jawab dan Wewenang Penanaman Menanam bibit umur maksimal 20 hari Jarak tanam 30 cm x 30 cm dengan populasi 110.000 rumpun. Gunakan jarak tanam legowo 4 atau 2. Menanam bibit 2-3 bibit/lubang tanam Menanam dangkal (1-2 cm) Petani Lembaga sertifikasi

Asal Benih / Tanggal Pembelian : Tanggal Sebar Benih : Nama Petani Alamat Desa : Kecamatan : Kelotan : Gapoktan : Status dalam Gapoktan Pengurus Anggota Luas tanam (ha) Benih dan Pesemaian Penggunaan (kg) : Asal Benih / Tanggal Pembelian : Tanggal Sebar Benih : Pengolahan Tanah Tanggal pembajakan : Tanggal penggaruan : Penanaman Tanggal Tanam : Jarak Tanam : Pemupukan Dosis pupuk (kg/ha) : urea : SP-36 : KCl : Tanggal aplikasi pupuk I : Tanggal aplikasi pupuk II : Tanggal aplikasi pupuk III : Jenis pupuk organik tambahan : Dosis pupuk organik : Waktu aplikasi pupuk organik :

Lembaga Sertifikasi Nama : Tanda Tangan : Pengendalian OPT Hama dan penyakit yang menyerang : (1) (2) (3) (4) (5) (6) Penggunaan pestisida : Insektisida padat (butiran/tepung) : kg Insektisida cair : liter Fungisida padat : kg Fungisida cair : liter Panen dan Pasca Panen Tanggal Panen : Produksi (kg MKP) : Produksi (kg MKG) bila mengeringkan : Produksi beras (kg) bila menggiling : Lembaga Sertifikasi Nama : Tanda Tangan :

PENGEMBANGAN SISTEM PEMASARAN Strategi pemasaran : Target pasar : supermarket dan hypermarket, koperasi pegawai, multi level market, dan ekspor. Positioning : keaslian varietas dengan jaminan sertifikat keaslian Bauran pasar : jenis varietas : Pandan Wangi lokasi produksi : Warung Kondang, Cianjur mutu giling : mutu I sesuai RSNI 2006 tingkat pencampuran : 100 % Pandanwangi kemasan : 5 kg, 10 kg, dan 25 kg label : sesuai dengan isi sertifikat Harga pokok penjualan : Rp. 9.460,-

PENGEMBANGAN SISTEM SERTIFIKASI Menurut Codex CAC/GL 32-1999, sertifikasi adalah prosedur dimana lembaga sertifikasi pemerintah atau lembaga sertifikasi yang diakui pemerintah memberikan jaminan tertulis atau yang ekuivalen. Lembaga yang berperan dalam proses sertifikasi pelabelan harus independen dan diakui Untuk dapat melaksanakan pelabelan beras perlu diadakan suatu sistem mutu dalam sertifikasi beras yang menganut kaidah-kaidah sistem internasional seperti ISO GUIDE 65 atau pedoman KAN tentang persyaratan lembaga sertifikasi/pelabelan produk.

PERANGKAT SERTIFIKASI Perangkat-perangkat sertifikasi : sistem sertifikasi : kriteria beras yang dapat disertifikasi kelembagaan yang dilibatkan tapan proses pelaksanaan sertifikasi beras lembaga inspector sistem jaminan mutu.

BERAS YANG DAPAT DISERTIFIKASI diusulkan oleh unit usa/unit produksi yang berbadan hukum beras berasal dari benih bersertifikat menerapkan sistem mutu (GAP, GHP/GMP) sertifikasi dilakukan oleh pihak ketiga harus menerapkan PP pelabelan didukung infrastruktur dan sarana serta sumberdaya manusia yang memadai.

LEMBAGA YANG TERLIBAT DALAM SERTIFIKASI lembaga sertifikasi unit usa erbedan hukum lembaga akreditasi laboratorium terakreditasi

TAHAPAN PROSES SERTIFIKASI BERAS BERLABEL Permintaan informasi Penerapan sistem produksi yang memenuhi persyaratan Pengajuan permohonan Pemeriksaan kelengkapan dokumen Pemeriksaan audit kecukupan dan pemeriksaan prapanen Pemeriksaan pasca panen dan sampel beras Rapat evaluasi Keputusan lulus sertifikasi Penerbitan sertifikat Pengawasan