STAF LABORATORIUM ILMU TANAMAN

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
SISTEM NFT PADA BUDIDAYA PAPRIKA
Advertisements

Hama & Penyakit Cabai.
TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA ANGGREK (Rosa chinensis)
Teknik Budidaya Tanaman Agronomi
HUBUNGAN CAHAYA DAN TANAMAN
HIDROPONIK (MEDIA DAN JENIS TANAMAN)
Oleh : Agus Dwi P (H ) Isni Wiyati (H )
PENGELOLAAN TANAH PADA TANAMAN MELON
4. Pelaksanaan Pengendalian Hama
KACANG PANJANG.
Abdul Rohiim H Galuh Novikah H
Jenis Hama pada Tanaman Hias
JENIS – JENIS SAYURAN HIDROPONIK
Risqa Perdana Putra Tri Dhika Utami Yanuarika Alyun TS
STKIP NASIONAL PD. PARIAMAN
Selamat Menikmati Ayu Hustriana.
Philodendron Philodendron termasuk keluarga Araceae, seperti halnya Aglonema, Anthurium, dan Caladium Philo juga mempunyai daya tarik pada bentuk dan.
Oleh : Ahmad Nurcahyo H Karrenzia Intan K. H
Anthorium bunga Syarat tumbuh Suhu 14 – 28 oC
Devi Nuraini A Dian Rahayu Dwi Agustiyanto Edi Kurniawan FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2012.
HASIL PERTANIAN BUAH-BUAHAN
GAHARU Teknik Pembibitan CUT RIZLANI KHOLIBRINA ASWANDI Oleh :
PENGENALAN DAN PENANGANAN HAMA PENYAKIT PADA TANAMAN TOMAT
A. Ya B. Tidak A. Ya B. Tidak Tanaman anda bisa di katakan sehat.
TEKNIK BUDIDAYA TOMAT.
Pokok Bahasan: RANCANGAN REKOMENDASI PENANGANAN
Pokok Bahasan: Sampel Klinik Tanaman
KELOMPOK FAKTOR GANGGUAN
Agoklimatologi terapan hubungan angin dengan pertanian
TATAP MUKA: 4,5,6.
SIFAT UMUM PERTANIAN TROPIS
HUBUNGAN CAHAYA DAN TANAMAN
Serapan Hara Daun.
MEMBIAKAN TANAMAN DENGAN CARA SUSUAN
PENGARUH CAHAYA PADA KEHIDUPAN TANAMAN
TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN
DASAR-DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN (DPT)
MEMBIAKAN TANAMAN DENGAN CARA OKULASI
Oleh : YOANITA FADLILAH IRIANI
KELEMBABAN UDARA.
`DASAR AGROTEKNOLOGI` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
`AGROTEKNOLOGI TANAMAN PERKEBUNAN`
`AGROTEKNOLOGI TANAMAN PERKEBUNAN`
KOMPONEN OPT Hama adalah binatang yang merusak tanaman sehingga mengakibatkan kerugian secara ekonomi. Patogen adalah jasad renik (mikroorganisme) yang.
HIDROPONIK TOMAT.
Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan epidemi penyakit tumbuhan yaitu :
Evaluasi Kesuburan Tanah
KULTUR TEKNIS 1. Iklim 2. Tanah 3. Bibit 4. Penanaman
Bunga Krisan.
Y. Aris Purwanto Herry Suhardiyanto Chusnul Arif Yudi Chadirin
BUDIDAYA SAYUR ORGANIK
TODAPOT (Tanaman Obat Dalam Pot)
PENGENALAN HIDROPONIK
HIDROPONIK UNIVERSITAS TAMAN SISWA PADANG nN
BIOPESTISIDA PT AGRO LESTARI INDONESIA
Di susun Oleh : CUCU ENDAH LESTARI
BUDIDAYA JAMUR KUPING Disampaikan pada Penyuluhan Petani Jamur Kuping
PEMBIBITAN KOPI PUTRI LUKMANA SARI
PENGENDALIAN TERPADU LALAT BUAH (Bactrocera spp)
HUBUNGAN CAHAYA DAN TANAMAN
SIFAT UMUM PERTANIAN TROPIS
TEKNOLOGI BUDIDAYA KRISAN HIDROPONIK
TIM PENYUSUN MODUL AGRIBISNIS TANAMAN
1. Pengolahan Lahan 2. Persiapan Benih dan Tanaman 3. Pemupukan 4. Pemeliharaan 5. Pengendalian OPT (organisme pengganggu tanaman) 6. Panen dan Pascapanen.
HIDROPONIK (MEDIA DAN JENIS TANAMAN) EKA TARWACA SUSILA P LAB. ILMU TANAMAN JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UGM.
DITUJUKAN PADA URUTAN PERISTIWA YANG TERLIBAT DALAM PENGABADIAN DAN PELIPATGANDAAN DARI DAN SUATU ORGANISME.
Oleh Yana Suryana. Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan yang dapat hidup dalam kondisi linkungan yang memiliki toleransi tinggi terhadap kualitas.
Nama kelompok : Delta nugroho6 Dina ridha illahi8 Laila dwi anggraini17 Satria aprildo a.p25.
BUDIDAYA GANYONG Ganyong merupakan tanaman tropis yang tidak manja tahan terhadap naungan, Dapat tumbuh di segala jenis tanah dan iklim. tidak membutuhkan.
RESPIRASI-1 By Irda Safni Sejarah Respirasi Istilah respirasi digunakan pada awal abad ke- 15, tapi kepentingannya diungkapkan Crook pada tahun 1615.
Transcript presentasi:

STAF LABORATORIUM ILMU TANAMAN PEMELIHARAAN TANAMAN STAF LABORATORIUM ILMU TANAMAN

Secara umum sama seperti pada budidaya tanaman di tanah Meliputi: penyiraman, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemeliharaan yang bersifat spesifik untuk spesies tertentu

Penyiraman/pemberian air Interval pemberian air disesuaikan dengan kondisi lingkungan dalam sistem produksi hidroponik Lingkungannya panas, berawan, hujan Panas: evapotranspirasi tinggi, pemberian air intervalnya lebih sering Berawan: intensitas cahaya rendah, evapotranspirasi rendah, interval pemberian air lebih jarang Hujan: intensitas cahaya tidak ada, tidak terjadi evapotranspirasi, interval pemberian air sangat rang

Gambar penyiraman

Pemupukan Konsentrasi, interval, dosis, waktu aplikasi, cara aplikasi Konsentrasi: kandungan bahan aktif dalam setiap volume aplikasi pupuk Interval aplikasi: berapa kali pupuk diberikan selama satu siklus hidup tanaman Konsentrasi pupuk yang diberikan disesuaikan dengan umur tanaman, kebutuhan tanaman akan hara berbeda pada setiap fase pertumbuhan tanaman, jenis nutrisi juga berbeda pada setiap fase

Fase pertumbuhan tanaman: gambarannya sigmoid yaitu lambat, dipercepat, cepat, dan tetap Jenis nutrisi yang diberikan juga tergantung apakah tanaman dalam fase vegetatif ataukah reproduktif Vegetatif: lebih banyak diperlukan N Reproduktif: lebih banyak diperlukan P dan K Dosis: konsentrasi x interval aplikasi

Kapan waktu aplikasi: pagi, siang, sore hari Aplikasi pupuk melalui media tanam dapat dilakukan kapan saja, lebih baik pagi/sore hari saat suhu media cukup rendah, berkaitan dengan respirasi perakaran dan konsentrasi oksigen dalam media Aplikasi pupuk melalui daun: konsentrasi tidak boleh terlalu tinggi, lebih utama dilakukan pada siang hari saat transpirasi maksimal, berkaitan dengan bukaan stomata, arah aplikasi dari permukaan bawah helaian daun

Pengendalian OPT Kelompok hama: insekta Kelompok penyakit: jamur, bakteri, dan virus Kelompok gulma: ganggang, lumut, dan sedikit rumputan

Kelompok hama Dua tipe serangga: serangga penggigit (pemakan daun/buah/organ tanaman lainnya) dan serangga pencucup/penghisap Serangga penggigit: mengurangi kuantitas produksi (contoh ulat Plutella) Serangga pencucup/penghisap: mengurangi kualitas produksi, menghisap cairan jaringan, jaringan mati, pada organ akan tampak bercak-bercak coklat (seperti nekrosis). Contoh: kutu daun

Pencegahan serangan: dengan sanitasi di dalam ruangan produksi, penggunaan net/kasa pada dinding rumah kaca, serangga tidak bisa masuk Kalau sudah masuk: diutamakan pengendalian secara mekanik (apabila intensitas serangan tidak tinggi) Intensitas serangan tinggi: diperbolehkan pengendalian dengan insektisida, waktu pengendalian maksimal 1 minggu sebelum produk tanaman dipanen, bahan aktif yang ada pada residu sudah non aktif saat produk dipanen

Kelompok penyakit Yang menjadi inang penyakit: jamur, bakteri, dan virus Lingkungan ideal bagi pertumbuhan inang: kondisi yang terlalu lembab dalam ruangan produksi Penyiraman tajuk tanaman jangan dilakukan pada sore hari Penyiraman sore hari, pada permukaan daun sering menempel air dan tidak teratus sampai malam hari

Air yang melekat di permukaan daun merupakan media yang baik bagi perkembangan jamur dan bakteri Spora jamur akan mudah berkecambah, membentuk hifa, menyebar keseluruh jaringan tanaman Pencegahan serangan: sanitasi ruangan produksi secara rutin dilakukan Jamur, bakteri, dan virus dapat menyebar ke ruangan produksi melalui bibit (seed borne desease)

Pencegahan seed borne desease: sanitasi tempat pembibitan dan seleksi bibit secara ketat Pencegahan lainnya: mengkondisikan tanaman selalu kecukupan hara Tanaman yang kecukupan hara lebih tahan terhadap serangan penyakit dibandingkan yang defisiensi Penyakit juga bisa masuk ke dalam ruangan produksi karena terbawa oleh manusia ataupun pintu rumah kaca yang tidak ditutup

Pengendalian penyakit: dianjurkan mekanik kalau intensitas serangannya rendah Pengendalian kimiawi boleh dilakukan kalau intensitas serangan tinggi. Dianjurkan untuk memilih pestisida yang bahan aktifnya biologis atau biotis Aplikasi pestisida maksimal dilakukan 1 minggu sebelum dipanen, residu bahan aktif sudah non aktif sehingga tidak berbahaya

Gulma Dalam sistem hidroponik, intensitas serangan gulma jauh lebih rendah dari pada pertanian konvensional, sehingga pengendaliannya paling cocok dilakukan secara mekanis Jenis gulma yang merugikan lebih sedikit: ganggang, lumut, dan sedikit rumputan Gulma yang paling sering ditemukan dalam ruangan produksi hidroponik adalah kelompok ganggang dan lumut

Ganggang: khususnya menjadi gulma pada sistem hidroponik yang medianya air (NFT, rakit apung). Ganggang juga sering tumbuh pada bak penampung larutan hara Kenapa ganggang merugikan: sering menyumbat saluran air/larutan hara, menyumbat nozle, kompetitor penyerapan nutrisi, dan mengurangi estetika dalam ruangan produksi

Lumut: sering menjadi gulma pada sistem hidroponik substrat terutama apabila tingkat ketebalannya tinggi Lumut juga sering tumbuh pada papan penyangga tanaman (misal styrofoam) Susbtrat padat yang mudah ditumbuhi lumut: arang sekam, akar pakis, rockwool Kenapa lumut merugikan: mengurangi estetika, kompetitor bagi penyerapan nutrisi, inang beberapa jenis penyakit

Pemeliharaan yang bersifat spesifik Misal: tanaman melon,mentimun, dan tomat Pengajiran dilakukan pada saat tanaman berumur 1 minggu setelah pindah tanam dengan menggunakan tali kasur Pewiwilan dilakukan pada saat tanaman mulai bercabang. Pada ruas 1-4 dipelihara 2 daun, ruas 5,6,7… dipelihara 3 daun Pemangkasan daun yang tua dan menguning Penjarangan dan pembungkusan buah Pada saat pewiwilan, pemangkasan daun tua, dan penjarangan buah timbul luka. Luka disterilkan untuk mencegah infeksi oleh penyakit