Palatum Kelompok : Devi Yunita Astuti Melda Kartika Ilham Rezki

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
DASAR DIETETIK untuk pasieN
Advertisements

By: Lisna Annisa Fitriana, S.Kep., Ners, M.Kes
Bab 7 Gizi Buruk.
PERAWATAN DINI PASIEN CELAH BIBIR DAN LELANGIT
“Labioskizis dan labioplatoskizis, atresia rekti dan anus, hiscprung”
MASALAH-MASALAH DALAM PEMBERIAN ASI
KESEHATAN TENTANG DIARE.
OLEH Ns. I GEDE SATRIA ASTAWA, S.Kep
Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH
ASUHAN KEPERAWATAN PERSALINAN
Ns. SATRIA GOBEL, M.Kep SpKom
PENGKAJIAN FISIK PADA ANAK DIARE
MANFAAT MENYUSUI 1/1 MENYUSUI A S I Membantu bonding dan perkembangan
ASUHAN BAYI BARU LAHIR dan NEONATUS di komunitas
1. Adalah Gangguan pada pertumbuhan tulang-tulang dan jaringan ikat sekitar hidung sehingga menyebabkan penutupan satu atau kedua saluran hidung LABIOSKIZIS.
ASUHAN KEPERAWATAN HIPOSPADIA
Penyakit Kelainan genetik
PEMERIKSAAN FISIK PADA IBU, BAYI DAN ANAK BALITA
Neonatus dengan Kelainan Bawaan dan Penatalaksanaannya
Mengenal Berbagai Rupa dan Warna Feses Bayi ASI
Ns. SITI KHOIRUN NISA, S.Kep.
Oleh : dr. Irfan Rahmanto
MALNUTRISI Abdullah Luthfi (D ) Agistha Ghina R (D ) Dini Rizki (D )
Oleh Dr. Nugroho Susanto
Asuhan Keperawatan CONGENITAL HIPJOINT DISLOCATION
Kebutuhan Gizi Ibu Hamil
Santi susanti nim :
ANAMNESA,PEMERIKSAN FISIK,ANAMNESA DAN ASUHAN PADA BAYI BARU LAHIR
Asuhan Neonatus,Bayi,Balita dan Pra Sekolah
Pengkajian bbl,bayi, balita, anak pra sekolah
GIZI PADA IBU HAMIL DAN KOMPLIKASINYA
ASKEP KLIEN DENGAN MASTOIDITIS
PENYAKIT GANGGUAN ALAT REPRODUKSI
PROGRAM OPERASI BIBIR SUMBING GRATIS RS. CITRA MEDIKA SIDOARJO
MARASMUS MATERI KULIAH.
ASKEP PENYAKIT DENGAN TINDAKAN PEMBEDAHAN
ASUHAN KEPERAWATAN LABIOPALATOSKIZIS
PRISKILA APRILIA HAMBER
TUMBANG PReNATAL, NEONATAL, BAYI
MASTITIS YUTIKA DEWI III B
MERILIZA WATI S NIM: TINGKAT III B.
MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS) LANJUTAN Riana Aini, Amd.Keb.
3 1 2.
5.
PENGKAJIAN PADA BAYI BARU LAHIR, BAYI, BALITA DAN ANAK PRASEKOLAH
PENGKAJIAN BAYI BARU LAHIR
By: Lisna Annisa Fitriana, S.Kep., Ners, M.Kes
BY : MESI SEPTIA YUDA IIB
ASUHAN KEPERAWATAN PERSALINAN Meta Nurbaiti, S.kep.,Ns.,M.Kes
ATRESIA ESOFAGUS Kelompok 2 Heti hartati Indah rohyani Riska maelani
Kelompok 1 Sherly yulita Armona Sari Silvia Elki Cicilia Sri Wahyunita
ALZHEIMER Aloysia Martha Dessy Nadia Ermelinda Soares Grace Ludji Leo
MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS) LANJUTAN.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA BBLR
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN LABIOPALATOSKISIS
Assalamu’alaikum wr. wb
KESEHATAN REPRODUKSI KESEHATAN IBU DAN ANAK DISUSUN OLEH :
ANATOMI FISIOLOGI KANKER PAYUDARA DISUSUN OLEH : ANGGI LESTARI
CLEFT PALATE AND/OR LIP
KONSEP DAN TATALAKSANA GIZI HIV
Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH
UNIVERSITAS PGRI SEMARANG
TINJAUAN MEDIS PUASA TERHADAP BEBERAPA PENYAKIT
Tunadaksa 1. Nerissa Arviana Heronika Cahya P Lutfi Zuriya I Cita Yuliantin Diana Dwi Pawitri
MALNUTRISI.
Kehamilan di sertai penyakit rubella dan hepatitis
STUNTING KAB. LABUHANBATU UTARA. Pengertian Stunting Keadaan dimana tinggi badan berdasarkan umur rendah (dibawah persentil ke 3 atau
Transcript presentasi:

Palatum Kelompok : Devi Yunita Astuti Melda Kartika Ilham Rezki Rezki Rahayu Maila Andrasanti Silvia Sukma Dewi Mimi Masniwati Sari Anggraini Amalia Zukhra Z.P Elza Sripratiwi Nola Asril

Definisi Labio/plato skisis adalah merupakan kongenital anomali yang berupa adanya kelainan bentuk pada struktur wajah. Palatoskisis adalah adanya celah pada garis tengah palato yang disebabkan oleh kegagalan penyatuan susunan palato pada masa kehamilan 7-12 minggu Labio palato skisis adalah suatu kelainan yang dapat terjadi pada daerah mulut, palatoskisis (subling palatum) dan labio skisis ( sumbing tulang) untuk menyatu selama perkembangan embrio.

Etiologi Kegagalan fase embrio yang penyebabnya belum diketahui Fraktur herediter Genetik : abnormal kromosom (trisomy 13 syndrome), mutasi gen Lingkungan : teratogen (agen atau factor yang menimbulka cacat pada masa embrio :asam folik, antagonis atau anti kejang) Perubahan konsentrasi glukortikoid dan perubahan faktor pertumbuhan epidermal

Manifestasi Klinis Pada Labio skisis Distoersi pada hidung Tampak sebagian atau keduanya Adanya celah pada bibir Pada bayi terkadang ada gangguan menghisap puting susu Gangguan bicara, dapat terjadi karena penurunan fungsi otot akibat celah akan mempengaruhi bicara, bahkan menghambatnya. Terutama dalam mengucapkan huruf konsonan Pada Palati skisis Tampak ada celah pada tekak (ovula), palato lunak, dank eras dan atau foramen incisive. Adanya rongga pada hidung Teraba ada celah atau terbukanya langit-langit saat diperiksa dengan jari. Kesukaran dalam menghisap asi (bayi) atau makan atau minum pada anak. Gangguan bicara (keterangan = gangguan bicara pada labioskisis). Aspirasi

Klasifikasi Berdasarkan organ yang terlibat Celah di bibir (labioskizis) Celah di gusi (gnatoskizis) Celah di langit (palatoskizis) Celah dapat terjadi lebih dari satu organ mis = terjadi di bibir dan langit-langit (labiopalatoskizis)

Berdasarkan lengkap/tidaknya celah terbentuk Unilateral Incomplete  Apabila celah sumbing terjadi hanya di salah satu sisi bibir dan tidak memanjang hingga ke hidung. Unilateral complete  Apabila celah sumbing terjadi hanya di salah satu bibir dan memanjang hingga ke hidung. Bilateral complete  Apabila celah sumbing terjadi di kedua sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung.

komplikasi Gangguan bicara Terjadinya atitis media Aspirasi Distress pernafasan Resiko infeksi saluran nafas Pertumbuhan dan perkembangan terhambat Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh atitis media rekureris sekunder akibat disfungsi tuba eustachius. Masalah gigi Perubahan harga diri dan citra tubuh yang dipengaruhi derajat kecacatan dan jaringan paruh Kesulitan makan

Penatalaksanaan Perawatan Pra-Operasi: Fasilitas penyesuaian yang positif dari orangtua terhadap bayi. Tingkatkan dan pertahankan asupan dan nutrisi yang adequate. Tingkatkan dan pertahankan kepatenan jalan nafas Operasi Usia optimal untuk operasi bibir sumbing (labioplasty) adalah usia 3 bulan. Operasi untuk langit-langit (palatoplasty) optimal pada usia 18 – 20 bulan

Lanjutan... Perawatan Pasca-Operasi Tingkatkan asupan cairan dan nutrisi yang adequate Bersihkan garis sutura dengan hati-hati

Pemeriksaan Diagnostik Foto Rontgen MRI ( Magnetic Resonance Imaging) untuk evaluasi abnormal

ASKEP PALATO SKISIS

A. PENGKAJIAN 1. Identitas klien : Meliputi nama,alamat,umur 2. Keluhan utama : Alasan klien masuk ke rumah sakit RIWAYAT KESEHATAN a) Riwayat Kesehatan Dahulu Mengkaji riwayat kehamilan ibu, apakah ibu pernah mengalami trauma pada kehamilan Trimester I. bagaimana pemenuhan nutrisi ibu saat hamil, obat-obat yang pernah dikonsumsi oleh ibu dan apakah ibu pernah stress saat hamil.

RIWAYAT KESEHATAN b)Riwayat Kesehatan Sekarang Mengkaji berat/panjang bayi saat lahir, pola pertumbuhan, pertambahan/penurunan berat badan, riwayat otitis media dan infeksi saluran pernafasan atas. c)Riwayat Kesehatan Keluarga Riwayat kehamilan, riwayat keturunan, labiopalatoskisis dari keluarga, penyakit sifilis dari orang tua laki-laki.

Lanjutan….. Pemeriksaan Fisik a) Inspeksi kecacatan pada saat lahir untuk mengidentifikasi karakteristik sumbing. b) Kaji asupan cairan dan nutrisi bayi c) Kaji kemampuan hisap, menelan, bernafas. d) Kaji tanda-tanda infeksi e) Palpasi dengan menggunakan jari f) Kaji tingkat nyeri pada bayi

Lanjutan… Pengkajian Keluarga a) Observasi infeksi bayi dan keluarga b) Kaji harga diri / mekanisme kuping dari orangtua c) Kaji reaksi orangtua terhadap operasi yang akan dilakukan d) Kaji kesiapan orangtua terhadap pemulangan dan kesanggupan mengatur perawatan di rumah. e) Kaji tingkat pengetahuan keluarga

Diagnosa keperawatan Pra bedah: Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit. Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan kelainan anatomis (labiopalatoskizis). Resiko aspirasi berhubungan dengan gangguan menelan. Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan penumpukan sekret. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan refleks menghisap pada anak tidak adekuat.

Diagnosa keperawatan Pasca bedah: Nyeri berhubungan dengan insisi pembedahan. Resiko infeksi berhubungan dengan insisi pembedahan. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan insisi pemberdahan

Resiko aspirasi b/d gangguan menelan NOC: Kemampuan kognitif Tidak ada konsekuensi imobilitas: fisiologis Status neurologis NIC: Pencegahan aspirasi

Ketidakefektifan bersihan jalan napas b/d penumpukan sekret NOC: Status pernafasan: ekstrim, berat, sedang, ringan, atau tidak ada tanggapan Perilaku mengontrol gejala NIC: Pengelolaan jalan nafas Suction

Status gizi: tidak adekuat, ringan, sedang, kuat, atau adekuat total. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d refleks menghisap pada anak tidak adekuat NOC: Status gizi: tidak adekuat, ringan, sedang, kuat, atau adekuat total. Asupan makanan: oral, pemberian makanan lewat slang NIC: Pengelolaan gangguan makanan Pengelolaan nutrisi

Nyeri b/d insisi pembedahan NOC: Tingkat kenyamanan Perilaku mengendalikan nyeri Tingkat nyeri NIC: Penatalaksanaan nyeri

Resiko infeksi b/d insisi pembedahan NOC: Status imun adekuat Pengetahuan pengendalian infeksi Pengendalian resiko NIC: Pemberian imunisasi/vaksinasi Pengendalian infeksi

Kerusakan integritas kulit b/d insisi pemberdahan NOC: Integritas jaringan Penyembuhan luka NIC: Perawatan tempat insisi Pengawasan kulit Perawatan luka