Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini 1. Kuliah terbuka kali ini berjudul “Pilihan Topik Matematika -I” 2.
Advertisements

TURUNAN/ DIFERENSIAL.
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini 1. Kuliah terbuka kali ini berjudul “Pilihan Topik Matematika -II” 2.
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini 1. Kuliah terbuka kali ini berjudul “Mengenal Sifat Material III” 2.
Persamaan Diferensial
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Analisis Rangkaian Listrik Sesi-6
Selamat Datang Dalam Tutorial Ini 1. Petunjuk Dalam mengikuti tutorial jarak jauh ini, pertanyakanlah apakah yang disampaikan pada setiap langkah presenmtasi.
Analisis Rangkaian Listrik Klik untuk melanjutkan
Selamat Datang Dalam Tutorial Ini
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini 1. Kuliah terbuka kali ini berjudul “Pilihan Topik Matematika -III” 2.
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini 1. Kuliah terbuka kali ini berjudul “Pilihan Topik Matematika -II” 2.
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini 1. Kuliah terbuka kali ini berjudul “Analisis Rangkaian Listrik di Kawasan s” 2.
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini 1. Kuliah terbuka kali ini berjudul “Analisis Rangkaian Listrik di Kawasan s” 2.
Diferensial dx dan dy.
Mengenal Sifat Material
Pengantar Persamaan Diferensial (PD)
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini 1. Kuliah terbuka kali ini berjudul “Pilihan Topik Matematika -I” 2.
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini 1. Kuliah terbuka kali ini berjudul “Mengenal Sifat Material I” 2.
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini 1. Kuliah terbuka kali ini berjudul “Pilihan Topik Matematika -II” 2.
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini 1. Kuliah terbuka kali ini berjudul “Analisis Rangkaian Listrik di Kawasan s” 2.
Sistem Persamaan Diferensial
Sistem Persamaan Linier Penulisan Dalam Bentuk Matriks
Integral (2).
Oleh: Sudaryatno Sudirham
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Analisis Rangkaian Listrik Sesi-9
Integral (1).
Persamaan Diferensial
Analisis Interval Aritmatika Interval.
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Analisis Rangkaian Listrik Sesi-10
Open Course Selamat Belajar.
Fungsi Gelombang dan Persamaan Schrodinger
Turunan Fungsi-Fungsi Oleh: Sudaryatno Sudirham
Sistem Persamaan Linier
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
MODUL KULIAH MATEMATIKA TERAPAN
Sudaryatno Sudirham Matematika II.
Mengenal Sifat Material Konfigurasi Elektron dalam Atom
Open Course Selamat Belajar.
ENERGI FERMI UNTUK ELEKTRON BEBAS DALAM TIGA DIMENSI
Mengenal Sifat Material Konfigurasi Elektron dalam Atom
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
Mengenal Sifat Material #3 Sifat Listrik Metal dan Dielektrik
Persamaan Diferensial
Integral dan Persamaan Diferensial Klik untuk melanjutkan
Integral (1).
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
Sistem Persamaan Linier
Mengenal Sifat Material
Elektromagnetika 1 Pertemuan ke-5
PD Tingkat/orde Satu Pangkat/derajat Satu
Jelaskan yang anda ketahui tentang energi
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
Circuit Analysis Time Domain #8.
Suatu model inti biasanya hanya bisa menjelaskan suatu fenomena, tetapi seringkali belum bisa menjelaskan fenomena yang lain. Sebagai contoh, model tetes.
Postulat Mekanika Kuantum, Persamaan Schrödinger, dan Interpretasi Born T. Hidayat.
Dari Teori Maxwell: Radiasi elektromagnetik memiliki kandungan momentum p per satuan volume sebesar: p = E/c dengan E menyatakan kandungan energi per satuan.
Diferensial dx dan dy.
Diferensial dan Integral Oleh: Sudaryatno Sudirham
PERSAMAAN SCHRöDINGER
STRUKTUR ATOM & SISTEM PERIODIK
STRUKTUR ATOM & SISTEM PERIODIK
6/22/2018I Wayan Santyasa1 PERSAMAAN SCHRODINGER BEBAS WAKTU (PSBW) UNTUK ATOM HIDROGEN.
Transcript presentasi:

Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini

Kuliah terbuka kali ini berjudul “Mengenal Sifat Material I”

Disajikan oleh Sudaryatno Sudirham melalui www.darpublic.com

Sesi 3 Persamaan Schrödinger

Relasi Energi Elektron Sebagai Partikel Energi Elektron = Energi kinetik + Energi potensial Ini adalah relasi fisika. Jika elektron dinyatakan sebagai gelombang  yang merupakan fungsi dari posisi x dan waktu t, maka diperlukan operator matematik Operator matematik tersebut , jika dioperasikan pada fungsi gelombang haruslah dapat memberikan pernyataan matematik yang ekivalen dengan pernyataan fisika untuk energi elktron Operator matematik yang diperlukan adalah: Operator E, yang jika dioperasikan pada  memberikan pernyataan ekivalen energi, yaitu ruas kiri relasi energi elektron Operator p, yang jika dioperasikan pada  memberikan pernyataan ekivalen energi kinetik, yaitu suku pertama ruas kanan Operator x yang memberikan posisi seperti pada suku kedua ruas kanan

Jika diturunkan terhadap waktu: Jika diturunkan terhadap posisi: Operator Gelombang yang mewakili elektron adalah paket gelombang yang merupakan fungsi x dan t : Operator energi: Jika diturunkan terhadap waktu: Operator momentum Jika diturunkan terhadap posisi: Operator posisi tetap: x

Hamiltonian Relasi fisika dipandang sebagai sebuah fungsi H: Jika Operator E, p, x dioperasikan pada fungsi gelombang  Persamaan Schrödinger satu dimensi Persamaan Schrödinger tiga dimensi

Persamaan Schrödinger Bebas Waktu Aplikasi persamaan Schrödinger dalam banyak hal hanya berkaitan dengan energi potensial, yaitu besaran yang merupakan fungsi posisi. Jika peubah posisi dan peubah waktu dalam persamaan Schrodinger dapat dipisahkan, dapat diperoleh persamaan yang hanya merupakan fungsi posisi Nyatakan Satu dimensi Tiga dimensi

Fungsi Gelombang Persamaan Schrödinger adalah persamaan diferensial parsial dengan  adalah fungsi gelombang dengan pengertian bahwa adalah probabilitas keberadaan elektron pada waktu t tertentu dalam volume dx dy dz di sekitar titik (x, y, z) Jadi persamaan Schrödinger tidak menentukan posisi elektron melainkan memberikan probabilitas bahwa ia akan ditemukan di sekitar posisi tertentu. Kita juga tidak dapat mengatakan secara pasti bagaimana elektron bergerak sebagai fungsi waktu karena posisi dan momentum elektron dibatasi oleh prinsip ketidakpastian Heisenberg

Persyaratan Fungsi Gelombang Elektron sebagai suatu yang nyata harus ada di suatu tempat. Oleh karena itu integral untuk semua posisi harus sama dengan 1 Fungsi gelombang , harus kontinyu sebab jika terjadi ketidak-kontinyuan hal itu dapat ditafsirkan sebagai rusaknya elektron, suatu hal yang tidak dapat diterima. Turunan fungsi gelombang terhadap posisi juga harus kontinyu, karena turunan fungsi gelombang terhadap posisi terkait dengan momentum elektron. Oleh karena itu persyaratan ini dapat diartikan sebagai persayaratan kekontinyuan momentum. Fungsi gelombang harus bernilai tunggal dan terbatas sebab jika tidak akan berarti ada lebih dari satu kemungkinan keberadaan elektron Fungsi gelombang tidak boleh sama dengan nol di semua posisi sebab kemungkinan keberadaan elektron haruslah nyata, betapapun kecilnya

Persamaan Schrödinger Satu Dimensi Untuk Elektron Bebas, yaitu elektron yang tak dipengaruhi medan potensial persamaan menjadi: Solusi persamaan: harus berlaku untuk semua x

Inilah solusi persamaan yang dicari Solusi ini memiliki bilangan gelombang Bilangan gelombang ini memberikan nilai energi

Elektron di Sumur Potensial yang Dalam L I II III 1 2 3 V=0 V= x Sumur potensial yang dalam digambarkan sebagai daerah-II yang tidak mengandung pengaruh potensial, diapit oleh daerah-I dan daerah-III dimana terdapat pengaruh potensial tak hingga besarnya Di daerah-I dan daerah-III V = , di daerah II, 0 < x < L, V = 0 Untuk daerah-II Probabilitas keberadaan elektron di daerah-II ini adalah yang ternyata merupakan fungsi n

Jika dimasukkan nilai k2 akan diperoleh energi elektron Karena di daerah II V = 0, maka bilangan gelombang di daerah ini adalah (elektron bebas) Jika dimasukkan nilai k2 akan diperoleh energi elektron 0 x L  * a). n = 1 *  0 L b).n = 2 *  0 L c). n = 3  dan * di daerah II Energi elektron

Pengaruh lebar sumur pada tingkat-tingkat energi V n = 3 = 2 = 1 L ' V' Makin lebar sumur, makin kecil perbedaan energi antara satu tingkat dengan tingkat berikutnya sesuai dengan formula energi

Elektron di Sumur Potensial yang Dangkal * V E 0 L b) * E 0 L c) * E 0 L a d) * Jika sumur dangkal, probabilitas keberadaan elektron di luar sumur tidak nol Jika sumur dangkal dan dinding sumur tipis, probabilitas keberadaan elektorn di luar sumur tidak nol, dengan menembus dinding sumur Elektron menembus dinding potensial dikenal dengan peristiwa tunelling

Sumur tiga dimensi x z y Lx Ly Lz Jika peubah dapat dipisah:

Persamaan untuk arah masing-masing sumbu koordinat

Salah satu sumbu koordinat Persamaan ini adalah persamaan diferensial linier homogen orde kedua yang telah pernah kita temui pada waktu kita membahas elektron yang terjebak dalam sumur potensial satu dimensi Oleh karena itu energi untuk masing-masing sumbu koordinat dapat diperoleh, analog dengan kasus sumur potensial yang dalam

Mengenal Sifat Material I Kuliah Terbuka Mengenal Sifat Material I Sesi-3 Sudaryatno Sudirham