Anggaran piutang Raisa Pratiwi,SE.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
BUNGA A. PENGERTIAN Bunga (Interest) adalah tambahan uang sebagai jasa atas sejumlah modal yang ditanam atau kelebihan pembayaran dari yang seharusnya.
Advertisements

PPh Pasal 25.
PAJAK PENGHASILAN PASAL 25
Piutang Usaha.
ASET TETAP Penilaian Kembali.
Matematika ekonomi.
Surat Obligasi adalah sebuah surat perjanjian
ANUITAS Anuitas adalah jumlah pembayaran periodik yang tetap besarnya dan di dalamnya sudah terhitung pelunasan hutang dan bunganya   Jika besar Anuitas.
MANAJEMEN PIUTANG DAGANG
TRANSAKSI BISNIS PERUSAHAAN dan PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
Piutang Wesel/ Wesel Tagih (Notes Receivable)
Manajemen Pembiayaan Rumah Sakit
BIAYA PENGGABUNGAN USAHA
Sesi : 3.
PERUSAHAAN AFILIASI LAPORAN KONSOLIDASIAN
TINGKAT DISKON DAN DISKON TUNAI
Wesel dan promes Komp. Akt. Keuangan.
PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
PPh Pasal 25 PPh Pasal 25 mengatur tentang penghitungan besarnya angsuran pajak dalam tahun pajak berjalan yang harus dibayar sendiri oleh Wajib Pajak.
KEUANGAN KORPORAT COPORATE FINANCE.
MANAJEMEN PIUTANG DAGANG DAN PERSEDIAAN
PERTEMUAN 6 : MANAJEMEN PERSEDIAAN
HUtang dan Kewajiban Lain
LAPORAN KEUANGAN Catur Iswahyudi Manajemen Informatika (D3)
Pertemuan 7 AKUNTANSI KEWAJIBAN TIDAK LANCAR BAGIAN 1
PENGAKUAN PENDAPATAN Penjualan Tunai Penjualan Kredit
RASIO LIKUIDITAS PERTEMUAN 4.
PENETAPAN DAN KETETAPAN PAJAK
KAS Kas adalah alat pertukaran yang dimiliki koperasi dan siap digunakan dalam transaksi koperasi setiap saat diinginkan. Kas Kecil (Petty Cash) Adalah.
KREDIT PAJAK PENGHASILAN
Anggaran Piutang.
ANGGARAN KAS.
BAB II Piutang dagang & piutang wesel
PIUTANG DAGANG Pengertian Piutang
IX. ANGGARAN PIUTANG Piutang adalah hak menagih (klaim) menagih sejumlah harta dari kreditor kepada debitor yang bersedia melunasinya pada waktu mendatang.
MANAJEMEN KEUANGAN 1 STIE MUHAMMADIYAH JAKARTA
Penyusunan anggaran kas
X. ANGGARAN UTANG DAN MODAL
SURAT BERHARGA DITERBITKAN
MANAJEMEN PIUTANG.
Piutang Dagang Menurut PSAK piutang dagang harus dicatat dan dilaporkan sebesar nilai kas ( netto ) yang bisa direalisasi yaitu jumlah kas bersih yang.
HUtang dan Kewajiban Lain
Kewajiban.
Manajemen Keuangan Manajemen Piutang
Piutang Wesel/ Wesel Tagih (Notes Receivable)
Akuntansi Piutang (Receivables)
KEWAJIBAN LANCAR Adalah utang yang akan dilunasi dalam jangka waktu satu tahun atau satu siklus operasi perusahaan.
Piutang Wesel Oleh : Retnosari, S.Pd. AKM 1.
BAB 2 TRANSAKSI BISNIS PERUSAHAAN dan PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
PIUTANG WESEL Pengertian Macam-macam Piutang Wesel
ANGGARAN KAS Pertemuan 6
DEPARTEMEN KEUANGAN RI 2007
WESEL TAGIH.
MANAJEMEN PIUTANG ARI DARMAWAN, DR, S.AB, M.AB.
Piutang.
BAB 2 TRANSAKSI BISNIS PERUSAHAAN DAN PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
TRANSAKSI BISNIS PERUSAHAAN dan PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
PIUTANG AKUNTANSI PENGANTAR 2.
5.
ANGGARAN PIUTANG 9th Lecture.
2DF02 – Manajemen Keuangan 1
ANGGARAN PIUTANG PENGANGGARAN Kelompok 10 :
PIUTANG TIMBUL DARI TRANSKSI PENJULAN BARANG /JASA SECARA KREDIT
Sesi : 3.
BAB V JURNAL PENYESUAIAN 9/20/2018.
AKUNTANSI KEUANGAN MADYA 1
Penyusunan anggaran kas
Piutang Dagang dan Piutang Wesel
STIE MUHAMMADIYAH JAKARTA DR. LELA NURLAELA WATI, SE.MM
Akuntansi keuangan 2 Liabilitas jangka pendek Indira shofia S.E.,M.M.
Transcript presentasi:

Anggaran piutang Raisa Pratiwi,SE

Piutang Piutang adalah hak menagih sejumlah harta dari kreditor (pemberi pinjaman) kepada debitor (penerima pinjaman) yg bersedia melunasinya dalam waktu mendatang Ada beberapa jenis piutang, yaitu piutang surat berharga (contoh: bilyet giro belum jatuh tempo, bilyet giro kosong, cek kosong, dan cek mundur), beban di bayar dimuka (contoh: sewa dibayar dimuka, iklan bayar dimuka, dan bunga bayar dimuka), setoran jaminan (contoh: untuk keperluan garansi (jaminan) bank dan untuk keperluan menjalin hubungan bismis lainnya), piutang pajak(contoh: angsuran pajak,pajak masukan, kelebihan bayar pajak, dan lain-lain), pinjaman pekerja, piutang uang muka, piutang wesel, piutang usaha dan piutang lainnya Piutang usaha sebagai investasi yang biasanya terdapat pada harta lancar mempunyai beberapa manfaat, antara lain : dapat mem[erbesar dan memperlancar omzet barangyg dijual, mampu bersaing, memperluas pelanggan, dan meningkatkan kemampuan laba perusahaan

Faktor yang mempengaruhi anggaran piutang Volume barang yg dijual secara kredit standar Kredit jangka waktu kredit pemberian potongan pembatasan kredit kebijakan penagihan piutang

Volume barang yg dijual secara kredit Contoh1: sebulan dijual barang Rp 100.000 dengan syarat 10% dibayar tunai dan dibayar secara kredit 90%. Dengan demikian piutang yg tertanam Rp 90.000 Contoh2: sebulan dijual barang Rp 100.000 dengan syarat 90% dibayar tunai dan dibayar secara kredit 10%. Dengan demikian semakin besar piutang usaha yg tertanam semakin besar resiko dalam piutang

Standar kredit Penentuan standar kredit menentukan besar kecilnya piutang usaha yg tertanam. Semakin longgar standar kredit yg diberikan semakin besar piutang yg tertanam dan semakin besar risiko kerugian piutang.

Jangka waktu kredit Contoh : pada jangka waktu yg panjang: barang yg dijual secara kredit sebesar Rp 100.000 dengan syarat pembayaran 10% diangsur sebulan,20% diangsur 2 bulan, 20% diangsur 3 bulan, 20% diangsur 4 bulan, 15% diangsur 5 bulan , dan 15% diangsur 6 bulan Piutang bulan barang dijual = Rp100.000 Piutang bulan pertama 90%xRp100.000 =Rp90.000 Piutang bulan kedua 70%xRp100.000 =Rp70.000 Piutang bulan ketiga 50%xRp100.000 =Rp50.000 Piutang bulan keempat 30%xRp100.000 =Rp30.000 Piutang bulan kelima 15%xRp100.000 =Rp15.000 Piutang bulan keenam 0%xRp100.000 =Rp0 Sebaliknya dengan jangka waktu pendek , misalkan barang yg dijual secara kredit juga Rp 100.000 dengan syarat pembayaran 10% diangsur 90%, diangsur 2 bulan Piutang bukan barang yg dijual Rp100.000 Piutang bulan pertama 90%xRp100.00 Rp90.000 Piutang bulan kedua 0%xRp100.000 Rp0 Dengan menjual secara tunai laba investasi menjadi lebih tinggi dibandingkan menjual secara kredit . Mennjual kredit dengan jangkla waktu panjang menurunkan laba investasi

Pemberian potongan Pemberian potongan yg besar akan memperkecil piutang usaha yg tertanam. Sebaliknya, pemberi potongan yg kecil memperbesar piutang yg tertanam. Contoh : Barang yg dijual Rp100.000 Pembelian tunai mendapat potongan 10% Rp10.000 Uang yg harus dibayar pembeli Rp90.000 Dengan demikian, penjualan secara tunai tidak mengakibatkan timbulnya piutang, sedangkan pembelian secara kredit (tanpa potongan) mengakibatkan piutang usaha sebesar Rp100.000

Pembatasan Kredit Pembatasan kredit yg dimaksudkan disini adalah pembatasan kredit dalam arti kuantitatif, yaitu berkenaan dengan batas (jumlah) kredit maksimal yg akan diberikan maksimalkan. Semakin tinggi batasan (plafon) kredit maka semakin besar piutang usaha yg tertanam dan semakin rendah batasan kredit maka semakin kecil piutang yg tertanam.

Kebijakan Penagihan Piutang Kebijakan penagihan piutang mempengaruhi besar kecilnya piutang usaha yg tertanam. Kebijakan penagihan piutang secara aktif dapat memperkecil piutang usaha yg tertanam, sebaliknya kebijakan penagihan piutang secara pasif dapat memperbesar piutang usaha yg tertanam.

Ilustrasi Sebagai ilustrasi, data realisasi dan anggaran jualan PT Waja Sampai Kaputing selama triwulan pertama tahun 2010 adalah sebagai berikut : Realisasi Desember Rp80.000 Anggaran Januari Rp85.000 Februari Rp90.000 Maret Rp95.000 Syarat pembayaran 50% tunai, 40% kredit sebulan. 10% kredit 2 bulan, dan 1% kredit dfitaksir tidak tertagih dari piutang yg bersangkutan

Penyusunan Anggaran Piutang Sebelum menyusun anggaran piutang perlu dilakukan perhitungan anggaran piutang usaha bersih dan taksiran piutang usaha tak tertagih sebagai berikut. Perhitungan anggaran piutang usaha bersih: Januari = 9%xRp80.000+49%xRp85.000 = Rp48.850 Februari = 9%xRp85.000+49%xRp90.000 = Rp51.750 Maret = 9%xRp90.000+49%xRp95.000 = Rp54.650 Perhitungan taksiran piutang tak tertagih (penghapusan piutang): Desember =1%xRp80.000 = Rp800 Januari =1%xRp85.000 = Rp850 Februari =1%xRp90.000 = Rp900 Maret = 1%xRp95.000 = Rp950

Anggaran piutang usaha diperoleh dari piutang usaha bersih ditambah cadangan penghapusan piutang usaha. Cadangan penghapusan piutang usaha dihitung dari penghapusan piutang usaha periode (bulan) lalu ditambah penghapusan piutang usaha periode (bulan) ini. Cadangan penghapusan piutang usaha perhitungannya sebagai berikut: Januari = Rp800 (bulan Desember) + Rp850 = Rp1.650 Februari = Rp850 (bulan Januari) + Rp900 = Rp1.750 Maret = Rp900 (bulan Februari)+ Rp950 = Rp1.850 Anggaran piutang uaaha juda dapat dihitung sebagai berikut : Januari = 10%xRp80.000+50%xRp85.000 = Rp50.500 Februari = 10%xRp85.000+50%xRp90.000 = Rp53.500 Maret = 10%xRp90.000+50%xRp95.000 = Rp56.500 Keterangan : 9%+1%=10% 49%+1%=50%

Anggaran piutang usaha dapat disusun seperti: PT Waja Sampai Kaputing Anggaran Piutang Usaha Triwulan Pertama Tahun 2010 Keterangan Januari Februari Maret Piutang Usaha Rp50.500 Rp53.500 Rp56.500 Cadangan penghapusan Rp1.650 Rp1.750 Rp1.850 Piutang Usaha Bersih Rp48.850 Rp51.750 Rp54.650

Contoh soal PT Sampuraka menyusun realisasi anggaran jualan sebagai berikut : Realisasi Juli Rp 100 Agustus Rp 80 Anggaran September Rp 100 Oktober Rp 100 November Rp 180 Desember Rp 120 Syarat pembayaran 30% tunai, 50% kredit sebulan, dan 20% kredit 2 bulan. Berdasarkan data tersebut, hitunglah anggaran kas masuk dari pelanggan.

Jawaban Perhitungan anggaran kas masuk dari pelanggan sebagai berikut. September 30% x Rp100 (September) = Rp30 50% x Rp80 (Agustus) = Rp40 20% x Rp100 (Juli) = Rp20 Rp90 Oktober 30% x Rp100 (Oktober) = Rp30 50% x Rp100 (September) = Rp50 20% x Rp80 (Agustus) = Rp16 Rp96 November 30% x Rp180 (November) = Rp54 50% x Rp100 (Oktober) = Rp50 20% x Rp100 (September) = Rp20 Rp124 Desember 30% x Rp120 (September) = Rp36 50% x Rp180 (Agustus) = Rp90 Rp146

Adapun Anggaran piutang usaha dari PT Sampuraka tahun 2010 sebagai berikut. September 20% x Rp80 (Agustus) = Rp16 70% x Rp100 (September) = Rp70 Rp86 Oktober 20% x Rp100 (September) = Rp20 70% x Rp100 (oktober) = Rp70 Rp90 November 20% x Rp100 (Oktober) = Rp20 70% x Rp180 (November) = Rp126 Rp146 Desember 20% x Rp180 (November) = Rp36 70% x Rp120 (Desember) = Rp84 Rp120