PENGELOLAAN INDUK PATIN

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Seminar Komprehensif Hendri Ahmadi
Advertisements

Wadah Budidaya Perairan
KONSEP PENERAPAN KUALITAS AIR MINUM
OPTIMALISASI PERTUMBUHAN Tectona grandis
KEBIJAKAN IZIN TATA RUANG PADA KAWASAN PERUMAHAN
Kebutuhan, kualitas, dan pencemaran air
USAHA BUDIDAYA PERIKANAN
Kepadatan Populasi Manusia
Staf. Jurusan Teknik Kimia
DASAR2 TEKNOLOGI MANAJEMEN
Kebijakan Perikanan Budidaya
TEKNIK PEMBENIHAN IKAN NILA
ANALISIS DATA DAN INFORMASI
Kualitas Ikan Segar Jurusan Teknologi Industri Pertanian
PRODUKSI BENIH (BIJI).
air I. Pendahuluan konsumsi sanitasi Sarana transportasi
JARINGAN MAKANAN DI DALAM KOLAM
Toni Kuswoyo Satker PBIAT Janti – Klaten BPBIAT Muntilan
Memahami isi PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
DASAR – DASAR BUDIDAYA FAKTOR LINGKUNGAN.
PENGELOLAAN AIR LIMBAH INDUSTRI
PRESENTASI TENTANG LINGKUNGAN HIDUP
MATA KULIAH : DASAR-DASAR BUDIDAYA
EKOLOGI DAN ILMU LINGKUNGAN
PERTEMUAN II Permasalahan Umum Nutrisi Tanah Dan OPT
PENGENDALIAN ECENG GONDOK DENGAN PENEBARAN IKAN KOAN
Konservasi Sumber Daya Air Konservasi Sumber Daya Tanah
DAMPAK LINGKUNGAN AKIBAT PENGERINGAN LAHAN GAMBUT
PEMULIAAN POHON HUTAN IV. Produksi Benih dan Kebun Benih
TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN PATIN
MENGATASI KEMATIAN MASAL IKAN DI WADUK CIRATA
Kebijakan Perikanan Budidaya
بســم الله الرحـمن الرحـيم
PRODUKSI BENIH TANAMAN :
MENDESKRIPSIKAN PEMBIBITAN TANAMAN DAN PRODUKSI BENIH
Pertumbuhan pada ikan Ima Yudha Perwira.
Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan epidemi penyakit tumbuhan yaitu :
AIR SEBAGAI SUMBER AIR MINUM
AIR SEBAGAI SUMBER AIR MINUM
Tugas Matrikulasi Genetika dan pemuliaan Ikan
Tahapan pada budidaya ikan
KELAS F/ KELOMPOK 3 Achmad Bisri Mustofa Asri Suko Mayangsari
Soal Kuis Teknologi Produksi Benih
BUDI DAYA Eucheuma.
Konservasi Mangrove sebagai Pendukung Sumber Hayati Perikanan Pantai
Ikan nila (Oreochromis niloticus)
KELOMPOK 6 Anisa Riska Andi Saputri Dony Cheristian Venesia Indah Susilowati Gusti Sayu Putu Widya Sasti.
EKOLOGI DAN ILMU LINGKUNGAN
Parameter kualitas air
BREEDING KELOMPOK 2 RIZA PAMUNGKAS
KISI-KISI UJIAN NASIONAL 2014
Universitas Indo Global Mandiri
JUKNIS UNIT PEMBENIHAN IKAN MULTI SPESIES
Tugas Biologi Kelompok 6 Nama anggota: Aditya desty ningtias
Pengendalian Pencemaran
Pencemaran air Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah danausungailautan.
SHRIMP BRUST STOCK AND CARE IN HATCHERY
Perencanaan dan Strategi Pengolahan Air Minum dan Air Bersih
LAPORAN KERJA PRAKTEK Juni 2016.
KUALITAS AIR UNTUK BUDIDAYA IKAN.
Teknik Pembenihan Ikan Patin
PARAMETER KUALITAS LINGKUNGAN
PENCEMARAN AIR Ir. Moh Sholichin, MT.
BUDIDAYA IKAN CUPANG DISUSUN OLEH : SMA NEGERI 1 NANGA PINOH TAHUN PELAJARAN 2018 / 2019 DERY SURYANTO KELAS XI MIPA 3.
Produksi Benih dan Kebun Benih
This presentation uses a free template provided by FPPT.com UNIT PERCOBAAN DALAM AKUAKULTUR PS. BUDIDAYA PERAIRAN.
Oleh Yana Suryana. Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan yang dapat hidup dalam kondisi linkungan yang memiliki toleransi tinggi terhadap kualitas.
PELATIHAN DASAR TEKNIS BIDANG SUMBER DAYA AIR
Disampaikan pada Apresiasi dan Pembinaan Teknis bagi Tenga Pendamping Teknologi (TPT) Tahun 2008.
Persiapan kolam Ikan Gurami Persiapan kolam Ikan Gurami Disusun oleh: Kang Sudik.
Transcript presentasi:

PENGELOLAAN INDUK PATIN Ceno HA A. Jauhari A. Sunarma BBPBAT Sukabumi Jl. Selabintana 37 SUKABUMI 43114 Telp 0266 225211 Fac 0266 221762

PENGELOLAAN INDUK Upaya pemeliharaan calon induk ataupun induk yang baik sehingga kualitas dan kuantitas benih yang dihasilkan dapat terjamin. Pengelolaan yang tidak baik  a. Menurunkan sifat genetik & kesehatan, b. Benih yang dihasilkan menjadi tidak baik. Tujuan : untuk mendapatkan induk yang matang gonad dan siap untuk dikembang biakan (dipijahkan). Kunci awal KEBERHASILAN USAHA PEMBENIHAN.

PENURUNAN KUALITAS BENIH Sistem pengelolaan Penggunaan induk terlalu sedikit  variasi genetiknya menurun. Hilangnya gen-gen pengontrol pertumbuhan, ketahanan terhadap penyakit, atau kelangsungan hidup

PENURUNAN KUALITAS BENIH Penurunan sifat genetik benih dapat dipengaruhi oleh kualitas induk sebagai akibat kesalahan dalam pengelolaan induk. Penyediaan induk hasil sendiri dapat mengarah pada terjadinya silang dalam, yaitu perkawinan sekerabat. Silang dalam  munculnya alel resesif yang membahayakan : menurunnya daya tahan tubuh, rendahnya kelangsungan hidup, pertumbuhan, produksi telur dan meningkatnya jumlah ikan yang abnormal.

PENGELOLAAN INDUK PENGADAAN / KOLEKSI INDUK PEMELIHARAAN & PRODUKSI INDUK SELEKSI & JUMLAH INDUK DISTRIBUSI & TRANSPORTASI PENGELOLAAN DI UNIT PEMBENIHAN

PENGELOLAAN INDUK PENGADAAN / KOLEKSI INDUK Dari seleksi hasil budidaya sendiri (Produksi calon induk)  SNI:01-6483.3-2000 (Produksi Induk Ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus) Kelas Induk Pokok (Parent Stock) Alam Pusat induk  BELI, SEWA / PINJAM

PEMELIHARAAN INDUK Persyaratan Lokasi Pemeliharaan Kolam : Kawasan perkolaman : bebas banjir dan bebas dari pencemaran Tanah dasar : tanah yang stabil, memiliki tekstur 50-60 % lempung, lebih kecil dari 20 % pasir dan sisanya serbuk bahan organik Keasaman tanah (pH) tanah : lebih dari 5,5 Sumber air : air mencukupi kebutuhan, tidak tercemar dan tersedia sepanjang tahun

PEMELIHARAAN INDUK Persyaratan Lokasi Pemeliharaan Karamba : Kawasan : sungai Air : tidak tercemar dan memenuhi persyaratan minimal baku mutu untuk budidaya. Karamba Jaring Apung (KJA) : Kawasan KJA : waduk, danau Air : tidak tercemar dan memenuhi persyaratan minimal baku mutu untuk budidaya Kedalaman air : minimal 5 meter dari dasar jaring pada saat surut terendah.

PARAMETER & KISARAN KUALITAS AIR No. Parameter Satuan Kisaran 1. Suhu 0 C 25-30 2. Nilai pH - 6,5-7,5 3. Oksigen terlarut mg/l >4 4. Amoniak (NH3) <0,02 5. Nitrit (NO2) <1 6. Kecerahan cm >25

PEMELIHARAAN INDUK Wadah Pemeliharaan : Kolam : Konstruksi : tanah atau tembok dengan pematang yang kuat. Luas : sesuai dengan padat tebar. Kedalaman air : 1,2-1,5 m

PEMELIHARAAN INDUK Karamba : Konstruksi : kayu. Ukuran : sesuai dengan padat tebar : 2x2x2 m2, 2x4x2 m2 dll. Karamba Jaring Apung (KJA) : Konstruksi : bambu/kayu/besi Ukuran : sesuai dengan padat tebar : 7x7x2,5 m2, 6x6x2,5 m2 dll.

PEMELIHARAAN INDUK Bahan Pemeliharaan : Pakan : pakan buatan kandungan protein 28-35 %. Pupuk organik : pupuk kandang (ayam, dll), dosis : 500-1000 g/m2. Pupuk an organik : Urea (20-50 g/m2 dan TSP 10-25 g/m2 . Kapur : kapur tohor (CaO) : 10-60 g/m2. Bahan kimia : desinfektan, antibiotik, jika diperlukan.

PEMELIHARAAN INDUK Peralatan Pemeliharaan : Pengukuran kualitas air : termometer, pH meter / indikator, secchi disk, DO meter. Peralatan lapangan : hapa/waring, ember, cangkul, alat timbang, dll.

PEMELIHARAAN INDUK 5. Pelaksanaan : Persiapan kolam/karamba/KJA : pengeringan, perbaikan, pengisian air/peletakan karamba/KJA Kepadatan : 1-4 kg/m2 Kriteria induk :umur 2,5-3 tahun, berat proporsional, tidak cacat, jelas asal usulnya Pakan : Pelet tenggelam (protein 28 - 35%) Dosis pemberian 3%/bbm/hari, 2-3 kali sehari. Pengecekan harian : air, kesehatan ikan, dll.

PENGELOLAAN INDUK II. SELEKSI & JUMLAH INDUK Hasil budidaya  dipilih dari 50 % ikan yang mempunyai pertumbuhan lebih cepat dari rata-rata. Jumlah induk yang digunakan sangat besar perananannya terhadap terjadinya silang dalam & kemunduran sifat genetik. Jumlah sedikit  kemungkinan silang dalam semakin besar. Jumlah induk yang dipelihara bergantung pada skala usaha yang didasarkan pada kemampuan sarana yang ada.

PENGELOLAAN INDUK DISTRIBUSI & TRANSPORTASI Menggunakan peralatan tangkap dan plastik atau peralatan khusus untuk pengangkut induk. Usahakan induk tidak mengalami luka, atau cacat lainnya sehingga tidak mempengaruhi proses selanjutnya.

PENGELOLAAN INDUK PENGELOLAAN DI UNIT PEMBENIHAN Induk dari sumber yang berbeda jangan disatukan, kecuali diberi penandaan. Sebaiknya dilakukan pemisahan kolam untuk induk-induk yang sudah dipijahkan dengan yang belum. Untuk regenerasi calon induk dapat diproduksi sendiri dengan kaidah SNI:01-6483.3-2000 (Produksi Induk Ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus) Kelas Induk Pokok (Parent Stock) Penanganan induk selembut mungkin sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap induk.