Oleh : Tim Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya 2007

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Teknik Budidaya Tanaman Agronomi
Advertisements

Pertanian Berlanjut Aspek Budidaya Pertanian “Carrying Capacity”
SISTEM AGRIBISNIS OLEH : Dr. Ir
PERLINDUNGAN TANAMAN ( Menurut UU 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman ) Segala upaya untuk mencegah kerugian pada budidaya tanaman yang diakibatkan.
PENGELOLAAN PENYAKIT TANAMAN DALAM SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN
TEKNIK-TEKNIK PENGENDALIAN HAMA
PENCEMARAN LINGKUNGAN
Oleh Basuki Sumawinata Hotel Century Atlet, Jakarta 22 Juli 2014
DAYA DUKUNG SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN ( DDSAL )
PENGELOLAAN PENYAKIT TANAMAN
Faktor Biotik.
DASAR-DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN
Kelompok 5B IKMA 2010 Risyad Indra Syahrial
PESTISIDA Oleh : Mokhtar Effendi ( )
POLIKULTUR SEBAGAI BAGIAN DARI PERTANIAN BERKELANJUTAN
STAF LABORATORIUM ILMU TANAMAN
HORTIKULTURA BUAH (POMOLOGI) Aspek Jasmaniah (Edible Plant) SAYUR
DASAR-DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN
PERTANIAN BERKELANJUTAN
PENGENDALIAN HAMA Amalia Nadifta Ulfa (H )
Devi Nuraini A Dian Rahayu Dwi Agustiyanto Edi Kurniawan FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2012.
Ekonomi Sumberdaya Agraria SUWARDI Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB Pengelolaan jangka panjang dan konservasi sumberdaya.
TEKHNIK-TEKHIK PENGENDALIAN HAMA
Penyakit Tanaman Abnormalitas Fungsi Gejala Fisiologis Morfologis
Pokok Bahasan: RANCANGAN REKOMENDASI PENANGANAN
Pokok Bahasan: DIAGNOSIS MASALAH TANAMAN
KELOMPOK FAKTOR GANGGUAN
MANAJEMEN PENGENDALIAN OPT
PAKET KEBIJAKAN KEDAULATAN PANGAN
MATERI e_LEARNING PASCA UTS Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
PERTEMUAN II Permasalahan Umum Nutrisi Tanah Dan OPT
KELOMPOK FAKTOR GANGGUAN
`DASAR AGROTEKNOLOGI` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
DASAR-DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN
PERTANIAN ORGANIK : PERINSIP DAUR ULANG HARA, KONSERVASI AIR DAN INTERAKSI ANTAR TANAMAN KELOMPOK 2 MEGANANDA PUTERI SARAHDIBHA G SUSIANTI G111.
DASAR-DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN
`DASAR AGROTEKNOLOGI` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN
HORTIKULTURA BUAH (POMOLOGI) Aspek Jasmaniah (Edible Plant) SAYUR
Teknik Budidaya dan Pola Tanam
Integrated Pest Management (IPM)
`DASAR AGROTEKNOLOGI` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
DASAR-DASAR ILMU TANAH UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON
II. PRINSIP DASAR PHT 1.Pemahaman Ekosistem Pertanian
Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan epidemi penyakit tumbuhan yaitu :
Sistem Peramalan Hama dan Penyakit
I. PENDAHULUAN Stem et al
MATERI e_LEARNING PASCA UTS Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
HAMA BINATANG YANG MENYEBABKAN KERUSAKAN PADA TANAMAN DAN MENIMBULKAN KERUGIAN SECARA EKONOMIS.
UNSUR-UNSUR PERTANIAN
III.MONITORING DAN TEKNIK PENGAMATAN
Pengertian Pertanian terpadu
MANAJEMEN ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN
PENGENDALIAN KULTURAL PADA TANAMAN CABAI
CIRI-CIRI PERTANIAN.
VIA MANAJEMEN LINGKUNGAN
Pemanfaatan dan Konservasi Tanah
Study Kasus Pemberantasan Hama Lalat Buah Dengan Teknik Serangga Mandul di PATIR BATAN.
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP KESEHATAN
MONOKULTUR POLA TANAM KELOMPOK 5 : Ananda Setya P
ILMU TANAMAN PAKAN TERNAK Matakuliah
Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Dr. Budy Rahmat, Ir. MS.
PENCEMARAN.
PENGENDALIAN TERPADU LALAT BUAH (Bactrocera spp)
DINAS KEHUTANAN PROV. SULAWESI SELATAN. “MEWUJUDKAN HUTAN LESTARI, PERKEBUNAN PRODUKTIF MASYARAKAT SEJAHTERA MANDIRI ”
PENCEMARAN.
MANAJEMEN ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN
TIM PENYUSUN MODUL AGRIBISNIS TANAMAN
WEED AND WEEDING OLEH : AKHMAD HADI FAQIH S. DESI KURNIA SARI
PENGELOLAAN KESUBURAN TANAH BERKELANJUTAN DI DAERAH TROPIKA BASAH INDONESIA Syekhfani Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya 1.
Transcript presentasi:

Oleh : Tim Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya 2007 Ambang Ekonomi ( Economic Threshold ) dalam pengendalian OPT Oleh : Tim Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya 2007

Beberapa Istilah Mendasar yang Terkait dengan Ambang Ekonomi 1. Kerusakan Ekonomi ( Economic Damage ) yaitu suatu tingkat kerusakan tanaman yang membenarkan adanya suatu tindakan pengendalian buatan.

Ambang Ekonomi ( Economic Threshold) yaitu suatu kepadatan populasi OPT yang membutuhkan suatu tindakan pengendalian untuk mencegah meningkatnya populasi kearah tingkat luka ekonomi. 3. Tingkat Luka Ekonomi (Economic Injury Level ) yaitu suatu kepadatan populasi OPT terendah yang dapat mengakibatkan kerusakan ekonomi.

4. Keseimbangan Umum (General Equilibrium) yaitu suatu kepadatan populasi rata-rata pada suatu kurun waktu tanpa adanya perubahan cuaca. Keseimbangan Sementara (Temporary Equilibrium ) yaitu suatu kepadatan populasi rata-rata yang sifatnya hanya sementara, karena adanya suatu perlakuan pestisida terus menerus.

Apa Peran Ambang Ekonomi Dalam Tindakan Pengendalian OPT Agar cara pengendalian lebih terarah, efektif dan efisien Mengurangi resiko terjadinya resistensi OPT yang lebih cepat 3. Memberikan kesempatan bagi musuh alami untuk hidup dan berkembang

Bagaimanakah Cara Mengetahui Ambang Ekonomi ? Secara empirik, artinya petani dari pengalaman yang ada selama ini seringkali dapat digunakan sebagai pedoman Hasil penelitian pakar Adopsi dari referensi luar negeri 4. Perubahan toleransi manusia

Apakah Ambang Ekonomi Itu Bersifat General ? jawabannya tentu bukan merupakan suatu pedoman yang bersifat umum. Mengapa karena tergantung dengan kondisi agro-ekosistem setempat dan kondisi sosial ekonomi petaninya. Contoh : spesies OPT yang menyerang pada tanaman yang sama tetapi menyebabkan kerusakan yang diakibatkan dapat berbeda.

Apa Kelemahan Pedoman Ambang Ekonomi Dalam Pengendalian OPT Bagi spesies OPT utama yang posisi populasinya selalu diatas rata-rata aras keseimbangan umum, maka akan terus selalu menggunakan pestisida Kesempatan terjadinya resistensi OPT menjadi lebih besar.

Apa Solusinya ? 1. Perbaikan agro-ekosistem lahan, melalui analisis tanah (Tambahkan BO ). 2. Perbaikan cara budidaya melalui perbaikan pola tanam, cara tanam dll. Monitoring secara periodik ( harian atau mingguan ) Pemberdayaan peran musuh alami dengan senantiasa melakukan konservasi musuh alami

Kepadatan populasi Waktu Tingkat kerusakan ekonomi Ambang ekonomi Letak keseimbangan umum baru setelah pemasukan alfalfa Letak keseimbangan umum sebelum pemasukan alfalfa Waktu Gambar 1: Perubahan keseimbangan umum kupu alfalfa di California, setelah pemasukan tanaman alfalfa secara luas ( Stern dkk., 1959 )

Peletusan hama setelah penggunaan DDT Pemasukan Cryptochaetum iceryae dan Rodoia cardinalis Kepadatan populasi Peletusan hama setelah penggunaan DDT Tingkat kerusakan ekonomi Ambang ekonomi Letak keseimbangan umum Waktu 1868 1888 1892 1947 Gambar 2: Gejolak kepadatan populasi kutu, Icerya purchasi pada jeruk di California ( Stern dkk., 1959 )

Tingkat kerusakan ekonomi Letak keseimbangan umum Kepadatan populasi Tingkat kerusakan ekonomi Ambang ekonomi Letak keseimbangan umum Waktu Gambar 3: Perubahan keseimbangan umum kupu alfalfa di California, setelah pemasukan tanaman alfalfa secara luas ( Stern dkk., 1959)

Tingkat kerusakan ekonomi Letak keseimbangan umum Kepadatan populasi Tingkat kerusakan ekonomi Perlakuan Perlakuan Ambang ekonomi Letak keseimbangan umum Waktu Gambar 4: Keadaan hama yang seringkali menimbulkan kerusakan disebabkan karena gejolak populasi sering melampaui ambang ekonomi. Contoh Lygus spp. Di California ( Stern, dkk., 1959 )

Terima Kasih