Linear Equation. Example i1i1 i2i2 i3i3 V1V1 V2V2 R1R1 R2R2 R3R3 R4R4 R5R5.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
General Vector Spaces.
Advertisements

ALJABAR LINIER & MATRIKS
MATRIKS (lanjutan……)
MATRIKS.
Determinan Trihastuti Agustinah.
MATRIKS INVERS 08/04/2017.
Sistem Persamaan Linear 2
EKIVALEN Budi Murtiyasa Jur. Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta Juli /04/20151design by budi murtiyasa 2008.
Rekayasa Komputer Mata Praktikum: Copyright © This presentation is dedicated to Laboratorium Informatika Universitas Gunadarma. This presentation.
DETERMINAN 2.1. Definisi   DETERMINAN adalah suatu bilangan ril yang diperoleh dari suatu proses dengan aturan tertentu terhadap matriks bujur sangkar.
Univ. INDONUSA Esa Unggul INF-226 FEB 2006 Pertemuan 13 Tujuan Instruksional Umum : Sistem Persamaan Linier Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa mampu.
Review : Invers Matriks
Solusi Sistem Persamaan Lanjar (Bagian 1)
DETERMINAN MATRIK Yulvi Zaika.
MATRIKS DEFINISI MATRIKS :
Materi 7 ARRAY Processing
DETERMINAN DAN INVERSE MATRIKS.
Linear Algebra (Aljabar Linier) Week 14
Sistem Persamaan Linear
BASIC FEASIBLE SOLUTION
PERMUTASI Merupakan suatu himpunan bilangan bulat {1,2,…,n} yang disusun dalam suatu urutan tanpa penghilangan atau pengulangan. Contoh : {1,2,3} ada 6.
MATRIKS.
Penyelesaian Persamaan Linier Simultan
Presented By : Group 2. A solution of an equation in two variables of the form. Ax + By = C and Ax + By + C = 0 A and B are not both zero, is an ordered.
Operasi Aljabar Matriks Pertemuan 02
BAB 3 DETERMINAN.
MATRIKS.
PERSAMAAN LINEAR MATRIK.
Matriks dan Determinan
Transformasi Linear dan Sistem Persamaan Linear Pertemuan 5
DETERMINAN DARI MATRIKS Pertemuan
1 HAMPIRAN NUMERIK SOLUSI PERSAMAAN LANJAR Pertemuan 5 Matakuliah: K0342 / Metode Numerik I Tahun: 2006 TIK:Mahasiswa dapat meghitung nilai hampiran numerik.
MATRIKS.
MATRIKS DEFINISI MATRIKS :
SOLUSI SPL Metode Dekomposisi LU.
PERTEMUAN 5 1. MATRIKS 2. METODE ELIMINASI GAUSS 3. METODE ITERASI GAUSS SEIDEL 4. METODE DEKOMPOSISI LU.
Pertemuan 2 Alin 2016 Bilqis Determinan, Cramer bilqis.
MATRIKS Konsep Matriks Matrik.
MATRIX Concept of Matrix Matrik.
Widita Kurniasari, SE, ME Universitas Trunojoyo Madura
DETERMINAN DARI MATRIKS Pertemuan - 3
ALJABAR MATRIKS Bila kita mempunyai suatu sistem persamaan linier
Operasi Matriks Pertemuan 24
Matriks Invers (Kebalikan)
JENIS-JENIS MATRIKS Lukman Harun, S.Pd.,M.Pd..
MATRIKS DEFINISI MATRIKS :
Sistem Persamaan Aljabar Linear
TEKNIK KOMPUTASI 4. INVERS MATRIKS (II).
Aljabar Linear Elementer
MATRIKS.
Review Operasi Matriks
Sistem Persamaan Linear
MATRIKS (lanjutan……).
MATRIKS (lanjutan……).
Sistem Persamaan Aljabar Linear
Review Aljabar Matrix (Lanjutan) Pertemuan 2
OPERASI BARIS ELEMENTER
MATRIKS determinan, invers dan aplikasinya
Widita Kurniasari, SE, ME Universitas Trunojoyo
Sistem Persamaan Linear
Sistem Persamaan Aljabar Linier
Widita Kurniasari, SE, ME Universitas Trunojoyo
Widita Kurniasari, SE, ME Universitas Trunojoyo
Aljabar Linear Elementer
Widita Kurniasari, SE Bahan Ajar di Universitas Trunojoyo
Widita Kurniasari, SE, ME Universitas Trunojoyo
Simultaneous Linear Equations
Sistem Persamaan Aljabar Linier
Aljabar Linier TIF 206 Mohammad Nasucha, S.T., M.Sc.
Operasi Matriks Dani Suandi, M.Si..
Transcript presentasi:

Linear Equation

Example i1i1 i2i2 i3i3 V1V1 V2V2 R1R1 R2R2 R3R3 R4R4 R5R5

Existence & Uniqueness Existence and Uniqueness of a solution Ax=b depend on whether the matrix A is singular or nonsingular. Nonsingular Matrix satisfies the following: A has an inverse, i.e., A -1 such that AA -1 =I Det(A)  0 Rank(A)=n For any vector z  0, Az  0

Jika matriks A adalah nonsingular, maka A punya inverse A -1, dan Ax=b selalu mempunyai solusi unik, untuk setiap b Jika matriks A adalah singular, maka solusi Ax=b bergantung pada b, bisa ada atau bisa tidak ada solusi.

Example 1

Solusi x adalah unik karena A adalah nonsingular, berapapun b.

Example 2

Karena A adalah singular, solusi x mungkin ada mungkin tidak !, bergantung pada b. Kalaupun ada solusi, pasti solusinya tidak unik

Jika b=[4 7] T, tidak ada solusi untuk x. Jika b=[4 8] T, maka solusinya:

Problem Transformations Transformasi tidak mengubah solusi, malah bahkan bisa mempermudah menemukan solusi

Example: Permutation P Matrik permutasi P selalu nonsingular, dan berlaku P -1 = P T.

Example: Diagonal Scaling Matriks diagonal D= { dij} : semua elemen d ij = 0 untuk i  j.

Triangular Linear Systems Triangular Matrix x 3 =-1; x 2 =3; x 1 =-1 Jika A adalah matrix triangular, solusi lebih mudah ditemukan !  Lakukan transformasi matrik A menjadi matriks triangular !

Triangular Matrix Types Lower Triangular Matrix L={l ij }: semua elemen diatas elemen diagonal bernilai nol, yaitu l ij = 0 untuk i < j Upper Triangular Matrix U={l ij }: semua elemen dibawah elemen diagonal bernilai nol, yaitu l ij = 0 untuk i > j NB: Matrix L dan U dapat dipermutasikan menjadi U dan L dengan matrix permutasi yang sesuai

Forward Substitution Dilakukan dalam memecahkan problem Lx = b dengan persamaan berikut: Pseudocode for j = 1 to n{loop over columns} if l jj =0 then stop{stop if matrix is singular} x j =b j / l jj {compute solution component} for i=j+1 to n b i =b i – l ij x j {update right-hand side} end

Backward Substitution Dilakukan dalam memecahkan problem Ux = b dengan persamaan berikut: Pseudocode for j = n to 1{loop over columns} if u ij =0 then stop{stop if matrix is singular} x j =b j / u jj {compute solution component} for i=1 to j-1 b i =b i – u ij x j {update right-hand side} end

Elementary Elimination Matrix (Gaussian Transformation) Dipakai untuk mentransformasi sembarang matriks menjadi matriks triangular

Properties of M M k : lower triangular matrix, nonsingular M k =I-me k T, dimana m=[0,…,0,m k+1,..,m n ] T (multiplier vector) dan e k adalah kolom ke k matriks identitas M k -1 = I+me k T adalah sama dg M k kecuali tanda elemen- elemen di bawah diagonal adalah dibalik Jika M j, j>k, adalah matrik elementer yang lain sbgmn M k,dengan multiplier vector t, maka M k M j =I-me k T -te k T +me k T te k T =I-me k T -me k T Note : e k T t= 0;

Example Cari M 1 dan M 2 !

Gaussian Elimination Jika matrix Gaussian Elimination sudah ditemukan, maka Ax=b bisa dengan mudah ditransformasi menjadi bentuk upper triangular M 1 Ax=M 1 b  Kolom PERTAMA matrix A bernilai nol semua kecuali baris pertama M 2 M 1 Ax=M 2 M 1 b  Kolom KEDUA matrix M 1 A bernilai nol semua kecuali baris kedua M 3 M 2 M 1 Ax=M 3 M 2 M 1 b  Kolom KETIGA matrix M 2 M 1 A bernilai nol semua kecuali baris ketiga

MAx=M n-1 …M 3 M 2 M 1 Ax=M n-1...M 3 M 2 M 1 b M=M n-1 …M 3 M 2 M 1 M -1 =L U=MA -> A= M -1 U A=LU

LU Factorization A=LU Ax=b  LUx=b  x=? Forward substitution: Ly=b Barkward substitution: Ux=y

Algorithm of LU Factorization for k=1 to n-1 {Loop over columns} if a kk =0 then stop {stop if pivot is zero} for i=k+1 to n {compute multipliers m ik =a ik /a kk for current column} end for j=k to n for i=k+1 to n a ij =a ij -m ik a kj {apply transformation end to remaining submatrix} end

Example Cari M 1, M 2 dan M 3 lalu temukan L dan U, kemudian pecahkan x 1,x 2,dan x 3 !

Problem of LU Factorization (LUF) Metode LUF tidak bisa dipakai jika elemen diagonal matrix A bernilai nol/sangat kecil, meskipun A adalah nonsingular. Masalah ini diatasi dengan melakukan pivoting, yaitu menukar baris matrix yang elemen diagonalnya nol/sangat kecil dgn baris yang lain yang elemen diagonalnya tidak nol./besar

Example 1 non-singular BUT no LU factorization non-singular and has LU factorization

Example 2 0<  <  mach In floating-point arithmetic !

Example 2 (contd.) In floating-point arithmetic !

Ax=b

for k=1 to n-1{Loop over columns} find index p such that {search for pivot |a pk | > |a ik | for k ≤ i ≤ n current column} if p ≠ k then{interchange rows, interchange rows k and pif necessary} if a kk =0 then {skip current column continue with next kif it’s zero already} for i=k+1 to n{compute multipliers m ik =a ik /a kk for current column} end for j=k to n for i=k+1 to n a ij =a ij -m ik a kj {apply transformation end to remaining submatrix} end LU Factorization by Gaussian Elimination with Partial Pivoting

for k=1 to n{Loop over columns} a kk = sqrt(a kk ) for i=k+1 to n a ik =a ik /a kk end for j=k+1 to n for i=k+1 to n a ij =a ij -a ik a jk end Cholesky Factorization

d 1 =b 1 for i=2 to n m i =a i /d i-1 d i =b i -m i c i-1 end Banded System