Kajian keamana BTP Mita Ristanti.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI BIDANG PANGAN
Advertisements

KOMPETENSI MATA KULIAH
Mi Instan? ‘Mi Instan’ makanan yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan masyarakat luas karena kasus penarikan produk di Taiwan, yang kabarnya mengandung.
NAMANIM Istighfaroh Nur Uswatun Chasanah Adinda R Wardhani Siti Karimah Fajriyatun Nihamiyah
TUGAS 2 (kelompok 3 orang)
Konsep Angka Kecukupan Gizi (AKG) Recommended Daily Allowance (RDA)
Mungkinkah tidak punya gejala DM tapi dinyatakan menderita DM ? Mungkinkah punya gejala DM tapi dinyatakan tidak menderita DM?
CCP dan Pengendaliannya
HACCP SEJARAH dan DEFINISI.
Perlindungan Konsumen Bisnis Online & Transaksi Elektronik
SKEMA PENERAPAN SISTEM KEAMANAN PANGAN PADA TIAP TAHAPAN PRODUKSI
PENANGANAN PASCA PANEN UNTUK MEMPRODUKSI DAGING AMAN, SEHAT, UTUH DAN HALAL (ASUH) Ir. Kusno Hadiutomo, MM Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian.
MANAJEMEN KUALITAS PANGAN
REGULASI TEKNIS BERBASIS STANDAR DAN PENILAIAN KESESUAIAN PRODUK PANGAN JAKARTA, 8 JUNI 2011 DEPUTI BIDANG PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DAN BAHAN BERBAHAYA.
Landasan Legal Keperawatan Profesional
FOOD SAFETY MANAGEMENT
Pengaruh Fortifikasi Makanan Terhadap Asupan Asam Folat
DOSIS OBAT & MACAM DOSIS
CITRA KARTIKA SEPTANIA, SUBTITUSI ASPARTAM DENGAN SARI BUAH KERSEN PADA PEMBUATAN EFFERVESCENT JAHE.
 Dari 10 biota penelitian ternyata menghasilkan efek 5 biota mati (50%)  TERNYATA LC terjadi pada konsentrasi 5ppm  Hasil tersebut disebut : TOKSISITAS.
KARAKTERISASI RISIKO Risiko nonkarsinogenik dinyatakan sebagai Risk Qoutient (RQ), dihitung membagi asupan (Ink) dengan dosis referensi (RfD atau RfC):
Good Laboratory Practices (GLP)
Keamanan Pangan Dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen Ganef Judawati Balai Kartini Selasa, 24 Februari 2015.
Matakuliah : V0152 / Hygiene, Keamanan & Keselamatan
GOOD MANUFACTURING PRACTICES
PRINSIP PERENCANAAN PANGAN WILAYAH
GOOD MANUFACTURING PRACTICES cara / teknik berproduksi yang baik dan benar Pedoman yg menjelaskan bagaimana memproduksi makanan agar aman, bermutu dan.
PENILAIAN KONSUMSI MAKAN
Good Manufactory Practices
Panduan Situs Produk Informasi Keamanan Pangan (SISTOPAR)
APLIKASI IRADIASI PANGAN
Pengawasan Pangan Siap Saji
Sunarmi Amalia Aprilia intan murniati
PERLINDUNGAN KONSUMEN
GOOD MANUFACTURING PRACTICES
PENDAHULUAN.
5 Prinsip Penanganan Obesitas
Jenis-jenis Diet: Diet Makrobiotik, Diet Zona, dan Food Combining
UJI HIPOTESIS.
UJI HIPOTESIS.
Anggra S I, Staff Laboratorium
Penilaian status gizi Balita
SEMINAR GIZI KESEHATAN Hubungan antara kualitas diet dan faktor resiko kardiometabolik pada perempuan pasca-menopause Vinny Aprio Mita
Mencaritahu Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kolesterol Darah
ANALISIS PENGAWET BUATAN PADA MINUMAN
MANAJEMEN PENGENDALIAN MUTU
Kegiatan Codex Indonesia
Titus Priyo Harjatmo, M.Kes
Pemantauan Terapi Obat (Drug Therapy Monitoring)
Peluang dan Tantangan Kuliner Kota Malang Disampaikan pada FGD
CEMARAN KIMIA DAN OBAT PADA PRODUK ASAL HEWAN
Titus Priyo Harjatmo, M.Kes
HACCP SEJARAH dan DEFINISI.
PUTRI ANGGRAENI WIDYASTUTI
LOGO Economic Loss Kerugian Ekonomi akibat Penyakit Dr. Irwan Saputra, S.Kep, MKM.
Penilaian status gizi Balita
PERMENKES NO.33 TAHUN 2012 TENTANG BAHAN TAMBAHAN PANGAN
PENETAPAN BATAS MAKSIMUM CEMARAN MIKROBA DAN KIMIA DALAM MAKANAN
Penilitian Retrospektif study
Kelompok 1 Agung Ma’rufin Desy Purwasih Hamidah Nining Tri Sugiarti
JAMINAN MUTU PRODUK PERTANIAN Pandi Pardian Rizen Primiere Hotel 19 Agustus 2018.
dan Regulasi Mutu Pangan
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
PENDAFTARAN PANGAN OLAHAN
ANGKA KECUKUPAN GIZI YANG DIANJURKAN
ABSTRAK Pengolahan pangan pada industri komersial antara lain bertujuan untuk memperpanjang masa simpan. Umur simpan merupakan salah satu persyaratan yang.
SERTIFIKASI SISTEM KEAMANAN PANGAN DAN SISTEM JAMINAN HALAL.
PENDAHULUAN. LINGKUP KEDUDUKAN LANDASAN HUKUM DEFINISI PERANAN FUNGSI RUANG LINGKUP KEGIATAN DAN KERJA.
SIMPLIFIKASI & DEREGULASI
SURVEI KONSUMSI PANGAN Metode Pengukuran Asupan Zat Gizi Keluarga.
Transcript presentasi:

Kajian keamana BTP Mita Ristanti

Pendahuluan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yaitu bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan, baik yang mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi Sinomin : aditif makanan (Food Additive). 2010

Evaluasi oleh JECFA JECFA = Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives, adalah komite terdiri dari para pakar FAO/WHO bidang pangan dan kesehatan yang bertgas mengevaluasi keamanan BTP, kemudian memberikan pertimbangan, menyimpulkan, dan merekomendasikannya kepada CAC. CAC = Codex Alimentarius Commission, adalah Badan FAO/WHO yang membuat keputusan dan peraturan tentang BTP yang telah direkomendasikan JECFA. Langkah pertama adalah mengevaluasi efek toksisitas (toxicity) BTP, menetapkan ADI (Acceptable Daily Intake), dan menetapkan identitas dan kriteria kemurnian. Kedua, pengevaluasian penggunaan dan jumlah BTP pada macam2 jenis makanan yang juga merupakan tanggung jawab JECFA dan kemudian diteruskan ke pihak pemerintah terkait di tiap-tiap negara, misal: BPOM RI 2010

Evaluasi BTP Saat mengevaluasi keamanan BTP, maka yang dikaji adalah: Komposisi dan sifat senyawa BTP Jumlah yang biasanya dikonsumsi Efek langsung (immediate) dan efek jangka panjang pada kesehatan (long-term health effects) Faktor keamanan lainnya Authority yang mengkaji keamanan pangan: JECFA (Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives) BPOM (Badan Pemeriksa Obat dan Makanan) R. I. U.S. FDA (Food and Drug Administration) 2010

ADI (Acceptable Daily Intake) Dilakukan setelah BTP dinyatakan aman dan/atau GRAS (Generally Recognized as Safe) ADI oleh JECFA BPOM: diadaptasikan menjadi Asupan Harian yang Dapat Diterima Definisi: jumlah BTP yang dapat dimakan tiap harinya selama/seumur hidup yang tanpa menimbulkan efek merugikan terhadap kesehatan. Ukuran standard man adalah 60 kg (mewakili rata2 berat badan suatu populasi). Berat badan untuk populasi negara berkembang: 50 kg (lebih mewakili) Satuan: miligram BTP / kg berat badan 2010

No-observed-effect level Penetapan ADI BTP X 0,1 % BTP X 1 % BTP X 2 % BTP X 5 % No-observed-effect level Perhitungan dari “the no-observed-effect” level ke ADI menggunakan safety factor 100 (10 x 10) dengan menimbang manusia adalah 10 x lebih sensitif daripada binatang percobaan dan bahwa ada 10 macam variasi sensitivitas pada populasi manusia ( common sense of toxicologists) 2010

ADI Maksimum Maksimum level ditentukan melalui ADI, dengan menimbang jumlah takaran (sekali makan) makanan, dan sifat alami produk bersangkutan. Satuan: mg/kg 3 jenis regulasi menurut JECFA : Autorisasi penggunaan BTP diatur sesuai ‘The Principle of The Strict Positive List’, artinya untuk tiap BTP ada batasan/maksimum level nya untuk tiap2 jenis makanan BTP diperbolehkan digunakan pada makanan, dan batasannya diatur sesuai dengan GMP (Good Manufacturing Practices). Artinya jumlahnya dibatasi oleh jumlah secukupnya dlm kaitan utk mencapai efek yg diinginkan. GMP = CPPB (Cara Produksi Pangan yang Baik) BTP tidak diperbolehkan digunakan pada makanan tertentu, meskipun pada makanan lain statusnya GMP. 2010

Kategori BTP Berdasarkan FDA GRAS : Generally Recognized as Safe Prior sanctioned : Aman tetapi belum GRAS Interim use : Boleh digunakan tetapi sesekali-kali Ilegal/banned : Dilarang sama sekali 2010

TERIMA KASIH TERIMA KASIH 2010