KECANDUAN MEROKOK PENYEBAB DAN AKIBATNYA PADA MAHASISWI

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
LATAR BELAKANG MASALAH PERTANYAAN PENELITIAN
Advertisements

Psikologi sebagai Ilmu
PENYESUAIAN DIRI REMAJA
PENERAPAN IT/ICT DALAM PEMBELAJARAN METODOLOGI PENELITIAN
PERMASALAHAN PESERTA DIDIK USIA SEKOLAH MENENGAH
Kuliah KBK Blok Sosial Fpsi Untar Senin, 30 September 2013 Psikologi Sosial Terapan dalam Latar Klinis.
Kepuasan Kerja pada Bidan
KESADARAN PENDIDIKAN SUKU ASLI DI KECAMATAN BANTAN (Studi kasus Keterbelakangan Tingkat pendidikan suku asli di Desa Bantan Tengah, Desa Bantan Air dan.
QOTRIN NIDA RAHMATA SARI UNIVERSITAS GUNADARMA
Latar Belakang Masalah
DELINQUENT (KENAKALAN)
DEPRESI PADA PRIA DEWASA MADYA PENGANGGURAN YANG BARU MENIKAH
FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GUNADARMA
Kepedulian Sosial Pada Remaja Yang Menghabiskan Waktunya Untuk Bermain Game Online Eva Wijayanti
Penyesuaian diri remaja yang mempunyai ibu perokok
Penelitian Kualitatif
A. Latar belakang Seorang wanita mengalami post power syndrome (Dwiputri, 2010) terjadi karena waktu mudanya memiliki kesibukan, lalu dipengaruhi.
KONSEP DIRI WANITA DEWASA MADYA YANG MENGALAMI
Kebahagiaan pada Remaja yang tinggal di Panti Asuhan
STRES DAN COPING PENGEMUDI BUS DALAM MEMENUHI TARGET SETORAN
PENYESUAIAN DIRI WANITA YANG MELAKUKAN KONVERSI AGAMA PRA PERNIKAHAN
PENERIMAAN DIRI REMAJA PENYANDANG TUNADAKSA
11 dan 12. PENGUMPULAN DATA ARTI PENGUMPULAN DATA
1. Kuatkan tekad dengan mempelajari dampak rokok
DAMPAK PSIKOLOGIS PEREMPUAN YANG MENJADI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL OLEH AYAH TIRI NAMA : IIS SUMARNAH.
Kesepian pada Pria Dewasa Muda yang Baru Bercerai
MAKNA HIDUP PADA LANSIA (LANJUT USIA) TUNA NETRA
Universitas Gunadarma Fakultas Psikologi for further detail, please visit
MOTIVASI PEMBELIAN OLEH KONSUMEN
Om swastyastu.
INTIMASI PERSELINGKUHAN PADA PRAMUGARI UDARA YANG SUDAH MENIKAH
PENGERTIAN UMUM PERANAN STATISTIK 1. Peranan statistik
PENYESUAIAN DIRI REMAJA
ILMU PERILAKU KESEHATAN The Stage Of Substance Use Theory
3rd ICTOH Mustakim Kesehatan Masyarakat, FKK UMJ
BAHAYA ROKOK Oleh : Muchsin Maulana, S.KM., M.PH
HUBUNGAN PENERAPAN KAWASAN TANPA ROKOK DAN FAKTOR LAINNYA TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI SMP MUHAMMADIYAH 17 CIPUTAT Fajri Azhari Univesitas.
KESEHATAN MENTAL DI SEPANJANG SIKLUS KEHIDUPAN
12. PENGUMPULAN DATA ARTI PENGUMPULAN DATA
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Persepsi Benda dan Persepsi Sosial
pendahuluan Manfaat Penelitian Manfaat Praktis Latar belakang masalah
Pengembangan instrumen penelitian
Mata Kuliah : Perilaku Konsumen Fak. Ekonomi UMB – PKK Menteng Jakarta
Perkembangan Sosioemosional masa kanak-kanak akhir (Usia Sekolah)
Presented By : Fachrizal Zikri ( ) PUBLIC RELATION
LATAR BELAKANG KEMANDIRIAN REMAJA PUTRI YANG HIDUP DI PERANTAUAN
Perkembangan Fisik dan Kognitif Masa Dewasa Madya
Fakultas Psikologi Dini Saraswati
ASPEK PSIKOLOGIK PADA ANAK DENGAN KELAINAN ENDOKRIN
PERSEPSI PERTEMUAN 9.
DAMPAK NIKOTIN TERHADAP PSIKOLOGIS SISWA
DELINQUENT (KENAKALAN) NOVENDAWATI WAHYU SITASARI
Deindivuduasi Suporter Sepak Bola
11 dan 12. PENGUMPULAN DATA ARTI PENGUMPULAN DATA
Mendefinisikan dan Menganalisis Masalah
METODOLOGI PENELITIAN
di Susun Oleh : Ryan Anwar IF/M/C
KESEHATAN DAN PENYAKIT
Cummulative Record Dani Erfian Dian Anggraeni
Perkembangan dewasa awal
Disusun oleh: Rizka Megawati 4B
AGRESIVITAS ANAK DALAM MENONTON FILM LAGA DI TELEVISI
EFEKTIFITAS PROMOSI PT MONICA HIJAU LESTARI (BODY SHOP INDONESIA) MELALUI FANPAGE FACEBOOK TERHADAP MINAT BELI.
Kata remaja disebutkan sebagai masa peralihan dari masa anak dengan masa dewasa, ada juga istilah asing yang menunjukan masa remaja, antara lain: puberty.
ANAK – REMAJA
PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
ANAK – REMAJA
Pengujian Sampel Tunggal (1)
Sexual Behaviour Bayi dan Anak. Perkembangan seksualitas bukan hanya perilaku pemuasan seks semata, tapi juga mencakup pembentukan nilai, sikap, perasaan,
Transcript presentasi:

KECANDUAN MEROKOK PENYEBAB DAN AKIBATNYA PADA MAHASISWI LATAR BELAKANG TINJAUAN PUSTAKA METODE PENELITIAN HASIL PENELITIAN KESIMPULAN OLEH: NOVI SETIANINGSIH (10503124)

I. LATAR BELAKANG • KECADUAN MEROKOK MENUNJUKKAN BAHWA KEBANYAKAN PEROKOK MUDA YANG MULAI DIPENGARUHI OLEH KEBIASAAN YANG MELIHAT BERAWAL DARI TEMAN-TEMAN MEREKA DAN LINGKUNGAN KELUARGA, DAN SERING DILIHAT JUGA MELALUI PERIKLANAN, MEDIA TEKNIK PEMASARAN YANG TELAH MEMPERKUAT KEBIASAAN MEROKOK TERSEBUT DAPAT MENCIPTAKAN KESAN BAHWA MEROKOK ADALAH NORMA SOSIAL YANG DAPAT DITERIMA OLEH KALANGAN MANUSIA PADA UMUMNYA. PADAHAL TELAH DINYATAKAN BAHWA MEREKA AKAN MENGALAMI KESULITAN YANG TERJADI JIKA TANPA MEROKOK SELAMA SEMINGGU, SEDANGKAN 72% PEMIKIRAN MEREKA AKAN MENGALAMI KESULITAN BERHENTI. • PERILAKU MEROKOK CENDERUNG UNTUK BERLANJUT MAUPUN MENINGKAT DIANTARANYA APABILA SALAH SATU ORANG TUANYA MEROKOK SERTA MEMILIKI TEMAN-TEMAN ATAU SAUDARA SEKANDUNG YANG MEROKOK. SEDANGKAN PADA PEREMPUAN APABILA SETIDAKNYA MEMPUNYAI TEMAN PEREMPUAN YANG MEROKOK SECARA SIGNIFIKAN MEMPENGARUHI MUNCULNYA PERILAKU MEROKOK, FREKUENSI MEROKOK DAN KESULITAN DALAM BERHENTI MEROKOK, SEDANGKAN AYAH ATAU TEMAN LAKI-LAKI YANG MEROKOK TIDAK MEMBERIKAN PENGARUH YANG SIGNIFIKAN. JADI KEMUNGKINAN BESAR PADA MAHASISWI YANG MEROKOK SANGAT BERPENGARUH DENGAN JUMLAH TEMAN DEKAT, SERTA TEMAN DEKAT PEREMPUAN YANG MEROKOK (

PERTANYAAN PENELITIAN I. LATAR BELAKANG PERTANYAAN PENELITIAN BAGAIMANA GAMBARAN KETERGANTUNGAN TERHADAP ROKOK SESEORANG? BAGAIMANAKAH PROSES SESEORANG HINGGA MENJADI KETERGANTUNGAN PADA ROKOK? APA PENYEBAB KECANDUAN MEROKOK PADA SESEORANG?

II. TINJAUAN PUSTAKA • MENURUT KRITERIA DSM IV KETERGANTUNGAN ZAT MENYEBABKAN KERUSAKAN YANG DISIGNIFIKAN SECARA KLINIS ATAU TERTEKAN. SEBAGAIMANA TELAH DIPERLIHATKAN MELALUI CIRI SESEORANG MENJADI KECANDUAN ROKOK JIKA SUDAH MENGALAMI: 1. TOLERANSI 2. GEJALA PUTUS ZAT 3. ADA KEINGINAN ATAU GAGAL TERUS MENERUS 4. PENGGUNAAN SUBSTANSI DILANJUTKAN • MENURUT KLINKE & MEEKER (DALAM ARITONANG, 1997) BAHWA MOTIF PARA PECANDU ROKOK ADALAH RELAKSASI. DENGAN MEROKOK DAPAT MENGURANGI KETEGANGAN, MEMUDAHKAN KONSENTRASI, PENGALAMAN YANG MENYENANGKAN, DAN RELAKSASI. TERDAPAT 4 TAHAP DALAM PERILAKU MEROKOK SEHINGGA MENJADI PEROKOK YAITU: TAHAP PERSIAPAN MEROKOK (PREPARATORY) Tahap persiapan terjadi sebelum seseorang mencoba rokok. Beberapa aspek lingkungan sosial berpengaruh dalam pembentukan sikap, belief, dan intensi merokok yang semuanya diperoleh dari pengamatan pribadi terhadap orang tua atau kenalan yang merokok, juga akibat iklan di media massa. 2. Tahap mulai mencoba merokok (initiation) Tahap perintisan merokok yaitu tahap apakah seseorang akan meneruskan ataukah tidak terhadap perilaku merokok. 3. Tahap menjadi perokok (becoming a smoker)

Tahap ini menjelaskan apabila seseorang telah mengkonsumsi rokok sebanyak 4 batang per hari maka mempunyai kecenderungan menjadi perokok. 4. Tahap mempertahankan kebiasaan merokok (smoking maintenance) Pada tahap ini gabungan faktor psikologis dan mekanisme biologis secara bersama sama mempertahankan kebiasaan merokok. • Menurut Sarafino (1998) ada beberapa faktor penting yang menyebabkan seseorang menjadi perokok yaitu: a. Modelling Modeling yang di maksud adalah meniru perilaku orang yang dianggap sebagai panutan seperti orang tua, saudara dan teman ataupun artis. Orang-orang ini sangat berperan dalam proses pencarian identitas seseorang. b. Saran teman Saran teman adalah sesuatu ajakan yang datang dari teman-teman sebaya. Rokok yang di anggap sebagai penerimaan dalam kelompok akan melekat sebagai suatu kebiasaan apabila di konsumsi terus-menerus. c. Smoker’s image Smoker’s image tentang merokok diasosiasikan dapat memberikan daya tarik atau ketertarikan antara lain jenis, terlihat matang, dewasa, gagah, dan menggairahkan.

III. METODE PENELITIAN Studi kasus merupakan suatu bentuk penelitian (inquiry) atau studi tentang suatu masalah yang memiliki sifat kekhususan (particularity), dapat dilakukan dengan baik dengan pendekatan kualitatif maupun kuantitatif, dengan syarat perseorangan (individual) maupun kelompok, bahkan masyarakat luas (Heru Basuki, 2006). TEKNIK PENGUMPULAN DATA MENGGUNAKAN: METODE WAWANCARA TERSTRUKTUR, yaitu pertanyaan yang diajukan pewawancara dilakukan secara ketat sesuai dengan daftar pertanyaan yang telah disiapkan (Heru Basuki, 2006). ALAT BANTU PENGUMPUL DATA Pedoman wawancara Alat perekam (TAPE RECORDER) TEKNIK ANALISA DATA Organisasi Data Pengkodean Terbuka Analisa Tematik

PEMBAHASAN IV. HASIL PENELITIAN IDENTITAS SUBJEK & SETTING PENELITIAN Subjek : I (Perempuan, 22 tahun) Significant others : W (Perempuan, 22 tahun) HASIL PENELITIAN Subjek sudah tergolong dalam kategori perokok. Dapat dilihat dari banyaknya rokok yang dihisap subjek dalam sehari sudah melebihi dari 14 batang rokok, yang hal tersebut sudah masuk dalam kategori perokok. subjek mendapat pengaruh merokok diawali dari seringnya salah satu dari anggota keluarga subjek merokok adapun hal tersebut merupakan pengaruh awal dari subjek memiliki keinginan menjadi perokok yang kemudian teman-teman subjek sebagian besar adalah perokok baik laki-laki ataupun perempuan. PEMBAHASAN Subjek memiliki ketergantungan pada rokok sehingga jika dirinya dengan cepat meninggalkan kebiasaan merokoknya tersebut maka akan semakin bertambah sulit untuk berhenti karena jika dirinya berhenti merokok maka akan semakin bertambah ia merokok karena gejala-gejala yang dirasa oleh subjek.

V. PENUTUP KESIMPULAN Subjek penelitian memiliki ketergantungan merokok yang sudah dapat dikatakan perokok berat karena dapat dihitung melalui jumlah rokok yang dihisap subjek. Subjek penelitian yang memiliki kebiasaan merokok sulit dihentikan karena banyak faktor yang berpengaruh agar subjek tetap merokok salah satunya dari lingkungan teman-teman subjek yang sebagian besar perokok. . II. SARAN Subjek penelitian disarankan lebih memperhatikan kesehatan tubuh diri sendiri agar dapat menjadi lebih sehat dan tidak mudah dipengaruhi oleh gangguan-gangguan kesehatan lain yang dirasa. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan perlu diadakan penelitian yang lebih mendalam sehingga dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh subjek penelitian dan memberikan solusi yang lebih baik.