Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
ABSTRAK Pola pergerakan dalam sistem transportasi sering dijelaskan sebagai arus pergerakan (kendaraan, penumpang dan barang) yang bergerak dari zona asal.
Advertisements

PERTEMUAN KE Pengertian Tabel I-O 2. Jenis Transaksi Tabel I-O.
TABEL INPUT OUTPUT REGIONAL.
Kerangka Dasar dan Manfaat Tabel I-O, asumsi dan Keterbatasannya
KELOMPOK V / KELAS 2A NAMA: PEMBAHASAN: AYU ROSITA SARI ( )
Rapat Pansus III Dewan Sumber Daya Air Nasional
Dr. Ir. Heru Purboyo Hidayat P, DEA
Klasifikasi/Pengelompokan/ Penggolongan/Stratifikasi
PAPARAN KEPALA BAPPEDA KOTA BEKASI
BAB 7 PENDAPATAN NASIONAL
Tugas SISTEM TRANSPORTASI REGIONAL DAN ANTAR MODA
PENGENALAN ANALISIS OPERASI & EVALUASI SISTEM TRANSPORTASI
Dr. H. Mustika Lukman Arief, SE. MM.
Produk Domestik Regional Bruto
Konsep Pengembangan Wilayah
RUJUKAN TESIS : (SOEWARSO KOESOEMOBROTO) EVALUASI KELAYAKAN INVESTASI ANGKUTAN BUS UMUM JURUSAN PURI ANJASMORO (PRPP) – UNDIP – KLIPANG KOTA SEMARANG ANALISIS.
Diseminasi Hasil Listing SENSUS EKONOMI 2016
Berita Resmi Statistik
PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
Pendapatan national Pertemuan 9.
BERITA RESMI STATISTIK
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
STIE DEWANTARA ASPEK EKONOMI & SOSIAL Studi Kelayakan Bisnis, Sesi 8.
Pembangunan Infrastruktur dan Sinergi Pusat-Daerah
PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
KINERJA SEKTOR INDUSTRI TRIWULAN I TAHUN 2014
Pendapatan Nasional, Pertumbuhan dan Struktur Ekonomi
MODUL STUDI KELAYAKAN BISNIS
PERTEMUAN IX USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM)
Urbanisasi dalam Perencanaan Wilayah.
PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF DALAM RANGKA MENDUKUNG PARIWISATA DAERAH
Job Vacancy Kelompok Donny Prasetyo ( )
Tugas Ekonomi Pendapatan Nasional dan Inflasi
Dasar Hukum: UU 38/2004 tentang Jalan
Aniesa Samira Bafadhal, SAB, MAB
PROSPEK DAN POTENSI UKM.
Ekonomi Kota Studi kasus Jakarta.
PENDAPATAN NASIONAL Teori Ekonomi Makro Ekonomi Pembangunan.
Rapat Panitia Anggaran DPR RI Tentang Asumsi Makro APBN 2009 dan RAPBN 2010 Bank Indonesia Jakarta, 1 Juni 2009.
Kinerja Kebijakan Ekonomi & Perekonomian
KETENAGAKERJAAN Penduduk dan Kesempatan Kerja
TEKNIK PROYEKSI KONDISI UMUM DAERAH
KERJASAMA BILATERAL INDONESIA DAN AMERIKA DI BIDANG EKONOMI
ANALISIS POTENSI EKONOMI DAERAH
METODE PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
PENDAPATAN NASIONAL STIESS BATANG.
MK. PIE BY: TRIANI RW, S.PD., M.PD.
Komparasi regulasi PPP Indonesia vs Israel
DASAR-DASAR REKAYASA TRANSPORTASI KIS_237
Job Vacancy Kelompok Donny Prasetyo ( )
PEMBANGUNAN APLIKASI INFORMASI PELUANG PENANAMAN MODAL
PENDAPATAN NASIONAL DAN STRUKTUR EKONOMI
Analisis Persoalan Ekonomi Kota
MEMPERKUAT DAYA SAING INVESTASI UNTUK MEMPERCEPAT HILIRISASI INDUSTRI
BAB 9 PEMBANGUNAN EKONOMI REGIONAL
LEADERSHIP AND ENTREPRENEURSHIP
03 PEREKONOMIAN INDONESIA PENDAPATAN NASIONAL DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
EKONOMI TRANSPORTASI (CIV -205)
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
Urbanisasi dalam Perencanaan Wilayah.
Strategi Pengembangan Desa Wisata Kabupaten Badung (Studi Kasus Desa Wisata Pangsan, Banjar Sekar Mukti Pundung, Kecamatan Petang ) Program Magister Arsitektur.
TINJAUAN EKONOMI KABUPATEN SAMPANG 2018
PROPOSAL PENELITIAN Oleh Ansar G2F PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN DALAM MENUNJANG PERTUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN WILAYAH DI KABUPATEN KONAWE SELATAN.
Disusun Oleh: Fredericus Adrian S.P Dodi Firmansyah Muhammad Ilham R Muhammad Ardhan H
Judul : Perkembangan industri di Era globalisasi Terhadap pendapatan nasional indonesia Nama : Agustinus Jono Npm :
TATA GUNA LAHAN DAN TRANSPORTASI. 1. Pendahuluan Untuk melestarikan lingkungan perkotaan yang layak huni, keseimbangan antara fungsi- fungsi tersebut.
PENYUSUNAN Rencana Detail Tata Ruang PUSAT IBUKOTA KARANG BARU DAN KOTA KUALA SIMPANG Tahun 2018 – 2038.
Metropolitan Bandung Raya (Kota Bandung, Kab. Bandung)
KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN ASEP ARYADI, ST SMK NEGERI 2 CIAMIS.
Transcript presentasi:

Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik FAKULTAS EKONOMI – UNIVERSITAS INDONESIA Dampak Pembangunan Jalan Tol Cipularang Terhadap Pengguna dan Perekonomian Kabupaten Purwakarta Oleh : Adityantari L. Dewi 0706180691 MSP / M. INFRASTRUKTUR XVII PAGI / DEPOK Rabu, 17 Juni 2009 1

LATAR BELAKANG Infrastruktur Transportasi darat berupa jalan raya maupun jalan tol merupakan faktor penting dalam mendukung proses kelancaran aktivitas perekonomian di suatu wilayah. Banyak negara di dunia melakukan investasi skala besar untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas jalan (Fay,1993). Nilai dan Kontribusi sektor Infrastruktur jalan terhadap PDB Tahun 2004 Rp27.056,60 Milyar Rp 29.774,60 Milyar tahun 2006 Rp30.859,50Milyar di tahun 2007, dengan rata-rata pertumbuhan 4.6% per tahunnya. Rata-rata kontribusinya terhadap sektor infrastruktur secara keseluruhan adalah sekitar 48.32% (BPS, 2007). Jalan tol sarana penting di Indonesia untuk memperlancar lalu lintas kendaraan, meningkatkan pelayanan distribusi barang dan jasa, dan menghubungkan wilayah satu dan lainnya (Jasa Marga, 2002) Jalan tol Cipularang (Cikampek-Purwakarta-Padalarang). Kabupaten Purwakarta memiliki kedudukan yang paling strategis. berada pada development coridor dan menjadi salah satu simpul regional dua pusat pertumbuhan (jalur alternatif kendaraan dari Jakarta-Bandung). 2

RUMUSAN MASALAH TUJUAN PENELITIAN Bagaimana dampak pembangunan jalan tol Cipularang untuk pengguna kendaraan ? Bagaimana dampak pembangunan jalan tol Cipularang terhadap perekonomian Kabupaten Purwakarta ? TUJUAN PENELITIAN Mengetahui dampak pembangunan jalan tol Cipularang terhadap pengguna jalan tol Cipularang. Mengetahui dampak pembangunan jalan tol Cipularang terhadap perekonomian Kabupaten Purwakarta. 3

TINJAUAN PUSTAKA World Bank Report (1994), infrastruktur diklasifikasikan ke dalam 3 golongan: Infrasrtuktur ekonomi  telekomunikasi, air, gas, jalan, bendungan jalan kereta api, pelabuhan, lapangan terbang. Infrastruktur sosial pendidikan, kesehatan, rekreasi. Infrastruktur administrasi/ institusi penegakan hukum, hankam, kontrol administrasi kebudayaan. Departemen PU (2007) Keberadaan Jalan tol sebagai bagian dari infrastruktur ekonomi, selain dapat mempercepat waktu tempuh kendaraan, memberikan dampak terhadap pemanfaatan ruang kawasan di sekitarnya, berkembangnya kegiatan pembangunan perumahan, perdagangan, jasa, dan industri. Danareksa (2004)Pembangunan jalan tol berdampak positif terhadap perekonomiansetiap 100 Km pembangunan jalan tol asumsi biaya Rp 40 Miliar/Km memberikan tambahan 0.20% pada pertumbuhan PDB riil Indonesia. Ernst &Young transaction advisory services report (2008) penambahan ruas tol di kota Sydney, Australia memberikan dampak yang positif terhadap perekonomian kota kontribusi kurang lebih $1.9 milyar pada gross state product (GSP) atau sekitar 0.55% dari total GSP Sydney dan diproyeksikan akan terus meningkat setiap tahunnya mencapai $3.4 miliar di tahun 2020. 4

Gambaran Umum Perekonomian Purwakarta Kontribusi Sektor-sektor Unggulan terhadap PDRB Purwakarta (Tabel 6) Laju pertumbuhan sektor-sektor unggulan pada PDRB (Tabel 7) * Struktur ekonomi: LQi = NTBir/ NTBpi NTBr/ NTBp dimana : NTBir = PDRB sektor i di Kabupaten Purwakarta NTBpi = PDRB sektor i di Propinsi Jawa Barat NTBr = Total PDRB Kabupaten Purwakarta NTBp = Total PDRB Propinsi Jawa Barat (Location Quotient) dan (slide 22)

METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian Observasional deskriptif. Jenis dan Sumber Data: data sekunder berasal dari PDRB Kabupaten Purwakarta, data volume lalu lintas kendaraan melalui Cipularang, studi-studi mengenai Cipularang, serta berbagai survei oleh Jasa Marga. Data Primer berasal hasil wawancara mendalam dari pihak-pihak yang terkait dengan penelitian (Bappeda, Asosiasi Pengusaha dan Masyarakat). Metode Analisis Biaya dan Manfaat (Cost and Benefit analysis Methode) untuk proyek infrastruktur transportasi. (Skema 1) (Cost-Benefit Analysis in Urban & Regional Planning, J.A. Schofield, 1987): Membandingkan Manfaat-manfaat dan Biaya-biaya untuk pengguna (users-Benefits): Vehicle operating cost savings / Besar Keuntungan Biaya Operasi Kendaraan dihitung pada tahun 2005. Travel time savings/ Manfaat yang diperoleh penumpang kendaraan dari penurunan waktu tempuh. Accident cost saving/Manfaat dari penurunan jumlah kecelakaan kendaraan  Penurunan jumlah kecelakaan dengan dan tanpa adanya proyek jalan tol Cipularang * rata-rata kerugian (klaim) akibat adanya kecelakaan lalu lintas di tol dan non-tol. Metode Analisis Kerangka Kerja Logis (Logical Framework Analysis for Project and Design)  Input- Output-Outcome-benefits-Goals dari proyek pembangunan jalan tol Cipularang dan dibandingkan (kroscek) dengan hasil wawancara mendalam (indepth-interview). 6

HASIL ESTIMASI Hasil perhitungan Vehicle Operating Cost Savings (Besar Keuntungan Biaya Operasi Kendaraan) per jenis kendaraan di Jalan tol Cipularang tahun 2005. (Tabel 1) Hasil perhitungan Total benefit dari Vehicle Operating Cost Saving atau Besar Keuntungan Biaya Operasi Kendaraan dibandingkan dengan Total cost (Tabel 2). Hasil perhitungan Travel Time Cost Saving Benefit for Passengers (TCSBP) (total biaya yang dapat dihemat oleh penumpang kendaraan akibat penurunan waktu tempuh). (Tabel 3) Hasil perhitungan Travel Time Cost Saving Benefit for Passengers berdasarkan tujuan perjalanan baik bisnis atau non-bisnis. (Tabel 4) Hasil perhitungan Accident Cost Saving Benefit (Penghematan biaya apabila terjadi penurunan jumlah kecelakaan). (Tabel 5) Hasil dari Kerangka Kerja Logis (logframe) proyek pembangunan jalan tol Cipularang. (slide 24) 7

KESIMPULAN Jalan Tol Cipularang memberikan dampak positif yaitu terciptanya total penghematan biaya operasi kendaraan (Vehicle Operating Cost Saving) bagi keseluruhan jenis kendaraan sebesar Rp 6.44 Triliun pada tahun 2005 yang merupakan waktu pertama kali Tol Cipularang dioperasikan. Jalan tol Cipularang memberikan dampak positif bagi penumpang kendaraan akibat penurunan waktu tempuh. Sementara manfaat yang diperoleh penumpang dengan tujuan bisnis lebih besar dibandingkan dengan non-bisnis. Dari hasil estimasi accident cost saving benefit, sebelum dibangunnya jalan tol Cipularang hanya pada tahun 2003 terdapat manfaat akibat penurunan jumlah kecelakaan yaitu sebesar Rp2.540.000.000, sementara setelah dibangunnya jalan tol Cipularang pada tahun 2005 manfaat yang diperoleh karena terjadi penurunan jumlah kecelakaan terjadi pada tahun 2006 sebesar Rp1.136.000.000 dan tahun 2007 sebesar Rp580.000.000. 8

KESIMPULAN 4. Berdasarkan analisis deskriptif dan hasil Logframe (kerangka kerja logis) dan hasil wawancara mendalam yang telah dilakukan untuk non-user benefit. Dampak positif yang dihasilkan setelah adanya jalan tol Cipularang terhadap Kabupaten Purwakarta adalah: terciptanya kemudahan aksesibilitas khususnya distribusi barang dan jasa dari dan ke Purwakarta. Setelah dibangunnya jalan tol Cipularang terjadi peningkatan khususnya untuk jumlah perusahaan PMA (Penanaman Modal asing). Dari sisi lalu lintas kendaraan setelah adanya tol Cipularang pada titik-titik persimpangan sebidang Cikopo, Sadang, dan Padalarang sudah tidak terjadi kemacetan, kecuali di persimpangan Padalarang. Dengan adanya 2 interchage di jalan tol Cipularang yaitu Sadang dan Jatiluhur selain dapat mempermudah aksesibilitas kendaraan, juga dapat memberikan manfaat pada pengembangan potensi wilayah dalam jangka panjang terutama pada sektor pariwisata khususnya di daerah Jatiluhur dan menstimulus kegiatan ekonomi di wilayah Sadang. Dari 17 Kecamatan yang mengalami dampak positif adalah Kecamatan Purwakarta, Bungursari, dan Jatiluhur. 9

KESIMPULAN Sementara dampak negatif dari pembangunan jalan tol Cipularang terhadap perekonomian Purwakarta: (1) dari 9 sektor lapangan usaha, sektor perdagangan, hotel dan restoran, kontribusinya terhadap PDRB mengalami penurunan terbesar dibandingkan dengan sektor lainnya. (2) dari sisi ketenagakerjaan, menyebabkan kesempatan kerja berkurang terutama meningkatkan jumlah pengangguran terutama di sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor pertanian, serta ukm. (3) dari 17 Kecamatan yang merasakan dampak negatif adalah Kecamatan Sukatani, Darangdan, dan Plered. 5. Dari hasil analisis deskriptif tersebut dapat disimpulkan bahwa dampak positif yang dirasakan oleh Kabupaten Purwakarta lebih besar dibandingkan dengan dampak negatifnya. 10

REKOMENDASI Jasa Marga selaku pengelola jalan tol Cipularang, hendaknya selalu memberikan peningkatan pelayanan kepada pemakai jalan. Bappeda Purwakarta hendaknya mengajukan proposal permohonan kepada pihak Jasa Marga selaku pengembang untuk mempertimbangkan pembukaan interchange-interchage baru dari ruas tol Cipularang ke Purwakarta. Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta hendaknya membuat pusat pertumbuhan atau (lokalisasi) perekonomian baru di sekitar kawasan pintu tol yang representatif dan dibangunnya kawasan wisata. Dengan adanya peluang investasi khususnya dari PMA setelah dibangunnya jalan tol Cipularang, sebaiknya Pemerintah Kabupaten Purwakarta melakukan usaha untuk mempromosikan keunggulan dan potensi wilayah Purwakarta. Selain itu, hendaknya Pemerintah Kabupaten Purwakarta dapat mempermudah birokrasi atau perizinan untuk para investor. Untuk penelitian lanjutan, perlu disempurnakan dengan menghitung juga dampak tol Cipularang yang terjadi di daerah-daerah lain selain Purwakarta. Selain itu, dalam perhitungan biaya dan manfaat dapat ditambahkan perhitungannya yang ditujukan kepada pengelola, dan terhadap sarana transportasi lain. Model juga perlu dikembangkan dengan membuat proyeksi mengenai manfaat dan biaya yang dihasilkan selama umur proyek. 11

Terima Kasih 12

(RP/jarak tol Cipularang) HASIL PERHITUNGAN VEHICLE OPERATING COST SAVINGS/BESAR KEUNTUNGAN BIAYA OPERASI KENDARAAN (BKBOK) JALAN TOL CIPULARANG TAHUN 2005 Tabel 1 JENIS BOK NON TOL BOK TOL BKBOK BKBOK PER KM KENDARAAN (RP/1KM) (RP/1 KM) (RP/jarak tol Cipularang) (RP/1 Km) 1200 CC 2043,418175 1774,348073 74901,95337 1337,534882 2000 CC 3536,356684 3028,051108 137225,8846 2450,462225 2600 CC 4718,964364 4115,200369 169789,396 3031,9535 BUS 4029,513137 3177,835757 222561,2712 3974,308414 TRUK 5124,626713 3676,553695 314707,8955 5619,783848 Sumber: disarikan dari lampiran 4. Keterangan: BOK Non Tol = Biaya Operasi Kendaraan/ vehicle operating cost di Jalan Arteri (non-tol) (Rp/Km) BOK Tol = Biaya Operasi Kendaraan/ vehicle operating cost di Jalan Tol Cipularang (Rp/Km) BKBOK = Besar Keuntungan Biaya Operasi Kendaraan/vehicle operating cost savings (Rp)/ 56 Km Jarak Non-Tol = 66 Km Jarak Tol = 56 Km 13

HASIL ESTIMASI TOTAL BENEFIT DAN COST BERDASARKAN PERHITUNGAN BESAR KEUNTUNGAN BIAYA OPERASI KENDARAAN (BKBOK)/ VEHICLE OPERATING COST SAVING JALAN TOL CIPULARANG TAHUN 2005 Tabel 2 TOTAL BKBOK Dari Semua Jenis Kendaraan (Rp) LHR Tahun 2005 TOTAL TARIF TOL UNTUK SEMUA JENIS KENDARAAN (Rp) TOTAL BENEFIT (Rp)/ TAHUN (Triliun) TOTAL COST (Rp)/ TAHUN BENEFIT 919.186,40 19.200 228.500 6,44 1,67 B>C Sumber: disarikan dari lampiran 4. Keterangan: LHR = Total volume lalu lintas harian rata-rata pada tahun 2005. Total tarif tol = Tarif tol untuk kendaraan 1200cc, 2000cc, dan 2600 cc = Rp 35.000 Tarif tol untuk kendaraan jenis bus = Rp 54.000 Tarif tol untuk kendaraan jenis truk = Rp 69.500 14

HASIL ESTIMASI TRAVEL TIME COST SAVING BENEFIT FOR PASSENGERS (TCSBP) BERDASARKAN TUJUAN DENGAN RUTE JAKARTA-BANDUNG MELALUI TOL CIPULARANG TAHUN 2003-2008 Tabel 3 TAHUN TIME COST WITHOUT PROJECT CIPULARANG (Rp) TIME COST WITH PROJECT CIPULARANG (Rp) TCSBP FOR PASSENGERS 2003 3.103.475.363 2.028.719.372 1.074.755.991 2004 3.113.680.861 1.849.646.513 1.264.034.348 2005 5.317.823.576 4.302.663.829 1.015.159.747 2006 8.579.500.471 4.978.301.509 3.601.198.961 2007 12.503.063.807 5.608.016.609 6.895.047.198 2008 15.414.739.323 6.453.222.747 8.961.516.576 Sumber: disarikan dari lampiran 5. Keterangan: TCSB for passengers = Total Cost Saving Benefit / Total Biaya Penghematan penumpang akibat penurunan waktu tempuh. 15

TCSBP NON- WORKINGTIME (Rp) HASIL ESTIMASI TRAVEL TIME COST SAVING BENEFIT FOR PASSENGERS (TCSB), KENDARAAN UNTUK RUTE JAKARTA-BANDUNG TAHUN 2003- 2008 Tabel 4 TAHUN TCSBP WORKING TIME (Rp) TCSBP NON- WORKINGTIME (Rp) 2003 720.086.514,5 354.669.477,3 2004 846.903.012,6 417.131.334,6 2005 680.157.030,6 335.002.716,6 2006 2.412.803.304 1.188.395.657 2007 4.619.681.623 2.275.365.575 2008 6.004.216.106 2.957.300.470 Sumber: disarikan dari lampiran 5. 16

HASIL ESTIMASI ACCIDENT COST SAVING BENEFIT DI JALAN TOL CIPULARANG TAHUN 2001-2007 Tabel 5 TAHUN Rata-rata JML kecelakaan JML kecelakaan yg turun / naik RATA2 KERUGIAN (Rp) Accident Cost Saving Benefit (Rp) 2001 533 - 2.000.000 2002 992 +459 2003 865 -127 2.540.000.000 2004 1142 +277 2005 1158 +17 2006 590 -568 1.136.000.000 2007 300 -290 580.000.000 Sumber: disarikan dari lampiran 6. Keterangan: (-) adanya penurunan jumlah kecelakaan Cipularang (+) adanya peningkatan jumlah kecelakaan di jalan tol Cipularang 17

Kontribusi Sektor-sektor Unggulan terhadap PDRB Purwakarta (%) Tabel 6 No Sektor 2004 2005 2006 2007 1 Pertanian 10.72 10.53 10.32 10.05 2 Industri Pengolahan 46.47 46.27 47.27 48.98 3 Perdagangan, hotel dan restoran 23.83 24.27 24.09 23.22 Sumber: disarikan dari lampiran 4. 18

LQ (Location Quotient) Tabel 7 Sektor LQ thn 2000 LQ thn 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Pertanian 0.6779 0.6679 0.7396 0.7148 0.7742 0.7917 0.7669 0.771 Pertambangan dan Penggalian 0.0411 0.0449 0.0497 0.0485 0.0536 0.0615 0.0623 0.068 Industri pengolahan 1.0736 1.0783 1.0332 1.0324 0.9979 0.9652 1.0698 1.0938 Listrik, gas, air bersih 1.5156 1.3976 1.3814 1.1295 1.1596 1.1961 1.1595 1.1226 Bangunan 1.1207 1.0825 1.0128 1.0043 1.3146 1.0451 0.8487 0.8015 Perdagangan, hotel, dan restoran 1.2687 1.2815 1.3162 1.3457 1.3024 1.3499 1.2285 1.160 Pengangkutan dan komunikasi 0.9118 0.8575 0.8446 0.8298 0.7895 0.8429 0.7589 0.7047 Keuangan, persewaan, & jasa perusahaan 1.5109 1.4769 1.4224 1.5768 1.6753 1.7085 1.6202 1.466 Jasa-jasa 0.7819 0.7647 0.7525 0.7433 0.7382 0.7544 0.7019 0.7079 Sumber: disarikan dari lampiran 4. 19

Vehicle operating cost savings Rumus : BKBOK = [ ( BOKa * Da) – (BOKt * Dt)] + [ ( Da/Va-Dt/Vt) * Tv] Dimana : BKBOK = Besarnya keuntungan biaya operasi kendaraan (vehicle operating cost saving) (Rp) BOKa = Biaya operasi kendaraan/vehicle operating cost di jalan alternatif (Rp/km) BOK t = Biaya operasi kendaraan/ vehicle operating cost di jalan tol (Rp/km) Da = Jarak jalan alternatif (km) Dt = Jarak jalan tol (km) Va = Kecepatan di jalan alternatif (km/jam) Vt = Kecepatan di jalan tol (km/jam) Tv = Time Value kendaraan (Rp/km) Cost / Biaya = Total tarif tol/jenis kendaraan * LHR* 365 + total biaya investasi/ 35. Dimana: Biaya operasi kendaraan (BOK) : terdiri dari biaya gerak (running cost) dan biaya tetap (standing cost) dan dihitung berdasarkan model PCI (pacific Consultant International). LHR: Lalu Lintas Harian Rata-rata Umur Proyek: 35 tahun Jenis Kendaraan : sesuai dengan standard dalam perhitungan Vehicle Operating Cost Saving. 20

Travel time savings Rumus : Travel Time Saving Benefit for Passengers : Time Cost wth or wthout = Travel time * LHR * pnp. Rata-rata/ kendaraan * 365 * upah rata- rata penumpang per jam. Dimana : LHR = volume lalu lintas harian rata-rata kendaraan. Pnp.rata-rata/kendaraan = jumlah penumpang rata-rata pada setiap jenis kendaraan. Travel Time Saving Benefit for Passengers: (Time Cost Without Tol Cipularang-Time Cost With Tol Cipularang) 21

Analisis Perekonomian Purwakarta Hasil Estimasi Analisis Perekonomian Purwakarta LQ  secara rata-rata memiliki 5 sektor basis: - sektor industri pengolahan (LQ = 1.043) - sektor listrik, gas, dan air bersih (LQ = 1.257) - sektor bangunan (LQ = 1.028) - sektor perdagangan, hotel, dan restoran (LQ = 1.281) - sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan (LQ=1.557) - sektor dengan nilai LQ terendah adalah : - sektor pertanian (LQ = 0.738) - sektor pertambangan dan penggalian (LQ = 0.053) - sektor pengangkutan dan komunikasi (LQ = 0.817) - sektor jasa-jasa (LQ = 0.743)

Laju Pertumbuhan Sektor-sektor Unggulan Pada PDRB Purwakarta tabel 7 Lapangan Usaha 2004 (%) 2005 (%) 2006 (%) 2007 (%) 1. Sektor Pertanian 14.01 1.35 1.89 1.10 2. Sektor industri Pengolahan (0.44) 3.07 6.11 7.67 3. Sektor Perdagangan, hotel, dan restoran 2.02 5.45 3.08 0.14

Kerangka Kerja Logis (Logframe) Proyek Pembangunan Jalan Tol Cipularang Masukan/Input dan kegiatan/Activities (kolom 1 baris 5)  indikator kinerja sumber pembuktian asumsi2 penting Evaluasi dampak - Tahap Pra Konstruksi - Tahap Konstruksi - Tahap Pasca Konstruksi Keluaran/Output bangunan fisik jalan tol Cipularang (kolom 1 baris 4) Hasil/ Outcomes (kolom 1 baris 3)  meningkatnya volume lalu lintas kendaraan yang melewati tol Cipularang, memperpendek jarak dan waktu tempuh perjalanan, mengurangi terjadinya penumpukan kendaraan di pintu tol Cikampek. Manfaat/Benefits (kolom 1 baris 2) memperlancar lalu lintas sepanjang tol, meningkatkan daya tarik investasi, vehicle operating cost savings, travel time cost saving benefit for passengers, accident cost saving, menarik sebagian lalu lintas asal/tujuan Jakarta-Bandung. Sasaran/Dampak/Impacts (kolom 1 baris 1) - meningkatkan aksesibilitas jalan tol /jakrata- Cikampek dan Padalarang-Bandung-Cileunyi - mengurangi kemacetan di persimpangan sebidang di Cikopo, Sadang, dan Padalarang -mengurangi beban lalu lintas pada jalan arteri primer - meningkatkan kegiatan ekonomi dan mempercepat pengembangan wilayah sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi (PDRB) di sekitar ruas jalan tol. Sasaran akhir (Goals) (kolom1 baris 1) - meningkatkan efisiensi pelayanan jasa distribusi guna menunjang peningkatan pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Barat.

Skema Analisis Manfaat dan Biaya (Benefits And Costs) Dari Infrastruktur Transportasi Skema 1 Benefits Costs User -Benefits - Project Resource Costs - Vehicle Operating Cost Savings - Social dislocation costs - Travel Time Savings - Environmental Costs - Accident cost Savings - Avoided Effort (discomfort and inconvenience) Non-User Benefits - Net Saving of money, time, risk and effort to travellers elsewhere - Economic rent (Sumber : Cost-Benefit Analysis In Urban & Regional Planning, J.A. Schofield, 1987)