Sudden Deafness.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Arimbi,Sp.P Ilumu Penyakit dalam FK UWK- Surabaya.
Advertisements

dr. Sardikin Giriputro, SpP(K)
Peran keluarga / caregiver dalam perawatan pasien dengan epilepsi
Bioakustik.
ASKEP OTITIS MEDIA SEROSA
MIMISAN Kelompok FCP 1B:
PENGANTAR BLOK 3.6 GANGGUAN INDRA KHUSUS
KELOMPOK 6 B ARUHUL AMINI INTEN NUR RASADINA LICY MAYA RAMADANI M.HABIB HIDAYAT NAZARRUDIN NUR NEFRI YOGI ERSANDI WELLY ELVANDARI.
Gangguan Pendengaran.
Pemeriksaan Pendengaran
KASUS INFEKSI RESPIRATORIUS AKUT
STROKE (CVD).
PSIKOSIS dan DEPRESI POSTPARTUM
KELOMPOK 9 KEPERAWATAN GERONTIK.
PASIEN DG GANGGUAN SISTEM PENDENGARAN
TUGAS AA “ PENYAKIT JANTUNG KORONER ( PJK ) “
KETOASIDOSIS DIABETIKUM
Hepatitis Fatty Liver.
Patologi Umum.
DIACONT.
Riwanti Estiasari, Darma Imran
Problem Based Learning Gangguan Pendengaran
GAMBARAN UMUM STROKE Stroke adalah suatu penyakit deposit neurologis akut yang disabkan oleh gangguan pembuluh darah otak yang terjadi secara mendadak.
Dr. Ratna Anggraini A. Sp. THT.
Kelompok 2B Aruhul Amini Faizal Luthfi Akhyar Fitri Sri Wulandari
Blok Indra Khusus Dr. Yan Edward SpTHT KL.
NEPHROTIC SYNDROME IN CHILDREN
KURANG PENDENGARAN Terbahagi kepada: kepekakan Konduktif
ASKEP KLIEN DENGAN MASTOIDITIS
KELAINAN KESEIMBANGAN
Ninis Indriani,M.Kep., Ns.Sp.Kep.An
HINTS to Diagnose Stroke in the Acute Vestibular Syndrome:Three-Step Bedside Oculomotor Examination More Sensitive Than Early MRI Diffusion-Weighted Imaging.
TES PENDENGARAN.
Polip Polip hidung adalah pertumbuhan jaringan pada saluran pernapasan hidung atau pada sinus. Polip adalah jaringan yang lembut, tidak terasa sakit.
TES PENDENGARAN.
JURNAL R I Influence of Antithrombotics on the Etiology of Intracerebral Hemorrhage Journal of Stroke and Cerebrovascular Diseases, Vol. 24, No. 3 (March),
PBL gangguan pendengaran
KEJANG DEMAM Rahma Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK UNTAD
Idiopatik Diabetes Mellitus (DM)
Association of Benign Recurrent Vertigo and Migraine in 208 Patients
Mertien Sa’pang; Laras Sitoayu; ILMU GIZI / FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PENYAKIT MATA PERMASALAHAN KESEHATAN MASYARAKAT
Sindrom Guillain–Barré
Nama kelompok : 1. Berliana Nugraheni 2. Beatrico Lyo 3
ALZHEIMER Aloysia Martha Dessy Nadia Ermelinda Soares Grace Ludji Leo
MUHAMMAD ABDILLAHTULKHAER
PSIKOSIS DAN DEPRESI POSTPARTUM
DIABETES MELLITUS “The Best Prescription is Knowledge"
Ketulian Oleh: Heny Nurma Y.
INFEKSI AKUT KASUS OBSTETRI
Carpal Tunnel Syndrome
PENGKAJIAN UMUM PASIEN DG GANGGUAN SISTEM PENDENGARAN Oleh:
PASIEN DG GANGGUAN SISTEM PENDENGARAN
PELATIHAN RUTIN IV SYOK HIPOVOLEMIK & SINKOP
DIABETES MELLITUS kiki hardiansyah, S.kEP,ns
Baiq Reski Setiagarini
Kelompok“AYAN” -Ibnu E. T -Luthfi N -M. Deva -M
Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Kanker Nasofaringeal
Pengaruh Obat Anti Epilepsi Terhadap Gangguan Daya Ingat pada Epilepsi Anak Epilepsi merupakan penyakit kronis di bidang neurologi dan penyakit kedua.
PROSEDUR MEMBEBASKAN JALAN NAPAS
STROKE (CVD).
Rumah Sakit Umum Dr. Adjidarmo
Oleh : Damas Herdinsyah dr. Nurtakdir Setiawan Sp.S M.Sc
Laboratory Exam in Emergency Cases
Dr. M. Arief Purnanta, M.Kes, SpTHT-KL RSUP dr Soeradji Tirtonegoro, Klaten.
CHAIRANISA ANWAR, SST., MKM
DEFINISI  Syok merupakan kegagalan sirkulasi tepi menyeluruh yang mengakibatkan hipotensi jaringan.  Kematian karena syok terjadi bila kejadian ini.
Transcript presentasi:

Sudden Deafness

Pendahuluan Definisi Tuli Mendadak : - Terjadi secara tiba-tiba - Tuli sensorineural - Penyebab belum diketahui saat itu

Pendahuluan Definisi beberapa ahli : - Penurunan pendengaran > 30 dB - Paling sedikit pada 3 frekuensi berurutan - Waktu gradasi penurunan pendengaran kurang dari 3 hari

Kekerapan  Di dunia: 1 kasus/5.000-10.000/tahun artinya 15.000 kasus baru pertahun  Tieri : 28/2240 dari kasus penelitiannya terjadi pada anak di bawah 10 tahun  Kecenderungan meningkat dengan bertambahnya usia  Biasanya unilateral, hanya 1,7 - 2 % yang bilateral

Kekerapan Sub-Bag Neurotologi THT RSCM : - Th 1999 : 59/1350 kasus gangguan pendengaran (4,37 %) - Th 2000 : 159/2645 kasus gangguan pendengaran (6,01 %) - Th 2005 : sekitar 8 % dari kasus gangguan pendengaran - Akhir-akhir ini meningkat sesuai dengan meningkatnya insidens stroke

Etiologi (Hughes)   Gangguan sirkulasi Gangguan metabolik Infeksi Trauma Gangguan imunologi  Gangguan metabolik Neoplasma Obat ototoksik Gangguan neurologik

Faktor predisposisi  Kelainan hematologi Hipertensi Diabetes melitus Stres Kolesterol tinggi

 Penurunan pendengaran tiba-tiba, biasanya Gejala klinik (Fetterman)  Penurunan pendengaran tiba-tiba, biasanya pada satu telinga (sering pasien menyadari)  Tinitus (91 %) Vertigo (42,9 %) Rasa penuh di telinga (40,7 %) Otalgia (6,3 %) Parestesia (3,5 %) Tidak jelas ada penyebab sebelumnya

Diagnosis  Anamnesis pasien sebaiknya dilakukan secara menyeluruh dan teliti.  Informasi mengenai : - onset, jangka waktu - gejala yang menyertai - aktivitas yang dilakukan - faktor predisposisi - riwayat penyakit sebelumnya untuk mencari faktor risiko amat diperlukan

Pemeriksaan Pendengaran  Pada pemeriksaan pendengaran didapatkan:  Tes penala : Rinne positif, Weber lateralisasi ke yang sehat, Schwabach memendek. ·Audiometri nada murni : tuli sensorineural ·Audiometri impedans : timpanogram tipe A (normal) refleks stapedius ipsilateral negatif atau positif, sedangkan kontralateral positif.

Tes Weber • Posisi garpu tala :  di linea mediana  dahi atau  di gigi insisivus atas ( gigi palsu - ) • Vibrator BC : tes Weber audiometrik

Pemeriksaan penunjang  CT Scan atau MRI kalau dicurigai penyebabnya neuroma akustik  Pemeriksaan laboratorium untuk memeriksa kemungkinan infeksi virus/bakteri, DM, hiperlipidemia, hiperfibrinogen, hipotiroid, penyakit autoimun dan faal hemostasis

Penatalaksanaan : terapi shotgun  Kortikosteroid  Vasodilator  Antikoagulan  Fibrinolitik  Inhalasi oksigen/ carbogen  Anti virus  Vitamin/mineral  Transqualizer  Hiperbarik  Antitrombotik

Kriteria perbaikan pendengaran  Sembuh : perbaikan ambang dengar <30 dB pada 250 Hz, 500 Hz, 1000 Hz, 2000Hz dan <25 dB pada 4000 Hz  Perbaikan sangat baik : perbaikan > 30 dB pada 5 frekuensi  Perbaikan baik : 10-30 dB pada 5 frek.  Tidak ada perbaikan : bila < 10 dB pada 5 frekuensi

Prognosis  Keterlambatan pengobatan Vertigo Usia tua Tuli nada tinggi Kecemasan Tinitus Penyakit penyerta

Implikasi (handicap) tuli mendadak  Telinga berbunyi (tinitus)  Fenomena rekruitmen  Gangguan komunikasi