Differensial Biasa Pertemuan 6

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
DIFFERENSIAL Pertemuan 1
Advertisements

Diferensial fungsi sederhana
Diferensial dx dan dy.
DIFERENSIAL FUNGSI SEDERHANA (ORDINARY DIFFERENTIAL)
Welcome in my presentation,, Oleh: SANTI WAHYU PAMUNGKAS Kelas: X Adm
TURUNAN (DERIVATIF) FUNGSI SATU VARIABEL BEBAS
INTEGRAL LIPAT DUA: Bentuk Umum :
Diferensial fungsi sederhana
INTEGRAL Sri Nurmi Lubis, S.Si.
Selamat Datang & Selamat Memahami
APLIKASI INTEGRAL LUAS BIDANG DATAR YANG DIBATASI KURVA y = f(x) b
DIFERENSIAL ( TURUNAN )
Pertemuan VIII Kalkulus I 3 sks.
Optimasi ekonomi 1. Memaksimalkan nilai perusahaan
DIFERENSIAL Pada dasarnya merupakan proses penarikan limit atas suatu koefisien diferensi dalam hal tambahan variabel bebasnya mendekati nol. Hasil yang.
6. INTEGRAL.
Pertemuan VIII Kalkulus I 3 sks.
Widita Kurniasari, SE, ME
KALKULUS DIFERENSIAL 7. menentukan selang dimana suatu fungsi naik atau turun. 8. menentukan titik stasioner suatu fungsi beserta jenis ekstrimnya. 9.
BAB II TURUNAN.
KALKULUS 1.
TURUNAN DALAM RUANG BERDIMENSI n
Aplikasi Optimisasi Fungsi Pertemuan 19
POKOK BAHASAN Pertemuan 9 Penerapan Diferensial Sederhana
MATHEMATICS FOR BUSINESS
Diferensial Fungsi Satu Variabel (“Diferensial Biasa”)
Aplikasi Diferensial Pertemuan 17
HITUNG DIFERENSIAL Widita Kurniasari Modul 5 & 6 Juli 2006.
Widita Kurniasari Universitas Trunojoyo
HAMPIRAN NUMERIK SOLUSI PERSAMAAN DIFERENSIAL Pertemuan 11
BAB I MATEMATIKA EKONOMI
Matakuliah : K0644-Matematika Bisnis
Matakuliah : J0182/ Matematika II Tahun : 2006
6. INTEGRAL.
Himpunan Sistem Bilangan Pangkat, akar & Logaritma Deret
Widita Kurniasari, SE, ME
Matakuliah : K0644-Matematika Bisnis
Diferensial dx dan dy.
Matakuliah : Kalkulus-1
Penerapan Diferensial: Bisnis & Ekonomi
MATEMATIKA MODUL 8 Oleh UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 2012 Priyono
DIFERENSIASI FUNGSI SEDERHANA
Modul 7 LIMIT Tujuan Instruksional Khusus:
POKOK BAHASAN Pertemuan 8 Diferensial Fungsi Sederhana
Maksimum dan Minimun ( Titik Ekstrim ) Pertemuan 18
Hubungan antara Garis dan Kerucut Pertemuan 20
Bab 5 Differensial.
HITUNG DIFERENSIAL Widita Kurniasari.
HITUNG DIFERENSIAL.
Widita Kurniasari, SE, ME
Pertemuan 6 DIferensial
ITK-121 KALKULUS I 3 SKS Dicky Dermawan
KALKULUS DIFERENSIAL.
POKOK BAHASAN Pertemuan 10 Diferensial Fungsi Majemuk dan Aplikasinya
Soal Latihan Pertemuan 1
HITUNG DIFERENSIAL Widita Kurniasari Modul 5 & 6 Juli 2006.
Widita Kurniasari, SE, ME
Widita Kurniasari, SE, ME
Kalkulus Diferensial - Lanjutan
BAB 8 Turunan.
HITUNG DIFERENSIAL Widita Kurniasari Modul 5 & 6 Juli 2006.
Differensial.
Limit dan Differensial
Berbagai Teknik Optimisasi & Peralatan Manajemen Baru
Pertemuan 9&10 Matematika Ekonomi II
HITUNG DIFERENSIAL.
Pertemuan 9 Kalkulus Diferensial
HITUNG DIFERENSIAL Widita Kurniasari Modul 5 & 6 Juli 2006.
HITUNG DIFERENSIAL Widita Kurniasari Modul 5 & 6 Juli 2006.
HITUNG DIFERENSIAL Widita Kurniasari Modul 5 & 6 Juli 2006.
Transcript presentasi:

Differensial Biasa Pertemuan 6 Matakuliah : K0352/Matematika Bisnis Tahun : 2008 Differensial Biasa Pertemuan 6

Differensial (1) Differensial merupakan bagian dari Kalkulus. Kalkulus adalah analisis matematika mengenai perubahan. Kalkulus terdiri dari diferensial dan integral. Perubahan yang dimaksud dalam kalkulus dapat berupa perubahan nyata dalam alam atau pun perubahan yang hanya dipikirkan untuk keperluan perhitungan. Pada hitung diferensial dicari laju perubahan sebuah fungsi dan pada integral dicari fungsi yang laju perubahannya diketahui. Analisis dalam ekonomi adalah analisis mengenai perubahan dan analisis marginal adalah analisis mengenai laju perubahan marginal yaitu laju perubahan sesaat yang tak lain adalah turunan pertama dari fungsi -fungsi yang bersangkutan, misalnya fungsi permintaan, fungsi penawaran , fungsi biaya, penerimaan dan sebagainya. Bina Nusantara

Differensial (2) Selain untuk menghitung laju perubahan hitung diferensial dapat dipakai untuk menghitung maksimum dan minimum dari sebuah fungsi. Dalam ekonomi hitung diferensial dapat dipakai untuk menghitung bagaimana meminimalkan ongkos ataupun memaksimalkan propduksi, laba atau utilitas. Hitung diferensial juga dipergunakan dalam programasi matematika. Hitung diferensial dalam programasi matematika adalah mengitung nilai optimum sebuah fungsi di bawah kendala yang membatsi pencapaian nilai optimum. Bina Nusantara

Turunan pertama sebuah fungsi (1) Turunan pertama suatu fungsi pada suatu titik adalah angka arah (slope) garis singgung melalui titik tersebut pada grafik fungsi tersebut. Slope garis PQ adalah m = y2- y1/ x2- x1 Bina Nusantara

Turunan pertama sebuah fungsi (1) Apabila Q(x2 , y2) mendekati P(x1 , y1), Maka lim Dy/Dx = slope garis singgung f(x) di P(x1 , y1). Biasanya dalam pembahasan turunan suatu fungsi notasi (x , y) digunakan bagi titik tetap (x1 , y1) dan (x+Dx , y+Dy) bagi titik yang berubah (x2 , y2). Oleh karena itu dy/dx = Lim x-->0 Dy/Dx = Limx-->of(x+Dx) - f(x)/Dx merupakan turunan pertama dari y = f(x). Limit ini untuk suatu harga tertentu dari x dapat ada dapat pula tidak ada. Apabila limitnya ada f(x) dikatakan dapat diturunkan. Bina Nusantara

Kaidah Diferensial (1) 1. Jika y = c , c = bilangan tetap maka Contoh : y = 5 = 0 2. Jika y=xn, maka Contoh : y = x3, = n . X n - 1 = 3x2 3. Jika y = k.u k = bilangan tetap, u = f(x) maka = k. Contoh : y = 5x2 = 5 . 2x = 10x Bina Nusantara

4. Y = u . v , dimana : u dan v = f(x) maka = u’ v + v’ u 4. Y = u . v , dimana : u dan v = f(x) maka contoh : y = 2x(4x2 +1) maka : = 2 (4x2+1) 5. Y = u /v u dan v = f(x) maka = (u’v – v’u)/ v2 Contoh : Y = 2x/(x-1) maka : = (2 – 2x)/ (x-1)2 Bina Nusantara

6. Y = un u = f(x) maka dy/dx = nun-1 Contoh : y = (2x2 – 5)2 maka dy/dx = 2(2x2 – 5)4x =8x(2x2 -5) Bina Nusantara

Contoh : Jika Y = Ln (4x + x2) maka dy/dx = (4 + 2x)/ (4x + x2) 7. Y = Ln x maka dy/dx = 1/x 8. Y = Ln u u = f(x) maka dy/dx = (du/dx)/u Contoh : Jika Y = Ln (4x + x2) maka dy/dx = (4 + 2x)/ (4x + x2) Bina Nusantara

Fungsi Eksponensial 9. Y = ax maka dy/dx = (ax) Ln a Contoh 10. Y = uv maka dy/dx = (uv) (v’ ln u + v/u) Contoh : Jika Y = x2x dy/dx = (x2x) (2 ln x + 2) Bina Nusantara

11. Y = ex maka dy/dx = ex 12. Y = eu maka dy/dx = (eu) u’ Contoh : y = e2x maka dy/dx = (e2x) 2 = 2 (e2x) Bina Nusantara