PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN DALAM MENOPANG KETAHANAN PANGAN NASIONAL

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
STRATEGI POKOK Kebijakan Fiskal Kebijakan Perbankan/Keuangan
Advertisements

DASAR2 TEKNOLOGI MANAJEMEN
Jakarta, 03 AGUSTUS BMKG PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG SELASA, 04 AGUSTUS 2009 GELOMBANG DAPAT TERJADI 2,0 M S/D 3.0 M DI : LAUT NATUNA, SELAT MALAKA.
Jakarta, 28 JULI BMKG RABU, 29 JULI 2009 PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG GELOMBANG DAPAT TERJADI 1.0 M S/D 2,0 M DI : PERAIRAN BANGKA BELITUNG, PERAIRAN.
Jakarta, 26 April BMKG PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG WARNING : POTENSI HUJAN LEBAT DISERTAI PETIR BERPELUANG TERJADI DI : RABU, 27 APRIL 2011 DI LOKASI.
Jakarta, 8 MEI BMKG PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG WARNING : POTENSI HUJAN LEBAT DISERTAI PETIR BERPELUANG TERJADI DI : SENIN, 9 MEI 2011 DI LOKASI.
Jakarta, 2 April BMKG PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG WARNING : POTENSI HUJAN LEBAT DISERTAI PETIR BERPELUANG TERJADI DI : MINGGU, 03 APRIL 2011 DI LOKASI.
KULIAH TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN I
SEJARAH PERATURAN PERIKANAN DI INDONESIA
M.K. AkuakuLTUR FPIK UNPAD 2012.
PENGANTAR ILMU PERIKANAN
KONDISI USAHA PERIKANAN
Keanekaragaman Produk Olahan Hasil Perikanan
Jakarta, 17 Januari BMKG PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG SELASA, 18 JANUARI 2011 WARNING : 1) POTENSI HUJAN LEBAT DISERTAI PETIR BERPELUANG TERJADI DI.
Jakarta, 29 April BMKG PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG WARNING : POTENSI HUJAN LEBAT DISERTAI PETIR BERPELUANG TERJADI DI : SABTU, 30 APRIL 2011 DI LOKASI.
Jakarta, 25 Maret BMKG PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG JUMAT, 25 MARET 2011 WARNING : 1) POTENSI HUJAN LEBAT DISERTAI PETIR BERPELUANG TERJADI DI : 2)
PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG
Kebijakan dan Peraturan Perikanan
TEKNOLOGI HASIL PERAIRAN (PENGANTAR)
Oleh : Riza Rahman Hakim, S.Pi
P OTENSI PEMBANGUNAN WILAYAH PESISIR. P OTENSI WILAYAH PESISIR SECARA GARIS BESAR : Sumber daya yang dapat pulih (renewable) Sumber daya yang tidak dapat.
PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM IKAN
STATISTIK PERIKANAN Subdirektorat Statistik Perikanan
APA YG DIMAKSUD KOLESTEROL JAHAT & KOLESTEROL BAIK ?
Asisten Pemerintahan dan Kesra
RUANG LINGKUP KELAUTAN DAN PERIKANAN
PELAKSANAAN SPF DI PROVINSI MALUKU
Oleh: Yogi Yanuar, S.T., M.Si. Kepala Loka KKPN Pekanbaru
INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) (Metode Baru)
PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM IKAN
SEBARAN DATA SATELIT OSEANOGRAFI DAN KAITANNYA DENGAN DATA PENANGKAPAN IKAN DI WPP 712 ABSTRAK Data respon balik memiliki peranan penting dalam memberikan.
POTENSI EKOLOGIS WILAYAH LAUT DAN PESISIR
Upaya Pengaturan Pengelolaan Sumber Daya Hayati Berkelanjutan
SUB SEKTOR PERIKANAN.
Simposium Nasional Pengelolaan Perikanan Tuna Berkelanjutan
Industrialisasi Perikanan untuk Kesejahteraan Masyarakat
Kebijakan Perikanan Budidaya
GIZI ANAK SEKOLAH.
Mortalitas Ledhyane Ika Harlyan MK. DINAMIKA POPULASI
PERIKANAN + PER + IKAN + AN
PENDAHULUAN Stok sumber daya ikan di Indonesia adalah multi species
PERTEMUAN KE – 14 M.K. TINGKAH LAKU IKAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN BERDASARKAN TINGKAH LAKU IKAN ASEP HAMZAH.
Sistem Teknik Penangkapan
PENGELOLAAN SUMBER DAYA IKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Makan Ikan Perpanjang Umur
BUDIDAYA IKAN SIDAT DALAM RANGKA MENINGKATKAN PAD DAERAH MELALUI DIKLAT JARAK JAUH DI SEKOLAH UNAGI Anguilla sp.
PERIKANAN DAN SUMBER DAYA LAUT
Konsep Umum Perikanan By Erlinda Indrayani.
ASAS PENGELOLAAN KONSERVASI
INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA
DINAMIKA POPULASI #2 Markus Sembiring,S.Pi.,M.I.L
Industri pangan berbasis hasil UNGGAS
Tugas geografi pemanfaatan sumber daya alam
Maximum Sustainable Yield (MSY): [Hasil Tangkap Maksimum Berimbang Lestari] -definisi -definisi overfishing SLIDE 1: Model Schaefer Tujuan: Maximum.
AKTIFITAS PETERNAKAN,PERIKANAN, PERTAMBANGAN,DAN KEHUTANAN
SISTEM FISHING GROUNG /Sistem DPI. Fishing Ground /Daerah Penangkapan Ikan (DPI) adalah wilayah perairan, di mana alat tangkap dapat dioperasikan secara.
Komposisi Jenis Hasil Tangkapan Purse seine di Perairan…………..
PEMBANGUNAN PERIKANAN
Rumpon Terpadu Oleh: La Ode Abdul Rajab Nadia (Dosen FPIK Universitas Halu Oleo)
BERAGAM, BERGIZI SEIMBANG DAN AMAN (B2SA)
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM IKAN
Judul Penelitian: PENGEMBANGAN DAN PEMETAAN POTENSI ENERGI ANGIN DAN GELOMBANG LAUT DI WILAYAH INDONESIA DALAM RANGKA KEMANDIRIAN ENERGI NASIONAL PROGRAM.
PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM IKAN
PENDAHULUAN PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK.
POTENSI KEMARITIMAN INDONESIA IPS KELAS VII YULINDA SAFITRI, S.Pd.
Kejayaan ini dilanjutkan oleh kerajaan-kerajaan setelahnya pada abad ke 15 sampai ke 17, dari kerajaan pesisir Sumatera, Kerajaan Mataram.
ILMU PERIKANAN DAN KELAUTAN BERBASIS POTENSI LOKAL PS. Budidaya Perairan.
Transcript presentasi:

PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN DALAM MENOPANG KETAHANAN PANGAN NASIONAL Prof. H. Ari Purbayanto, Ir. M.Sc. Ph.D http://purbayanto.com Seminar Pengelolaan Perikanan dalam Perspektif Islam Majelis Ta’lim Al Marjan Auditorium Sumardi Sastrakusumah FPIK-IPB, 7 Juni 2007

Isi Presentasi Pendahuluan SDI dan non ikan serta pemanfaatannya Ikan sebagai bahan pangan untuk kesejahteraan manusia Pengelolaan SDI R&D pemanfaatan SDI berkelanjutan

Pendahuluan Dan Dialah, ALLAH, yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan darinya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur (QS. Al-Nahl (16):14)

Definisi Ikan Yang dimaksud dengan "jenis ikan" adalah segala jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada di dalam lingkungan perairan (UU No. 31 Tahun 2004). Pisces (ikan bersirip); Crustacea (udang, rajungan, kepiting, dan sebangsanya); Mollusca (kerang, tiram, cumi-cumi, gurita, siput, dan sebangsanya); Coelenterata (ubur-ubur dan sebangsanya); Echinodermata (tripang, bulu babi, dan sebangsanya); Amphibia (kodok dan sebangsanya); Reptilia (buaya, penyu, kura-kura, biawak, ular air, dan sebangsanya); Mammalia (paus, lumba-lumba, pesut, duyung, dan sebangsanya); Algae (rumput laut dan tumbuh-tumbuhan lain yang hidupnya di dalam air); dan Biota perairan lainnya yang ada kaitannya dengan jenis-jenis tersebut di atas, semuanya termasuk bagian-bagiannya dan ikan yang dilindungi.

Fisheries & Marine Resource Food Commodity Fin-fish: pelagic, demersal, coral reef fishes Invertebrate: molluscan shellfish (squid, Anadara granosa, Ostrea spp., Terebralia pallustris),crustacean (shrimp, lobster, crabs), sea cucumber (Echinodermata), jelly fish(Cnidaria) Mammals and reptiles: whales, turtles Algae: E. spinosum, E. cottonii, Gracillaria sp. Other any marine living resources Non-Food Commodity Ornamental fishes (coral reef fishes), estimated 61 species found in Indonesian waters Pearl clams (Pinctada maxima, P. margaritifera, P. fucata, etc.) Bio-active materials (sponges, deep-sea mikroorganims, jelly fish, etc.) Energy and Building Materials Coral, Mangrove trees, etc

Benarkah SDI kita melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal? Lautan Indonesia adalah Marine Mega Biodiversity terbesar di dunia: 8500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut, dan 950 spesies terumbu karang. SDI meliputi ikan pelagis, demersal, ikan karang, udang, lobster dan cumi-cumi.Total potensi lestari 6.409.210 ton/tahun, produksi 4.069.420 ton/tahun, tingkat pemanfaatan 63,49% (LIPI-BRKP, 2001). SDI tersebut menyebar di seluruh perairan Indonesia dengan tinggkat pemanfaatan yang tidak merata, beberapa wilayah over fishing.

MAP OF FISHERIES RESOURCE MANAGEMENT ZONE OF INDONESIA Source: Research Center for Capture Fisheries (2007)

Status of Stock (U,M,F,O,UN) FISH STOCK EXPLOITATION LEVEL BY FISHERIES MANAGEMENT ZONE No. Management zone Fish Resource Status of Stock (U,M,F,O,UN) Notes 1. WPP 571: Malacca Strait and Andaman Sea Demersal O Trawl (depth > 20 m) Illegal fishing (?) All categories of species, Illegal fishing (?) Purse seine, Illegal fishing (?) The northern of Malacca strait Shrimp Small Pelagic F Big Pelagic UN 2. WPP 711: Karimata Strait, Natuna Sea, and South China Sea Northern South China Sea, Illegal fishing (?) Western Kalimantan, bottom boat seine, all species category, illegal fishing (?) Neritic and oceanic small pelagic, Illegal fishing (?) M 3 WPP 712: Java Sea Coastal waters of Kalimantan (except > 40 m) Northern coast of Java Non purse seine, species: spanish mackerel, little tuna 4. WPP 713: Makasar Strait, Bone Bay, Flores Sea, and Bali Sea Including reef waters (O) East coast of Kalimantan Except flying fish (F) 5. WPP 714: Banda Sea Demersal laut dalam (?) Purse seine, Kendari, Banda, Seram Tuna long line

Status of Stock (U,M,F,O,UN) No. Management Zone Fish Resource Status of Stock (U,M,F,O,UN) Notes 1. WPP 715: Aru Sea, Arafura Sea and Timor Sea Demersal O Intensive exploitation in EEZ by shrimp trawl fisheries All fishing grounds are known and fully exploited, fish size decreasing Exploitation by fish and shrimp trawls Shrimp Small Pelagic M Big Pelagic UN 2. WPP 716: Maluku Sea, Tomini Bay, and Seram Sea Illegal fishing (?) Need on monitoring system Neritic and oceanic small pelagic, Illegal fishing (?) Water depth 0-100 m, need on monitoring system, juvenile fish mostly caught, > 150 m F 3 WPP 717: Sulawesi Sea, Halmahera Sea, and Pacific Ocean Sulawesi Sea - 4. WPP 718: Samudera Hindia barat Sumatera dan Selat Sunda Narow fishing ground ≤ 200m, deep sea untapped, Narrow fishing ground ≤ 200m, deep sea untapped, especially ocenic small pelagic Fishing ground in EEZ to high seas 5. WPP 719: Samudera Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Very narrow fishing ground, deep sea, untapped Except oceanic small pelagic: UN Fishing ground in high sea outside EEZ U: under exploited, M: moderately exploited, F: fully exploited, O: over exploited, UN: uncertain

Hasil Tangkapan/GDP

Ketahanan Pangan Ikani Pangan ikani berperan penting dalam peningkatan gizi dan kesejahteraan masyarakat. (Sumber: Trilaksani et al., 2006)

Indeks Pembangunan Manusia Indonesia tahun 2005 Nilai HDI Usia harapan hidup pada kelahiran (tahun) Rasio melek huruf (% usia ≥15) Rasio masuk sekolah SD, SMP dan SMU (%) PDB per kapita (PPP US$) 1. Iceland (0.968) 1. Japan (82.3) 1. Georgia (100.0) 1. Australia (113.0) 1. Luxembourg (60,228) 105. Viet Nam (0.733) 98. Saint Kitts and Nevis (70.0) 54. China (90.9) 108. Turkey (68.7) 111. Egypt (4,337) 106. Occupied Palestinian Territories (0.731) 99. Guatemala (69.7) 55. Sri Lanka (90.7) 109. Albania (68.6) 112. Jamaica (4,291) 107. Indonesia (0.728) 100. Indonesia (69.7) 56. Indonesia (90.4) 110. Indonesia (68.2) 113. Indonesia (3,843) 108. Syrian Arab Republic (0.724) 101. Suriname (69.6) 57. Viet Nam (90.3) 111. Guatemala (67.3) 114. Turkmenistan (3,838) 109. Turkmenistan (0.713) 102. Thailand (69.6) 58. Myanmar (89.9) 112. Azerbaijan (67.1) 115. Syrian Arab Republic (3,808) 177. Sierra Leone (0.336) 177. Zambia (40.5) 139. Burkina Faso (23.6) 172. Niger (22.7) 174. Malawi (667) Indeks Pembangunan Manusia Indonesia tahun 2005 Sumber: UNDP-Human Development Report (1997)

Tren Indeks Pembangunan Manusia

Produksi beberapa komoditas pangan menurut propinsi (kg/kap/thn) Sumber: Trilaksani et al. (2006)

Perkembangan ketersediaan ikan untuk konsumsi dalam negeri Prediksi/estimasi jumlah ikan yang harus tersedia untuk memenuhi target pemenuhan kebutuhan protein*) Sumber: Trilaksani et al. (2006)

Keunggulan Produk Pangan Ikan Dari dimensi indikator penyerapan pangan, hasil laut mempunyai keunggulan komparatif terhadap sumber pangan protein lainnya (Trilaksani et al., 2006): kandungan asam amino esensial yang lengkap dengan nilai cerna protein yang tinggi; tingginya kandungan asam lemak tidak jenuh ganda omega-3 yang khas seperti EPA(Eicosapentanoic acid) dan DHA (dokosahecsanoic acid) yang keduanya berperan pada penurunan kandungan kolesterol dan trigliserida dalam darah serta meningkatkan kecerdasan anak; fosfor dan kalsium (mencegah osteoporosis), iodium (mencegah sakit gondok, pembentukan IQ); vitamin A dan D; dan selenium (mencegah premature aging) serta zat-zat bioaktif (antioksidan, antiinflamatori, anti kanker).

Persentase pasien penyakit jantung yang bertahan, ketika selama 16-19 tahun selalu mengkonsumsi ikan dengan yang diet standar (Sumber: Pigott (1994) diacu Trilaksani et al. (2006)

Beberapa Regulasi terkait dengan Pengelolaan Sumberdaya Ikan UU No. 31 tahun 2004, Pasal 6 “Tujuan pengelolaan perikanan dalam WPP Indonesia diantaranya untuk tercapainya manfaat yang optimal dan berkelanjutan serta terjaminnya kelestarian sumberdaya ikan” TAC Indonesia = 80% JTB (Kepmentan No. 995 tahun 1999 tentang potensi sumberdaya ikan dan jumlah tangkapan yang diperbolehkan) SK Mentan No. 392/Kpts/IK.120/4/99 (Jalur-jalur penangkapan ikan) PP No. 54 tahun 2002. (Kewengan pemerintah daerah untuk perijinan kapal)

Fisheries Management Actions: Fishing zone policy Mesh regulation, e.g. prohibited mesh size of less than 2.5 cm in general and less than 6 cm for tuna and skipjack Purse Seine Taken fisheries allocation policy: fisheries resource evaluation, comprising of information on fisheries utilization, potential yield (MSY), exploitation level, and resource allocation on the basis of fishing license. Regulation for fishing vessel Management for Fish Aggregating Device (FAD) Fisheries Law 1985 MCS related to Indonesian EEZ law 1983 Local community convention (e.g. Awik-awik, Sasi, Panglima Laut, etc.) Regulation for by-catch utilization BED-shrimp trawl regulation

Rezim pengelolaan Open Access Open access, situasi dimana wilayah laut diluar batas juridiksi suatu negara, dan aktivitas perikanan tanpa pembatasan akses dengan kata lain siapapun dapat memanfaatkan sumberdaya laut tersebut. Istilah ini memiliki dua sisi pandang yang berbeda: 1) Perikanan tanpa regulasi Armada dan hasil tangkapan tidak dikontrol 2) Permasalahan akses sumberdaya Output perikanan (tangkapan dan ukuran ikan) dikontrol, tetapi input (jumlah kapal) tidak dikontrol

Riset dan Pengembangan Pemanfaatan Sumberdaya Ikan secara Berkelanjutan

mengurangi limbah yang tidak dimanfaatkan Peningkatan efisiensi pemanfaatan sumberdaya perikanan dalam rangka mempertahankan keanekaragaman hayati dan ketahanan pangan untuk peningkatan kesejahteraan Penelitian selektivitas alat penangkapan ikan Paket teknologi bone-separator untuk limbah pukat udang Target species Ekspor 1 2 dan 3 Industri makanan Penangkapan ikan 1 2 3 Bycatch Surimi Ketahanan pangan domestik 1 1 Industri pakan Kesejahteraan bangsa

Potensi by-catch pukat udang di Laut Arafura Yang Terbuang Sia-Sia Lokasi Fishing Ground Volume By-catch (ton/haul) (ton/hari) (ton/trip) Sekitar P. Dolak 1,03 7,21 216,30 0,93 6,50 195,09 Sekitar Kep. Aru 0,37 2,57 77,07 Perairan Avona 0,04 0,31 9,24 0,23 1,61 48,30 Rataan 0,52 3,64 109,20 Jumlah kapal pukat udang legal (unit) 336,00 Estimasi potensi (ton/tahun) 332.186,00 Sumber : Purbayanto et al. (2004)

Fish-meat bone separator (SuritechTM)

BENIH-BENIH IKAN HASIL RISET YANG DI-RELEASE, KURUN 2000-2003

Sinergi Perikanan Tangkap dan Budidaya SEA FARMING/RANCHING Sinergi Perikanan Tangkap dan Budidaya STOCK ENHANCEMENT/RESTOCKING HATCHERY ENCLOSURE PEN CULTURE CAGE CULTURE SEA RANCHING TARGET ANTARA

SEA RANCHING STOCK ENHANCEMENT PENANGKAPAN 1. Stock enhancement dilakukan setahun sekali dengan ikan ukuran 50-100 gr 2. Setelah 1,5 th atau ukuran ikan konsumsi 1 kg dipanen

Terima Kasih