Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Panen & Pascapanen Jagung

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Panen & Pascapanen Jagung"— Transcript presentasi:

1 Panen & Pascapanen Jagung
Teknologi Penanganan Pascapanen AET 303 Fakultas Pertanian - UNILA Semester Ganjil 2009/2010

2 Penentuan Saat Panen Disesuaikan dengan tujuan panen:
Jagung untuk sayur dipanen sebelum bijinya terisi penuh; diameter tongkol 1-2 cm Jagung untuk direbus dipanen ketika matang susu; tanda-tandanya kelobot masih berwarna hijau Jagung untuk pakan ternak, benih, dan tepung dipanen jika sudah tua dan mencapai masak fisiologis.

3 Standar mutu jagung menurut departemen perdagangan
Karakteristik Syarat-syarat Mutu I Mutu II Mutu III Kadar air % bobot/bobot, maks 14,0 15,5 Biji pecah % bobot/bobot, maks 3,0 5,0 9,0 Kadar kotoran % B/B, maks 4,0 Rusak/berkutu % B/B, maks 8,0 11,0

4 Panen & Pascapanen Jagung
Penanganan tahap pertama Pemanenan Pengeringan awal & pemipilan Pengeringan akhir Penanganan tahap kedua Pembersihan & sortasi Pengepakan & pengemasan Penyimpanan

5 PANEN JAGUNG Penentuan saat panen
Umur panen tergantung varietas,  3 - 3,5 bln. Dipanen saat masak fisiologis, tanda-tandanya: (1) sebagian besar daun sudah menguning, (2) beberapa daun mulai mengering, (3) kelobot menguning dan mengering seperti kertas, (4) biji jagung permukaannya mengkilap, (5) biji sudah mengeras dan bila digigit atau dipencet dengan kuku tidak meninggalkan bekas, (6) beberapa tongkol mulai terkulai (mengarah ke bawah).  Jagung dipanen dengan cara memutar tongkol berikut kelobotnya.

6 Percent of moisture at harvesting
Percent of losses when maize crop is harvested at various stages beyond maturity Percent of moisture at harvesting Parameter 30 25 20 15 Missing grain 1.4 2.6 4.7 8.7 Damaged grain 5.5 8.5 12.9 19.7 Source: AGROTEC/UNDP/OPS, 1991.

7 b. Pengeringan awal & pemipilan
Jagung yang masih berkelobot dikeringkan hingga mencapai kadar air 18% - 20%. Pengeringan tongkol dapat dilakukan di atas lantai atau pengalas dari lembaran bambu atau tikar. Alat pengering jenis Batch Dryer menggunakan suhu udara pengering 50o – 60oC, RH 40% (untuk jagung konsumsi, tetapi untuk benih suhu diatur 43o – 50oC). Note: beberapa petani sering menjemur jagung berikut kelobotnya agar tahan disimpan. Mereka biasa menyimpan di para-para, kayu / bambu di ruang dapur, sehingga udara selalu hangat dan sering mendapat asap Setelah dijemur sampai kering, jagung dapat langsung disimpan, dijual, atau dipipil terlebih dulu. Pemipilan untuk keperluan benih sebaiknya menggunakan tangan agar biji tidak retak. Pemipilan untuk keperluan konsumsi dapat menggunakan tangan atau alat pemipil jagung

8 Berbagi tipe pemipil jagung (corn shellers)

9 Pengeringan Jagung Type of crib for drying crops

10 c.. Pengeringan akhir Butir biji jagung dikeringkan agar kadar airnya turun dari 18% - 20% menjadi sekitar 12%. Bisa dijemur atau dengan alat pengering buatan (batch dryer). d. Pembersihan & sortasi Dilakukan setelah pengeringan untuk memisahkan dalam kelompok mutu I, II, atau III. Pengepakan atau pengemasan Jagung pipilan kering dikemas dalam 50 kg. Karung diberi label untuk menerangkan jenis jagung, kadar air, mutu dan lain-lain yang perlu. Penyimpanan Dalam karung disusun secara teratur, membujur-melintang atau dalam silo di tempat yang kering dan teduh. Kadar air dijaga  12%. Jika disimpan dalam waktu lama, pemeriksaan mutu dilakukan secara periodik.

11 penyimpanan benih…. Penyimpanan benih dalam waktu yang agak lama dapat dilakukan sbb: Benih yang sudah dipipil dimasukkan ke dalam kantong terigu Kantong terigu berikut benihnya dimasukkan ke dalam kaleng atau drum. Di daerah kantong diletakkan kayu yang dipasang melintang agar kantong tidak langsung menyentuh kaleng. Di dalam kaleng juga dimasukkan kapur untuk menyerap air dan udara Kaleng/drum ditutup rapat dan disimpan di tempat yang teduh dan kering

12 Maize Overall Losses Kehilangan (Loss): dalam konteks ini mengacu kepada penurunan yang terukur dari biji bahan makanan yang dapat berupa kuantitatif, kualitatif, nutritif, atau ekonomis. Kerusakan (Damage): mengandung arti adanya bukti deteriorasi yang dapat diamati (misal biji berlubang karena serangga, biji pecah/patah dsb. Quantitative loss: denote reduction in weight and can be defined, quantified and valued, For instances, a portion of grain eaten by insects, rodents, or lost during spillage or transportation Qualitative loss: damage or contamination of the grain. It is difficult to assess or quantify because is a subjective criteria, but can be described by comparison with quality standards

13 Losses (2) Nutritional loss: reduction of the food value of the crop. It can be qualitative and quantitative loss and is also difficult to identify Germinative loss: represent a reduction in germination ability. Methods of laboratory exists to measure the degree of viability of a sample of seeds Economic loss: reduction in monetary value of the product due a reduction in quality and quantity. Since quality loss is difficult to quantify it is also difficult to quantify economic loss.

14

15 Factors and causes of grain loss.
Physical factors: Temperature, Moisture Biological factors: Produce properties or characteristics; Insects and mites; Birds, rodents and other wildlife; Microorganism: fungi, moulds and bacteria; and Man Mechanical factors: Type and efficiency of on-farm transport; Speed and ground conditions of use Engineering factors: Type and efficiency of harvesting tools, equipment and machines; Primary processing equipment and machines; Drying and storage structures Socio-economic factors: Knowledge & financial status of the farm household; Farming system and level; Storage and marketing system and level

16 Level of loss during maize post-harvest system
1) Field drying and harvesting, 2) Transport, 3) On-farm drying, 4) Threshing/shelling and cleaning, 5) Storage, 6) Marketing


Download ppt "Panen & Pascapanen Jagung"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google