Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAB 9 KEBIJAKAN DIVIDEN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAB 9 KEBIJAKAN DIVIDEN."— Transcript presentasi:

1 BAB 9 KEBIJAKAN DIVIDEN

2 Harga saham BBCA: Rp.16,925 Dividen Rp.130,- Ratio Dividen = 0.76%

3 IKHTISAR BAB 9 Kebijakan dividen melibatkan keputusan apakah akan membagikan laba atau menahannya untuk diinvestasikan kembali di dalam perusahaan Penerbit Erlangga

4 KEBIJAKAN DIVIDEN Kebijakan dividen menyangkut tiga masalah:
Seberapa banyak laba yang harus dibagikan secara rata-rata selama jangka waktu tertentu? Apakah pembagian itu sebaiknya dalam bentuk dividen tunai atau pembelian kembali saham? Apakah perusahaan sebaiknya mempertahankan tingkat pertumbuhan dividen yang stabil? Note: Penjelasan mengenai pembelian kembali saham, Penerbit Erlangga

5 KEBIJAKAN DIVIDEN YANG OPTIMAL
Kebijakan dividen yang optimal berusaha menetapkan keseimbangan antara dividen saat ini dan pertumbuhan di masa mendatang yang memaksimumkan harga saham perusahaan Penerbit Erlangga

6 TEORI (1): Ketidakrelevanan Dividen
Miller dan Modigliani menyusun teori ketidakrelevanan dividen, yang menyatakan bahwa kebijakan dividen perusahaan tidak mempunyai pengaruh terhadap nilai sahamnya ataupun terhadap biaya modalnya Pembagian laba dalam bentuk deviden tidak relevan dengan peningkatan kemakmuran atau kekayaan pemegang saham. Karena deviden pay out ratio hanya merupakan bagian kecil dari keputusan pendanaan perusahaan, nilai perusahaan ditentukan tersendiri oleh kemampuan aktiva perusahaan untuk menghasilkan laba atau kebijakan investasi. Note: Penjelasan biaya modal, Penerbit Erlangga

7 TEORI (2): Bird-in-the-Hand
Kebanyakan pemilik saham lebih menyukai pembayaran dividen saat ini daripada menundanya untuk direalisir dalam bentuk “capital gain” nanti. Tarif pajak untuk “capital gain” memang sering lebih rendah daripada untuk dividen, namun para pemilik saham banyak yang lebih menyukai dividen saat ini, karena dengan pembayaran dividen sekarang maka penerimaan uang tersebut sudah pasti, sedangkan apabila ditunda ada kemungkinan bahwa apa yang diharapkan meleset. Teori ini dianut oleh Myron Bordon dan John Lintner (Husnan, 1993). Penerbit Erlangga

8 TEORI (3): Preferensi Pajak
Keuntungan modal dikenakan tarif pajak yang lebih rendah daripada untuk pembagian dividen, karena itu investor yang  kaya mungkin lebih suka perusahaan menahan dan menanamkan kembali laba di dalam perusahaan. Pajak atas keuntungan tidak dibayarkan sampai saham terjual, karena adanya  nilai efek waktu, satu dolar pajak yang dibayarkan di masa mendatang mempunyai biaya efektif yang lebih rendah daripada satu dolar yang dibayarkan hari ini. Jika selembar saham dimiliki oleh seseorang sampai ia meninggal, sama sekali  tidak ada pajak keuntungan modal yang terutang, ahli waris dapat terhindar dari pajak keuntungan modal. Penerbit Erlangga

9 KESIMPULAN TEORI Pengujian secara empiris atas ketiga teori tersebut masih belum meyakinkan Karenanya, para akademisi tidak dapat mengatakan kepada para manajer perusahaan, bagaimana perubahan tertentu dalam kebijakan dividen akan mempengaruhi harga saham dan biaya modal Penerbit Erlangga

10 PERUBAHAN KEBIJAKAN DIVIDEN: Faktor-faktor Pertimbangan
Kebijakan dividen sebaiknya memperhitungkan kandungan informasi dari dividen (pengisyaratan) dan pengaruh klientele (kelompok) pemegang saham Kedua faktor itu harus dipertimbangkan oleh perusahaan yang sedang mempertimbangkan perubahan dalam kebijakan dividennya Note: Kandungan informasi dividen, Penerbit Erlangga

11 PERUBAHAN KEBIJAKAN DIVIDEN: Pengisyaratan dan Pengaruh Klientele
Kandungan informasi, atau pengisyaratan, berkaitan dengan kenyataan bahwa investor menganggap perubahan dividen yang tidak diharapkan sebagai suatu isyarat dari perkiraan manajemen atas laba yang akan datang Pengaruh klientele menyatakan bahwa suatu perusahaan akan menarik bagi investor yang menyukai kebijakan dividen perusahaan tersebut Penerbit Erlangga

12 KEBIJAKAN MEMBAYAR DIVIDEN: Naik Secara Mantap
Dalam praktiknya, kebanyakan perusahaan mencoba mengikuti kebijakan untuk membayar dividen yang naik secara berkala Kebijakan ini memberi investor suatu pendapatan yang stabil dan dapat diandalkan, juga memberi isyarat kepada investor tentang harapan manajemen akan laba di masa datang Penerbit Erlangga

13 KEBIJAKAN MEMBAYAR DIVIDEN: Residual
Perusahaan akan membayar devidennya jika hanya tidak memiliki kesempatan investasi yang menguntungkan, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara pertumbuhan dan pembayaran deviden. Penerbit Erlangga

14 KEBIJAKAN MEMBAYAR DIVIDEN: Pertimbangan-pertimbangan Lain
Juga dipertimbangkan perusahaan ketika menetapkan kebijakan dividen: kendala hukum peluang investasi ketersediaan serta biaya dana dari sumber lain pajak Penerbit Erlangga

15 DIVIDEND REINVESTMENT PLAN
Rencana reinvestasi dividen (dividend reinvestment plan, DRP atau DRIP) memungkinkan pemegang saham suatu perusahaan secara otomatis menggunakan dividennya untuk membeli lembar saham tambahan dari perusahaan tersebut DRP populer karena rencana itu memungkinkan pemegang saham untuk mendapatkan saham tambahan tanpa mengeluarkan biaya pialang Penerbit Erlangga

16 PEMECAHAN SAHAM (1) Pemecahan saham (stock split) meningkatkan jumlah saham yang beredar Pemecahan saham biasanya mengurangi harga per saham sesuai dengan proporsi kenaikan jumlah saham yang beredar karena pemecahan saham hanyalah seperti "memotong kue menjadi bagian- bagian yang lebih kecil" Penerbit Erlangga

17 PEMECAHAN SAHAM (2) Perusahaan biasanya memecah saham mereka hanya jika: harganya sangat tinggi manajemen berpendapat bahwa keadaan masa mendatang cerah Karena itu, pemecahan saham seringkali dipandang sebagai isyarat positif oleh investor sehingga akan melambungkan harga saham Penerbit Erlangga

18 DIVIDEN SAHAM Dividen saham adalah dividen yang dibayarkan dalam bentuk lembar saham tambahan, bukan dalam bentuk tunai Baik dividen saham maupun pemecahan saham dimaksudkan untuk mempertahankan harga saham pada suatu tingkat yang "optimal" Penerbit Erlangga

19 PEMBELIAN KEMBALI SAHAM
Berdasarkan rencana pembelian kembali saham, perusahaan membeli kembali sejumlah sahamnya yang beredar, yang berarti mengurangi jumlah lembar saham, sehingga menaikkan EPS dan harga saham tersebut Pembelian kembali saham berguna untuk mengadakan perubahan besar dalam struktur modal perusahaan dan membagikan kelebihan uang kas sementara Penerbit Erlangga

20 TERIMA KASIH


Download ppt "BAB 9 KEBIJAKAN DIVIDEN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google