Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KEBIJAKAN PUBLIK: Variasi Pemaknaan dan Implikasinya Purwo Santoso.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KEBIJAKAN PUBLIK: Variasi Pemaknaan dan Implikasinya Purwo Santoso."— Transcript presentasi:

1 KEBIJAKAN PUBLIK: Variasi Pemaknaan dan Implikasinya Purwo Santoso

2 2 Misi Pembahasan •Mencermati Keanekaragaman makna (penggunaan konsep) kebijakan. •Melacak ‘proses’ yang dirujuk dalam masing-masing pemaknaan.

3 3 lensa pandang REALITA BAYANGAN TENTANG REALITAS (HASIL ANALISIS) INFORMASI yang dimiliki, KERANGKA TEORI dan NILAI- NILAI yang dianut analis kebijakan Preferensi, Tindakan & Perilaku perspektif

4 4 Mengapa perlu kesadaran akan ‘perspektif’ ?  Pre-konsepsi yang berbeda-beda tentang obyek kajian.  Pre-konsepsi: Optimis vs. skeptis Setengah kosong ? Setengah penuh ?

5 5 Mengapa perlu kesadaran akan ‘perspektif’ ?  Bayangan tentang normalitas: perdebatan publik, keniscayaan ataukah kendala demokrasi. Menurut anda Gambar mana yang lebih baik ? AB

6 6 Mengapa perlu kesadaran akan ‘perspektif’ ?  Adanya kesulitan mendapatkan pengamatan yang utuh tentang suatu fenomena. –Illustrasi: Cerita tentang lima orang buta dan deskripsinya tentang gajah. –Implikasi: Dalam melakukan kajian akademisi harus membatasi cakupan kajiannya, namun memiliki kejelasan perspektif. –Manifestasi: variasi bidang keilmuan adalah variasi perspektif dalam memandang fenomena.  Ilmu politik  kekuasaan  Psikologi  kejiwaan  Ekonomi  kesejahteraan

7 7 Mengapa perlu kesadaran akan ‘perspektif’ ?  Kehirauan (concern) seseorang sangat dipengaruhi stand-point-nya (titik dimana dia berpijak). Titik pijakKehirauan Administrator & militer Kelangsungan prosedur, terlaksananya perintah Politisi Tercapainya tujuan diri/kelompoknya Pengusaha Keuntungan Aktivis Perubahan tatanan

8 8 lensa pandang REALITA INFORMASI yang dimiliki, KERANGKA TEORI dan NILAI-NILAI yang dianut analis kebijakan lensa pandang BAYANGAN TENTANG REALITA INFORMASI yang dimiliki, KERANGKA TEORI dan NILAI- NILAI yang dianut analis kebijakan Preferensi, tindakan dan perilaku ‘X’ Preferensi, tindakan dan perilaku ‘Y’ BAYANGAN TENTANG REALITA perspektif

9 9 Variasi berdasarkan lingkup disain formula keputusan otoritatif mendisain kebijakan formulaasi kebijakan memutuskan opsi kebijakan

10 10 Komprehensifitas dan derajat perubahan disain formula keputusan otoritatif Langkah untuk ditempuh Mekanisme, prosedur, tatanan, aksi-reaksi system, paradigma, budaya

11 11 asumsi- asumsi jendela pandang nilai yang dianut ‘Kewajaran’ atau ‘normalitas’ = konsistensi kaitan antara asumsi, nilai dan sudut pandang

12 12 Aspek-aspek yang dikedepankan •Rasionalitas: –Pembuat kebijakan –Sasaran kebijakan •Berbedaan dan perjuangan kepentingan –Konflik dan kerja sama –Aksi-reaksi •Pengelolaan –Keteraturan dalam pencapaian tujuan –Kemenangan-kekalahan aktor dalam proses

13 13

14 14 Kaitan antara kedua pendekatan Pendekatan rasional-komprehensif Pendekatan learning Pencurahan kapasitas managerialPencurahan kapasitas belajar dan memahami konteks

15 15 Corak-corak kebijakan berdasar tendensi politisnya (T. Lowi: 1972) Kebijakan DISTRIBUTIF Kebijakan KONSTITUENSI Kebijakan REGULATIF Kebijakan REDISTRIBUTIF Tindakan individu Tekanan lingkungan Medium penerapan paksaan Tipe aturan Primer Sekunder Partai politik (4) vs Kelompok kepent. (3) Orang vs. tipe orang (1) (2) Tendensi politik

16 16 Perbedaan cara memaknai masalah kebijakan (T. Lowi: 1972) RegulatifDistributifRedistributif Consititu- entif KECENDE- RUNGAN UMUM (mainstream) KESALAHAN (error) MANFAAT (utility) JATAH (entitlement) AKUNTA- BILITAS RADIKAL DOSA (sin) KELU- HURAN (civic virtue) HAK (rights) KOMITMENT

17 17 Perspektif teknokratis PenyebabKebijakanEfek

18 18 Agenda setting Pengambilan keputusan Implementasi Output Outcome Perspektif prosedural

19 19 Keterbatasan Pendekatan Administratif Agenda setting Pengambilan keputusan Implementasi Output Outcome •‘Proses’ kebijakan bukanlah sekedar persoalan ‘prosedur’ •Reduksi ‘proses’ menjadi ‘prosedur’ menjadikan kita tidak faham/peduli bagaimana konversi ‘output’ menjadi ‘outcome’ (dampak). •Perlu diungkap dengan perspektif lain: kebijakan publik sebagai fenomena sosial-politik Cenderung dimaknai sebagai previllage pejabat negara

20 20 Kebijakan publik sebagai tahapan administrasi publik •Kondisi awal masyarakat •Mengedepankan keadaan dalam agenda politik •Inisiasi oleh suatu organ pemerintah yg relevan •Review sumberdaya dan kendala •Penentuan pilihan •Pengabsahan pilihan •Implementasi, termasuk penciptaan output •Terjadinya dampak dan evaluasinya •Feed back: •Thd mereka yg mengambil inisiatif dan memelihara proses •Efek masyarakat yang terkena efek

21 21 Perspektif: SISTEM Aspirasi: •Tuntutan •Dukungan Keputusan kebijakan: •Untungkan fihak tertentu. •Rugikan fihak lain Interaksi antar aktor-aktor terkait: •Agregasi •Penentuan DSP •Tawar-menawar •Briging, mediasi, arbritasi •Penegakan prosedur Pengambilan keputusan Umpan balik

22 22 Perspektif Social marketing KETERLIBATAN STAKEHOLDERS  Pendidikan thd policy makers ttg. Kebutuhan stake holders dan efek kebij.  Pendidikan thd. stakeholders ttg. issue kebijakan REDISAIN KEBIJAKAN PUBLIC HEARING PUTUSKAN, KOMUNIKASIKAN, PIMPIN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MONITOR DAN SESUAIKAN DEFINISI MASALAH DAN SETTING AGENDA KONSULTASIKAN, LIBATKAN, AKOMODASIKAN RUMUSKAN DAN EVALUASI ALTERNATIF- ALTERNATIF Sumber: J.A. Altman, 1994

23 23 INTERVENSI KEBIJAKAN SISTEM SOSIAL struktur sosial tata kelembagaan sistem nilai pola perilaku dll. EFEK KEBIJAKAN ALOKASI REGULASI DISTRIBUSI REDISTRIBUSI INSENTIF DAN DISINSENTIF

24 24 Masing-masing model berbeda dalam memandang: •Cakupan pengamatan. •Bayangan tentang individu. •Ketidakpastian, informasi dan keyakinan •Sifat dan peran berbagai kelompok. •Level tindakan. •Fase-fase kebijakan yang dicermati.


Download ppt "KEBIJAKAN PUBLIK: Variasi Pemaknaan dan Implikasinya Purwo Santoso."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google