Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TEORI KEUANGAN 1.Teori Discounted Cash Flow 2.Teori Struktur Modal 3.Teori Dividen 4.Teori Pasar Modal 5.Teori Portofolio dan CAPM 6.Teori Opsi 7.Teori.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TEORI KEUANGAN 1.Teori Discounted Cash Flow 2.Teori Struktur Modal 3.Teori Dividen 4.Teori Pasar Modal 5.Teori Portofolio dan CAPM 6.Teori Opsi 7.Teori."— Transcript presentasi:

1 TEORI KEUANGAN 1.Teori Discounted Cash Flow 2.Teori Struktur Modal 3.Teori Dividen 4.Teori Pasar Modal 5.Teori Portofolio dan CAPM 6.Teori Opsi 7.Teori Keagenan 8.Teori Asymetric

2 I. Teori Discounted Cash Flow  Proses menilai arus kas dimasa mendatang disebut Analisis discounted cash flow (DCF). Konsep dasar dari teori ini adalah pada Time Value of Money.  Teori ini dikembangkan oleh John Burr Williams dan Myron J. Gordon.

3 TIME VALUE of MONEY M. Wispandono  Arti Penting Time Value of Money Konsep time value of money banyak digunakan di bidang manajemen keuangan yang berhubungan dengan pengambilan keputusan investasi dalam jangka panjang maupun keputusan lainnya, seperti keputusan tentang struktur keuangan, leasing, pembayaran obligasi, teknik penilaian surat berharga, dan permasalahan biaya modal merupakan subyek yang sulit dimengerti tanpa adanya pengetahuan dan pemahaman tentang konsep ini.  Lingkup Kajian Konsep time value of money pada dasarnya memperhitungkan masalah bunga yang lahir karena sebagai “kompensasi” dari adanya perjalanan waktu dari keputusan di bidang keuangan. Faktor bunga yang diperhitungkan adalah bunga sederhana (simple interest) dan atau bunga majemuk (compound interest ).

4 BUNGA SEDERHANA  Bunga sederhana merupakan bunga yang dibayarkan (dihasilkan) hanya dari jumlah awal atau pokok pinjaman. Jumlah uang dari bunga sederhana merupakan fungsi dari tiga variabel: jumlah pokok pinjaman, tingkat bunga per- periode waktu, dan jangka waktu pinjaman.  Formula untuk menghitung jumlah rupiah yang diterima di masa depan dari bunga sederhana: FV n = P o [ 1 + (i)(n) ]  Formula untuk mencari uang pokok atau nilai/jumlah sekarang dari sejumlah uang yang dierima di masa depan dari bunga sederhana: PVo = Po = FVn / [ 1 + (i)(n) ]

5 BUNGA MAJEMUK  Bunga majemuk adalah bunga yang dibayarkan (dihasilkan) terhadap bunga yang dihasilkan sebelumnya serta pokok pinjaman. * Formula untuk menghitung jumlah rupiah yang diterima di masa akan datang dari bunga majemuk adalah: FV n = P o (1 + i)ⁿ FV n = P o (1 + i)ⁿ atau : atau : FV n = P o (FVIF i,n) FV n = P o (FVIF i,n) Di mana FVIF i,n [yaitu nilai majemuk, tingkat bunga i % untuk n periode (lihat tabel A-1)]. Di mana FVIF i,n [yaitu nilai majemuk, tingkat bunga i % untuk n periode (lihat tabel A-1)]. * Formula untuk menghitung nilai/jumlah sekarang dari sejumlah uang yang diterima di masa akan datang pada tingkat diskonto (kapitalisasi) tertentu adalah : PV o = FV n [1/ (1 + i)ⁿ] PV o = FV n [1/ (1 + i)ⁿ] atau: atau: PV o = FV n (PVIF i,n ) PV o = FV n (PVIF i,n ) Di mana PVIF i,n [yaitu faktor bunga nilai sekarang pada tingkat bunga i % untuk n periode (lihat tabel A-2)]. Di mana PVIF i,n [yaitu faktor bunga nilai sekarang pada tingkat bunga i % untuk n periode (lihat tabel A-2)].

6  Berapa nilai sekarang dari $500 yang diterima 10 tahun kemudian jika tingkat bunga 6%?  Berapakah uang yang akan diterima 10 tahun lagi kalau sekarang uang sebanyak $5 ribu disimpan di Bank dengan bunga 10% (majemuk) per tahun?  Berapa tahunkah yang dibutuhkan untuk mengembangkan $500 menjadi $1039,50 jika disimpan dengan bunga 5% majemuk per tahun?  Berapakah bunga yang diperlukan untuk mengembangkan $500 menjadi $1.948 dalam waktu 12 tahun?

7 ANUITAS •Anuitas adalah rangkaian pembayaran atau penerimaan dalam jumlah yang sama besar selama periode waktu tertentu. •Pada anuitas biasa, pembayaran atau penerimaan terjadi pada akhir setiap periode. •Pada anuitas jatuh tempo, pembayaran atau penerimaan terjadi pada awal setiap periode.

8 ANUITAS BIASA * Formula mencari nilai masa depan dari sejumlah pembayaran atau penerimaan yang sama besarnya selama n periode adalah: n FVAn = R { ∑ ( 1 + i ) na } a=1 atau : FVAn = R (FVIFA i,n) Di mana FVIFA i,n merupakan faktor nilai bunga masa depan untuk anuitas i% pada n periode (lihat tabel A-3). *Formula mencari nilai/jumlah sekarang dari sejumlah pembayaran atau penerimaan periodik yang sama besarnya selama n periode adalah : n PVA n = R { ∑ 1/ (1+i)ª } a=1 = R {(1-[1/(1+i)ⁿ] / i} atau secara lebih sederhana: PVA n = R (PVIF i,n ) Di mana PVIF i,n merupakan faktor nilai bunga sekarang dari anuitas biasa pada i% untuk n periode(lihat tabel A-4).

9 ANUITAS JATUH TEMPO * Kunci utama untuk membedakan anuitas biasa dengan anuitas jatuh tempo terletak pada titik di mana nilai masa depan diperhitungkan. Pada anuitas biasa, arus kas terjadi pada akhir dari setiap periode dan nilai masa depan dihitung sebagai arus kas terakhir. Pada anuitas jatuh tempo, arus kas terjadi pada awal setiap periode dan nilai masa depan dihitung sebagai salah satu periode setelah arus kas terakhir. * Formula menghitung nilai masa depan dari anuitas jatuh tempo pada i% untuk n periode (FVAD n) adalah : FVAD n = R (FVIFA i,n ) (1+i) * Formula menghitung nilai/jumlah sekarang dari anuitas jatuh tempo pada i% untuk n periode (PVAD n) adalah: PVAD n = R (PVIFA i,n-1 ) + R = R (PVIFA i,n-1 + 1)

10 PEMAJEMUKAN LEBIH DARI SATU KALI SETAHUN  Tingkat bunga nominal vs bunga efektif Tingkat bunga nominal merupakan tingkat bunga tercatat pada tahun yang belum disesuaikan dengan frekuensi pemajemukan. Jika bunga dimajemukkan lebih dari satu kali dalam setahun, tingkat bunga efektif akan lebih tinggi dari tingkat nominal. Tingkat bunga nominal merupakan tingkat bunga tercatat pada tahun yang belum disesuaikan dengan frekuensi pemajemukan. Jika bunga dimajemukkan lebih dari satu kali dalam setahun, tingkat bunga efektif akan lebih tinggi dari tingkat nominal.  Formula untuk menentukan nilai masa depan pada akhir tahun n di mana bunga dibayarkan m kali dalam satu tahun adalah : FV n = PVo (1 + [i/m]) m n FV n = PVo (1 + [i/m]) m n  Formula untuk menentukan nilai sekarang dari uang yang diterima pada akhir tahun tertentu dengan tingkat diskonto nominal yang dimajemukkan sebanyak m kali dalam satu tahun adalah: PVo = FVn / [1 + (i/m)] m n PVo = FVn / [1 + (i/m)] m n

11 contoh untuk penggunaan tabel A1 &tabel A4 MENENTUKAN SUKU BUNGA  Dalam banyak kasus, nilai sekarang dari arus kas yang berkaitan dengan pembayaran/penerimaan di masa depan sudah diketahui akan tetapi suku bunga tidak diketahui.Misal, pada hari ini Bank memberikan pinjaman Rp1 juta dan debitor harus mengembalikan Rp pada akhir tahun kelima. Berapa suku bunga pinjamannya? Kasus ini dapat diselesaikan dengan formula: FVIF (i,n) = FV (i,n) / Po  Cara yang sama dapat dipakai untuk menentukan suku bunga yang terkandung dalam suatu anuitas. Misal, Bank memberikan kredit Rp dan debitor harus membayar Rp1 juta pada setiap akhir tahun selama 3 tahun. Berapakah suku bunga yang diperhitungkan oleh Bank tersebut?. Formula yang bisa dipakai untuk memecahkan kasus tersebut adalah : PVIFA (i,n) = PV (i,n) / a


Download ppt "TEORI KEUANGAN 1.Teori Discounted Cash Flow 2.Teori Struktur Modal 3.Teori Dividen 4.Teori Pasar Modal 5.Teori Portofolio dan CAPM 6.Teori Opsi 7.Teori."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google