Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh : Dr. Sudi Astono, MS Direktorat Pengawasan Norma K3 Depnakertrans RI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh : Dr. Sudi Astono, MS Direktorat Pengawasan Norma K3 Depnakertrans RI."— Transcript presentasi:

1

2 Oleh : Dr. Sudi Astono, MS Direktorat Pengawasan Norma K3 Depnakertrans RI

3 -Perlindungan keselamatan dan kesehatan tenaga kerja beserta Kompensasinya -Diperoleh data kecelakaan dan PAK -Memudahkan identifikasi & analisis guna menemukan faktor penyebab -Dapat memberikan syarat perbaikan agar kecelakaan tidak terulang kembali (Perencanaan) -Mengendalikan kerugian dari kecelakaan (control of accident loss) TUJUAN PELAPORAN KECELAKAAN KERJA DAN PAK

4 1. UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 2.UU No. 3 Tahun 1992 ttg Jamsostek 3.PP No. 14 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Jamsostek 4.Keppres No. 22 Tahun 1993 tentang Penyakit yang Timbul dalam Hubungan Kerja 5.Permenaker No 02 Tahun 1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja 6.Permenaker No 01 Tahun 1981 tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja 7.Permenaker No 03 Tahun 1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja 8.Permenaker No 333 tahun 1989 tentang Diagnosis dan Pelaporan Penyakit Akibat Kerja 9.Permenaker No. 5/Men/1993 tentang Juknis Pendaftaran Kepesertaan, Pembayaran Iuran, Pembayaran Santunan dan Pelayanan Jamsostek.

5 9.Permenaker No. 04/Men/93 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja 10.Permenaker No. 03/Men/1998 tentang Tata Cara Pelaporan & Pemeriksaan Kecelakaan 11.Kepmenakertrans No 79 tahun 2003 tentang Pedoman Diagnosis dn Penilaian Cacat Karena Kecelakaan dan PAK 12.Permenaker No. 64 Tahun 2005 tentang Perubahan ke empat atas PP No. 14 tahun 1993

6 Meliputi kecelakaan di tempat kerja yang terdiri : - Kecelakaan kerja - PAK - Peledakan - Kebakaran - Bahaya pembuangan limbah - Kejadian bahaya lainnya Ruang Lingkup Kecelakaan Kerja

7 PENGERTIAN : Permenaker 3/98 (Tentang : Tata Cara Pelaporan & Pemeriksaan Kecelakaan Kerja) : Kecelakaan : kejadian yg tdk dikehendaki dan tdk diduga sebelumnya yg dpt menimbulkan korban manusia dan atau harta benda. UU 3 th 1992 (Jamsostek) : Kecelakaan Kerja : kecelakaan yg terjadi berhubung dengan hubungan kerja, termasuk penyakit yg timbul karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yg terjadi dlm perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja, dan pulang ke rumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui.

8 Istilah  Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) : keadaan tenaga kerja yang sementara tidak mampu bekerja karena masih dalam keadaan perawatan dokter  Cacat sebagian untuk selama-lamanya : hilang atau tidak berfungsinya sebagian anggota tubuh tenaga kerja untuk selama-lamanya  Cacat total untuk selama-lamanya : keadaan tenaga kerja tidak mampu bekerja sama sekali untuk selama-lamanya

9 UNDANG-UNDANG No. 1 TH 1970 Ttg KESELAMATAN KERJA Pasal 11 •Pengurus diwajibkan melaporkan setiap kecelakaan yg terjadi dalam tempat kerja yg dipimpinnya, kpd pejabat yg ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. •Tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan oleh pegawai dimaksud dalam ayat (1) diatur dgn peraturan perundangan.

10 Permenaker No 05 Tahun 1993 Petunjuk Teknis Penaftaran Kepesertaan, Pembayaran Iuran, Pembayaran Santunan dan Pelayanan Jamsostek Pasal 7 1) Pengusaha wajib melaporkan setiap kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerjanya kpd Kantor Depnaker/Disnaker dan Badan Penyelenggara setempat sebagai laporan kecelakaan kerja tahap I dalam waktu tidak lebih dari 2 X 24 jam terhitung sejak terjadinya kecelakaan dengan mengisi formulir Jamsostek 3 2) Pengusaha wajib mengirimkan Laporan Kecelakaan Kerja Tahap II kpd Depnaker/Disnaker dan Badan Penyelenggara setempat dengan mengisi formulir Jamsostek 3a dalam waktu tidak lebih dari 2 X 24 jam setelah tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja berdasarkan surat keterangan dokter yang menerangkan : a.Keadaan sementara idak mampu bekerja telah berakhir; atau b.Keadaan cacat sebagian untuk selama-lamanya; atau c.Keadaan cacat total untuk selama-lamanya baik fisik maupun mental; atau d.Meninggal dunia. 3) Surat keterangan dokter dimaksud menggunakan Formulir Jamsostek 3b. Untuk Peserta Jamsotek

11 Permenaker No 05 Tahun 1993 Petunjuk Teknis Penaftaran Kepesertaan, Pembayaran Iuran, Pembayaran Santunan dan Pelayanan Jamsostek Pasal 8 1) Pengusaha wajib melaporkan penyakit yang timbul karena hubungan kerja dalam waktu tidak lebih dari 2 X 24 jam terhitung sejak terjadinya kecelakaan dengan mengisi formulir Jamsostek 3 sejak menerima diagnosis dari Dokter Pemeriksa 2) Dalam hal penyakit yang timbul karena hubungan kerja, surat keterangan dokter sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 menggunakan Formulir Jamsostek 3c. Untuk Peserta Jamsotek

12 Permenaker No 04 Tahun 1993 Tentang Jaminan Kecelakaan Kerja Ps 2 : 1)Tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja berhak mendapatkan jaminan kecelakaan kerja yang terdiri dari : a.Pengangkutan dari tempat kejadian ke rumah sakit yang terdekat atau ke rumahnya b.Pemeriksaan, pengobatan dan atau perawatan di rumah sakit c.Biaya pemakaman 2)Selain jaminan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) juga diberikan santunan berupa uang yang tdd : a.Santuanan STMB b.Santuanan cacat sebagian untuk selama-lamanya c.Santuanan cacat total untuk selama-lamanya d.Santunan kematian 3)Besarnya Jaminan Kecelakaan Kerja sebagaimana dimaksud alam ayat (1) dan (2) sesuai lampiran Untuk Non Peserta Jamsotek

13 Permenaker No 04 Tahun 1993 Tentang Jaminan Kecelakaan Kerja Ps 6 :  Pengusaha wajib membuat daftar Perusahaan Wajib Bayar Jaminan Kecelakaan Kerja di perusahaan atau di bagian perusahaan yang berdiri sendiri yang dibuat sesuai dengan Bentuk KK 1 dan didaftarkan ke kantor Depnaker/Disnaker setempat Ps 8 : 1)Pengusaha wajib melaporkan secara tertulis kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerjanya kpd Kantor Depnaker/Disnaker setempat dalam waktu tidak lebih dari 2 X 24 jam. 2)Pelaporan dapat dilakukan secara lisan sebelum secara tertulis 3)Dalam hal PAK, laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (2) disampaikan dalam waktu tidak lebih dari 2 X 24 jam setelah didiagnosis oleh dokter pemeriksa. 4)Laporan tertulis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (3) dilakukan dengan mengisi Laporan Kecelakaan Kerja Tahap I sesuai dg bentuk KK 2 Untuk Non Peserta Jamsotek

14 Permenaker No 04 Tahun 1993 Tentang Jaminan Kecelakaan Kerja Ps 9 : 1)Pengusaha wajib mengirim Laporan Kecelakaan Kerja Tahap II kpd Kantor Depnaker/Disnaker setempat dengan mengisi Bentuk KK. 3 dalam waktu tidak lebih dari 2 X 24 jam setelah tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan berdasarkan surat keterangan dokter dinyatakan : a.Keadaan sementara tidak mampu bekerja telah berakhir b.Keadaan cacat sebagian untuk selama-lamanya c.Keadaan cacat total untuk selama-lamanya d.Meninggal dunia 2)Surat keterangan dokter sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) menggunakan Bentuk KK. 4 3)Dalam hal PAK, surat keterangan dokter sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) menggunakan Bentuk KK. 5 4)Dalam KK. 4 atau KK. 5 sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan (3) harus disampaikan oleh pengusaha kpd Kantor Depnaker/Disnaker setempat Untuk Non Peserta Jamsotek

15 Permenaker No 04 Tahun 1993 Tentang Jaminan Kecelakaan Kerja Ps 10 : Tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja sementara tidak mampu bekerja, perusahaan wajib terus membayar upah tenaga yang bersangkutan sebagaimana dalam pasal 2 ayat (2) huruf a sampai dokter pemeriksa menetapkan akibat kecelakaan kerja yang dideritanya. Untuk Non Peserta Jamsotek

16 1.Pengurus/pengusaha wajib melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja yang dipimpinnya baik yang telah mengikutsertakan pekerjanya kedalam program Jamsostek maupun yang belum. 2.Kecelakaan yang dilaporkan terdiri dari :  Kecelakaan kerja  Penyakit akibat kerja  Kebakaran, Peledakan dan Bahaya Pembuangan Limbah  Kejadian berbahaya lainnya 3.Melaporkan secara tertulis kepada Dinas Ketenagakerjaan setempat dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam sejak terjadi kecelakaan dengan menggunakan formulir bentuk 3 KK2 A. (penggani bentuk KK2) 4.Pelaporan dapat dilakukan secara lisan sebelum secara tertulis Permenaker No 3 tahun 1998

17 5.Pengurus/pengusaha yang telah mengikuti program Jamsostek, tata cara pelaporannya sesuai Permenaker No 05 tahun 1993 ttg Juknis Pendaftaran Kepesertaan, Pembayaran Iuran, Pembayaran Santunan dan Pelayanan Jamsostek. 6.Pengurus/pengusaha yang belum mengikuti program Jamsostek, tata cara pelaporannya sesuai Permenaker No. 04 tahun 1993 ttg Jaminan Kecelakaan Kerja. Permenaker No 3 tahun 1998

18 - Dirjen Binwasnaker Susun analisis Lap FR & SR tk Nasional Laporan Kec Kerja (Bentuk KK. 2A) Kakadisnaker Kab/kota Peg.Pengawas ALUR PELAPORAN KEC KERJA DAN PAK Formulir lap Riksa & Kaji - Lamp II utk Kec Kerja - Lamp III utk PAK - Lamp IV utk Peledakan, Kebakaran dan bhy pembuangan limbah - Lamp V utk bhy lain Kakanwil depnaker/ Kadisnaker Prop - Susun analisis Lap Kec. tiap akhir bulan sesuai lamp VI - Sampaikan selambat- 2nya tgl 5 bln berikutnya MENTERI atau Pejabat yg ditunjuk - Susun analisis Lap Kec. Tiap-tiap bulan sesuai lamp VII - Sampaikan segera

19 Laporan Kecelakaan Tahap I … Form Jamsostek 3/ KK. 2 A (Kec dan PAK) Laporan Kecelakaan Tahap II : (berfungsi sebagai pengajuan pembayaran Jamsostek) • Form Jamsostek 3a (KK3) ….. u/ Kecelakaan kerja • Form Jamsostek 3b (KK.4) … surat keterangan dokter u/ kecelakaan • Form Jamsostek 3c (KK5) ….. surat keterangan dokter u/ PAK •Fc kartu peserta •Kuitansi biaya pengobatan dan angkutan •Dokumen pendukung lainnya Badan Penyelenggara (Jamsostek) menetapkan besarnya santunan dan penggantian biaya 2 X 24 Jam stl Kejadian Kec / Diagnosa PAK 2 X 24 Jam stl ada Ket. Dokter KECELAKAAN ATAU PAK -STMB berakhir, Cacat, Meninggal dunia Disnakertrans Kab/Kota &Jamsostek ALUR PENGAJUAN KLAIM KEC KERJA DAN PAK Perusahaan

20 Hak Tenaga Kerja a.Pengangkutan dr TMP ke RS terdekat atau ke rmh b.Pemeriksaan, pengobatan dan atau perawatan di RS c.Biaya pemakaman (Santunan berupa uang) a.STMB sbg pengganti upah b.Cacad sbgn utk selama-2nya c.Cacad Total utk selama-2nya Janda/duda/anak (tanggungan) Saudara sedarah Ahli waris yg ditjk TK d. Kematian Dari PT Jamsostek/Pengusaha

21 Lampiran : 1. PP No. 14 Tahun 1993 (Tentang Penyelenggaraan Jamsostek) 2. Permenaker No 04 Tahun 1993 (Tentang Jaminan Kecelakaan Kerja) I.BESARNYA JAMINAN KECELAKAAN KERJA A.Santunan 1.STMB  4 Bulan : 100 % X upah sebulan  4 Bulan kedua : 75 % X upah sebulan  Seterusnya : 50 % X upah sebulan 2.Cacat : a)Cacat sebagian untuk selama-lamanya dibayar secara sekaligus : % sesuai tabel X 60 bulan upah b)Cacat total untuk selama-lamanya dibayar secara sekaligus : 70 % X 60 bulan upah c)Santunan berkala sebesar Rp ,- selama 24 bulan (Lampiran II PP No 14 Th 1993) …..Th 2005 Dirubah mjd Rp ,- d)Cacat kekurangan fungsi dibayar secara sekaligus : % berkurangnya fungsi X % sesuai tabel X 60 bulan upah

22 3.Santunan Kematian : a)Santunan sekaligus sebesar 60 % X 60 bulan upah, sekurang-kurangnya sebesar jaminan kematian ….. Th 2005 dirubah mjd 60 % x 70 bulan upah b)Santunan berkala sebesar Rp ,- selama 24 bulan (Lampiran II PP No 14 Th 1993) …..Th 2005 Dirubah mjd Rp ,- c)Biaya pemakaman sebesar Rp ,- (perubahan th 2005 = Rp ,-) A.Pengobatan dan perawatan sesuai biaya yang dikeluarkan --- maksimal untuk 1 perstiwa kecelakaan sebesar Rp. 3 Juta (Lampiran II PP No 14 Th 1993) …… perubahan th 2005 Menjadi Rp ,- B.Biaya rehabilitasi berupa penggantian pembelian alat bantu (Orthose) dan atau alat pengganti (Prothese) diberikan 1 x untuk setiap kasus dengan patokan harga yang ditetapkan oleh Pusat Reahabilitasi Prof Dr Suharso Surakarta ditambah 40 % dari harga tsb (Lampiran II PP No 14 Th 1993) C.Penyakit yang timbul karena hubungan kerja (Besarnya santunan dan biaya pengobatan/perawatan = A dan B) D.Ongkos pengangkutan tenaga kerja dari TKP ke RS atau rumahnya, sebesar biaya yang diperlukan.  Angkutan darat Maksimal Rp ,-  Angkutan Laut maksumal Rp ,-  Angkutan Udara maksimal Rp ,-

23 1.Laporan kecelakaan yang diterima dilakukan pemeriksaan dan pengkajian oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan dengan menggunakan formulir : •Lampiran II : untuk kecelakaan kerja •Lampiran III : untuk PAK •Lampiran IV : untuk peledakan, kebakaran dan bahaya pembuangan limbah •Lampiran V: untuk bahaya lainnya 2.Dinas Ketenagakerjaan Kab/Kota menyusun analisis laporan kecelakaan (setiap akhir bulan), menggunakan formulir Lampran VI, dan dilaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan Provinsi 3.Dinas Ketenagakerjaan Provinsi menyusun analisis laporan kecelakaan (setiap bulan), menggunakan formulir Lampran VII, dan dilaporkan ke Menteri Tenaga Kerja. 4.Dirjen Binwasnaker Depnakertrans menyusun analisis laporan kekerapan dan keparahan kecelakaan tingkat nasional. TINDAK LANJUT PELAPORAN Permenaker No 3 tahun 1998

24 Tingkat Kekerapan Cidera : Jumlah kecelakaan yang tercatat x Jumlah jam kerja Tingkat Keparahan Cidera : Jumlah hari kerja yang hilang x Jumlah jam kerja

25 Tingkat Kekerapan Kerusakan Properti : Jumlah kasus yang terjadi x Jumlah jam kerja Nilai kerugian x Jumlah jam kerja Tingkat Keparahan Kerusakan Properti :

26 A. Untuk Kerugian Dari Anggota Badan Karena Cacat Tetap atau Menurut Ilmu Bedah 1. Tangan dan Jari-jari Amputasi seluruh atau sebagian dari tulang Jari-jari (hari) Ibu JariTelunjukTengahManisKelingking Ruas ujung Ruas tengah Ruas pangkal Telapak (antara jari-jari dan pergelangan) Tangan sampai pergelangan 3000 Konversi Hari Kerja Hilang karena Cacat Anatomis atau Cacat Fungsi dan Kematian Akibat Kecelakaan Kerja

27 2. Kaki dan Jari-jari Amputasi seluruh atau sebagian dari tulang Ibu Jari (hari) Jari-jari lainnya (hari) Ruas ujung15035 Ruas tengah-75 Ruas pangkal Telapak (antara jari-jari dan pergelangan) Kaki sampai pergelangan Lengan Tiap bagian dari pergelangan sampai siku3600 hari Tiap bagian dari atas siku sampai sambungan bahu4500 hari 4. Tungkai Tiap bagian di atas mata kaki sampai lutut3000 hari Tiap bagian di atas lutut sampai pangkal paha4500 hari

28 B. Kehilangan Fungsi Satu mata1800 hari Kedua mata dalam satu kasus kecelakaan6000 hari Satu telinga600 hari Kedua telinga dalam satu kasus kecelakaan3000 hari C. Lumpuh Total dan Mati Lumpuh total yang menetap6000 hari Mati6000 hari Catatan : Untuk setiap luka ringan dengan tidak ada amputasi tulang kerugian hari kerja adalah sebesar jumlah hari sesungguhnya selama si korban tidak mampu bekerja.

29 Lampiran : 1. PP No. 14 Tahun 1993 (Tentang Penyelenggaraan Jamsostek) 2. Permenaker No 04 Tahun 1993 (Tentang Jaminan Kecelakaan Kerja) Persentase Santunan Cacat Tetap Sebagian & Cacat-cacat lainnya : Macam Cacad Tetap Sebagian % x Upah 1. Lengan kanan dr sendi bahu ke bwh 2. Lengan kiri dr sendi bahu ke bwh 3. Lengan kanan dr atau dr atas siku ke bwh 4. Lengan kiri dr atau dr atas siku ke bwh 5. Tangan kanan dr atau dr atas pergelangan ke bwh 6. Tangan kiri dr atau dr atas pergelangan ke bwh 7. Kedua belah kaki dr pangkal paha ke bwh 8. Sebelah kaki dr pangkal paha ke bwh 9. Kedua belah kaki dr mata kaki ke bwh 10. Sebelah kaki dr mata kaki ke bwh 11. Kedua belah mata 12. Sebelah mata atau diplopia pd penglihatan dekat

30 Macam Cacad Tetap Sebagian % x Upah 13. Pendengaran pd kedua belah telinga 14. Pendengaran pd sebelah telinga 15. Ibu jari tangan kanan 16. Ibu jari tangan kiri 17. Telunjuk tangan kanan 18. Telunjuk tangan kiri 19. Salah satu jari lain tangan kanan 20. Salah satu jari lain tangan kiri 21. Ruas pertama telunjuk kanan 22. Ruas pertama telunjuk kiri 23. Ruas pertama jari lain tangan kanan 24. Ruas pertama jari lain tangan kiri 25. Salah satu ibu jari kaki 26. Salah satu jari telunjuk kaki ,53,521,553

31 Macam Cacad Tetap Sebagian % x Upah 27. Salah satu jari kaki lain 28. Terkelupasnya kulit kepala 29. Impotensi 30. Kaki memendek sebelah : Kurang dr 5 cm 5 – 7,5 cm 5 – 7,5 cm 7,5 atau lebih 7,5 atau lebih 31. Penurunan daya dengar kedua belah telinga setiap 10 Db. 32. Penurunan daya dengar sebelah telinga stp 10 Db. 33. Kehilangan daun telinga sebelah 34. Kehilangan kedua belah daun telinga 35. Cacad hilangnya cuping hidup 36. Perforasi sekat rongga hidung 37. Kehilangan daya penciuman

32 Macam Cacad Tetap Sebagian % x Upah 38. Hilangnya kemampuan kerja phisik 50% – 70% 50% – 70% 25% – 50% 25% – 50% 10% – 25% 10% – 25% 39. Hilangnya kemampuan kerja mental tetap 40. Kehilangan sebgn fungsi penglihatan stp kehilangan efisiensi tajam penglihatan 10% 41. Apabila efisiensi penglihatan kanan dan kiri berbeda, maka efisiensi penglihatan binokuler dgn rumus kehilangan eff penglihatan (3 x % eff penglihatan terbaik) + % eff penglht terburuk. Setiap kehilangan eff tajam penglihatan 10% 42. Kehilangan penglihatan warna 43. Setiap kehilangan lapangan pandang 10%

33 TABEL PRESENTASE CACAT

34 Wajib dilaporkan dlm 2 x 24 jam setelah terjadinya kecelakaan BENTUK KK2 A Nomor KLUI : No. Kecelakaan : Diterima tanggal : (Diisi oleh Petugas Kantor Disnaker) Nomor Agenda Jamsostek : 1. Nama PerusahaanNPP Alamat dan No. TelpKode PosNo. Telp. Jenis Usaha Jml. Tenaga KerjaL :P : No. Pendaftaran (Bentuk KKI) No. Akta Pengawasan Lampiran 1 : PERATURAN MENTERI NOMOR : 03/MEN/1998 TANGGAL : 26 Pebruari 1998 LAPORAN KECELAKAAN FORMULIR BENTUK 3 KK2 A Pengganti Form Bentuk KK. 2

35 2. Nama Tenaga KerjaNo. KPA Alamat dan No. TelpKode PosNo. Telp. Tmp dan tgl lahirL:P: Jenis Pekerjaan/Jab Unit/Bag Perusahaan 3. a. Tempat Kecelakaan b. Tanggal KecelakaanJam : 4. Uraian Kejadian Kec. 1. Bagaimana terjadinya kecelakaan F*) G*) 2. Jenis Pekerjaan dan waktu kecelakaan 3. Saksi yg melihat Kec 4. a. Sebutkan : mesin, pesawat, instalasi, alat proses, cara kerja, bahan atau lingkung- an yg menyebabkan kecelakaan H*) b. Sebutkan : bahan, proses, lingkungan cara kerja, atau sifat pekerjaan yg menyebabkan PAK E*)

36 5. Akibat Kecelakaan a. Akibat yg diderita korbanMeninggal DuniaSakitLuka-luka b. Sebutkan bagian tubuh yg sakit c. Sebutkan jenis PAK - Jabatan / Pekerjaan - Lama bekerja d. Keadaan penderita setelah pemeriksaan pertama 1 Berobat jalanSambil bekerjaTidak bekerja 2 Dirawat di : Alamat:Rumah sakitPuskesmasPoliklinik 6. Nama dan alamat dokter/ tenaga medik yg memberikan pertolongan pertama (dlm hal penyakit yg timbul karena hubungan kerja, nama dokter yg pertama kali mendiagnosa) 7. Kejadian di tempat kerja yg membahayakan K3 (misal: kebakaran, peledakan, rubuhnya bagian konstruksi bangunan, dll)

37 8. Perkiraan kerugian : a. waktu (dlm hari – orang) b. material 9. Upah Tenaga Kerja a. Upah (upah pokok dan tunjangan) Rp. b. Penerimaan lain-lainRp. c. Jumlah a + bRp. 10. Kecelakaan dicatat dlm Buku Kecelakaan pada No. Unit 11. Keterangan lain-lain yg perlu *) Jika perlu dapat ditambah Nama dan tanda tangan pimpinan perusahaan Dibuat dengan sesungguhnya JabatanTanggal  Warna Putih, Merah dan Merah Jambu ke Kandep Tenaga Kerja Setempat  Warna kuning untuk arsip perusahaan  Warna Hijau dan Biru untuk Badan Penyelenggara / PT. Jamsostek (Persero)

38 Lampiran III : PERATURAN MENTERI NOMOR : 03/MEN/1998 TANGGAL : 26 Pebruari 1998 LAPORAN PEMERIKSAAN DAN PENGKAJIAN PENYAKIT AKIBAT KERJA NO. : ……… KLUI: ……… KANDEP TENAGA KERJA : ……………… KANWIL DEPNAKER : …………….. I. DATA UMUM : A. Identitas Perusahaan 1.Nama Perusahaan : ……………………….. 2.Alamat Perusahaan : …………………… 3.Nama Pengurus : …………………… 4.Alamat Penguru : …………………… B. Informasi PAK 1.Tmp, Tgl, Jam Kec : ………………… 2.Sumber Laporan : ………………… 3.Tgl Diterima Laporan : ………………… 4.Tgl Pemeriksaan : ………………… 5.Atasan Langsung Korban: …………… 6.Saksi-saksi: ……………… C. Lain-lain 1.P2K3/Ahli K3 : Ada/Tidak* 2.KKB/PP : Ada/Tidak* 3.Program Jamsostek : Ada/Tidak* 4.Unit Kerja SPSI : Ada/Tidak* 5.Jml TK : ……………. 6.Asuransi lainnya : …………….

39 II. DATA KORBAN A.Identitas Kode A D.Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Bekerja a. Dilakukan / tdk dilakukan *) b. Kelalaian yang ditemukan Lampiran III : PER MEN NO. 03/MEN/ Nama : …………………… 2.Nip : …………………… 3.Jenis Kelamin : …………………… 4.Jabatan : …………………… 5.Unit/Bagian Kerja : …………………… 6.Lama Bekerja : …………………… B.Riwayat Pekerjaan …………………………………………………………………………………………………… …………………………………………… (Bila perlu dibuat lampiran tersendiri) C.Riwayat Penyakit …………………………………………………………………………………………………… …………………………………………… (Bila perlu dibuat lampiran tersendiri) E.Pemeriksaan Kesehatan Berkala a. Dilakukan / tdk dilakukan *) b. Kelalaian yang ditemukan

40 F.Pemeriksaan Kesehatan Sekarang Kelaian Yang Ditemukan 1.Faktor LK yg dpt mempengaruhi thdp sakit penderita : Lampiran III : PER MEN NO. 03/MEN/ Keluhan Penderita : …………………… 2.Mental : …………………… 3.Fisik: …………………… 4.Laboratorium: …………………… 5.ECG: …………………… 6.Rontgen: …………………… 7.Patologi Anatomi: …………………… G.Pemeriksaan Tambahan/Biologi Monitoring (Pengukuran kadar bhn kimia penyebab sakit di dlm tubuh TK misalnya kadar dlm urin, darah, dsb, dan hasil tes/pemeriksaan fungsi organ tubuh tertentu akibat pengaruh bhn kimia tsb misalnya tes fungsi paru-paru, dsb)  Faktor Fisik: ………………………..  Faktor Kimia: ………………………..  Faktor Biologi: ………………………..  Faktor Psikososial: ……………………….. III. FAKTA YANG DIDAPAT Hasil riksa LK dan cara kerja

41 2.Faktor cara kerja yg dpt mempengaruhi thdp sakit penderita : Lampiran III : PER MEN NO. 03/MEN/1998  Peralatan Kerja: ………………………..  Proses Produksi: ………………………..  Ergonomi: ……………………….. IV. KESIMPULAN Penderita / TK tsb diatas menderita PAK : Diagnosis : 3.Upaya Pengendalian  Alat Pelindung Diri : ………………………..  Ventilasi : ………………………..  Dll : ……………………….. V. CACAT AKIBAT KERJA PAK tsb diatas menimbulkan/tdk menimbulkan : a.Cacat fisik/mental *) : b.Kehilangan kemampuan kerja : VI. TINDAKAN LEBIH LANJUT Mengetahui : Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja (_________________) ……tmp……, …tgl… …bln… …th… Pegawai Pengawas (_________________)

42 Dr. Sudi Astono, MS   Hp


Download ppt "Oleh : Dr. Sudi Astono, MS Direktorat Pengawasan Norma K3 Depnakertrans RI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google