Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Suatu kalimat dikatakan komunikatif jika maksudnya dapat dipahami oleh pendengar atau pembacanya secara benar. Supaya maksud kalimat itu dapat dipahami.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Suatu kalimat dikatakan komunikatif jika maksudnya dapat dipahami oleh pendengar atau pembacanya secara benar. Supaya maksud kalimat itu dapat dipahami."— Transcript presentasi:

1 Suatu kalimat dikatakan komunikatif jika maksudnya dapat dipahami oleh pendengar atau pembacanya secara benar. Supaya maksud kalimat itu dapat dipahami secara benar, kalimat itu harus mengandung kejelasan gagasannya. Suatu kalimat akan jelas gagasannya jika tersusun menurut pola penyusunan atau kaidah yang benar. Selain itu, kalimat yang kita sampaikan harus efektif. Artinya, maksud kalimat itu dapat ditangkap oleh pendengar atau pembacanya sama persis dengan yang disampaikan oleh pembaca/penulisnya. Syarat – syarat kalimat komunikatif, yaitu: 1. Mengandung kejelasan isi (ketersampaian pesan) 2. tersusun secara cermat dan mengikuti kaidah yang benar 3. mengandung penalaran yang benar dan logis.

2 Pak surya memiliki sebuah perusahaan bergerak di bidang konveksi dan memperkerjakan 200 orang karyawan, yang terdiri atas 100 wanita dan 100 pria.

3 Kita sering menemukan kalimat yang komunikatif, tetapi tidak cermat penyusunannya. Ketidakcermatannya itu berupa: 1. Ketidak lengkapan unsur (biasanya tidak ada subjeknya) 2. ketidaktepatan penggunaan bentuk kata 3. ketidaktepatan makna kata (karena pilihan kata tidak tepat) 4. kesalahan penalaran 5. berlebihan (pleonase) Contoh kalimat yang komunikatif tapi tidak cermat: 1. Dalam novel itu mengisahkan perjuangan seorang pahlawan sejati. 2. Bagi pemilik mobil penumpang yang sudah berusia 15 tahun atau lebih harap bersiap untuk dikandangkan. 3. Taufik memenangkan mendali emas di olimpiade 4. para politisi sibuk menghadapi pemilu 5. para hadirin sekalian dimohon berdiri

4 Jika anda mempunyai sikap positif dalam berbahasa indonesia. Anda pasti berusaha menggunakan kalimat yang komunikatif dan yang tersusun secara cermat. Dua hal itu penting bagi efektivitas komunikasi. Baik dalam komunikasi lisan/ tulis. Ada kalanya dalam berkomunikasi kita menyusun kalimat-kalimat cermat tetapi tidak komunikatif. Untuk memperoleh gambaran kalimat yang tersusun secara cermat, tetapi tidak kounikatif perhatikanlah buku paket halaman 3.

5 Tekanan dalam kalimat dipakai oleh pembicara untuk menandai bagian-bagian yang dipentingkan. Dalam tata tulis biasanya ditandai dengan huruf miring, tebal/garis bawah. Intonasi merupakan perpaduan antara jeda dan titinada. Jeda ditandai oleh tanda koma, titik, spasi dan titinada ditandai dengan angka (1,2,3,4 ), angka 1 melambangkan titinada terendah, sedangkan angka 4 tertinggi. Contoh: Saya harus pergi hari ini (dengan intonasi menurun klausa ini menjadi kalimat berita) Sebaliknya, jika diucapkan dengan intonasi naik, klausa tersebut menjadi sebuah kalimat tanya, seperti: Saya harus pergi hari ini?

6 1. Sebagai penentu suasana pembicaraan 2. Sebagai pembentuk jenis kalimat, misal: -adik minum es. (kalimat berita) - adik minum es? (kalimat tanya) 3. Sebagai penghalus perintah 4. Sebagai penentu apakah suatu ujaran sudah merupakan kalimat lengkap atau belum, misal: - perusahaan itu pailit. Semua karyawan di PHK (dua kalimat) - perusahaan itu pailit, Semua karyawan di PHK (satu kalimat) 5. Sebagai penentu makna kalimat. - Ibu membeli mi ayam dan telur (ibu membeli dua macam barang) - Ibu membeli mi, ayam, dan telut (ibu membeli tiga macam barang)

7 1. Kalimat Inti adalah kalimat yang merupakan dasar dari struktur suatu bahasa. Kalimat ini memiliki bentuk yang paling sederhana. Ciri-cirinya: - Terdiri dari dua kata - Dua kata tersebut sebagai inti semua, dalam arti yang satu sebagai S dan satunya lagi sebagai P. - Urutanya adalah S-P, bukan P-S - Intonasinya netral (intonasi berita) - Aktif 2. Kalimat Luas adalah kalimat inti yang telah mengalami perluasan.contoh: - Hasan membaca + buku = Hasan membaca buku (SPO) - Hasan membaca buku + di perpustakaan = Hasan membaca buku di perpustakaan (SPOK)

8 Bila perluasannya membentuk pola baru, hasilnya adalah kalimat majemuk, contoh: - Parmin sudah berdagang sejak lama (kalimat tunggal) S - Parmin sudah berdagang, sejak orang tuanya meninggal - S P K 3. Kalimat Inversi adalah kalimat yang jabatan P mendahului S. Contoh: - - Jatuh dia (PS) - P S - - Jatuh ia dari pohon itu (PSK) - P S K

9 3. Kalimat Inversi Adalah kalimat yang jabatan predikatnya mendahului subjek, contoh: - Jatuh ia P S - Jatuh ia dari pohon itu P S K 4. Kalimat Lengkap dan Kalimat Elips Kalimat lengkap adalah kalimat yang mengandung unsur S-P secara lengkap, contoh: - Kedua orang tuanya guru matematika (SP) - Adi membaca buku di Perpustakaan (SPOK) - Kalimat elips adalah kalimat yang tidak mengandung unsur S-P secara tidak lengkap. Contoh kalimat ini berupa kalimat jawab, perintah, tanya, dan salam, misal: - - pergi (perintah) - siapa? (tanya) - - Ke Jakarta (jawab)- selamat pagi (salam)

10 5. Kalimat Aktif dan Pasif Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan tindakan. Biasanya kalimat ini ditandai oleh awalan me, ber, dan ter. a. Aktif intransitif : kalimat aktif yang tidak memerlukan objek, contoh: - Ayah tidur (SP) - Pasien itu merasa kesakitan (SP) - Turis asing berbaring di pantai (SP) b. Aktif transitif : Kalimat aktif yang memiliki objek sehingga dapat di pasifkan, contoh:- Adik menidurkan boneka (aktif) - Ayah mengembalikan sepeda ke rumah Pak Cakra (aktif) - Perawat itu membaringkan pasien (aktif) Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai tindakan, contoh: - Penjahat itu tertembak - Suratnya sudah saya kirimkan - Pesawat penumpang itu dibajak

11 Kalimat langsung ialah kalimat yang di dalamnya terdapat kutipan langsung dari pembicaraan seseorang. Kalimat langsung dapat diubah menjadi kalimat tak langsung, demikian pula sebaliknya.contoh: a. Kalimat langsung “Mengapa kemarin kamu tidak masuk, Adi?” tanya Bu Tuti Petugas bertanya pada orang itu. “Di mana kamu tinggal?” b. Kalimat tak langsung Pak Lurah mengatakan bahwa beliau senang kalau kita kreatif Ibu menegur Irma agar segera mandi harena hari sudah siang 7. Kalimat tunggal dan kalimat majemuk Kalimat tunggal ialah yang hanya terdiri atas satu pola, satu konstruksi S-P, atau satu klausa, yang dapat diperluas dengan unsur tambahan O atau K asal perluasan itu tidak membentuk pola baru, contoh: - Ayah membaca majalah (SPO) - Ayah sedang membaca majalah mingguan di teras rumah (SPOK)

12 Kalimat mejemuk ialah kalimat yang memiliki setidaknya dua pola kalimat atau dua klausa. Hubungan antara klausa-klausanya dapat dinyatakan secara eksplisit (menggunakan kata sambung), dapat pula implisit (tidak menggunakan kata sambung), contoh: - Ayah pergi ke sawah, ibu memasak di dapur (implisit) - Ayah pergi ke sawah dan ibu memasak di dapur (eksplisit) - Pejabat itu mengatakan, kita harus hidup sederhana (implisit) - Pejabat itu mengatakan bahwa kita harus hidup sederhana (eksplisit) Macam-macam kalimat majemuk a. Kalimat majemuk setara ialah kalimat majemuk yang terdiri dari pola-pola yang sederajat kedudukannya. Berdasarkan hubungan makna antarklausanya kalmat ini dibedakan atas:

13 a. Setara pertentangan,contoh: - Gaji mereka besar, tetapi masih mendiami rumah kecil - Ia hidup menderita, namun tetap tabah b. Setara gabung, contoh: - Pak guru keluar dan anak-anak mengikutinya - ibu membereskan kamar dan ayah menyapu halaman c. Setara urutan,contoh: - Tas itu diletakkan di meja kemudian mulailah ia belajar - Sekarang kita sampai di Tegal dan tiga jam lagi kita sampai Cirebon d. Setara memilih,contoh: - Engkau kuantarkan pulang atau menginap di sini - Kalian makan sate kambing atau makan sop e. Setara penguatan, contoh: - ia pandai, dan juga rajin - gadis itu tidak hanya cantik, tetapi juga baik hati

14 b. Kalimat Majemuk Bertingkat Kalimat majemuk bertingkat ialah kalimat majemuk yang pola-polanya tidak sederajat kedudukannya. yang tinggi kedudukannya disebut induk kalimat, dan yang rendah disebut anak kalimat, contoh: - Ketika Ayah ke kantor, Ibu sedang membersihkan rumah dan Ida membantunya - Rina sedang belajar, Andi sedang menjemur pakaian dan Santi sedang menanam pohon c. Kalimat Majemuk Campuran ialah kalimat yang terdiri dari minimal tiga pola kalimat, dan hubungan antarklausanya ada yang setara dan ada yang bertingkat, contoh: - Ayah sedang mencangkul, ibu sedang memasak, dan adik sedang bermain pola 1 pola 2 pola 3 - Melihat adegan itu, adik tertawa sedangkan ibu termenung pola 1 pola 2 pola 3

15 Pola kalimat dan variasinya a. Macam-macam objek 1. Objek penderita: tanpa kata depan, dan dapat menduduki subjek bila kalimat dipasifkan, contoh: - wartono membersihkan kacamatanya dengan kain - angin topan memusnahkan rumah dan tanaman 2. Objek pelaku: ditandai kata depan oleh, contoh: - buku itu telah diambil oleh pegawai koperasi 3. Objek penyerta: ditandai kata depan kepada dan bagi, contoh: - hadiah itu diberikan kepada ayahnya - minyak bumi mendatagkan devisa bagi negara

16 Macam-macam keterangan 1. Keterangan waktu: sekarang, kemarin, hari ini, tahun lalu 2. keterangan tempat: di sawah, ke pasar 3. keterangan cara: dengan baik, secara kasar, sebaik-baiknya 4. keterangan alat: dengan pensil. Dengan pisau 5. keterangan tujuan: supaya pandai, untuk menulis 6. keterangan kesertaan: sambil menangis, sambil tertawa 7. keterangan kebersamaan: dengan ibu, dengan adik

17 Unsur-unsur S,P,O, dan K dalam kalimat dapat diubah-ubah urutannya untuk membuat variasi kalimat. Perhatikan contoh berikut: 1. Ia mengetik laporan PKL di rumah temannya kemarin(SPOKK) 2. setiap hari pelayan toko itu melayani pembeli dengan sopan (KSPOK) 3. Kemarin Ayah membuatkan Tono layang-layang (KSPOO) 4. Ibu memberi saya uang ribuan tadi pagi (SPOOK)


Download ppt "Suatu kalimat dikatakan komunikatif jika maksudnya dapat dipahami oleh pendengar atau pembacanya secara benar. Supaya maksud kalimat itu dapat dipahami."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google