Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KONFERENSI PARIWISATA NASIONAL DESEMBER 2011 MARI ELKA PANGESTU Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KONFERENSI PARIWISATA NASIONAL DESEMBER 2011 MARI ELKA PANGESTU Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI."— Transcript presentasi:

1 KONFERENSI PARIWISATA NASIONAL DESEMBER 2011 MARI ELKA PANGESTU Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI

2 #1 Peluang & Tantangan Global dan Lokal

3 TANTANGAN GLOBAL Krisis ekonomi dan ketidakpastian global yang diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa tahun mendatang; Pariwisata Indonesia tidak rentan terhadap krisis sehingga sektor pariwisata dan pasar dalam negeri dapat menjadi sabuk pengaman perekonomian Nasional © FGD | Konvensi PPBI 20093

4 PERKEMBANGAN WISATAWAN GLOBAL © KONFERENSI PARIWISATA NASIONAL4 Evolusi Perubahan Kedatangan Wisatawan Dunia Internasional tiap bulan 15 bulan mengalami pertumbuhan negatif

5 Sekilas INDONESIA Negara Kepulauan yang terbentang di sepanjang garis khatulistiwa Lebih dari 300 ragam suku dan etnis dan 742 bahasa dan dialek. Lebih dari pulau, 6000 diantaranya berpenghuni. Dengan luas daratan 1,9 juta km 2, dan 3,1 juta km 2 luas perairan 8 World Heritage Cultural Sites Tempat penyelenggaraan Pameran dan Festival Internasional dan industri kreatif yang kuat Indonesia merupakan negara archipelago terluas, dan memiliki populasi penduduk terbesar keempat di dunia (± 237 juta orang) Membentang km dari timur ke barat, km dari utara ke selatan Peringkat 39 dari Cultural Heritage dari 139 Negara oleh WEF

6 Sekilas INDONESIA Mega Biodiversity Daya saing SDA Peringkat 17/139 Negara ( WEF) 6 16% dari binatang reptil dan amphibi di dunia 121 spesies kupu-kupu 44% endemik 12% dari mamalia di dunia 36% endemik Khusus Papua, presentase flora endemik mencapai 60-70% 35 spesies primata, 25% endemik 17% dari burung di dunia 26% endemik Hutan Tropis terbesar setelah Brazil 51 Taman Nasional, merupakan negara mega biodiversity ke-3 setelah brazil dan Zaire Sekitar 59% daratan di Indonesia merupakan hutan tropis yang menjadi 10% dari total luas hutan di dunia (Stone, 1994). Terdapat sekitar 110 juta hektar hutan Indonesia tercatat sebagai hutan lindung dimana 18,7 juta hektar menjadi daerah konservasi. Forest Diversity

7 Sekilas INDONESIA Pemuda sebagaiTulang Punggung Pembangunan Bangsa © FGD | Konvensi PPBI Kelompok Umur Jumlah Orang

8 TREND DAN JUMLAH WISATAWAN MANCANEGARA Periode: Jan 2009-Oktober Jumlah dan Pertumbuhan Turis ke Indonesia Periode: Jan 2009 – Oktober 2011

9 Afrika Total: 61 jt Penetrasi 0,04 % Afrika Total: 61 jt Penetrasi 0,04 % Eropa Total: 351 jt Penetrasi 0,30 % Eropa Total: 351 jt Penetrasi 0,30 % Amerika Selatan Total: 198 jt Penetrasi 0,02 % Amerika Selatan Total: 198 jt Penetrasi 0,02 % Amerika Utara Total: 87 jt Penetrasi 0,26 % Amerika Utara Total: 87 jt Penetrasi 0,26 % < 1% ASEAN Total: 54 jt Penetrasi 5,59 % ASEAN Total: 54 jt Penetrasi 5,59 % 5 – 9 % Oceania Total: 8,2 jt Penetrasi 9,80 % Oceania Total: 8,2 jt Penetrasi 9,80 % > 9 % Penetrasi Pariwisata (dr jumlah wisatawan) Asia Total: 165 jt Penetrasi 1,01 % Asia Total: 165 jt Penetrasi 1,01 % Timur Tengah Total: 13 jt Penetrasi 1,10 % Timur Tengah Total: 13 jt Penetrasi 1,10 % 1 – 5 % Total M $ (% indonesia) Total Pengeluaran untuk Pariwisata 421 (0,38%) 140 (1,19%) 136 (0,23%) 114 (0,04%) 52 (0,30%) 32 (7,23%) 31 (0,78%) 24 (5,05%) SEBARAN OUTBOND WISATAWAN DUNIA DAN WISMAN INDONESIA Berdasarkan Region 9 Total: 351 jt outbound

10 POTENSI PARIWISATA GLOBAL Tahun Luas Lingkaran: Total Pengeluaran untuk pariwisata Warna Lingkaran (menunjukkan lama tinggal): > 15 hari hari 7-9 hari < 7 hari SG 19,73% DE HK UK US RU IT CA SP SE CH FR NL IN SA JP KR MY Penetrasi Wisatawan Total Wisatawan (Outbond) CN

11 POLA TAHUNAN KUNJUNGAN WISMAN INDONESIA Tahun Periode sepi (“low season”): Turunnya minat turis untuk datang ke Indonesia perlu disingkapi dengan ragam daya tarik, promosi, dan pola perjalanan, event/kegiatan Periode ramai (“high season”): Tingginya minat turis untuk datang pada periode ramai perlu dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan pendapatan dari semua aspek dan sektor yang terkait pariwisata baik langsung maupun secara tidak langsung

12 Sebaran Asal Wisatawan Nusantara Berdasarkan Jumlah Wisnus di Wilayah Tertentu 2007: : : Aceh, Sumut, Sumbar, Riau Jambi, Sumsel, Bengkulu, Lampung, Kep Bangka Belitung, Kepri 2007: : : Bali, NTT, NTB 2007: : : Jakarta 2007: : : Banten, Jabar 2007: : : DIY, Jateng 2007: : : Jatim 10,22% 7,26% 4,99% 9,59% 20,46% 17,56% 15,75% Keterangan: Share Pengeluaran wisnus asal daerah tersebut terhadap total pengeluaran wisnus : Jumlah Wisnus Thn 2007 : Jumlah Wisnus Thn 2008 : Jumlah Wisnus Thn : : : ,51% Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim 2007: : : Sulut, Sulteng, Sulsel, Sultenggara, Sulbar, Gorontalo 7,30% 2007: : : Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat 1,36%

13 POLA PENGELUARAN WISNUS & WISMAN 13

14 1. Provinsi Tujuan Wisata : # 1 Jawa Timur 18%, # 2 Jawa Barat 17%, # 3 Jawa Tengah 12% 3. Asal Wisnus Hanya di Dalam Propinsi: # 1 Kalimantan Barat 7%, # 2 NTT 9%, # 3 Sulawesi Selatan 11 % 2. Asal Wisnus Gemar Keluar Propinsi: # 1 Banten 65%, # 2 Yogyakarta 64%, # 3 Jakarta 62% Tingkat Wisnus Keluar Propinsi Distribusi Tujuan Wisata Fakta- Fakta Wisatawan Nusantara Hanya 3% Wisnus Asal Luar Jawa

15 15 POTENSI WISATAWAN NUSANTARA Sebaran PDRB dan Pendapatan Perkapita 10,22% 7,30% 5,51% Aceh, Sumut, Sumbar, Riau Jambi, Sumsel, Bengkulu, Lampung, Kep Bangka Belitung, Kepri 7,26% Jatim 15,75% Sulut, Sulteng, Sulsel, Sultenggara, Sulbar, Gorontalo 17,56% DIY, Jateng Jakarta 9,59% Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat 1,36% Banten, Jabar 20,46% Bali, NTT, NTB 4,99%

16 #2 Kontribusi Ekonomi Kepariwisataan Indonesia

17 KINERJA PARIWISATA INDONESIA Daya Saing Pariwisata Indonesia (WEF 2011) 17 DUNIA NEGARA Switzerland11 Jerman32 Perancis43 Amerika86 Australia913 Singapura10 Hongkong12 Jepang2522 Malaysia3235 Thailand3941 China4739 Brunei D6967 Indonesia8174 Philiphines8694 VietNam8980 Chad ASIA PASIFIK NEGARA Singapura21 Hongkong32 Australia13 New Zealand44 Jepang55 Malaysia77 China109 Indonesia1513 Vietnam1714 Filipina1618 Kamboja21 Pakistan2324 Bangladesh25 Timor-leste Negara 26 Negara

18 DAYA SAING PARIWISATA INDONESIA Ranking Kriteria Daya Saing Pariwisata Indonesia © KONFERENSI PARIWISATA NASIONAL18 1. Kebijakan dan Peraturan Pariwisata Berkelanjutan Keamanan dan Keselamatan Kesehatan Prioritas Turisme & Travel Infrastruktur Transportasi Udara Infrastruktur Transportasi Darat Infrastruktur Pariwisata Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi Daya Saing Harga Sumber Daya Manusia Afinitas atau Persepsi Nasional terhadap Pariwisata Sumber Daya Alam Sumber Daya Budaya KRITERIA DAYA SAING PARIWISATA

19 “NATION BRANDING” Peran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif © KONFERENSI PARIWISATA NASIONAL19 • Mengembangkan strategi dan koordinasi kampanye: “Nation Branding Indonesia” secara terintegrasi melalui Tourism, Trade, and Investment; • Mengembangkan “Sustainable Tourism” di Indonesia yang dapat memberikan pengalaman yang mendalam bagi wisatawan; • Mengembangkan ekonomi kreatif yang mengangkat budaya dan warisan budaya Indonesia; • Menerapkan Good governance di Lingkungan Kemenparekraf; • Mengembangkan sumber daya insani pariwisata dan ekonomi kreatif yang unggul dan mampu membawa nama baik Bangsa Indonesia BRAND NEGARA Ekspor Pariwisata Manusia Budaya & Warisan Budaya Investasi & Keimigra- sian Pemerin- tahan

20 KONTRIBUSI EKONOMI PARIWISATA INDONESIA Produk Domestik Bruto 20 NOURAIAN *) 2010 **) 1ADHB (trilliun Rp) PDB NASIONAL2.295, , , , , , ,92 PDB PARIWISATA88,61101,69118,67134,86153,17173,21196,18 Hotel12,6914,1516,0717,3218,9020,7823,94 Restoran68,3278,8192,42106,25121,24137,62154,89 Rekreasi & Hiburan7,618,7410,1711,2913,0314,8117,35 2ADHK 2000 (trilliun Rp) PDB NASIONAL1.656, , , , , , ,69 PDB PARIWISATA55,1558,4861,9266,0770,2275,4378,83 Hotel11,5912,3112,9513,6514,2615,2016,28 Restoran37,2639,4541,7244,6847,6251,2352,88 Rekreasi & Hiburan6,36,717,257,758,359,009,67 3PERTUMBUHAN EKONOMI (%) PDB NASIONAL5,035,695,506,356,014,586,10 PDB PARIWISATA6,726,035,888,945,155,576,56 4KONTRIBUSI PDB PARIWISATA TERHADAP PDB NASIONAL (%) PDB PARIWISATA3,863,673,553,413,103,093,05 Hotel0,550,510,480,440,380,37 Restoran2,982,842,772,692,452,462,41 Rekreasi & Hiburan0,330,320,30,290,26 0,27 Keterangan : *) Angka sementara; **) Angka sangat sementara Catatan : Pertumbuhan PDB pariwisata tahun dihitung berdasarkan Nesparnas Sumber: BPS, indikator Ekonomi

21 DISTRIBUSI PDB INDUSTRI KEPARIWISATAAN Tahun PDB Pariwisata (Trilliun) Kontribusi thd PDB Nasional (%)

22 KONDISI INDUSTRI KEPARIWISATAAN Hotel 22 Jumlah Hotel Bintang Akomodasi Non Bintang Hunian Kamar ,98 % 45,03 % 46,18 % 46,89 % 48,07 % 48,31 % Tamu (juta orang) Asing Indonesia ,9 4,1 4,6 13,1 14,4 17,2 Penyerapan Tenaga Kerja orang

23 KONDISI INDUSTRI KEPARIWISATAAN Restoran dan Jasa Perjalanan Wisata 23 Jumlah Restoran Penyerapan Tenaga Kerja Restoran orang Jumlah Jasa Perjalanan Wisata Penyerapan Tenaga Kerja Jasa Penunjang Angkutan dan Jasa - Jasa orang

24 KONTRIBUSI EKONOMI PARIWISATA INDONESIA Devisa © KONFERENSI PARIWISATA NASIONAL24 NoJenis Komoditi Minyak & gas bumi29.126, , ,60 2 Minyak klp sawit12.375, , ,97 3 Karet olahan7.579, , ,97 4 Pariwisata7.377, , ,45 5 Pakaian jadi6.092, , ,11 6 Alat listrik5.253, , ,50 7 Tekstil4.127, , ,77 8 Kertas dan barang dari kertas3.796, , ,79 9 Makanan olahan2.997, , ,86 10 Kayu olahan2.821, , ,49 11 Bahan kimia2.754, , ,85 434

25 #3 Arah Kebijakan Pengembangan Kepariwisataan Nasional

26 KONSISTENSI DAN SINKRONISASI Pembangunan Kepariwisataan Nasional 26 Sinkronisasi Konsistensi Sasaran Tingkat 2 Sasaran Tingkat 3 Sasaran Tingkat 4 Program Bidang SektoralProgram 100 Hari RPJMN 2010 – 2014 Kontrak Kinerja Menteri + Pakta Integritas Sasaran Tingkat 1 Prioritas Nasional VISI-MISI SBY-BOEDIONO Kontrak Kinerja Menteri + Pakta Integritas Kontrak Kinerja Menteri + Pakta Integritas BAPPENAS, DEPKEU & UKP RPJP KPI Renstra Kementerian KPI Renstra Kementerian © KONFERENSI PARIWISATA NASIONAL

27 Visi: Terwujudnya Indonesia yang Sejahtera, Demokratis dan Berkeadilan. Misi: 1.Melanjutkan pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera. 2.Memperkuat pilar-pilar demokrasi. 3.Memperkuat dimensi keadilan di semua bidang. 27 ARAH KEBIJAKAN & STRATEGI NASIONAL Kerangka Buku I RPJMN Visi Misi PresidenPrioritas NasionalSubstansi Inti Kegiatan Prioritas Nasional © KONFERENSI PARIWISATA NASIONAL

28 Kerangka Buku I RPJMN 11 Prioritas Nasional KIB II : 1. Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola 2. Pendidikan 3. Kesehatan 4. Penanggulangan Kemiskinan 5.Ketahanan Pangan 6. Infrastruktur 7.Iklim Investasi dan Iklim Usaha 8.Energi 9.Lingkungan Hidup & Pengelolaan Bencana 10. Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, & Pasca-konflik 11.Kebudayaan, Kreativitas & Inovasi Teknologi Prioritas Nasional Lainnya Menurut Bidang: 1.Politik, Hukum, dan Keamanan 2.Bidang Perekonomian 3.Kesejahteraan Rakyat 28 Visi Misi PresidenPrioritas NasionalSubstansi Inti Kegiatan Prioritas Nasional 11 ARAH KEBIJAKAN & STRATEGI NASIONAL Tema Prioritas Pengembangan dan perlindungan kebhinekaan budaya, karya seni, dan ilmu serta apresiasinya, untuk memperkaya khazanah artistik dan intelektual bagi tumbuh mapannya jati diri dan kemampuan adaptif kompetitif bangsa yang disertai pengembangan inovasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang dilandasi oleh keunggulan Indonesia sebagai negara maritim dan kepulauan 5 Substansi Inti 1.Perawatan 2.Sarana 3.Penciptaan 4.Kebijakan 5.Inovasi Teknologi © KONFERENSI PARIWISATA NASIONAL

29 Kerangka Buku I RPJMN 29 Visi Misi PresidenPrioritas NasionalSubstansi Inti Kegiatan Prioritas Nasional 1.Perawatan: Penetapan dan pembentukan pengelolaan terpadu untukpengelolaan cagar budaya, revitalisasi museum dan perpustakaan di seluruhIndonesia ditargetkan sebelum Oktober 2011; 2.Sarana: Penyediaan sarana yang memadai bagi pengembangan, pendalaman dan pagelaran seni budaya di kota besar dan ibu kota kabupaten selambat-lambatnya Oktober 2012; 3.Penciptaan: Pengembangan kapasitas nasional untuk pelaksanaan penelitian, penciptaan dan inovasi dan memudahkan akses dan penggunaannya oleh masyarakat luas; 4.Kebijakan: Peningkatan perhatian dan kesertaan pemerintah dalam programprogram seni budaya yang diinisiasi oleh masyarakat dan mendorong berkembangnya apresiasi terhadap kemajemukan budaya; 5.Inovasi teknologi: Peningkatan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif yang mencakup pengelolaan sumber daya maritim menuju ketahanan energi, pangan, dan antisipasi perubahan iklim; dan pengembangan penguasaan teknologi dan kreativitas pemuda. 7. KEBUDAYAAN, KREATIVITAS, & INOVASI TEKNOLOGI ARAH KEBIJAKAN & STRATEGI NASIONAL © KONFERENSI PARIWISATA NASIONAL

30 Kerangka Buku II RPJMN 30 PRIORITAS BIDANGFOKUS PRIORITAS KEGIATAN PRIORITAS BIDANG Prioritas Bidang: 1. Bidang Pembangunan Sosial Budaya Dan Kehidupan Beragama 2. Bidang Ekonomi 3. Bidang Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi 4. Bidang Sarana Dan Prasarana 5.Bidang Politik 6. Bidang Pertahanan Dan Keamanan 7. Bidang Hukum Dan Aparatur 8. Bidang Wilayah Dan Tata Ruang 9.Bidang Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Hidup ARAH KEBIJAKAN & STRATEGI NASIONAL © KONFERENSI PARIWISATA NASIONAL Pembangunan kepariwisataan mempunyai peranan penting dalam mendorong kegiatan ekonomi, meningkatkan citra Indonesia, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan perluasan kesempatan kerja

31 FOKUS PENINGKATAN DAYA SAING PARIWISATA Fokus dan Kegiatan Prioritas Bidang Kepariwisataan 1.Pengembangan Usaha, Industri, dan Investasi Pariwisata; 2.Pengembangan Standardisasi Pariwisata. 31 PENGEMBANGAN INDUSTRI PARIWISATA PENGEMBANGAN TUJUAN PARIWISATA PENGEMBANGAN PEMASARAN DAN PROMOSI PARIWISATA PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA © KONFERENSI PARIWISATA NASIONAL 1.Pengembangan Daya Tarik Pariwisata; 2.Pemberdayaan Masyarakat di Tujuan Pariwisata; 3.Peningkatan PNPM Mandiri Bidang Pariwisata 1.Peningkatan Promosi Pariwisata Dalam dan luar Negeri; 2.Pengembangan Informasi Pasar Pariwisata; 3.Peningkatan Publikasi Pariwisata; 4.Peningkatan Pertemuan, Perjalanan Insentif, Konferensi, dan Pameran 1.Pengembangan SDM Kebudayaan dan Pariwisata; 2.Penelitian dan Pengembangan Bidang Kepariwisataan; 3.Pengembangan Pendidikan Tinggi Bidang Pariwisata

32 TARGET PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif © KONFERENSI PARIWISATA NASIONAL32 TAHUN SATUAN INDIKATOR KONTRIBUSI EKONOMI KEPARIWISATAAN Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB Nasional %4,804,955,105,205,25 Kontribusi pariwisata terhadap lapangan kerja nasional juta orang7,78,18,58,99,2 Peranan investasi bidang pariwisata dalam investasi nasional %5,195,455,766,066,43 KUANTITAS DAN KUALITAS WISATAWAN Jumlah wisatawan mancanegara Ribu orang Pertumbuhan jumlah wisatawan manca negara % -5,195,636,677,5 Jumlah pergerakan wisatawan nusantara juta perjalanan Pertumbuhan pergerakan wisatawan nusantara %-3,043,385,316,98 Lama Tinggal Wisatawan Mancanegara hari7,87,7 7,67,5 Lama Tinggal Wisatawan Nusantara hari2,12,252,52,753 Rata-rata pengeluaran/pembelanjaan wisatawan mancanegara USD/kunjungan Rata-rata pengeluaran/pembelanjaan wisatawan nusantara Rp/kunjungan Penerimaan devisa USD milliar 6,757,177,658,248,95 Jumlah pengeluaran wisatawan nusantara Rp triliun ,05171,5180,60207 KUANTITAS DAN KUALITAS DESTINASI WISATA INDONESIA Jumlah tenaga kerja yang disertifikasi orang Target jumlah daerah tujuan wisata baru daerah s.d daerah Destination Management Organization unit s.d unit Jumlah Desa Wisata desa Pola perjalanan polas.d pola

33 #4 Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional

34 SASARAN PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL s/d 2025 © FGD | Konvensi PPBI INDIKATOR KONDISI 2008 s/d 2025 PesimisOptimis 1. Kunjungan Wisman (juta) Kunjungan Wisnus (juta) Penerimaan Devisa dari wisman (US$ milyar) Pengeluaran Wisnus (triliun) ,6259,7 5.PDB pariwisata (%) 4,

35 RUANG LINGKUP: RIPPARNAS ( PP no. 50/2011) 35 VISI DAN MISI ANALISIS SITUASI PARADIGMA STRATEGIS KELEMBAGAAN KEPARIWISATAAN PEMASARAN PARIWISATA DESTINASI PARIWISATA RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL (RIPPARNAS) ACUAN PEMBANGUNAN: 1.UU tentang Otonomi Daerah 2.UU No. 10/ 2009 ttg Kepariwisataan 3.UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang 4.Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional ( RPJPN ) Rencana Pembangunan Jangka Menengah ( RPJM) Rencana Strategik (RENSTRA) 7.Inpres No. 16/ 2005 tentang Kebijakan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata 8.Keppres No. 3 tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor & Peningkatan Investasi 9.Kelompok Kerja PPDN & PT. PPI INDUSTRI PARIWISATA TUJUAN DAN SASARAN ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, DAN INDIKASI PROGRAM KOMPONEN PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN Pembangunan Daya Tarik Wisata, Pembangunan Aksesibilitas Pariwisata, Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan fasilitas pariwisata, Pemberdayaan masyarakat melalui kepariwisataan, Pengembangan investasi di Bidang Pariwisata Pengembangan Pasar Wisatawan, Pengembangan Citra Pariwisata, Pengembangan Kemitraan Pemasaran Pariwisata, engembangan Promosi Pariwisata Penguatan Struktur Industri Pariwisata, Peningkatan Daya Saing Produk Pariwisata, Pengembangan Kemitraan Usaha Pariwisata, Penciptaan Kredibilitas Bisnis, Pengembangan Tanggung Jawab Terhadap Lingkungan Penguatan Organisasi Kepariwisataan, Pembangunan Sumber Daya Manusia Pariwisata, Penyelenggaraan Penelitian dan Pengembangan

36 © KONFERENSI PARIWISATA NASIONAL36 PETA SEBARAN 50 DESTINASI PARIWISATA NASIONAL, 88 KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA NASIONAL, DAN 222 KAWASAN PENGEMBANGAN PARIWISATA NASIONAL (POTENSI)

37 Pengembangan KPPN, DPN dan KSPN NAD, Sumatra Utara © FGD | Konvensi PPBI Provinsi Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) NANGROE ACEH DARUSSALAM 1. KPPN Simeulue dan sekitarnya DPN NIAS– SIMEULUE dan sekitarnya KSPN Toba dan sekitarnya SUMATERA UTARA 1. KPPN Nias Barat dan sekitarnya 2. KPPN Teluk Dalam dan sekitarnya 3. KPPN Medan Kota dan sekitarnya DPN MEDAN–TOBA dan sekitarnya 4. KPPN Tangkahan–Leuser dan sekitarnya 5. KPPN Bukit Lawang dan sekitarnya 6. KPPN Toba dan sekitarnya 7. KPPN Sibolga dan sekitarnya

38 © FGD | Konvensi PPBI

39 Pengembangan KPPN, DPN dan KSPN Nusa Tenggara Barat 39 Provinsi Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) NUSA TENGGARA BARAT 1. KPPN Rinjani dan sekitarnya DPN LOMBOK – GILI TRAMENA dan sekitarnya KSPN. Gili Tramena dan sekitarnya 2. KPPN Gili Tramena dan sekitarnya 3. KPPN Mataram Kota dan sekitarnya 4. KPPN Pantai Selatan dan sekitarnya Lombok 5. KPPN Praya–Sade dan sekitarnya 6.KPPN Sumbawa Barat dan sekitarnya 7. KPPN Moyo dan sekitarnya DPN MOYO– TAMBORA dan sekitarnya KSPN. Moyo dan sekitarnya 8.KPPN Tambora dan sekitarnya 9.KPPN Bima dan sekitarnya KSPN. Tambora dan sekitarnya

40 © FGD | Konvensi PPBI

41 © FGD | Konvensi PPBI

42 Pengembangan KPPN, DPN dan KSPN Nusa Tenggara Timur 42 Provinsi Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) NUSA TENGGARA TIMUR 1.KPPN Komodo dan sekitarnya DPN KOMODO–RUTENG dan sekitarnya KSPN Komodo dan sekitarnya 2.KPPN Labuhan Bajo dan sekitarnya 3.KPPN Ruteng dan sekitarnya 1.KPPN Bajawa dan sekitarnya DPN KELIMUTU– MEUMERE dan sekitarnya KSPN Ende – Kelimutu dan sekitarnya 2.KPPN Ende–Kelimutu dan sekitarnya 3.KPPN Meumere–Sikka dan sekitarnya 1.KPPN Waingapu–Laiwangi Wanggameti dan sekitarnya DPN SUMBA – WAIKABUBAK dan sekitarnya KSPN Waikabubak – Manupeh Tanah Daru dan sekitarnya 2.KPPN Waikabubak–Manupeh Tanah Daru dan sekitarnya 1.KPPN Larantuka dan sekitarnya DPN ALOR–LEMBATA dan sekitarnya KSPN Alor – Kalabahi dan sekitarnya 2.KPPN Lamalera–Lembata dan sekitarnya 3.KPPN Alor–Kalabahi dan sekitarnya 1.KPPN Nemberala–Rotendao dan sekitarnya DPN KUPANG– ROTENDAO dan sekitarnya KSPN Nemberala – Rotendao dan sekitarnya 2.KPPN Kupang–Soe dan sekitarnya

43 © FGD | Konvensi PPBI

44 © FGD | Konvensi PPBI

45 #5 Pembelajaran bagi kita bersama

46 BAGAIMANA KITA MENGEMBANGKAN DAERAH TUJUAN WISATA INDONESIA © FGD | Konvensi PPBI Inisiasi Perencanaan Pengembangan Destinasi Keluaran Pemantauan dan Pengendalian Perancangan Implementasi Masukan Dokumentasi Adaptasi oleh Pemerintah lokal Manajemen Pengetahuan PRA-PROYEK PROYEK PASCA- PROYEK Closure

47 #5 Cerita Sukses Pengembangan Destinasi Wisata SUSTAINABLE TOURISM: PELUANG PARIWISATA PASCA TSUNAMI PANGANDARAN (JAWA BARAT)

48 TAHAPAN PENGEMBANGAN PANGANDARAN © FGD | Konvensi PPBI Inisiasi: pemetaan kondisi saat ini untuk mendapatkan peluang dan tantangan, serta potensi daerah tujuan wisata, Rakor Identifikasi pemangku kepentingan dan pembentukan Kelompok Kerja Lokal (Local Working Group-LWG) Perencanaan dan implementasi: menyusun visi dan misi, tujuan dan rencana kerja, implementasi pemberdayaan, asistensi teknis dan pengembangan DMO, dimana seluruh kegiatan ini akan dipantau untuk setiap tahapannya Penilaian dampak: peningkatan jumlah wisatawan ke pangandaran, peningkatan kesejahteraan masyarakat, kualitas lingkungan, Perencanaan Destinasi Pariwisata Nasional (RIPPARNAS, RIPPARDA –Prov/kab/kota, daftar inisiasi proyek) Adaptasi oleh Daerah, tindak lanjut dari pengembangan Pangandaran sebagai daerah tujuan wisata PRA- PROYEK PROYEK PASCA-PROYEK

49 PERKEMBANGAN KEPARIWISATAAN PANGANDARAN © KONFERENSI PARIWISATA NASIONAL49 Jumlah Wisnus dan Wisman Ke Pangandaran Tingkat Kepuasan Wisman Terhadap Pangandaran Asal Wisman Pangandaran berdasarkan benua

50 KONDISI PANGANDARAN SEBELUM DAN SESUDAH PENGEMBANGAN © KONFERENSI PARIWISATA NASIONAL50

51 © KONFERENSI PARIWISATA NASIONAL51 1.Peningkatan pedagang kreatif lapangan/pedagang jalanan relatif tinggi sehingga menutupi area pantai 2.Pengelolaan lingkungan sekitar pantai terkait dengan manajemen sampah, pemanfaatan energi 3.Meningkatnya kebutuhan untuk pelayanan yang lebih baik dari pemangku kepentingan wisatawan di Pangandaran TANTANGAN BERIKUTNYA…..

52 Mari Kita curahkan rasa dan karsa dalam Pembangunan Kepariwisataan INDONESIA


Download ppt "KONFERENSI PARIWISATA NASIONAL DESEMBER 2011 MARI ELKA PANGESTU Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google