Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PETA KONSEP Materi  Pendahuluan  Kebutuhan dan Keinginan  Benda Pemuas Kebutuhan  Alokasi Sumber Daya  Kelangkaan  Kelangkaan dan Biaya Peluang.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PETA KONSEP Materi  Pendahuluan  Kebutuhan dan Keinginan  Benda Pemuas Kebutuhan  Alokasi Sumber Daya  Kelangkaan  Kelangkaan dan Biaya Peluang."— Transcript presentasi:

1

2 PETA KONSEP

3 Materi  Pendahuluan  Kebutuhan dan Keinginan  Benda Pemuas Kebutuhan  Alokasi Sumber Daya  Kelangkaan  Kelangkaan dan Biaya Peluang

4  Manusia dan ekonomi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Cobalah perhatikan lingkungan sekitar kamu. Setiap pagi banyak orang yang melakukan berbagai aktivitas untuk memenuhi kebutuhannya.  Sebagai contoh, penurunan tingkat suku bunga, perdagangan bebas, inflasi dan sebagainya. Tentu saja tidak semua masalah yang dihadapi adalah masalah ekonomi.  Jadi sebenarnya apakah pengertian dari ekonomi dan apakah yang menyebabkan munculnya ekonomi ?

5  Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang penggunaan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Setiap manusia membutuhkan makanan, minuman, pakaian, hiburan dan lain sebagainya.  Semua kebutuhan ini digunakan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.  Namun tidak semua kebutuhan manusia dapat terpenuhi, karena sumber daya yang ada tidak akan cukup untuk memenuhi semua kebutuhan manusia tersebut dan sifat manusia yang tidak puas akan segala sesuatu yang dimilikinya

6  Keterbatasan sumber daya inilah yang kemudian kita kenal sebagai kelangkaan, dan menuntut manusia untuk mengatasi masalah tersebut agar segala kebutuhannya dapat terpenuhi.  Cara-cara manusia dalam mengatasi masalah pemenuhan kebutuhan inilah yang akhirnya memunculkan sebuah ilmu baru, yang bernama ilmu ekonomi.

7

8 PENGERTIAN KEBUTUHAN  Kebutuhan kita artikan sebagai hal yang sangat kita butuhkan dan tanpanya, aktivitas hidup kita akan terganggu bahkan mungkin kita takkan bisa hidup.  Contoh dari kehidupan adalah makanan, pakaian dan tempat tinggal.  Kita tidak bisa hidup tanpa makanan dan tempat tinggal.  Kebutuhan berbeda dengan keinginan, meskipun kadangkala orang mencampuradukkan keduanya.

9  Bila kebutuhan merupakan sesuatu yang harus dipenuhi, keinginan belum tentu demikian. Keinginan tidak harus dimiliki.  Dengan demikian dapat dikatakan bahwa keinginan merupakan suatu hal yang kita ingin miliki, namun bila kita tidak berhasil mendapatkannya, kelangsungan hidup kita sebagai manusia tidak akan terancam.  Dengan kata lain, kita tidak akan meninggal bila tidak memiliki barang tersebut.

10 Mengapa kebutuhan dan keinginan manusia selalu bertambah ?  Ada kebutuhan yang akan selalu muncul secara berulang-ulang (seperti kebutuhan makanan, bahan bakar, dan lain-lain).  Kecenderungan manusia untuk selalu ingin mencoba hal yang lain.  Dengan semakin bertambahnya populasi, maka permintaan akan kebutuhan dan keinginan juga bertambah.  Gencarnya iklan mampu membuat orang menginginkan barang yang awalnya mungkin kurang diperlukan.  Diterimanya materialisme sebagai gaya hidup sebagian orang.

11 Berbagai Macam Kebutuhan  Kebutuhan diungkapkan bukan dengan minat atau angan-angan saja. Tolak ukur suatu kebutuhan sifatnya konkret, yakni kemampuan untuk benar-benar membeli barang ataupun jasa yang dibutuhkan.  Kebutuhan manusia yang banyak pada dasarnya dapat digolongkan ke dalam empat kelompok menurut tolok ukur sebagaimana terlihat pada gambar di bawah ini.

12 Macam-macam Kebutuhan Manusia

13 Intensitas Kegunaan  Kebutuhan Mutlak. Makan, minum dan udara adalah kebutuhan mutlak, mau tidak mau harus dipenuhi oleh setiap manusia dan tidak mungkin ditinggalkan.  Kebutuhan Primer. Kebutuhan ini harus dipenuhi oleh manusia yang menginginkan hidup layak. Kata primer berasal dari Bahasa Latin Primus yang berarti pertama.Macam-macam kebutuhan primer antara lain : makanan, minuman, pakaian, rumah, kesehatan dan pendidikan.

14  Kebutuhan Sekunder. Kata sekunder berasal dari Bahasa Latin secundus, yang artinya kedua. Kebutuhan ini timbul setelah kebutuhan primer terpenuhi. Kebutuhan ini berbeda antara orang yang satu dengan orang yang lain.  Kebutuhan Tersier. Tersier berasal dari Bahasa Latin tertius, yang artinya ketiga. Jadi, tingkat pemenuhannya adalah setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi.

15 Kebutuhan Relatif. Bagi seorang manajer sebuah perusahaan, laptop mungkin menjadi kebutuhan primer. Tetapi bagaimana dengan ibu rumah tangga ? Mungkinkah laptop menjadi kebutuhan primer ?

16 Sifat  Kebutuhan Jasmani. Kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani atau fisik antara lain menjaga kesehatan dan penampilan. Misalnya dengan berolahraga, mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat.  Kebutuhan Rohani. Kebutuhan yang bersifat rohani, yang berhubungan dengan kesehatan jiwa antara lain beribadah menurut agama, bersosialisasi, rekreasi dan hiburan, dsbnya.

17 Jasmani dan Rohani. Makan merupakan kebutuhan jasmani sementara belajar merupakan kebutuhan rohani.

18 Waktu  Kebutuhan Sekarang. Kebutuhan ini harus dipenuhi sekarang juga dan tidak dapat ditunda. Contoh kebutuhan sekarang antara lain obat bagi orang sakit,makanan bagi orang kelaparan, dan minuman bagi orang kehausan.  Kebutuhan Masa Yang Akan Datang. Kebutuhan ini dapat dilakukan dikemudian hari dan dapat ditunda karena tidak mendesak. Contohnya menabung, membeli payung di musim panas, dsbnya.

19 Subyek  Kebutuhan Individual. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan perseorangan atau individu. Kebutuhan ini berbeda antara orang yang satu dengan orang yang lain.  Kebutuhan Kolektif. Kebutuhan kolektif adalah kebutuhan bersama dalam satu masyarakat yang dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Misalnya jalan, rumah sakit, tempat rekreasi dan sebagainya.

20 Pribadi atau Kolektif ? Telepon adalah kebutuhan pribadi, namun telepon umum adalah kebutuhan kolektif.

21 Berbagai Faktor yang Memepengaruhi Kebutuhan  Kondisi Alam  Peradaban  Agama dan Kepercayaan  Adat-Istiadat

22 Kondisi Alam  Peradaban kondisi alam yang terdapat diberbagai daerah atau wilayah menyebabkan kebutuhan masyarakatnya juga berbeda.Kebutuhan masyarakat yang hidup di daerah tropis misalnya, berbeda dengan kebutuhan orang yang tinggal di daerah yang memiliki berbagai macam musim.

23 Beda alam beda baju. Di tenpat bersalju, orang akan mengenakan pakaian tebal sementara di tempat tropis akan mengenakan pakaian dari kain katun.

24 Peradaban  Kebutuhan manusia meningkat seiring dengan meningkatnya peradaban. Pada zaman purba, manusia tidak mengenal kebutuhan akan komunikasi jarak jauh atau transportasi cepat, karena hal terpenting bagi mereka adalah bertahan hidup, maka kebutuhan pada saat itu hanya terfokus pada masalah pemenuhan makan, minum, tempat tinggal dan pakaian.

25 Peradaban. Kemajuan peradaban meningkatkan kebutuhan manusia akan barang seperti komputer.

26 Agama dan Kepercayaan  Berbagai macam agama dan kepercayaan yang berbeda mengakibatkan timbulnya perbedaan kebutuhan. Sebagai contoh, orang beragama Hindu tidak akan memakan daging sapi karena mereka menganggap sapi itu binatang suci. Sementara kaum muslimin tidak akan makan babi karena babi dianggap haram untuk dimakan.

27  Adanya perayaan keagamaan juga menimbulkan adanya kebutuhan khusus. Menjelang hari raya Idul Fitri, kebutuhan akan ketupat meningkat tajam, melebihi hari-hari biasa. Sementara saat Natal semakin dekat, permintaan pohon Natal akan semakin meningkat.

28

29  Kita telah tahu bahwa manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas, dan manusia melakukan segala macam kegiatan yang dianggap perlu untuk memenuhi kebutuhannya tersebut.  Untuk itu manusia mencari, mendapatkan dan membuat atau memproduksi berbagai benda untuk memenuhi atau memuaskan kebutuhannya.

30 Pengertian Benda Pemuas Kebutuhan  Benda pemuas kebutuhan adalah segala sesuatu yang dapat memuaskan kebutuhan manusia.  Kalau kita berbicara mengenai benda pemuas kebutuhan, maka pada dasarnya kita berbicara tentang dua hal, yaitu barang (goods) dan jasa (services).

31  Barang dan jasa sama-sama merupakan benda pemuas kebutuhan, tetapi keduanya merupakan hal yang berbeda.  Contoh benda berupa barang adalah meja, kursi, mobil, roti, kopi dan lain-lain.  Contoh jasa antara lain guru, dokter, arsitek, tukang cukur, sopir taksi, mekanik dan sebagainya.  Jadi dapat disimpulkan bahwa barang adalah benda pemuas kebutuhan yang berwujud, sementara jasa adalah benda tak berwujud.

32 Jenis Benda Pemuas Kebutuhan  Cara mendapatkannya  Kegunaan (Utility)  Proses Produksi  Hubungan dengan Benda Lain

33 Cara Mendapatkannya  Benda Ekonomi. Benda ekonomi adalah benda pemuas kebutuhan yang untuk mendapatkannya memerlukan sejumlah pengorbanan tertentu. Pengorbanan ini biasanya berupa uang. Sebagai contoh : untuk memperoleh makanan kita harus membayar. Kesediaan kita mengeluarkan uang adalah pengorbanan. Kita harus mengeluarkan sejumlah uang untuk mendapatkan barang yang kita inginkan.

34  Benda Bebas. Benda bebas adalah benda pemuas kebutuhan yang tersedia dalam jumlah banyak (kalau tidak dapat dikatakan tidak terbatas) di alam. Karena tersedia dalam jumlah yang sangat banyak, maka kita dapat mengambilnya begitu saja. Sebagai contoh : udara untuk bernafas, air laut, es di kutub atau salju di musim dingin, pasir di padang pasir, dan sebagainya.

35 ES. Es krim adalah benda ekonomi namun es di alam merupakan benda bebas.

36 Kegunaan (Utility)  Benda Konsumsi Benda konsumsi adalah benda yang dapat langsung dipakai untuk memuaskan kebutuhan. Contoh benda konsumsi adalah : makanan, minuman, pakaian, buku dan pensil. Benda konsumsi juga disebut benda siap pakai karena manfaatnya dapat langsung diambil.

37  Benda Produksi. Benda produksi adalah benda yang digunakan untuk melaksanakan proses produksi, guna menghasilkan benda lainnya. Benda produksi adalah istilah lain untuk barang modal. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, benda produksi antara lain adalah pabrik, mesin, truk, komputer dan sebagainya.

38 Proses Produksi  Barang Mentah (Bahan Baku) Bahan mentah adalah bahan dasar atau bahan pembuat benda pemuas kebutuhan. Bahan mentah disebut juga dengan bahan baku, yaitu bahan yang sama sekali belum mengalami proses pengolahan. Contoh bahan mentah antara lain : - Bahan tambang : minyak bumi, timah, emas - Hasil hutan : kayu, tumbuhan, hewan - Hasil pertanian : padi, jagung, gandum - Hasil perkebunan : kelapa sawit, tebu.

39  Barang Setengah Jadi Barang setengah jadi adalah hasil pengolahan bahan mentah, tetapi belum menjadi produk akhir. Barang setengah jadi terdiri dari berbagai tingkatan. Contoh : - Salah satu bahan baku pakaian adalah tanaman kapas. Kapas setelah proses pemintalan akan menjadi barang setengah jadi, yaitu benang. Selanjutnya benang ditenun dan hasilnya adalah barang setengah jadi berupa kain. Kain kemudian dijahit dan barulah menghasilkan barang jadi yaitu pakaian.

40  Barang Jadi Barang jadi adalah produk akhir setelah melalui proses pengolahan dari bahan mentah dan barang setengah jadi. Barang jadi siap untuk dikonsumsi atau digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Contoh barang jadi antara lain pakaian, tas, kendaraan, jam tangan dan sebagainya.

41 Proses Produksi Barang mentahBarang setengah jadiBarang jadi

42 Hubungan dengan benda lain  Setiap benda kebutuhan mempunyai kaitan dengan benda-benda lainnya berdasarkan fungsi dan peranannya. Terdiri dari : 1. Benda Komplementer 2. Benda Substitusi

43 Benda Komplementer  Benda komplementer adalah benda pemuas kebutuhan yang akan bermanfaat atau berguna jika dipakai bersama-sama dengan benda lainnya, atau dapat dikatakan bahwa benda tersebut akan mempunyai daya guna yang lebih tinggi bila dipakai bersama-sama dengan benda lainnya. Contoh : mobil tidak akan bisa berjalan jika tidak ada bahan bakarnya.

44 Benda Substitusi  Benda substitusi adalah benda pemuas kebutuhan yang pemakainya dapat menggantikan benda lain atau saling menggantikan. Contoh : pena dapat menggantikan pensil untuk menulis, sepeda motor dapat menggantikan mobil sebagai sarana transportasi.

45 Kegunaan Benda Pemuas Kebutuhan  Kegunaan Bentuk (Form Utility)  Kegunaan Tempat (Place Utility)  Kegunaan Waktu (Time Utility)  Kegunaan Kepemilikan (Ownership Utility)

46 Kegunaan Bentuk (Form Utility)  Peningkatan kegunaan dari suatu benda antara lain dapat disebabkan oleh perubahan bentuknya. Sebagai contoh : nilai guna dari sebuah lempengan besi relatif rendah, namun jika lempengan besi tersebut ditempa menjadi sebuah pisau, maka nilai gunanya akan menjadi lebih besar.

47 Kegunaan Bentuk Kayu berguna setelah berbentuk kursi

48 Kegunaan Tempat (Place Utility)  Pertambahan kegunaan dari suatu benda antara lain dapat karena dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain.  Conotoh : Sebuah mantel yang tebal tidak banyak gunanya jika dipakai di daerah tropis, namun jika dipakai di daerah dingin maka akan lebih terasa manfaatnya.

49 Kegunaan Tempat Kapal baru berguna ditempatnya yaitu laut

50 Kegunaan Waktu  Kegunaan suatu benda bertambah jika benda itu dipakai pada waktu-waktu yang tepat dan sesuai dengan manfaat benda tersebut.  Contoh : payung akan lebih berguna jika dipakai pada waktu huja atau saat hari terik.

51 Kegunaan Waktu Payung berguna di waktu hujan

52 Kegunaan Kepemilikan  Kegunaan suatu benda baru terasa bila telah ada pemiliknya, atau dimiliki oleh konsumen yang tepat.  Contoh : tanah yang kosong dan terbengkalai tidak akan memiliki manfaat, tetapi tanah tersebut baru membawa manfaat bila dimiliki dan diolah oleh manusia yang bisa mengolah tersebut.

53 Kegunaan Kepemilikan Tanah baru berguna jika dimiliki petani

54  Untuk menciptakan kesejahteraan setinggi mungkin, maka semua sumber daya yang dimiliki haruslah dikelola dan dialokasikan dengan cara yang sebaik dan seefisien mungkin.  Pemanfaatan sumber daya tersebut harus selalu dilakukan dengan mempertimbangkan apakah pegalokasannya membawa manfaat bagi masyarakat.  Jadi intisari pengalokasian sumber daya adalah efisiensi dan pemerataan.

55  Efisiensi menunjuk pada kondisi ideal ketika suatu masyarakat dapat memperoleh hasil atau manfaat maksimal dari penggunaan segenap sumber daya yang langka.  Sementara pemerataan menunjuk pada kondisi ideal ketika penggunaan sumber daya yang langka terbagikan secara adil di antara segenap warga masyarakat.

56 ALOKASI SUMBER DAYA  Sumber Daya Manusia  Sumber Daya Alam  Sumber Daya Modal

57 Sumber Daya Manusia  Sumber daya manusia disebut juga tenaga kerja (labour). Tenaga kerja menunjuk kepada kontribusi terhadap kegiatan produksi yang diberikan oleh para pekerja baik dengan menggunakan tangan (misal : percetakan buku,perakitan mobil), maupun pikiran (misal : perencanaan manajerial, konsultasi hukum)

58 Unsur-unsur pembentuk sumber daya berkualitas  Keahlian  Kejujuran dan Keadilan  Kekuatan Fisik

59 Keahlian  Dengan menggunakan keahlian, manusia dapat mengolah semua sumber daya yang tersedia, dan dapat mengubah bahan mentah yang tadinya tidak berguna menjadi berbagai benda dan produk yang berguna untuk memenuhi semua kebutuhannya.  Keahlian tersebut tidak saja digunakan untuk menciptakan suatu barang (goods), tetapi juga untuk menyediakan jasa (service).  Contoh : tukang kayu dapat membuat perabotan, sedangkan tukang cukur menyediakan jasa potong rambut.

60 Kejujuran dan keadilan Kejujuran dan keadilan adalah perwujudan dari hati nurani manusia dan merupakan bagian dari sumber daya manusia yang tidak ternilai harganya. Seorang pemimpin yang jujur dan adil akan mampu mengemban amanat dari pemimpinnya.

61 Kekuatan Fisik  Kekuatan fisik manusia akan bermanfaat apabila dibina dan diarahkan pada hal- hal yang positif. Orang yang kuat secara fisik akan dapat bekerja dengan lebih baik.

62 Macam-macam Tenaga Kerja  Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih. Tidak dibutuhkan pendidikan khusus untuk pekerjaan ini. Contoh : pesuruh, kuli angkat, buruh.

63  Tenaga kerja terdidik dan terlatih. Mereka memiliki keahlian dan pendidikan sesuai dengan bidangnya. Semakin ahli, semakin mahal harganya dan semakin sulit dicari. Contoh : pengacara, dokter, pilot.

64  Tenaga kerja terlatih. Mereka memiliki ketrampilan di bidangnya. Tidak perlu pendidikan tinggi. Contoh : penjahit, pengemudi, tukang kayu.

65 Sumber Daya Alam  Alam merupakan karunia dari Tuhan yang membawa manfaat yang sangat besar yang dikelola secara bijaksana namun dapat membawa bencana bila dikelola secara sembarangan atau dieksploitasi secara berlebihan.  Banyak negara yang kaya raya karena sumber daya alamnya dikelola dengan baik. Sebagai contoh Arab Saudi berhasil menjadi kaya karena kesuksesannya mengelola minyak bumi.

66 Sumber Daya Modal  Sumber daya modal disebut juga dengan capital. Modal menunjuk pada kontribusi terhadap kegiatan produksi yang diberikan oleh investasi (uang dan saham), fisik (pabrik, kantor, mesin, peralatan), dan manusia (human capital : pendidikan umum, pelatihan khusus )

67  Modal merupakan salah satu sumber daya kunci lainnya yang meliputi teknologi, peralatan, informasi, dan fasilitas fisik. Unsur-unsur ini seringkali menentukan kemajuan sebuah negara.  Teknologi merupakan istilah yang mengacu pada mesin dan peralatan sebagai alat produksi, peralatan, informasi, dan fasilitas fisik.  Unsur-unsur ini seringkali menentukan kemajuan sebuah negara.

68  Teknologi merupakan istilah yang mengacu pada mesin dan peralatan sebagai alat produksi, telekomunikasi dan penemuan.  Informasi merupakan modal penting lainnya karena tanpa informasi, sulit untuk menjalin kerja sama antara pemerintah dan rakyat.  Untuk meningkatkan pemasukan negara, negara membutuhkan uang. Dana ini berasal dari pajak, berbagai pendapatan negara, hingga hutang atau pinjaman dari negara lain.

69 Macam-macam modal  Wujud  Sifat (Bagaimana Modal itu Dipakai)  Subyek (Siapa yang Memiliki)  Bentuk (Terlihat atau Tidak)  Sumber (Milik Sendiri atau Orang Lain)

70 Wujud  Modal menurut wujudnya antara lain terdiri dari uang dan barang. Uang merupakan modal berupa dana. Sementara itu, barang merupakan alat yang digunakan untuk proses produksi, seperti gedung, alat transportasi, tanah, peralatan, kantor dan mesin.

71 Sifat (Bagaimana Barang itu Dipakai)  Modal menurut sifatnya antara lain dapat dibedakan menjadi modal tetap dan modal lancar.  Modal tetap adalah modal yang dapat dipakai lebih dari satu kali masa produksi. Contoh modal tetap antara lain mobil, gedung dan mesin.  Sementara itu, modal lancar adalah modal yang sekali dipakai produksi langsung habis. Contoh modal lancar antara lain kertas,bahan baku makanan,dan lain-lain.

72 Subyek (Siapa yang Memiliki)  Modal menurut subyeknya antara lain terdiri dari modal perorangan dan modal kemasyarakatan.  Modal perorangan berarti modal tersebut hanya dimiliki satu orang.Contoh modal berupa sewa tanah,upah,bunga deposito, dan lain-lain.  Sementara itu, modal kemasyarakatan berarti modal tersebut berasal dari banyak orang dan untuk kepentingan orang banyak. Contoh modal kemasyarakatan antara lain jembatan,telekomunikasi dan fasilitas publik lainnya.

73 Bentuk (Terlihat atau Tidak)  Modal konkrit yaitu modal yang terlihat jelas adalam proses produksi. Contoh uang, peralatan kantor, mesin dan mobil.  Modal abstrak yaitu modal yang tidak terlihat namun kegunaannya dapat dirasakan. Contoh keahlian pegawai, kecakapan bernegoisasi, citra perusahaan, dan lain-lain.

74 Sumber (Milik Sendiri atau Orang Lain)  Modal sendiri adalah modal yang dimiliki pribadi. Sebagai contoh saham, tabungan.  Sementara itu, modal pinjaman adalah modal yang diperoleh dari pihak lain. Sebagai contoh kredit, utang.

75 KELANGKAAN Kelangkaan sumber daya menurut ilmu ekonomi dapat dirumuskan dengan dua cara, yaitu :  Terbatas, dalam artian tidak cukup dibadingkan dengan banyaknya kebutuhan manusia.  Terbatas, dalam arti manusia harus melakukan pengorbanan untuk memperolehnya.

76 Kelangkaan dan Biaya Peluang  Biaya langsung Segala sesuatu yang kita keluarkan atau kita korbankan untuk memperoleh sesuatu dapat kita sebut dengan biaya. Biaya yang berhubungan dengan uang in yang kita sebut sebagai biaya langsung. Biaya langsung amat berhubungan dengan biaya sehari-hari. Biaya sehari-hari merupakan biaya yang dikeluarkan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia yang vital.

77  Biaya Peluang (Opportunity Cost) Biaya peluang adalah pengorbanan yang dilakukan seseorang karena mengambil sebuah pilihan. Biaya peluang tidah harus berupa uang. Kita bisa membandingkan pilihan bekerja atau kuliah dengan uang yang didapat dan uang yang dikeluarkan. Selain itu, kita juga bisa membandingkan pengorbanan lainnya seperti waktu yang dihabiskan, kesenangan, pergaulan, pengalaman, ilmu pengetahuan dan sebagainya.

78  Rangkuman Rangkuman  Uji Kompetensi Uji Kompetensi


Download ppt "PETA KONSEP Materi  Pendahuluan  Kebutuhan dan Keinginan  Benda Pemuas Kebutuhan  Alokasi Sumber Daya  Kelangkaan  Kelangkaan dan Biaya Peluang."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google