Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PROGRAM KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA: Tantangan dan Peluang Disajikan pada Kuliah Umum di Universitas Haluoleo Kendari,Sultra Kendari, 18 Juni 2009.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PROGRAM KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA: Tantangan dan Peluang Disajikan pada Kuliah Umum di Universitas Haluoleo Kendari,Sultra Kendari, 18 Juni 2009."— Transcript presentasi:

1 PROGRAM KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA: Tantangan dan Peluang Disajikan pada Kuliah Umum di Universitas Haluoleo Kendari,Sultra Kendari, 18 Juni 2009 Disajikan pada Kuliah Umum di Universitas Haluoleo Kendari,Sultra Kendari, 18 Juni 2009 Oleh: Dr. Sugiri Syarief, MPA Kepala BKKBN Oleh: Dr. Sugiri Syarief, MPA Kepala BKKBN

2 PROLOG….. “COLLAPSE” How Societies Choose to Fail or Succeed by: Jared Diamond “COLLAPSE” How Societies Choose to Fail or Succeed by: Jared Diamond

3 PENYEBAB COLLAPSE DI MASA LAMPAU • ENVIRONMENTAL DAMAGES: (DEFORESTATION, HABITAT DESTRUCTION; WATER MANAGEMENT PROBLEMS; OVERHUNTING; OVERFISHING) • HOSTILE NEIGHBORS • ENVIRONMENTAL DAMAGES: (DEFORESTATION, HABITAT DESTRUCTION; WATER MANAGEMENT PROBLEMS; OVERHUNTING; OVERFISHING) • HOSTILE NEIGHBORS

4 DEWASA INI.... ECOLOGICAL SUICIDE  ECOCIDE • DEFORESTATION AND HABITAT DESTRUCTION; • SOIL PROBLEMS (EROSION, SALINIZATION, SOIL FERTYILITY LOSSES); • WATER MANAGEMENT PROBLEMS; • OVERHUNTING; • OVERFISHING; • INTRODUCTION SPECIES ON NATIVE SPECIES; • HOSTILE NEIGHBORS; • HUMAN POPULATION GROWTH • DEFORESTATION AND HABITAT DESTRUCTION; • SOIL PROBLEMS (EROSION, SALINIZATION, SOIL FERTYILITY LOSSES); • WATER MANAGEMENT PROBLEMS; • OVERHUNTING; • OVERFISHING; • INTRODUCTION SPECIES ON NATIVE SPECIES; • HOSTILE NEIGHBORS; • HUMAN POPULATION GROWTH

5 MASALAH LINGKUNGAN HIDUP  Areal hutan;  Lahan kritis;  Hutan bakau;  Erosi laut;  Terumbu karang;  Pendangkalan sungai;  Sampah;  Areal hutan;  Lahan kritis;  Hutan bakau;  Erosi laut;  Terumbu karang;  Pendangkalan sungai;  Sampah;  Polusi udara (emisi kendaraan bermotor);  Kesesakan pemukiman;  Ketersediaan air bersih;  Dsb.nya  Polusi udara (emisi kendaraan bermotor);  Kesesakan pemukiman;  Ketersediaan air bersih;  Dsb.nya

6 Sampai saat ini proses masih berlanjut ……

7

8

9 PERKEMBANGAN PENDUDUK DUNIA DAN INDONESIA PERKEMBANGAN PENDUDUK DUNIA DAN INDONESIA

10 World Population

11

12 PERINGKAT NEGARA BERDASARKAN JUMLAH PENDUDUK, TAHUN 2009 NEGARAJUMLAH PENDUDUK (Jutaan) 1.China India Amerika Serikat Indonesia Brazil 194 Sumber : United Nations (2009), World Population Prospect: The 2008 Revision;

13 PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA (JUTA) PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA (JUTA) 5 x times 2 x times

14 JT JUTA KELAHIRAN TERCEGAH 80 JUTA PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA (JUTA) PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA (JUTA) KELAHIRAN TERCEGAH 100 JUTA 330 JUTA 230 JT 2009

15 Sumber: Hasil Sensus & Supas, BPS PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA PROYEKSI PENDUDUK LIPAT DUA DALAM 30 – 40 TAHUN PDDK LIPAT DUA DLM: 70 LPP TAHUN

16 Pt = Po e r t Pt Po = e r t Pt Po = r t ln eln = r t ln 2 = r t 0,70 = 70 t LPP Pt = penduduk pada tahun t; Po = penduduk pada tahun dasar; t = tahun; r = LPP (laju pertumbuhan penduduk); e = bilangan napier (2,7183)

17 PEMBANGUNAN SDM SEBAGAI PRASYARAT KEMAJUAN BANGSA PEMBANGUNAN SDM SEBAGAI PRASYARAT KEMAJUAN BANGSA

18 KEMAJUAN SUATU BANGSA KUALITAS SDM (80%) KEKAYAAN SDA (20%) PELAYANAN SOSIAL DASAR: •Pendidikan •Kesehatan •KB KUALITAS SDM DAN KEMAJUAN BANGSA 80% KEMAJUAN BANGSA DI MASA DEPAN DITENTUKAN OLEH KUALITAS SDM, DAN BUKAN OLEH MELIMPAHNYA SDA 80% KEMAJUAN BANGSA DI MASA DEPAN DITENTUKAN OLEH KUALITAS SDM, DAN BUKAN OLEH MELIMPAHNYA SDA KB MEMPUNYAI PERAN PENTING DALAM PEMB. SDM KB MEMPUNYAI PERAN PENTING DALAM PEMB. SDM

19 GRAFIK PERTUMBUHAN OTAK ANAK SAMPAI USIA 5 TH Sumber:

20 KB MEMPUNYAI PERAN PENTING DALAM PENINGKATAN KUALITAS SDM KB MEMPUNYAI PERAN PENTING DALAM PENINGKATAN KUALITAS SDM MENCOBA MEMUTUS “LINGKARAN SETAN” KEMISKINAN (POVERTY TRAP) MENCOBA MEMUTUS “LINGKARAN SETAN” KEMISKINAN (POVERTY TRAP) MISKIN  ANAK BANYAK  MISKIN

21 MANFAAT/KONTRIBUSI PROGRAM KB DLM PEMBANGUNAN KUALITAS SDM EKONOMI Private saving  Reduksi Konsumsi Produktivitas meningkat Public saving  reduksi biaya pendidikan Private saving  reduksi biaya kes. reproduksi MMR/IMR turun Gizi Ibu & Anak membaik Perkembangan otak anak Human capital Investment Saving Produk- tivitas Sumber: Ascobat Gani

22 KESEHATAN PENDIDIKAN EKONOMI MMR IMR GIZI ANAK KECERDASAN PARTISIPASI SKLH PEDKN LEBIH TINGGI PUBLIC SAVING PRIVATE SAVING MUTU TENAGA KRJA KB PERAN KB DALAM PENINGKATAN IPM IPM

23 Peringkat 10 Negara ASEAN Berdasarkan IPM (HDI), Tahun 2006 NEGARAASEANDUNIA (177) Singapura 125 Brunai Darussalam 230 Malaysia 363 Thailand 478 Filipina 590 Vietnam 6105 Indonesia 7107 Laos 8130 Kamboja 9131 Myanmar Sumber : Human Development Report, UNDP (2007/2008)

24 MENGAPA PROGRAM KB SANGAT BERHASIL DI ERA ORDE BARU?

25 l Komitmen politik yang luar biasa  posisi KB sangat jelas  dukungan lintas sektor  delapan sukses l Kelembagaan KB yang sangat kuat sampai ke lini lapangan; l Dukungan dana yang besar  donor luar negeri; l Tenaga lapangan (PLKB) yang sangat memadai (pernah mencapai ); l Dukungan Media Massa; l Komitmen politik yang luar biasa  posisi KB sangat jelas  dukungan lintas sektor  delapan sukses l Kelembagaan KB yang sangat kuat sampai ke lini lapangan; l Dukungan dana yang besar  donor luar negeri; l Tenaga lapangan (PLKB) yang sangat memadai (pernah mencapai ); l Dukungan Media Massa;

26 Apa yang telah dicapai?

27 PERSENTASE PESERTA KB 26 % 5 % (?) 48 % 57 % 60 % 61 %

28 PESERTA KB (CPR /ALL METHODS) MENURUT PROVINSI, HASIL SDKI 2007 PESERTA KB (CPR /ALL METHODS) MENURUT PROVINSI, HASIL SDKI 2007 DIBAWAH RATA2 NASIONAL DIATAS RATA2 NASIONAL Rata2 Nasional = 61,3 61,3

29 PESERTA KB (CPR MODERN) MENURUT PROVINSI, HASIL SDKI 2007 PESERTA KB (CPR MODERN) MENURUT PROVINSI, HASIL SDKI 2007 DIBAWAH RATA2 NASIONAL DIATAS RATA2 NASIONAL Rata2 Nasional = 57,4 57,4 29

30 KEINGINAN BER-KB YANG TAK RERPENUHI (FP UNMET NEED) KEINGINAN BER-KB YANG TAK RERPENUHI (FP UNMET NEED) PUS yang sebenarnya tidak ingin punya anak lagi atau ingin menunda kelahiran anak berikutnya tetapi karena berbagai alasan tidak memakai kontrasepsi ALASAN: Tidak ada akses dan takut efek buruk thd kesehatan dll.

31 KEINGINAN BER-KB TAK TERPENUHI “UNMET NEED” % 10.6 % 9.2 % 8.6 % /03 SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA 9.1 % 2007

32 DIATAS RATA2 NASIONAL RATA2 NASIONAL DIBAWAH RATA2 NASIONAL PERSEBARAN UNMET NEED MENURUT PROVINSI, HASIL SDKI 2007 PERSEBARAN UNMET NEED MENURUT PROVINSI, HASIL SDKI 2007 Rata2 Nasional = 9,1 RPJMN = 6,0 32

33 Total Fertility Rate

34 PERSEBARAN TFR MENURUT PROVINSI, HASIL SDKI 2007 PERSEBARAN TFR MENURUT PROVINSI, HASIL SDKI 2007 DIATAS RATA2 NASIONAL RATA2 NASIONAL DIBAWAH RATA2 NASIONAL Rata2 Nasional = 2,6 RPJMN = 2,2 Rata2 Nasional = 2,6 RPJMN = 2,2 2,6

35 ANGKA PERTUMBUHAN PENDUDUK 2.32 % 1.98 % 1.47 % 1.20 % (?)

36 Population Pyramids Indonesia Millions Millions Laki-lakiPerempuan 2000 Sumber : Sensus Penduduk 1971

37 POPULATION PYRAMIDS INDONESIA 118 juta 220 juta POTENSIAL BABY BOOM

38 PENGHARGAAN INTERNASIONAL l HUGH MOORE AWARDS (Pop Crisis Committee, 1989); l POPULATION AWARDS (PBB,1989); l MANAGEMENT AWARDS (Filipina, 1991); l CENTER OF EXCELLENCE  International Training Program (ITP): – 5000 peserta dari 90 negara; – short-term consultants ke luar negeri; l HUGH MOORE AWARDS (Pop Crisis Committee, 1989); l POPULATION AWARDS (PBB,1989); l MANAGEMENT AWARDS (Filipina, 1991); l CENTER OF EXCELLENCE  International Training Program (ITP): – 5000 peserta dari 90 negara; – short-term consultants ke luar negeri;

39 TANTANGAN PROGRAM KB ERA OTONOMI DAERAH TANTANGAN PROGRAM KB ERA OTONOMI DAERAH

40 l EUFORIA REFORMASI  Semua yang berbau orde baru ditinggalkan; l UNDANG-UNDANG OTONOMI DAERAH (No.22 TAHUN 1999)  KB: –Bukan 5 instansi yang masih vertikal; –Bukan pula institusi daerah yang wajib dibentuk; l Kelembagaan sangat lemah setelah urusan diserahkan ke Kab/Kota; l Pembangunan sosial dasar (termasuk KB) kurang diperhatikan  lebih mementingkan pembangunan fisik; l EUFORIA REFORMASI  Semua yang berbau orde baru ditinggalkan; l UNDANG-UNDANG OTONOMI DAERAH (No.22 TAHUN 1999)  KB: –Bukan 5 instansi yang masih vertikal; –Bukan pula institusi daerah yang wajib dibentuk; l Kelembagaan sangat lemah setelah urusan diserahkan ke Kab/Kota; l Pembangunan sosial dasar (termasuk KB) kurang diperhatikan  lebih mementingkan pembangunan fisik;

41 PERUBAHANN LINGKUNGAN STRATEGIS LEMAHNYA KOMITMEN POLITIK DI KAB/KOTA PROGRAM KB MELEMAH LEMBAGATENAGA ANGGARAN 30 TAHUN KEBERHASILAN BISA HILANG SASARAN RPJMN TIDAK TERCAPAI

42 INSTITUSI KB DI TINGKAT KAB/KOTA Tahun % 30 % DIGABUNG DENGAN BANYAK URUSAN

43 PETUGAS LAPANGAN KB 0 5,000 30,000 25,000 20,000 15,000 10,000 SEBELUM OTONOMI DAERAH SEBELUM OTONOMI DAERAH 2005 SAAT INI 19,000 22,000 35,000

44 Dukungan Anggaran l Masih belum memadai; l Bervariasi antar Kab/Kota; l Mendapat dukungan dari BKKBN (APBN); • Alat/obat kontrasepsi; • Kegiatan strategis lain; • Dana Alokasi Khusus (DAK)

45 PELUANG

46 l KEPEMIMPINAN (MANAGEMENT) BARU INSTITUSI  perubahan mindset, management, dan strategi; l DUKUNGAN KOMITMENT POLITIS: –Eksekutif ; –Legislatif; l DUKUNGAN KALANGAN LAINNYA:  Khususnya Mass Media l KEPEMIMPINAN (MANAGEMENT) BARU INSTITUSI  perubahan mindset, management, dan strategi; l DUKUNGAN KOMITMENT POLITIS: –Eksekutif ; –Legislatif; l DUKUNGAN KALANGAN LAINNYA:  Khususnya Mass Media

47 ”KB bukan program yang mengada-ada; Bukan tanpa tujuan yang baik. Program KB sangat bermanfaat bagi kita semua – untuk individu, keluarga, dan untuk negara secara keseluruhan..... Mulai dari sekarang ke depan, mari kita revitalisasi Program Keluarga Berencana”.

48 ”Seluruh jajaran pemerintahan agar menyukseskan Revitalisasi Program Keluarga Berencana. Kepada para Gubernur, Bupati, Walikota dan semua pemimpin pemerintahan agar tampil di depan untuk menyukseskan program ini”.

49 UNDANG-UNDANG 22/1999 (URUSAN KB TIDAK WAJIB) UNDANG-UNDANG 22/1999 (URUSAN KB TIDAK WAJIB) UNDANG-UNDANG 32/2004 PERATURAN PEMERINTAH PP: 38/2007 PP: 41/2007 KB URUSAN WAJIB RUMPUN: KB DAN PP

50 UNDANG-UNDANG NO. 39/2008 TTG KEMENTRIAN NEGARA BAHWA PEMERINTAH WAJIB MEMPUNYAI KELEMBAGAAN YANG MENANGANI MASALAH KEPENDUDUKAN

51 DIKOORDINASIKAN OLEH MENKO KESRA DIKOORDINASIKAN OLEH MENKO KESRA MENYUSUN DRAFT PERATURAN PRESIDEN TENTANG REVITALISASI PROGRAM KELUARGA BERENCANA MENYUSUN DRAFT PERATURAN PRESIDEN TENTANG REVITALISASI PROGRAM KELUARGA BERENCANA TINDAK LANJUT ARAHAN PRESIDEN/ KAJIAN MENKO KESRA TTG KB TINDAK LANJUT ARAHAN PRESIDEN/ KAJIAN MENKO KESRA TTG KB

52 Skenario Penduduk Indonesia (ribuan) 233 JUTA 332 JUTA 288 JUTA 248 JUTA TFR= 1,85 TFR= 2,35 TFR= 1,35 44 JUTA 84 JUTA Sumber: United Nations (2009), World Pop.Prospects: The 2008 Revision

53 KESIMPULAN l Kemajuan bangsa di masa depan ditentukan oleh kualitas SDM; l KB mempunyai peran sangat penting dalam pembangunan SDM yang berkualitas; l Keberhasilan KB di masa Orde Baru telah diakui secara nasional maupun internasional, namun saat ini sangat melemah dan tidak memperoleh perhatian yang memadai; l Perlu pemahaman yang sama dari segenap komponen bangsa tentang penting dan strategisnya Program KB bagi pembangunan berkelanjutan di masa depan; l Kemajuan bangsa di masa depan ditentukan oleh kualitas SDM; l KB mempunyai peran sangat penting dalam pembangunan SDM yang berkualitas; l Keberhasilan KB di masa Orde Baru telah diakui secara nasional maupun internasional, namun saat ini sangat melemah dan tidak memperoleh perhatian yang memadai; l Perlu pemahaman yang sama dari segenap komponen bangsa tentang penting dan strategisnya Program KB bagi pembangunan berkelanjutan di masa depan;

54 TERIMA KASIH


Download ppt "PROGRAM KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA: Tantangan dan Peluang Disajikan pada Kuliah Umum di Universitas Haluoleo Kendari,Sultra Kendari, 18 Juni 2009."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google