Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan s Fungsi Jaringan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan s Fungsi Jaringan."— Transcript presentasi:

1 Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan s Fungsi Jaringan

2  memahami makna fungsi jaringan, fungsi masukan, dan fungsi alih;  mampu mencari fungsi alih dari suatu rangkaian melalui analisis rangkaian;  memahami peran pole dan zero dalam tanggapan rangkaian;  mampu mencari fungsi alih rangkaian jika tanggapan terhadap sinyal impuls ataupun terhadap sinyal anak tangga diketahui. Tujuan:

3 Pengertian Dan Macam Fungsi Jaringan. Peran Fungsi Alih. Hubungan Bertingkat Kaidah Rantai Cakupan Bahasan

4 Pengertian dan Macam Fungsi Jaringan

5 Fungsi Jaringan Fungsi Jaringan, Pengertian dan Macam Fungsi Alih Prinsip proporsionalitas berlaku di kawasan s. Faktor proporsionalitas yang menghubungkan keluaran dan masukan berupa fungsi rasional dalam s dan disebut fungsi jaringan (network function). Definisi ini mengandung dua pembatasan, yaitu a)kondisi awal harus nol dan b)sistem hanya mempunyai satu masukan

6 Fungsi jaringan yang sering kita hadapi ada dua bentuk, yaitu fungsi masukan (driving-point function) dan fungsi alih (transfer function) Fungsi masukan adalah perbandingan antara tanggapan di suatu gerbang (port) dengan masukan di gerbang yang sama. Fungsi alih adalah perbandingan antara tanggapan di suatu gerbang dengan masukan pada gerbang yang berbeda. Fungsi Jaringan, Pengertian dan Macam Fungsi Alih

7 Fungsi Masukan impedansi masukanadmitansi masukan Fungsi Alih Fungsi Jaringan, Pengertian dan Macam Fungsi Alih

8 CONTOH-1: Fungsi Jaringan, Pengertian dan Macam Fungsi Alih a). R ++ Vs(s)Vs(s) R Is(s)Is(s) b). Carilah impedansi masukan yang dilihat oleh sumber pada rangkaian-rangkaian berikut ini

9 Carilah fungsi alih rangkaian-rangkaian berikut CONTOH-2: Fungsi Jaringan, Pengertian dan Macam Fungsi Alih a). R + V in (s)  +Vo(s)+Vo(s) R I in (s) b). Io(s)Io(s)

10 Tentukan impedansi masukan dan fungsi alih rangkaian di bawah ini CONTOH-3: Fungsi Jaringan, Pengertian dan Macam Fungsi Alih R 1 R 2 L C + v in  + v o  Transformasi ke kawasan s R 1 R 2 Ls 1/Cs + V in (s)  + V o (s) 

11 CONTOH-4: Fungsi Jaringan, Pengertian dan Macam Fungsi Alih Tentukan impedansi masukan dan fungsi alih rangkaian di samping ini ++ R2R2 + v in  + v o  R1R1 C1C1 C2C2 Transformasi rangkaian ke kawasan s ++ R2R2 + V in (s)  + V o (s)  R1R1 1/C 1 s1/C 2 s

12 CONTOH-5: Fungsi Jaringan, Pengertian dan Macam Fungsi Alih 1M  1F1F  v x A +vs+vs +vx+vx + v o 1M  1  F ++ /s  V x A +Vx+Vx + V o (s) /s ++ +Vs(s)+Vs(s) Persamaan tegangan untuk simpul A: Fungsi alih :

13 Peran Fungsi Alih

14 Dengan pengertian fungsi alih, keluaran dari suatu rangkaian di kawasan s dapat dituliskan sebagai fungsi alih akan memberikan zero di z 1 …. z m pole di p 1 …. p n. Rasio polinom Dapat dituliskan:

15 Pole dan zero dapat mempunyai nilai riil ataupun kompleks konjugat karena koefisien dari b(s) dan a(s) adalah riil. Sementara itu sinyal masukan X(s) juga mungkin mengandung zero dan pole sendiri. Oleh karena itu sinyal keluaran Y(s) akan mengandung pole dan zero yang dapat berasal dari T(s) ataupun X(s). Pole dan zero yang berasal dari T(s) disebut pole alami dan zero alami, karena mereka ditentukan semata-mata oleh parameter rangkaian dan bukan oleh sinyal masukan; Pole dan zero yang berasal dari X(s) disebut pole paksa dan zero paksa karena mereka ditentukan oleh fungsi pemaksa (masukan). Peran Fungsi Alih

16 CONTOH-6: /s  V x A +Vx+Vx + V o (s) /s ++ +Vs(s)+Vs(s) (Dari CONTOH-5) Jika v in = cos2t u(t), carilah pole dan zero sinyal keluaran V o (s) untuk  = 0,5 Fungsi alih : Pole dan zero adalah : Peran Fungsi Alih

17 Rangkaian Dengan Masukan Sinyal Impuls Peran Fungsi Alih, Rangkaian Dengan Masukan Sinyal Impuls Impuls dinyatakan dengan x(t) =  (t). Pernyataan sinyal ini di kawasan s adalah X(s) = 1 V o (s) yang diperoleh dengan X(s) = 1 ini disebut H(s) agar tidak rancu dengan T(s). Karena X(s) = 1 tidak memberikan pole paksa, maka H(s) hanya akan mengandung pole alami. Keluaran di kawasan t, v o (t) = h(t), diperoleh dengan transformasi balik H(s). Bentuk gelombang h(t) terkait dengan pole yang dikandung oleh H(s). Pole riil akan memberikan komponen eksponensial pada h(t); pole kompleks konjugat (dengan bagian riil negatif ) akan memberikan komponen sinus teredam pada h(t). Pole-pole yang lain akan memberikan bentuk-bentuk h(t) tertentu yang akan kita lihat melalui contoh berikut.

18 Jika sinyal masukan pada rangkaian dalam contoh-3.5 adalah v in =  (t), carilah pole dan zero sinyal keluaran untuk nilai  = 0,5 ; 1 ; 2 ; 3 ; 4, 5. CONTOH-7: /s  V x A +Vx+Vx + V o (s) /s ++ +Vs(s)+Vs(s) Dengan masukan v in =  (t) berarti V in (s) = 1, maka keluaran rangkaian adalah : Peran Fungsi Alih, Rangkaian Dengan Masukan Sinyal Impuls

19 Contoh-7 memperlihatkan bagaimana fungsi alih menentukan bentuk gelombang sinyal keluaran melalui pole-pole yang dikandungnya. Berbagai macam pole tersebut akan memberikan h(t) dengan perilaku sebagai berikut.  = 0,5: dua pole riil negatif tidak sama besar; sinyal keluaran sangat teredam.  = 1 : dua pole riil negatif sama besar ; sinyal keluaran teredam kritis.  = 2: dua pole kompleks konjugat dengan bagian riil negatif ; sinyal keluaran kurang teredam, berbentuk sinus teredam.  = 3: dua pole imaginer; sinyal keluaran berupa sinus tidak teredam.  = 4: dua pole kompleks konjugat dengan bagian riil positif ; sinyal keluaran tidak teredam, berbentuk sinus dengan amplitudo makin besar.  = 5: dua pole riil posistif sama besar; sinyal keluaran eksponensial dengan eksponen positif; sinyal makin besar dengan berjalannya t. Peran Fungsi Alih, Rangkaian Dengan Masukan Sinyal Impuls

20 Posisi pole dan bentuk gelombang keluaran Peran Fungsi Alih, Rangkaian Dengan Masukan Sinyal Impuls

21 Rangkaian Dengan Masukan Sinyal Anak Tangga Peran Fungsi Alih, Rangkaian Dengan Masukan Sinyal Anak Tangga Transformasi sinyal masukan yang berbentuk gelombang anak tangga x(t) = u(t) adalah X(s) = 1/s. Jika fungsi alih adalah T(s) maka sinyal keluaran adalah Tanggapan terhadap sinyal anak tangga ini dapat kita sebut Karena H(s) hanya mengandung pole alami, maka dengan melihat bentuk G(s) kita segera mengetahui bahwa tanggapan terhadap sinyal anak tangga di kawasan s akan mengandung satu pole paksa disamping pole-pole alami. Pole paksa ini terletak di s = 0 + j0 (lihat gambar)

22 Peran Fungsi Alih, Rangkaian Dengan Masukan Sinyal Anak Tangga Dengan  = 2 fungsi alihnya adalah Dengan sinyal masukan X(s) = 1/s, tanggapan rangkaian adalah CONTOH-8: Jika  = 2 dan sinyal masukan berupa sinyal anak tangga, carilah pole dan zero sinyal keluaran dalam rangkaian contoh-3.7, Dari sini kita peroleh :

23 Hubungan Bertingkat dan Kaidah Rantai

24 CONTOH-8: Peran Fungsi Alih, Hubungan Bertingkat R1R1 + V in  1/Cs +Vo+Vo R2R2 Ls +Vo+Vo + V in  R1R1 + V in  1/Cs R2R2 Ls +Vo+Vo Hubungan Bertingkat dan Dua Rangkaian dihubungkan

25 Fungsi alih dari rangkaian yang diperoleh dengan menghubungkan kedua rangkaian secara bertingkat tidak merupakan perkalian fungsi alih masing- masing. Hal ini disebabkan terjadinya pembebanan rangkaian pertama oleh rangkaian kedua pada waktu mereka dihubungkan. Untuk mengatasi hal ini kita dapat menambahkan rangkaian penyangga di antara kedua rangkaian sehingga rangkaian menjadi seperti di bawah ini. R1R1 + V in  1/Cs R2R2 Ls +Vo+Vo ++ Vo(s)Vo(s) V in (s) TV1TV1 TV1TV1 1 V o1 Diagram blok rangkaian ini menjadi : Peran Fungsi Alih, Hubungan Bertingkat

26 Jika suatu tahap tidak membebani tahap sebelumnya berlaku kaidah rantai. Oleh karena itu agar kaidah rantai dapat digunakan, impedansi masukan harus diusahakan sebesar mungkin, yang dalam contoh diatas dicapai dengan menambahkan rangkaian penyangga. Dengan cara demikian maka hubungan masukan-keluaran total dari seluruh rangkaian dapat dengan mudah diperoleh jika hubungan masukan-keluaran masing-masing bagian diketahui. T1(s)T1(s) Y1(s)Y1(s) T2(s)T2(s) Y(s)Y(s) X(s)X(s) Kaidah Rantai Peran Fungsi Alih, Hubungan Bertingkat dan Kaidah Rantai

27 Courseware Analisis Rangkaian Listrik di Kawasan s Fungsi Jaringan Sudaryatno Sudirham


Download ppt "Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan s Fungsi Jaringan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google