Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Q & A 14 APRIL 2011. DINDYA: apa esensi dari geokultural? Siapa aktornya dan siapa yg dipengaruhi? Gusti: masuk di abad 21 ini, geopol lebih menagarh.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Q & A 14 APRIL 2011. DINDYA: apa esensi dari geokultural? Siapa aktornya dan siapa yg dipengaruhi? Gusti: masuk di abad 21 ini, geopol lebih menagarh."— Transcript presentasi:

1 Q & A 14 APRIL 2011

2 DINDYA: apa esensi dari geokultural? Siapa aktornya dan siapa yg dipengaruhi? Gusti: masuk di abad 21 ini, geopol lebih menagarh pada tehnologi dsb (moderenity), sehingga AS memasukkan unsur budayanya bahkan pada film bollywood, lalu penyebaran film hollywood diseluruh dunia Dindya: lalu apa yg dikatakan dari geokultural? Gusti: menyebarkan ideologinya melalui kultur. Rangga: geokultural terutama di era ini baru saja disadari, orientalism  bagaimana culture membawa peranan penting. Menurut Edward Said (postculturalist), ada agenda tertentu dari anomali barat yang ingin masuk ke Timur, (awal 19  disadari abad 20-21)

3 Ismer: esensinya bukan pada kultur siapa yang lebih dominan, tapi sifatnya lebih ideological between the East and the West ex: kapitalisme, bagaimana adaptasinya, dengan meng-setting standar tertentu pada negara2 Timur, agar kapitalisme itu diterima secar universal (Gramsy  pendekatan ekonomi). Rangga: pendekatan Derrida (pendekatan value)  memaksakan atau mengcangkokan nilai demokrasi (penggantian nilai partikularistik Timur) dengan tujuan civilize nya menjadi sesuai harapan Barat Rennie : strukturnya bergeser dari hard power menjadi soft power

4 Sinta: geopol modern dan postmodern, apakah itu sama- sama lahir pasca CW, lalu apa bedanya? Ayu : moderen: pasca westphalian 1648 postmodern : seperti slide Gusti: moderen: negara terkonsentrsi pad hegemon dgn satu waca utama,  negara masih mencapai power negara lain (BoP) postmodern: aksesnya lebih cepat Sinta: perbedaanya lebih hanya ke tehnologinya saja? Gusti: itu salah satunya Rangga: postmodern: secara tidak sadar manusia mencoba menyamakan diri  mencapai ukuran ukuran barat. –Segala ukuran barat dianggap menjadi tolak ukur terbaik untuk manusia

5 Adhi: seberapa jauh nuklir mepengaruhi persepsi geopolitik? Arif: nuklir sangat berpengaruh, meski tidak ada perang nuklir yang nyata, ex: north Korea (NK)  AS berusaha menangkal hal tersebut, yang mneyebabkan adanya konflik perbatasan di region semenanjung korea. Hal ini bisa menjadi bukti bahwa signifikansi dari nuklir Rere: pernah meledak kog, rata rata dipakai sebagai uji coba (AS, Rusia, India) yang nyatanya mempengaruhi negara-negara sekitarnya.

6 Wahyudi : the importance of environment bagi geopolitik itu sendiri apa? Bagaimana posisi nya? Arif: hal ini menjadi isu utama belakangan ini, dengan adanya efek global warming, ex: ketika Kalimantan rusak, bukan sepenuhnya tanggung jawab Indonesia, tapi jadi perhatian banyak negara dalam konteks mengimbangi adanya emisi karbon

7 Wahyudi : bukan lebihke mengapa? Tp masa Cuma how to make the environment doing well, tp ada apa sebenarny dibalik itu? Kenapa adanya protokol Kyoto dsb, knp negara maju menyuruh negara berkembang membatasi emisi negra berkembang? Ada apa sebenarnya? Alvin : menurut subjektif saya sendiri, hal ini demi menjaga eksistensi human race sendiri yang memang seharusnya dipikirkan dengan melihat kerusakan lingkungan yang ada yang akhirnya negara akan terus berjalan pada era anak cucu kita

8 Closing statement Arif: adanya perubahan peta geopol dari masa ke masa, dan juga munculnya isu baru dalam geopolitik, siapa yang menjadi pemimpi dimasa mendatang yang masih dalam tarik ulur. Gusti: geopolitik lebih menekankan pada tehnologi, namun lebih abstrak karena memang hanya bisa dirasakan perbedaanya

9 Q& A stage 2 14 april 2011

10 Adis: sejauh apa anti geopolitics tiu berhasil? Toh pada nyatanya dengan adanya OI maupun rezim int’l tetap ada hegemoni kan? sejauh ini, memang benar hegemoni tetap ada, tapi bisa dikatakan ada yg berhasil ada yg tidak, tapi dijelaskan bahwa dalam CW intensitas konflik yg kecil namun berbahaya, tp rezim int’l dan OI (NATO dan PW) tingkat keberhasilannya dikatakan berhasill.

11 Angga: ada 2 masukan “mengcounter pendapat mackinder tidaklh penting “ dan “ mengcoiunter adanya hegemoni”  fakta AS menjadi bukti bahwa kekuatan hegemoni sudah meluntur.dengan adanya masa sekarang ini, penguasaan space (Mackinder) sudah tidak lagi eksis. Alvin : NATO sebagai rezim intl memiliki interest (menjadi hegemon baru), jadi apakah benar anti geopolitik ini berhasil atau tidak?

12 Dias:apakah esensi geopol mengalami dekonstruksi dengan munculnya anti geopolitics Sofi: menurut kami iya, karena dengan adanya anti-geopol ada pergeseran konsep, dimana konsep wilayah yg dulu menjadi lebih pada perluasan kerjasama based on intl issues Dias: dekonstruksi itu ketika ad satu konsep yg hancur, yang dihancurkan dengan antitesis tp bagaimana pola pikir yang baru tiba tiba terbentuk.

13 Jamal : anti geopol adl suatu gerakan atau suatu wacana? hegemoni tidak hanya pada hard power saja, tp juga ekonomi, kultur, dll  itu juga definisi dari US, jadi hegemoni nya juga sampai pada konsep pemikiran juga. faisaL : wacana tp terkonsen pada politik saja. Faris: apa agenda nya yang disebut menentang teori mackinder itu benar terjadi? Faisal : bukan menentang, tp menyanggah, bahwa betapa besarnya hegemoni, tp tidak ada satu negara yang bisa menguasai seluruh dunia.

14 Faris: antigeopol  menentang Mackinder, dari situ apakah terjadi replacement atau benar benar hilang? Dhana: apakah kemudian geopolitik dikatakan menguasai seluruh dunia? Rennie : dari yang km baca, apa resiko dan tantangan (kritik ) anti geopolitik pada geopolitik itu sendiri

15 To salman : apa yg mnejadi resiko dan dan faktor stabilitas dalam geopolitik pada masa perang dingin. Yang membuat stabilitas karena adanya perleombaan ideologi dari hegemoni yang ada, dan hal tsb membuat adanya minimalisir (melalui persaingan), yang membuat tidak stabil, adanya belokan itu. Pengumuman kelompok pertemuan depan ada di jurnalphobia

16 Lecture oleh Pak Djoko., M.si Perang Dingin (CW): berkahirnya PD II mengakibatkan negara2 di Eropa secara ekonomi dan kekuatan militer jatuh  muncul kekhawatiran bahwa Soviet akan menguasai seluruh Eropa. AS melihat kondisi tsb… Kebijakan Containment Policy sebagai kebijakan Ofensif. Muncul instrumen2 baru Amerika Serikat yakni: (1) pakta keamanan NATO, SEATO vis a vis pengaruh Soviet dan Pakta Warsawa-nya. Penguasaan ruang Doktrin MAckinder.

17 Pemikiran Mackinder, tidak terbukti, karena selalu ada yang mengimbangi. Soviet: mencoba menerapkan teori Mackinder, tidak berhasil karena selalu di’contained oleh AS. Konsekuensi logis: (1) instrumen militer  anggaran belanja dua blok semakiin meningkat, (2) tdk hanya itu, tetapi juga merambah persaingan outerspace: Sputnik vs Apollo: Yuri Gagarin landed in Mars vs N Armstrong landed in Moon, (3)

18 In The Future: persaingan AS dan Soviet merupakan perpanjangan BoP di Eropa. (2) Balance of Terror: instrumen Nuklir sebagai bentuk teror di seluruh dunia. BoT berkonsekuensi terhadap keamanan dan kestabilan dunia, dua blok berusaha maksimal menjaga agar Nuklir itu tidak diluncurkan pada periode detente, (3) perdagangan sebagai instrumen kedua stabilitas keamanan, (4) proxy wars di beberapa tempat yang diinisiasi oleh Soviet dan Amerika (Perang Afganistan, Perang Vietnam, etc)

19 –Strategic Arms : (1) AS memodernisasi persenjataannya, (2) –Strategic Arms Reduction: –Stars Wars: penggunaan teknologi luar angkas untuk melumpuhkan lawan di daratan NATO vs Pakta Warsawa: –NATO: biaya operasional militer dibiayai oleh seluruh anggota –Pakta Warsawa: menggunakan negara anggota sebagai negara satelit –Dekonstruksi sistem Soviet oleh Gorbachev; (1) Uni soviet pecah: Rusia, Balkan States, CIS; (2) Pakta Warsawa bubar, (3) Vacuum of power in Eastern Europe, (4) German United, and (4) BoP was threatened

20 Asumsi mendatang: –Soviet runtuh: tatanan dunia menjadi UNIPOLAR: AS menggunakan pemikiran Mackinder? –Strategi AS: bagaimana Vacuum of Power bisa diminimalisasi (mengatasi the threat of broken/ imbalanced of Power: AS menawarkan bantuan ekonomi kepada Rusia KOnteks Geopolitiik –Di Eropa pasca runtuhnya Soviet, berakhirnya CW: (1) persaingan dan perebutan sumber daya minyak dan gas di Balkan States, (2) wilayah strategis bergeser dari Rusia ke daerah2 di pinggirannya yg kaya akan minyak dan gas (refer to Balkan States, Asia Tengah, Georgia, Ukraina, etc), (3) percaturan politik Eurasia (Mackinder-Heartland) belum berubah secara total, hanya pasial

21 Strategi AS: menjalin hubungan baik dengan negara2 di Eropa Timur, Asia Tengah, dan Balkan supaya pasokan komoditas strategis tsb (minyak dan gas) tetap lancar. Studi kasus: Penyerangan Rusia terhadap Georgia: AS bersikap tegas, sedangkan Eropa bertindak hati2 karena memiliki ketergantungan akan distribusi minyak dan gas yang dikontrol dari Rusia sebagai distributor utama minyak dan gas serta listrik di Eropa. Strategi Eropa: mengusahakan Georgia tidak jatuh dalam rezim Rusia sekaligus menempatkan hubungan diplomatis Rusia-Eropa tetap terjaga. Lesson to learn: Komoditas ekonomi menjadi isu utama hubugan negara-negara (Eropa, Rusia, Amerika, dll) Arena Geopolitik baru: (1) clash of civilization terkait keberadaan komoditas minyak yang sebagian besar dimiliki oleh negara-negara Islam-> menimbulkan krisis antagonisme Barat dan Amerika Serikat (Huntington dalam Fransis Sempa, 2002)

22 Resiko dan Tantangan: (1) clash of civilization results to terrorism and radical movements, religious boundary (UK: Catholic Christianity, North Europeans (Protestant Christianity), Eastern Europeans (Catholic Orthodox), MIddle East (Islam and radical movement), Perspektif baru: (1) anti-geopolitics dalam aspek tatanan dunia baru, (2) decolonization, (2) non- allignment movement (GNB dan KAA 1955). CONTOH: –ANTIGEOPOLITIK: SOCIAL MOVEMENT –GNB merupakan gerakan anti-geopolitic pertama kali –GNB masuk forum PBB menghasilkan forum G-77, yang bergerak di aspek ekonomi, meskipun ideologinya ialah menyikapi arogansi negara-negara maju dan Superpower

23 –ANTIGEOPOLITICS: a/some new challenge state(s) –Dalam aspek ‘unitary aktor’: munculnya aktor2 baru yang prominent dalam geopolitik ialah BRICS (Brazil, Russia, India, China, dan South Africa) –Indonesia tidak diundang, karena belum masuk kategori aktor prominen dunia (mohoho) –Posisi Rusia di BRICS vs Rusia di G-8: dualisme peran? Atau degradasi peran karena ketidakpuasan dengan negara-negara G-8? Barangkali ‘IYA’, sangat mungkin (1) sebagai bentuk mosi tidak percaya dengan Amerika, (2) strategi Rusia untuk mengamankan posisi, TETAP, sebagai prominen state dalam percaturan politik internasional sekarang


Download ppt "Q & A 14 APRIL 2011. DINDYA: apa esensi dari geokultural? Siapa aktornya dan siapa yg dipengaruhi? Gusti: masuk di abad 21 ini, geopol lebih menagarh."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google