Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

VI. PERCOBAAN FAKTORIAL Percobaan faktorial : percobaan yang terdiri dari 2 faktor atau lebih. Misalnya : Kecepatan reaksi dipengaruhi oleh suhu dan konsentrasi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "VI. PERCOBAAN FAKTORIAL Percobaan faktorial : percobaan yang terdiri dari 2 faktor atau lebih. Misalnya : Kecepatan reaksi dipengaruhi oleh suhu dan konsentrasi."— Transcript presentasi:

1 VI. PERCOBAAN FAKTORIAL Percobaan faktorial : percobaan yang terdiri dari 2 faktor atau lebih. Misalnya : Kecepatan reaksi dipengaruhi oleh suhu dan konsentrasi reagen  Terdpt dua faktor yaitu : 1.Suhu dengan taraf faktor (variasi suhu) 3 taraf : 40, 50, dan 60 o C 2.Konsentrasi degan taraf faktor (variasi konsentrasi) 3 taraf yaitu 1, 2 dan 3% Sehingga dalam percobaan tersebut terdapat 9 kombinasi satuan percobaan/perlakuan.

2 Misal : Notasi Suhu : T sehingga terdpt T 1, T 2, dan T 3. Notasi Konsentrasi : C sehingga terdpt C 1, C 2, dan C 3. Jadi kombinasi perlakuannya adalah : T 1 C 1, T 2 C 1, T 3 C 1, T 1 C 2, T 2 C 2, T 3 C 2, T 1 C 3, T 2 C 3, T 3 C 3, Keuntungan percobaan faktorial : 1.Lebih efisien dalam menggunakan sumber-sumber yang ada 2.Informasi yang diperoleh lebih komprehensif  berbagai interaksi 3.Hasil percobaan dpt diterapkan dlm suatu kondisi yg lebih luas krn kita mempelajari kombinasi berbagai faktor.  Faktorial lebih kompleks.

3 Kajian Faktorial : 1.Pengaruh sederhana (simple effect) yaitu pengaruh salah satu faktor pada salah satutaraf faktor lainnya, misal pengaruh faktor suhu pada taraf C 1 atau pengaruh faktor konsentrasi pada taraf T 2. 2.Pengaruh utama (Main effect) yaitu rata-rata pengaruh sederhana. Misal pengaruh suhu dan pengaruh konsentrasi. 3.Interaksi (Interactions) mrpk rata-rata selisih respons diantara pengaruhu sederhana suatu faktor.  Pengaruh interaksi menunjukkan ketergantungan antar faktor.  Jika benar interaksi antar faktor berpengaruh nyata maka harus diuji pengaruh sederhana dan pengaruh utama sudah tidak penting.

4 A. Percobaan faktorial dengan rancangan dasar RAL Cara pengacakan : Misal akan dilakukan percobaan tentang pengaruh suhu dan konsentrasi bisulfit terhadap kadar vitamin C manisan mangga. Faktor suhu menggunakan 2 taraf (T 1 : 45 o C, T 2 : 50 o C) dan konsentrasi bisulfit juga 2 taraf yaitu C 1 : 1000 ppm C 2 : 1200 ppm. Maka terdapat 2 X 2 kombinasi perlakuan. Jika masing- masing perlakuan akan diulang 3 kali maka terdapat 2 X 2 X 3 = 12 satuan perlakuan. T 1 C 1, T 1 C 2, T 2 C 2,

5 Langkah : 1.Ambil bilangan random sejumlah satuan percobaannya yaitu (1). 978, (2). 676, (3). 477, (4). 542, (5).675, (6). 865, (7). 280, (8). 425, (9). 472, (10). 248, (11). 163, dan (12) Urutkan angka tersebut dari kecil ke besar yaitu (1). 163, (2). 48, (3). 280, (4). 425, (5). 472, (6). 477, (7). 542, (8). 675, (9). 676, (10). 865, (11). 890, (12) Gunakan untuk pengacakan urutan kerja/petak. Contoh soal : 1 T 2 C 2 2T2C22T2C2 3 T 2 C

6 Contoh Percobaan Faktorial dengan ranc. Dasar RAL Berdsrkan hasil studi pendahuluan diduga bahwa fenol terekstrak dari kayu manis dipengaruhi oleh konsentrasi etanol media pelarut dan lama waktu macerasi. RAL dengan pola faktorial yaitu dengan faktor : konsentrasi etanol dan lama waktu macerasi. Berdasarkan hal itu maka dilakukan percobaan dengan hasil : A.Model Linier :

7 Lama Macerasi (Jam) Ulangan Konsentrasi Etanol (%) Total Sub Total M Rata-rata M1 42,33155,67248, Sub Total M Rata-rata M2 148,00218,00748, Sub Total M ,00 Rata-rata M3 291,00422,00624,671337,67 Total ,00 Contoh : Percobaan Faktorial dengan ranc. Dasar RAL

8 Hipotesis yang diuji : a. H 0 : (αβ) ij = 0, yang berarti tidak ada pengaruh interaksi antara lama macerasi dengan konsentrasi etanol terhadap kadar fenol ekstrak H 1 minimal ada satu : (αβ) ij ≠ 0 yang berarti ada pengaruh interakasi terhadap kadar fenol b. H 0 : α 1 = 0, yang berarti tidak ada pengaruh lama macerasi terhadap kadar fenol ekstrak H 1 minimal ada satu : α 1 ≠ 0 yang berarti ada pengaruh lama macerasi terhadap kadar fenol. c. H 0 : β 1 = 0, yang berarti tidak ada pengaruh konsentrasi etanol terhadap kadar fenol ekstrak H 1 minimal ada satu : β 1 ≠ 0 yang berarti ada pengaruh konsentrasi etanol terhadap kadar fenol.

9 a. Perhitungan FK, JKT, JKP, dan JKG b. Derajat bebas : db perlakuan = ab-1= (3)(3) – 1 =8 db galat = ab(r – 1) = (3) (3) (3 – 1) = 18 db total = r a b – 1 = (3) (3) (3) – 1 = 26

10 c. Perhitungan JK untuk pengaruh lama macerasi (M) dan pengaruh konsentrasi etanol (C): d. Derajat bebas pengaruh utama dan interaksi db faktor lama macerasi (M) = a – 1 = 3 – 1 = 2 db faktor konsentrasi (C) = b – 1 = 3 – 1 = 2 db interaksi (MC) = (a-1)(b-1)= (3-1)(3-1)=4

11 e. Perhitungan kuadrat tengah (KT) masing-masing KT(M)= JK(M)/(a-1)= ,6/2= ,8 KT(C) = JK(C )/(b-1)= ,2/2 = ,1 KT(MC)= JK(MC)/(a -1)(b-1)= ,6/4= ,89 f. Susunlah dalam tabel anava : F tabel : db faktor sebagai f1 dan db galat sebagai f2 Sumber Keragaman dbJumlah Kuadrat (JK) Kuadrat Tengah (KT) F hitung F tab 5% F tab 1% Perlakuan Lama Macerasi , , ,8 3,556,01 Konsentrasi , , ,4 3,556,01 Interaksi , , ,48 2,93**4,58** Galat percobaan 18211,17 Total

12 5. Kesimpulan : Karena Fhitung untuk pengaruh interaksi > F tabel (1%) maka pengaruh interaksi antara lama macerasi dengan konsentrasi etanol terhadap kadar fenol ekstrak sangat nyata dan pengaruh utama M atau C tidak perlu diperhatikan lagi. 6. Lanjutkan dengan DMRT

13 Grafik interaksi antara lama macerasi dengan konsentrasi etanol.


Download ppt "VI. PERCOBAAN FAKTORIAL Percobaan faktorial : percobaan yang terdiri dari 2 faktor atau lebih. Misalnya : Kecepatan reaksi dipengaruhi oleh suhu dan konsentrasi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google