Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

S OURCING D ECISION IN A S UPPLY C HAIN Anggota Kelompok: Dyah Satiti Enggar Dwi Irvan Diar M. Lutfi Almer Magi Arso Permadi Widya Ika.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "S OURCING D ECISION IN A S UPPLY C HAIN Anggota Kelompok: Dyah Satiti Enggar Dwi Irvan Diar M. Lutfi Almer Magi Arso Permadi Widya Ika."— Transcript presentasi:

1 S OURCING D ECISION IN A S UPPLY C HAIN Anggota Kelompok: Dyah Satiti Enggar Dwi Irvan Diar M. Lutfi Almer Magi Arso Permadi Widya Ika

2 O UTLINE The role of sourcing in a supply chain In-house or outsource Supplier scoring and assessment Design collaboration The procurement process Sourcing planning and analysis Risk management in sourcing Making sourcing decisions in practice Summary of learning objectives

3 T HE ROLE OF SOURCING IN A SUPPLY CHAIN Aktifitas outsourcing rantai pasokan berdasarkan dua pertanyaan: Akankah pihak ketiga meningkatkan surplus rantai pasokan untuk meningkatkan aktivitas in-house? Sampai seberapa tingkat resiko tumbuh dari outsourcing?

4 PROSES SOURCING Seleksi Supplier Desain kontrak supplier Desain kolaborasi supplier Pengadaan material atau pelayanan Evaluasi performa supplier

5 M ANFAAT DARI K EPUTUSAN S OURCING YANG E FEKTIF Ekonomi yang lebih baik dari skala dapat dicapai jika pesanan dalam perusahaan dikumpulkan. Transaksi pengadaan yang lebih efisien dapat secara signifikan mengurangi biaya keseluruhan pembelian. Desain kolaborasi dapat menghasilkan produk yang lebih mudah untuk diproduksi dan didistribusikan, sehingga biaya keseluruhan lebih rendah. Proses pengadaan yang baik dapat memfasilitasi koordinasi dengan pemasok dan meningkatkan peramalan dan perencanaan. Kontrak pemasok yang tepat dapat meminimumkan berbagi risiko, menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi untuk kedua pemasok dan pembeli. Perusahaan dapat mencapai harga beli yang lebih rendah dengan meningkatkan persaingan melalui penggunaan lelang.

6 I N - HOUSE OR O UTSOURCE Keputusan untuk melakukan outsourcing didasarkan pada pertumbuhan surplus rantai pasokan yang disediakan oleh pihak ketiga dan meningkatnya risiko yang terjadi dengan menggunakan pihak ketiga. Pihak ketiga akan meningkatkan surplus rantai pasokan jika mereka meningkatkan nilai untuk konsumen atau mengurangi biaya rantai pasokan dengan in-house.

7 M EKANISME YANG D IGUNAKAN UNTUK M ENINGKATKAN S URPLUS Jumlah kapasitasJumlah inventori Jumlah transportasi dengan perantara transportasi Jumlah transportasi dengan perantara penyimpananJumlah gudang

8 Jumlah pengadaanJumlah informasiJumlah piutangJumlah relationshipBiaya rendah dan kualitas tinggi

9 G ROWTH IN S URPLUS BY T HIRD P ARTY AS A F UNCTION OF S CALE, U NCERTAINTY, AND S PECIFITY Spesifisitas aset Terlibat dalam fungsi RendahTinggi Firm ScaleRendahPertumbuhan surplus tinggi Pertumbuhan surplus antara rendah- menengah TinggiPertumbuhan suplus rendah Tidak terjadi pertumbuhan surplus Demand Uncertainty for Firm RendahPertumbuhan surplus antara rendah-menengah Pertumbuhan suplus rendah TinggiPertumbuhan surplus tinggi Pertumbuhan surplus antara rendah- menengah

10 R ISK OF U SING T HIRD P ARTY Proses rusak Menaksir biaya koordinasi Mengurangi kontrak konsumen/supplier Hilangnya kemampuan internal dan pertumbuhan dalam kekuatan pihak ketiga Kebocoran informasi dan data sensitif Kontrak tidak efektif

11 S UPPLIER SCORING AND ASSESSMENT Ketika menskor dan menakasir supplier, ada faktor lain daripada kuota harga yang harus dipertimbangkan: pemenuhan lead time, performa on-time, fleksibelitas pasokan, frekuensi pengiriman/minimum lot size, kualitas pasokan, biaya transportasi inbound, pricing term, kapabilitas koordinasi informasi, kapabilitas kalaborasi desain, tingkat bunga, pajak dan tugas, kelangsungan hidup supplier.

12

13 Annual material cost= 1.000x52x1=$ avarage cycle inventory (using equation 10.1)=2000/2=1000 annual cost of holding cycle inventory=1000x1x0.25=$250 standard deviation of demand during lead time=x1 2 =1.086,28 (using equation 11.11) Current supplier (using Equation 11.9) =NORMSINV(0.95)x1.086,28 = Annual cost of holding safety inventory = 1.787x1x0,25=$447 Annual cost of using current supplier = =$ Next consider the cost of using the new supplier : Annual material cost = 1000x52x0,97 = $ Average cycle inventory (using Equation 10.1) = 8000/2=4000 Annual cost of holding cycle inventory = 4.000x0,97x0,25=$970 Standart deviation of demanded during lead time (using equation 11.11) = = 4.066,94 Safety inventory required with current supplier (using equation 11.9) = NORMSINV (0,95)x4.066,94=6.690 Annual cost of holding safety inventory = 6.690x0,97x0,25=$1,622 Annual cost of using new supplier = =$53.032

14 Amati bahwa pemasok baru memiliki biaya material yang lebih rendah tahunan tetapidengan total biaya lebih tinggi tahunan. Mengambil semua karakteristik kinerja ke rekening, manajer pembelian harus terus menggunakan pemasok saat ini

15 D ESIGN COLLABORATION Kolaborasi desain dengan supplier dapat membantu perusahaan dalam hal: mengurangi biaya memperbaiki kualitas dan mengurangi waktu untuk pasar. Secara tanggung jawab desain menggerakkan untuk supplier, penting untuk menjamin desain untuk kogistik dan desain untuk prinsip manufaktur untuk diikuti. Untuk sukses, manufaktur harus menjadi koordinator desain efektif dalam rantai pasokan.

16 T HE P ROCUREMENT P ROCESS Proses pengadaan untuk material langsung harus fokus pada memperbaiki koordinasi dan jarak pandang dengan supplier. Proses pengadaan untuk material tidak langsung harus fokus pada mengurangi biaya transaksi untuk setiap pesanan. Proses pengadaan dalam dua kasus harus konsolidasi pesanan untuk mendapatkan keuntungan skala ekonomis dan kuantitas diskon.

17 S OURCING P LANNING AND A NALYSIS Pengeluraan pengadaan harus di analisis penyalur dan bagian untuk memastikan kecocokan skala ekonomi. Analisis performa supplier harus digunakan untuk membangun portfolio supplier dengan kekuatan komplementer. Murah, tetapi perform yang rendah, supplier harus menggunakan untuk persediaan berdasarkan permintaan Untuk perform yang tinggi tapi lebih mahal, supplier harus menggunakan untuk menahan melawan variasi dalam permintaan dan persediaan dari sumber daya lain.

18 R ISK M ANAGEMENT IN S OURCING Resiko sourcing dapat terjadi ketika : Tidak mampu memenuhi permintaan tepat waktu Contoh : pemasok vaksin flu burung ke Amerika terganggu karena vaksin terkontaminasi Peningkatan dalam biaya pengadaan

19 S OLUSI Mengembangkan berbagai sumber pemasok  Pada produk dengan permintaan yang tinggi 1. Pengembangan sumber cadangan yang responsif  nilai tinggi dan siklus hidup yang pendek

20 Risiko biaya pengadaan dapat lebih tinggi ketika : permintaan melebihi pasokan yang tersedia Nilai tukar tidak menguntungkan Hanya ada sumber pemasok tunggal Contoh : Harga komoditas minyak mentah dan baja tinggi pada

21 Risiko biaya pengadaan dapat lebih tinggi ketika : permintaan melebihi pasokan yang tersedia Nilai tukar tidak menguntungkan Hanya ada sumber pemasok tunggal Contoh : Harga komoditas minyak mentah dan baja tinggi pada

22 M AKING SOURCING DECISIONS IN PRACTICE Menggunakan tim multifungsional Memastikan koordinasi yang sesuai ke lintas daerah dan bisnis unit Selalu mengevaluasi biaya total dari kepemilikan Membangun hubungan jangka panjang dengan kunci supplier

23 I KHTISAR 1. Memahami peran sourcing dalam rantai pasok 2. Mendiskusikan faktor yang mempengaruhi keputusan outsourcing fungsi rantai pasokan 3. Identifikasi dimensi kerja pemasok yang mempengaruhi total biaya 4. Struktur lelang yang berhasil dan negosiasi 5. Menjelaskan dampak dari pembagian risiko pada kinerja pemasok dan distorsi informasi 6. Mengkategorikan produk dan jasa yang dibeli, dan mengidentifikasi fokus yang diinginkan pengadaan dalam setiap kasus

24 THANKS FOR YOUR ATTENTION


Download ppt "S OURCING D ECISION IN A S UPPLY C HAIN Anggota Kelompok: Dyah Satiti Enggar Dwi Irvan Diar M. Lutfi Almer Magi Arso Permadi Widya Ika."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google