Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Assalamu’alaikum... The Development of A Materials Requirements Planning Model Applicable in Small & Medium Enterprise Manufacturing Companies in Zimbabwe.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Assalamu’alaikum... The Development of A Materials Requirements Planning Model Applicable in Small & Medium Enterprise Manufacturing Companies in Zimbabwe."— Transcript presentasi:

1

2 Assalamu’alaikum...

3 The Development of A Materials Requirements Planning Model Applicable in Small & Medium Enterprise Manufacturing Companies in Zimbabwe by: Chirinda Ngoni (Eng.) JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2013 M. Anugrah Huse( Ita Winda Sari H.( ) Grico M.Simangunsong( ) Niken Yulia A.J.( ) Rengganis Fitriyani( ) Karina Meidayanti( ) Reny Nurul Utami( ) Dosen Pengampu : Ika Atsari Dewi, STP, MP

4 Outline Pendahuluan PembahasanPenutup Production Planning and Inventory Control

5 Outline Pendahuluan PembahasanPenutup Production Planning and Inventory Control

6 Peneliti bertujuan untuk menentukan penerapan ekonomis MRP pada di Zimbabwe Berbagai metode perencanaan dan pengendalian yang telah dipelajari: perenccanaan kebutuhan kapasitas (CRP), perencanaan agregat, jadwal induk produksi (MPS), MRP, perencanaan sumber daya material (MRP II), Enterprise Resource Planning, dan pengendalian kegiatan produksi (PAC) Metode tersebut dianggap cocok dan tidak akan ditangani kecuali MRP Pendahuluan Production Planning and Inventory Control

7 Outline Pendahuluan PembahasanPenutup Production Planning and Inventory Control

8  Tujuan utama dari sistem MRP adalah berapa banyak item dalam jumlah/material (BOM) harus dibuat atau dibeli kapan  Stuktur MRP untuk informasi yang relevan secara singkat diringkas dalam gambar Pembahasan Production Planning and Inventory Control Konsep MRP

9 Proses MRP Pembahasan Production Planning and Inventory Control Konsep MRP

10 Titik awal MRP adalah BOM seperti yang ditunjukkan pada gambar Pembahasan Production Planning and Inventory Control Model MRP Generik

11 Tabel dibawah ini menunjukkan urutan 100 bangku A yang akan didistribusikan Pembahasan Production Planning and Inventory Control Model MRP Generik

12 Empat aspek perencanaan menyeluruh: 1. Perencanaan regeneratif dan perubahan bersih 2. Frekuensi perencanaan menyeluruh 3. Penggunaan pengkodean level rendah 4. Penjadwalan dalam perencanaan menyeluruh Pembahasan Production Planning and Inventory Control Perencanaan dengan MRP menyeluruh

13  Sistem regeneratif biasanya dioperasikan dalam siklus perencanaan mingguan atau bulanan  Perubahan netto dapat beroperasi dalam dua cara. Salah satu tipe memiliki sistem perubahan netto secara online di mana sistem bereaksi seketika terhadap perubahan yang tidak direncanakan  Perbedaan antara keduanya adalah diantaranya sistem regeneratif melihat MPS sebagai dokumen, edisi baru yang dirilis secara periodik Kemudian sistem perubahan netto melihat MPS sebagai dokumen, dalam keadaan perubahan terus-menerus Pembahasan Production Planning and Inventory Control Perencanaan Regeneratif dan Perubahan Netto

14 Sistem regeneratif biasanya kembali direncanakan secara mingguan atau bulanan Sistem perubahan netto mendukung lebih sering dilakukannya perencanaan kembali, baik on-line atau batched secara bertahap harian atau mingguan Ada trade-off antara biaya pengolahan data dan pemeliharaan prioritas berlaku pada manufaktur dan pesanan pembelian Siklus perencanaan kembali seharusnya tidak lebih dari seminggu Pembahasan Production Planning and Inventory Control Frekuensi Perencanaan Menyeluruh

15 Kode level rendah menentukan urutan persyaratan pengolahan Prosedur ini digunakan untuk menetapkan setiap kode komponen yang yang diratakan pada setiap BOM Kode level rendah juga merupakan fitur yang berguna dalam sistem perubahan netto ketika sistem ini dioperasikan secara batch Pembahasan Production Planning and Inventory Control Penggunaan Pengkodean Level Rendah

16 Penjadwalan mungkin melibatkan retiming dari tatanan yang direncanakan atau mungkin memerlukan modifikasi dari ukuran pesanan atau mungkin keduanya Pembahasan Production Planning and Inventory Control Penjadwalan dalam perencanaan menyeluruh

17 Pedoman Persyaratan Dengan pengelompokan memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi sumber-sumber permintaan kebutuhan kotor komponen tertentu Langkah mengidentifikasi kebutuhan masing-masing kebutuhan kotor dengan sumbernya pada tingkat berikutnya yang lebih tinggi langsung dalam BOM disebut pengelompokan level satu Pembahasan Production Planning and Inventory Control Perencanaan Menyeluruh Dengan MRP

18 Pesanan yang Direncanakan Perusahaan Pesanan yang direncanakan perusahaan memungkinkan untuk menggunakan sistem MRP dalam merencanakan material Teknik ini dapat membantu perencana dalam bekerja dengan sistem MRP untuk menanggapi masalah kapasitas bahan tertentu dan jika terjadi kegagalan pemasok atau pabrik dalam memberikan perintah maka dialokasikan lead-time. Pembahasan Production Planning and Inventory Control Perencanaan Menyeluruh Dengan MRP

19 DeGarmo, (1997) menyatakan bahwa persediaan pengaman merupakan sejumlah persediaan yang melindungi perusahaan dari fluktuasi yang tak terduga dalam permintaan Mengingat tingginya biaya dalam inventori, penggunaan safety stock akan menjadi mahal, sehingga persediaan pengaman akan dimasukkan ke dalam analisis MRP. Pembahasan Production Planning and Inventory Control Peran Persediaan Pengaman dalam Sistem MRP

20 MRP harus menggunakan perencanaan tidak lebih dari seminggu Frekuensi dari perencanaan ulang harus mingguan atau lebih sering Jika orang-orang secara efektif menggunakan sistem perencanaan, seharusnya daftar dari kekurangan harus sudah dieliminasi Kinerja pengiriman adalah 95% atau lebih baik untuk supplier, toko manufaktur dan MPS Setidaknya dua dari tiga tujuan bisnis telah diperbaiki: persediaan, produktivitas, dan layanan pelanggan Pembahasan Production Planning and Inventory Control Kriteria Pengukuran yang Efektif Menggunakan MRP

21 Hanya sebagian kecil dari pengguna MRP yang menganggap diri mereka dengan sukses mengoperasikan sistem MRP mereka MPS tidak terkomputerisasi oleh pengguna MRP sesering yang diharapkan CRP mempunyai pengoperasian yang relatif rendah oleh pengguna MRP Dalam beberapa kasus yang relatif sedikit, PAC yang terkomputerisasi dilaksanakan Pembahasan Production Planning and Inventory Control Beberapa masalah dalam implementasi sistem MRP

22 Kurangnya komitmen dari top manajemen untuk proyek Kurangnya pendidikan dalam MRP untuk orang-orang yang akan menggunakan sistem ini MRP yang tidak realistis Data yang tidak akurat Kecenderungan penerimaan pesanan yang tidak terduga Perubahan harga yang tidak realistis dari bahan baku pada pasar yang kompetitif Pembahasan Production Planning and Inventory Control Alasan Kegagalan dari Instalasi MRP

23 Sebagian besar perusahaan yang sejak MRP diimplementasikan telah diperpanjang hingga pendekatan sistem MRP II. Hal ini terjadi karena keberhasilan MRP Kemajuan teknologi yang mengarah pada ekstensi MRP menuju MRP II, menjadi penghalang berdirinya UKM untuk mampu melakukan implementasi MRP II tidak dibuat dalam aturan UKM karena dirancang untuk mendukung pengelolaan banyak pekerjaan pada perusahaan manufaktur Pembahasan Production Planning and Inventory Control MRP dalam Perusahaan Besar MRP dalam SME (UKM) Manufaktur

24 Beberapa program komputer MRP mengaktifasi program komputer yang menjalankan aplikasi lain seperti : Sales ordering, invoicing, billing, purchasing, production scheduling, capacity planning, and warehouse management. Kekuatan pusat program komputer MRP adalah tepat waktu dan mempunyai kemampuan untuk melakukan perencanaan ulang dengan hasil yang akurat Pembahasan Production Planning and Inventory Control Manual dan Manipulasi yang Terkomputerisasi dari Data MRP

25 Beberapa metode dalam penentuan ukuran lot dalam sistem MRP: The lot for lot method The fixed order quantity method (Metode kuantitas pemesanan yang tetap) The economic order quantity method (Metode kuantitas tatanan ekonomi yang tetap) The method of fixed order periods (Metode periode pemesanan yang tetap) The periodic order quantity method (Metode kuantitas pesanan per periodik) The method of part period balancin (Metode tiap bagian periode keseimbangan) The Wagner Whitin algorithm (Algoritma Wagner Whitin) Pembahasan Production Planning and Inventory Control Ukuran Lot dalam Sistem MRP

26 Pembahasan Production Planning and Inventory Control Penjadwalan Status Persediaan Produk LE'S

27 MRP Domain Expertise Pembahasan

28 1. MRP Plus oleh Horizon software 2. MRP21 oleh DBA software 3. MRP demo_version oleh Merlin software 4. MRP DOS oleh Weiss 5. MRP versi Excel oleh Tony Rise Pembahasan Production Planning and Inventory Control Spesifikasi Software MRP

29 Pengguna MRP manipulasi, pada dasarnya digunakan sebagai parameter penentuan kebutuhan bersih dari kebutuhan kotor setelah BOM dan status persediaan MRP Excel memasukan jadwal produksi executable yang hanya dihasilkan dari rasionalisasi laporan pesanan pembelian Pembahasan Production Planning and Inventory Control Masalah yang dihadapi Parameter Fungsional

30 Outline Pendahuluan PembahasanPenutup Production Planning and Inventory Control

31 MRP Model Excel dikembangkan karena dianjurkan oleh peneliti untuk Perusahaan LE, yang berkaitan dan berurusan dengan perencanaan persediaan yang ada dan sebagai kontrol masalah Penutup Production Planning and Inventory Control Kesimpulan

32 Wassalamu’alaikum...


Download ppt "Assalamu’alaikum... The Development of A Materials Requirements Planning Model Applicable in Small & Medium Enterprise Manufacturing Companies in Zimbabwe."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google