Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sabtu, 15 Agustus 2009 Allan Audy W G 1 PRESENTASI SIDANG SKRIPSI

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sabtu, 15 Agustus 2009 Allan Audy W G 1 PRESENTASI SIDANG SKRIPSI"— Transcript presentasi:

1 Sabtu, 15 Agustus 2009 Allan Audy W G 1 PRESENTASI SIDANG SKRIPSI

2 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G2 PENERAPAN METODE DMAIC DIGUNAKAN SEBAGAI USULAN PERBAIKAN UNTUK MENGURANGI PRODUK CACAT PADA PENGECATAN SWING ARM 9001 DI PT. KAWASAKI MOTOR INDONESIA Disusun oleh: Nama : Allan Audy W G NPM : Jurusan : Teknik Industri Pembimbing I : Ir. Farry Firman H, MSIE II: Ir. Ina Siti Hasanah, MT

3 Sabtu, 15 Agustus 2009 Allan Audy W G3 BAB I PENDAHULUAN

4 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G4 Pembatasan Masalah penulis membatasi masalah yang akan dibahas hanya dilakukan pengamatan serta penelitian dan akan lebih difokuskan pada pemberian serta pengimplementasian usulan perbaikan terhadap proses produksi Pengecatan Swing Arm 9001 dibagian pengecatan (painting) dan sistem pengendalian kualitas pada kualitas produk Swing Arm 9001 pada bagian pengecatan (painting) di PT. Kawasaki Motor Indonesia. Sehingga penelitian dapat lebih terfokus untuk meminimasi frekuensi cacat dominan pada proses tersebut. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut : 1. Mengidentifikasi proses yang memiliki tingkat kecacatan tertinggi pada proses produksi pengecatan Swing Arm 9001 di PT. Kawasaki Motor Indonesia. 2. Mengidentifikasi jenis cacat paling dominan pada proses yang berlangsung serta menganalisa faktor-faktor penyebab terjadinya cacat dominan serta menganalisa faktor-faktor penyebab terjadinya cacat dominan pada proses produksi pengecatan Swing Arm 9001 di PT. Kawasaki Motor pada proses produksi pengecatan Swing Arm 9001 di PT. Kawasaki Motor Indonesia. Indonesia. 3. Menganalisa perbaikan untuk meminimasi penyebab potensial terjadinya cacat dominan pada proses produksi pengecatan Swing Arm 9001 di PT. Kawasaki Motor Indonesia dan juga meminimasi frekuensi cacat dominan yang disebabkan oleh penyebab paling potensial pada proses produksi pengecatan Swing Arm 9001 di PT. Kawasaki Motor Indonesia menggunakan implementasi perbaikan dengan filosofi sigma enam (DMAIC). Manfaat Penelitian sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan untuk terus-menerus menerapkan metoda DMAIC dalam melakukan pengendalian kualitas di setiap proses produksinya, sehingga dapat meminimasi biaya kualitas yang harus dikeluarkan oleh perusahaan karena berkurangnya frekuensi produk cacat yang dihasilkan, dan mendorong perusahaan untuk lebih giat dalam melakukan pengawasan dan evaluasi kinerja operator yang melakukan kesalahan dalam bekerja. Sehingga peningkatan kualitas dengan metode sigma enam dianggap layak untuk mencapai kepuasan pelanggan terhadap produk yang dihasilkan perusahaan ini mudah-mudahan dapat meminimasi frekuensi cacat dominan yang terdapat pada proses pengecatan tersebut.

5 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G5 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Berikut ini adalah diagram alir metodologi penelitian proses produksi pengecatan (painting) swing arm 9001 di PT. Kawasaki Motor Indonesia yang dibuat berdasarkan urutan- urutan penelitian yang berlangsung, dengan kata lain diagram alir mewakili langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian proses produksi pengecatan (painting) swing arm 9001 di PT. Kawasaki Motor Indonesia.

6 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G6 BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISA

7 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G7 Pengolaha n Data Jenis - Jenis Cacat Pada Pengecatan Swing Arm Dust (Kotor berpasir) Pada hasil pengecatan Swing Arm 9001 terdapat bintik-bintik yang menyerupai partikel pasir. 2. Thread Dust (Kotor Berbulu-bulu)Hasil pengecatan yang terdapat kotoran menyerupai bulu-bulu halus. 3. Thin (Tipis)Pada hasil pengecatan Swing Arm 9001 yang terjadi karena terlalu tipis. 4. Material (Material)Hasil pengecatan Swing Arm 9001 karena cat mengelupas. 5. Scracth (Benturan)Hasil pengecatan Swing Arm 9001 karena terjadinya benturan dan mengakibatkan goresan. 6. Pin Hole (Bintik Besar)Hasil pengecatan Swing Arm 9001 karena cat kotor karena debu yang menempel pada saat cat masih basah. 7. Crater (Kotorannya Banyak)Hasil pengecatan Swing Arm 9001 karena cat banyak menempel debu-debu. 8. Orange peel (Cat Mengelembung)Hasil pengecatan Swing Arm 9001 karena cat mengelembung Pengecatan yang terlalu tebal atau dilakukan pengecatan lanjutan pada saat lapisan cat pertama belum mengering. 9. Running (Meleleh)Hasil pengecatan Swing Arm 9001 karena cat meleleh.

8 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G8 Bulan Juni 2008 Tanggal unit Jenis Cacat Dust (Kotor berpasir) Thread Dust (Kotor Berbulu- bulu) Thin (Tipis) Material (Material) Scracth (Benturan) Pin Hole (Bintik Besar) Crater (Kotoranny a Banyak) Orange peel (Cat Mengelemb ung) Running (Meleleh) Sumber : Departemen Pengendalian Kualitas PT. Kawasaki Motor Indonesia Sumber : Departemen Pengendalian Kualitas PT. Kawasaki Motor Indonesia

9 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G9 Bulan Juni 2008 Tanggal unit Jenis Cacat Dust (Kotor berpasir) Thread Dust (Kotor Berbulu- bulu) Thin (Tipis) Material (Material) Scracth (Benturan) Pin Hole (Bintik Besar) Crater (Kotoranny a Banyak) Orange peel (Cat Mengelemb ung) Running (Meleleh) Sumber : Departemen Pengendalian Kualitas PT. Kawasaki Motor Indonesia Sumber : Departemen Pengendalian Kualitas PT. Kawasaki Motor Indonesia Jumlah

10 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G10 Perhitungan biaya akibat kualitas yang buruk (Cost Of Poor Quality) Perhitungan biaya akibat kualitas yang buruk (Cost Of Poor Quality) waktu rata-rata yang diperlukan untuk memperbaiki cacat dust (kotor berpasir) yang ada pada permukaan swing arm 9001 di bagian sanding adalah ± 15 menit. Pekerjaan sanding tersebut dilakukan oleh 1 orang operator dengan biaya Rp / jam (Rp. 100 / menit). Berdasarkan diagram pareto diatas diketahui bahwa jenis cacat yang memiliki frekuensi cacat tertinggi pada proses produksi pengecatan Swing Arm 9001 adalah cat kotor berpasir (Dust) pada bulan Juni 2008 dengan frekuensi cacat sebesar 3668 unit atau 74 % dari total keseluruhan unit. waktu rata-rata yang diperlukan untuk memperbaiki cacat dust (kotor berpasir) yang ada pada permukaan swing arm 9001 di bagian sanding adalah ± 15 menit. Pekerjaan sanding tersebut dilakukan oleh 1 orang operator dengan biaya Rp / jam (Rp. 100 / menit). Berdasarkan diagram pareto diatas diketahui bahwa jenis cacat yang memiliki frekuensi cacat tertinggi pada proses produksi pengecatan Swing Arm 9001 adalah cat kotor berpasir (Dust) pada bulan Juni 2008 dengan frekuensi cacat sebesar 3668 unit atau 74 % dari total keseluruhan unit. Sehingga biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki 3668 unit swing arm 9001 adalah : = 3668 unit x 1 operator x 15 menit (Rp.100/menit) = 3668 unit x 1 operator x 15 menit (Rp.100/menit) = Rp = Rp Total biaya akibat kualitas yang buruk untuk memperbaiki 3668 unit pada hasil pengecatan swing arm 9001 ini sebesar Rp , data yang digunakan merupakan data hasil pengambilan sampel pada bulan Juni Total biaya akibat kualitas yang buruk untuk memperbaiki 3668 unit pada hasil pengecatan swing arm 9001 ini sebesar Rp , data yang digunakan merupakan data hasil pengambilan sampel pada bulan Juni 2008.

11 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G11 NoTanggal Unit Sampel Jumlah Cacat (unit) Proporsi Cacat BKABKB 1.02-Jun ,687270, Jun ,456960, Jun , Jun , Jun , Jun , Jun , Jun , Jun , Jun , Jun , Jun , Jun , Jun , Jun , Jun , Jun , Jun , Jun , Jun , Jun , Jun , Total , Perhitungan Batas Kontrol Untuk Hasil Pengecatan Cat Kotor Berpasir (Dust) Untuk pengamatan dilakukan pada hari ke-1, n = 825 Garis tengah (p-bar) = Batas kontrol bawah (BKB)p = = Batas kontrol atas (BKA)p =

12 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G12 Pada Pengambilan Sampel Bulan Juni 2008, dari perhitungan peta kontrol p di atas, terlihat bahwa beberapa data berada di luar batas kendali dan beberapa data berada didalam batas kendali artinya proses pengecatan swing arm 9001 yang menghasilkan produk cacat berupa cat berpasir (Dust) masih terkendali. Hasil perhitungan dengan menggunakan rumus manual dan perangkat lunak tidak memiliki perbedaan, yaitu BKA sebesar , garis tengah sebesar , dan BKB sebesar

13 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G13 Perhitungan Defect Per Million Opportunities (DPMO) Tujuan melakukan perhitungan DPMO adalah untuk mengetahui peluang terjadinya cacat jika terdapat satu juta kesempatan, sehingga dari nilai DPMO tersebut dapat ditetapkan level sigma untuk proses pengecatan swing arm 9001 di PT. Kawasaki Motor Indonesia. Sebelum menghitung DPMO dan level sigma, harus ditentukan dahulu nilai-nilai lain seperti unit (U), kesempatan (OP), cacat (D), cacat per unit (DPU), total kesempatan (TO), dan cacat per total kesempatan (DPO). Cacat per unit (DPU) adalah proporsi cacat per unit yang diperoleh dari hasil pembagian antara total cacat (D) dengan total unit (U), yaitu : Total kesempatan (TO) adalah total terjadinya cacat di dalam unit, dimana didapat dari hasil perkalian antara total unit (U) dengan kesempatan (OP), yaitu Cacat per total kesempatan (DPO) adalah peluang terjadinya cacat yang diperoleh dari hasil pembagian antara total cacat dengan total kesempatan (TOP), dimana hasil perhitungannya adalah sebagai berikut : Berdasarkan semua hasil perhitungan di atas, maka dapat ditentukan nilai DPMO yang menunjukkan banyaknya cacat yang terjadi jika terdapat satu juta peluang, yang diperoleh dari hasil perkalian antara DPO dengan 10 6, seperti di bawah ini : Dari nilai DPMO tersebut, maka dapat ditentukan level sigma untuk proses pengecatan swing arm 9001 pada saat pengambilan sampel bulan Juni 2008 berdasarkan tabel 2.2, dimana diketahui bahwa nilai DPMO sebesar berada diantara level sigma 3.0 dan 3.5, yang memiliki nilai DPMO diantara dan Dari hasil tersebut belum dapat dipastikan level sigma yang tepat untuk proses pengecatan swing arm 9001, sehingga harus dilakukan interpolasi dengan rumus sebagai berikut : Dimana, y adalah level sigma yang dicari, x adalah level sigma batas atas, z adalah level sigma batas bawah, a adalah nilai DPMO dari level sigma batas atas, b adalah nilai DPMO yang diketahui, dan c adalah nilai DPMO dari level sigma batas bawah. Hasil perhitungan interpolasi untuk mencari level sigma proses pengecatan swing arm 9001 adalah sebagai berikut : Jadi level sigma untuk proses pengecatan swing arm 9001 hasil perhitungan interpolasi adalah sigma yang berarti berada pada kisaran nilai cukup dan baik (Gaspersz, 2006).

14 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G14 Capability Process Index (Indeks Kemampuan Proses) Mengukur kapabilitas dimaksudkan untuk menilai kemampuan keluaran atau proses saat ini untuk memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dengan menggunakan indeks CPm. Seperti halnya memperoleh nilai sigma, dalam hal ini penulis menggunakan perhitungan interpolasi untuk mengetahui kapabilitas proses pengecatan swing arm 9001 di PT. Kawasaki Motor Indonesia. Diketahui : y = CPm...?, X = CPm batas atas yakni 1.17, Z = CPm batas bawah sebesar 1.0, A = nilai sigma batas atas (X) sebesar 3.5 sigma, B = nilai sigma yang didapat sebesar 3.47, C = nilai sigma batas bawah sebesar 3.0. Berikut adalah hasil perhitungannya Berdasarkan nilai sigma yang diperoleh, dapat diketahui bahwa indeks CPm yang didapat sebesar

15 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G15 Diagram Fishbone (Diagram Tulang Ikan) Diagram Fishbone atau diagram tulang ikan merupakan salah satu alat yang dapat memberikan informasi mengenai penyebab dari suatu masalah. Prinsip dari diagram tulang ikan adalah menelusuri semua kemungkinan yang menjadi penyebab dari suatu masalah. Faktor Manusia penyebab terjadinya adalah karena tapak sepatu karyawan yang kotor masuk ke area produksi. Penyebab tapak sepatu karyawan yang kotor dapat masuk ke area produksi dikarenakan karyawan yang masuk ke area produksi pada saat jam istirahat atau ke toilet banyak debu dilantai luar pabrik, yang mana saat istirahat tempat makan atau kantin dan toilet serta mushola lumayan jauh dari pabrik dan para karyawan tidak mau mengganti sepatunya. Penyebab karyawan yang masuk ke area produksi tidak mengganti sepatunya dipicu oleh beberapa faktor seperti karyawan takut terlambat dan kurang disiplin. Sebab kedua faktor tersebut dapat terjadi adalah jam istirahat yang terlalu cepat, ruang kantin yang tidak sesuai dengan kapasitas jumlah karyawan, lokasi mushola yang jauh dan kurangnya pengawasan dari supervisor yang berjaga didepan lobi pintu masuk area produksi Faktor Mesin karena hasil kerja mesin semprot kurang sempurna dalam membersihkan material serta karena standar mesin yang digunakan tidak lengkap atau kurang, mesin yang digunakan sudah mengalami perbaikan karena rusak. Atau karena alat kerja yang digunakan sudah tidak layak pakai atau kotor. Selain itu karena mesin yang digunakan sudah tua dan kurangnya perawatan pada mesin, faktor lain karena mesin sudah rusak atau aus. Faktor Metode metode Final Setting Room dan metode bake oven pada metode Final Setting Room swing arm 9001 melewati ruangan ini selama kurang lebih 12 menit dilakukan pengeringan dan dimasukan kedalam oven, dimana pada saat pengeringan debu-debu pasir berterbangan dan menempel pada swing arm 9001 yang masih basah oleh cat yang belum kering, hal itu disebabkan karena jarak ketempat bake oven terlalu jauh dan membutuhkan waktu 12 menit untuk swing arm 9001 kering. Serta didalam oven pun terdapat debu-debu yang menempel saat oven dibuka hal itu disebabkan oleh terlalu sering oven dibuka untuk memasukan kereta dorong yang berisi swing arm 9001 yang digantung dalam hangger. Faktor Lingkungan terdapatnya butiran debu atau kotoran selama memproduksi swing arm Hal ini disebabkan oleh lingkungan kerja yang belum 100% bebas dari debu merupakan salah satu faktor pendukung terjadinya cacat dust (kotor berpasir). Lingkungan kerja belum 100% bebas dari debu disebabkan, penanganan kebersihan lingkungan diarea produksi belum sempurna, karena jadwal waktu pembersihan lantai produksi saat ini hanya dua kali dalam sehari, dan juga ventilasi udara yang terlalu besar dan berada tinggi diatas bangunan hal ini yang menyebabkan debu dan kotoran masuk kedalam pabrik terbawa oleh angin.

16 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G16 Apa penyebab kecacatan Alasan PeningkatanLokasiPenanggungjawabKapan Bagaimana peningkatan dilakukan Tapak sepatu operator yang kotor masuk ke area produksi Agar operator disiplin dan mematuhi aturan yang berlaku serta dapat meminimalkan debu dan kotoran yang masuk disekitar area pengecatan Area proses produksi pengecatan SupervisorSecepatnya Pengawasan intensif dan pelatihan sehingga operator disiplin serta mematuhi peraturan. Kerja mesin semprot kurang sempurna dan standar mesin yang digunakan tidak lengkap atau kurang Supaya kinerja mesin dapat digunakan semaksimal mungkin Mesin produksiSupervisor Pada saat akan produksi Pengecekan sebelum penggunaan alat dan pengawasan intensif terhadap kinerja operator di bagian mesin penyemprotan serta Perawatan berkala. Oven terlalu sering dibuka Agar material yang bersih tidak ikut terkontaminasi serta Debu dan kotoran tidak menempel saat pengeringan berlangsung Ruang bake ovenSupervisor Pada saat material akan memasuki ruang bake oven Lakukan pengawasan intensif dan perawatan kebersihan berkala. terhadap bake oven, hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan penyedot debu atau dengan mencuci wadah tempat dimasukannya material. Konsep perbaikan untuk jenis cacat dust (kotor berpasir)

17 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G17 Apa penyebab kecacatan Alasan Peningkatan LokasiPenanggungjawabKapanBagaimana peningkatan dilakukan Pengeringan tidak sempurna Diharapkan material dapat mengalami pengeringan dengan sempurna Ruang bake oven Supervisor Pada saat akan menunggu proses pengeringan Berikan standar yang baku mengenai suhu, pastikan ada pengaturan yang sesuai antara pengaturan posisi hanger, suhu tungku, suhu cetakan dan lamanya waktu siklus dan tempelkan nilai standar suhu yang baik didaerah yang dapat dilihat oleh operator dan berikan nilai penyesuaiannya untuk kondisi tertentu. Perawatan lingkungan kebersihan kerja yang belum memadai Agar ruangan menjadi bersih Ruang produksi pengecatan SupervisorSetiap hari 1. Pastikan bahwa ruang produksi memiliki mesin pengumpul debu sehingga partikel debu yang masuk kedalam ruang produksi akan dihisap oleh mesin tersebut. 2. Bersihkan lantai produksi dengan cara mengepel ruang produksi dengan frekuensi yang sering. 3. Minimalkan penggunaan ventilasi, sehingga partikel debu yang masuk dapat diminimalisir. Bahkan kalau bisa isolasi ruang produksi sehingga benar-benar tertutup. Konsep perbaikan untuk jenis cacat dust (kotor berpasir)

18 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G18 Usulan Perbaikan Instruksi Kerja Proses Produksi Pengecatan Swing Arm 9001 Usulan perbaikan instruksi kerja yang akan diberikan pada proses produksi pengecatan swing arm 9001 sesuai dengan diagram tulang ikan yang telah dibuat karena dalam diagram tulang ikan kita dapat langsung mengetahui dengan jelas penyebab dari setiap faktor yang berpengaruh, oleh karena itu penulis menguraikan usulan perbaikan instruksi kerja dari setiap faktor secara terperinci, seperti di bawah ini :

19 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G19 Faktor Manusia usulan perbaikan instruksi kerja yang akan diberikan oleh penulis adalah dengan cara mengganti sepatu saat akan memasuki ruang pengecatan dengan sepatu boot. Sepatu boot harus disediakan oleh pabrik dan sepatu boot hanya dipakai diruang pengecatan saja dan disimpan pada laci yang terletak dipintu masuk ruang pengecatan. Sepatu boot harus bebas debu dan bersih serta dijamin kualitasnya oleh supervisor pada bagian pengecatan. Supervisor bertanggung jawab penuh terhadap kedisiplinan operator dibagian pengecatan, dan ketentuan ini adalah syarat mutlak oleh seorang painter (operator pengecatan). Pemakaian sepatu boot dilakukan sebelum memasuki ruang pengecatan dan saat akan meninggalkan ruang pengecatan seorang operator harus menganti sepatunya dengan sepatu yang lain dan harus seizin oleh supervisor yang bersangkutan. Sepatu boot juga harus mengalami pembersihan secara rutin, yaitu minimal 1 hari sekali sepatu boot dicuci dan dibersihkan, dalam arti setelah satu hari dipakai sepatu boot harus dicuci dan dibersihkan, sehingga ruang pengecatan akan terhindar dari debu. Supervisor yang bertugas mengontrol dan juga mengawasi kebersihan akan sepatu boot tersebut.

20 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G20 Faktor Mesin usulan perbaikan instruksi kerja yang akan diberikan oleh penulis adalah dengan mengganti mesin semprot yang ada dengan mesin semprot yang baru, ini adalah salah satu cara yang paling baik dan efektif serta sangat efisien, karena mesin yang ada sudah sudah terlalu tua dan sering rusak. Dari pada banyak biaya perawatan yang keluar untuk melakukan perbaikan, maka penulis menyarankan untuk menganti mesin semprot dengan yang baru, selain untuk menghemat biaya perawatan dan biaya perbaikan juga dapat memaksimalkan kinerja mesin mengingat mesin yang lama sudah tidak maksimal lagi untuk digunakan. Serta tidak lupa juga untuk melakukan perawatan kebersihan disekitar mesin semprot, perawatan kebersihan ini juga penting karena debu dan kotoran sering menempel pada mesin semprot. Dan sebaiknya tabel perawatan yang ada diatas mesin semprot diganti tata caranya, seperti perawatan kebersihan yang telah dilakukan dalam satu minggu dilakukan kebersihan 2 kali, diubah menjadi satu minggu 3 kali dengan begitu kebersihan disekitar mesin dapat terjaga dengan baik. Serta setelah mesin semprot diganti dengan yang baru, perawatan yang harus dilakukan adalah melakukan cek kinerja mesin semprot dan melakukan perawatan perbaikan satu minggu 3 kali, serta semua hasil harus segera dilaporkan kepada supervisor pada bagian pengecatan, supervisor langsung mencatat hasil yang telah dlakukan oleh operator pada tabel perawatan diatas meja supervisor. Dengan begitu kineja mesin semprot dan kebersihan disekitar mesin semprot dapat terjaga kualitasnya.

21 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G21 Faktor Metode usulan perbaikan instruksi kerja yang akan diberikan oleh penulis adalah malakukan perawatan rutin kebersihan diarea ini dan didalam oven, sebagai contoh selama ini dalam waktu seminggu dilakukan perawatan kebersihan 5 kali dalam satu minggu, dan setiap harinya dilakukan perawatan kebersihan yang terdiri dari 2 shift, pada jam dan jam 14.30, untuk itu penulis menganjurkan untuk membagi perawatan kebersihan disekitar area dan didalam oven menjadi 4 shift dalam 1 hari yaitu pada jam 09.30, jam 11.30, jam dan yang terakhir pada jam Jikalau pelaksanaan perawatan kebersihan ini dijalankan maka pada saat pengeringan terjadi swing arm 9001 menuju oven, debu-debu yang berterbangan tidak akan terlihat kembali dan dapat meminimalkan debu-debu yang akan menempel pada swing arm Faktor Lingkungan suatu usulan agar dalam melakukan penanganan kebersihan lingkungan diarea pengecatan sebaiknya dalam satu hari dilakukan sebanyak 5 shift, yaitu pada jam 07.30, jam 09.30, jam 11.30, jam dan jam Penulis lebih banyak menganjurkan untuk memperbanyak jumlah shift perawatan kebersihan dalam 1 hari, karena lebih efektifitas dan lebih efisien, kalau harus mengubah tata letak mesin atau merubah ventilasi udara yang terlalu besar dan berada tinggi diatas bangunan yang menyebabkan debu dan kotoran masuk kedalam pabrik karena terbawa oleh angin terlalu sulit untuk diubah, selain mengeluarkan uang yang cukup besar untuk merubah rangkaian tersebut juga butuh waktu untuk memperbaiki rangkaian tersebut serta dapat menganggu kinerja para operator disekitar pabrik. Maka usulan yang dapat diberikan oleh penulis selain untuk menghemat anggaran juga efisien waktu adalah dengan menambah jumlah perawatan kebersihan dalam 1 hari terdiri dari 5 shift. Dengan begitu daerah diarea pengecatan akan terjaga kebersihannya.

22 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G22 Usulan perbaikan instruksi kerja yang akan diberikan pada proses produksi pengecatan swing arm 9001 sesuai dengan diagram tulang ikan yang telah dibuat sebelumnya karena dalam diagram tulang ikan kita dapat langsung mengetahui dengan jelas penyebab dari setiap faktor yang berpengaruh. Usulan ini dibuat oleh penulis agar dapat mengendalikan dan mengurangi penyebab terjadinya cacat dust (kotor berpasir) selama proses pengecatan swing arm 9001 berlangsung, penulis harus menyakinkan perusahaan bahwa usulan perbaikan yang diajukan tidak akan merugikan perusahaan dan peningkatan kualitas akan tetap bertahan selama usulan perbaikan itu selalu digunakan. Pengendalian dilakukan terhadap setiap rencana tindakan yang akan diterapkan, agar mencapai target peningkatan sigma enam yang diharapkan.

23 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G23 1. Berdasarkan diagram pareto diketahui bahwa jenis cacat yang memiliki frekuensi cacat tertinggi pada proses produksi pengecatan Swing Arm 9001 adalah cat kotor berpasir (Dust) pada bulan Juni 2008 dengan frekuensi cacat sebesar 3668 unit atau 74 % dari total keseluruhan unit. Sehingga biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki 3668 unit swing arm 9001 adalah = 3668 unit x 1 operator x 15 menit (Rp.100/menit) = Rp Dari perhitungan peta kontrol p terlihat bahwa beberapa data berada di luar batas kendali dan beberapa data berada didalam batas kendali artinya proses pengecatan swing arm 9001 yang menghasilkan produk cacat berupa cat berpasir (Dust) masih terkendali. Hasil perhitungan dengan menggunakan rumus manual dan perangkat lunak didapatkan suatu nilai BKA sebesar , garis tengah sebesar , dan BKB sebesar Berdasarkan level sigma yang diperoleh untuk proses pengecatan swing arm 9001 hasil perhitungan interpolasi adalah sigma yang berarti berada pada kisaran nilai cukup dan baik, sehingga dapat diketahui bahwa indeks CPm yang didapat sebesar

24 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G24 1.Diharapkan Usulan-usulan yang diberikan berupa instruksi kerja selama proses produksi pengecatan swing arm 9001, tidak akan merugikan perusahaan dan peningkatan kualitas akan tetap bertahan selama usulan perbaikan itu selalu digunakan. Usulan yang dapat diberikan oleh penulis selain untuk menghemat anggaran juga efisien waktu adalah dengan menambah jumlah perawatan kenersihan dalam1 hari terdiri dari 5 shift, dengan begitu daerah diarea pengecatan akan terjaga kebersihannya. 2. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih kurang sempurna, oleh karena itu 2. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih kurang sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kepada para pembaca untuk dapat mengadakan penelitian penulis mengharapkan kepada para pembaca untuk dapat mengadakan penelitian lanjutan dari segi perencanaan kapasitas maupun penjadwalan mesin atau orang lanjutan dari segi perencanaan kapasitas maupun penjadwalan mesin atau orang

25 Sabtu, 15 Agustus 2009Allan Audy W G25


Download ppt "Sabtu, 15 Agustus 2009 Allan Audy W G 1 PRESENTASI SIDANG SKRIPSI"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google