Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Apakah Perancangan Percobaan itu ? Suatu uji atau sederetan uji yg bertujuan untuk mengubah peubah input menjadi output yg merupakan respon dari percobaan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Apakah Perancangan Percobaan itu ? Suatu uji atau sederetan uji yg bertujuan untuk mengubah peubah input menjadi output yg merupakan respon dari percobaan."— Transcript presentasi:

1 Apakah Perancangan Percobaan itu ? Suatu uji atau sederetan uji yg bertujuan untuk mengubah peubah input menjadi output yg merupakan respon dari percobaan tsb (Mattjik dan Sumertajaya, 2002) inputoutput Peubah terkendali X1, X2, X3,..., Xp Peubah tak terkendali Z1, Z2, Z3, …, Zq PROSES

2 Tujuan Perancangan Percobaan  Menentukan peubah terkendali (X) yg paling berpengaruh thd respon (Y)  Memilih gugus peubah X yg paling mendekati nilai harapan Y  Memilih gugus peubah X yg mengakibatkan keragaman respon paling kecil  Memilih gugus peubah X yg mengakibatkan pengaruh peubah tak terkendali paling kecil

3 Prinsip Dasar Percobaan 1. Ulangan : pengalokasian suatu perlakuan tertentu thd beberapa satuan percobaan pd kondisi seragam. 1. Ulangan : pengalokasian suatu perlakuan tertentu thd beberapa satuan percobaan pd kondisi seragam. Tujuan pengulangan : Tujuan pengulangan :  menduga ragam dari galat percobaan  menduga galat baku (standard error) dari rataan perlakuan rataan perlakuan  meningkatkan ketepatan percobaan  memperluas presisi kesimpulan percobaan

4 Prinsip Dasar Percobaan 2. Pengacakan : tiap satuan percobaan harus memiliki peluang yg sama untuk diberi suatu perlakuan tertentu. 2. Pengacakan : tiap satuan percobaan harus memiliki peluang yg sama untuk diberi suatu perlakuan tertentu. 3. Pengendalian lingkungan (local control) : 3. Pengendalian lingkungan (local control) : usaha mengendalikan keragaman kondisi lingkungan. usaha mengendalikan keragaman kondisi lingkungan. Caranya ???? Caranya ???? lakukan pengelompokan (blocking) satu, dua atau multi arah lakukan pengelompokan (blocking) satu, dua atau multi arah

5 Istilah-istilah dlm Perancangan Percobaan  Perlakuan (treatment) : prosedur/metode yang diterapkan pada satuan percobaan  Satuan Percobaan (experimental unit) : satuan terkecil dalam suatu percobaan yg diberi suatu perlakuan  Satuan amatan (sampling unit) : anak gugus dari satuan tempat respon perlakuan diukur  Faktor (factor) : peubah bebas yg dicobakan dalam percobaan sebagai struktur perlakuan  Taraf (level) : nilai-nilai dari peubah bebas (faktor) yang dicobakan dalam percobaaan

6 Klasifikasi Rancangan Percobaan

7 1. Rancangan perlakuan : menjelaskan kombinasi faktor perlakuan dalam percobaan, tidak termasuk bagaimana menempatkan perlakuan atau kombinasi perlakuan ke dalam satuan percobaan Satu faktor (perlakuan sederhana) Satu faktor (perlakuan sederhana) Dua faktor : Dua faktor :  Faktorial : bersilang, tersarang  Petak terpisah (Split plot)  Petak terbagi (Strip plot/split block) Tiga faktor atau lebih :  Faktorial : bersilang, tersarang, campuran  Split - split plot  Split - split block

8 2. Rancangan Lingkungan: menjelaskan cara menempatkan kombinasi perlakuan ke dalam satuan percobaan 2. Rancangan Lingkungan: menjelaskan cara menempatkan kombinasi perlakuan ke dalam satuan percobaan  Rancangan acak lengkap/RAL (Completely Randomized Design) (Completely Randomized Design)  Rancangan acak kelompok lengkap/RAKL (Randomized Complete Block Design) (Randomized Complete Block Design)  Rancangan bujur sangkar latin/RBSL (Latin Square Design) (Latin Square Design)  Rancangan Lattice: >> Lattice berimbang >> Tripple lattice >> Tripple lattice >> Quadruple lattice >> Quadruple lattice

9 Rancangan Acak Lengkap: Rancangan Acak Lengkap:  Kondisi satuan percobaan relatif homogen  Di laboratorium, yg bisa menjamin kehomogenan satuan percobaan  Tidak efisien untuk percobaan yang melibatkan jumlah satuan percobaan yg cukup besar

10 Rancangan Acak Kelompok Lengkap: Rancangan Acak Kelompok Lengkap:  Keheterogenan satuan percobaan berasal dari satu sumber keragaman  Mengatasi kesulitan menyiapkan satuan percobaan homogen dalam jumlah besar  Pembentukan kelompok atas dasar komponen keragaman diluar perlakuan, yg diduga ikut mempengaruhi respon  Setiap kelompok merupakan kumpulan satuan percobaan yg relatif homogen

11 Rancangan Bujur Sangkar Latin: Rancangan Bujur Sangkar Latin:  Keheterogenan satuan percobaan tidak bisa dikendalikan hanya dengan pengelompokan satu komponen keragaman  Mengendalikan komponen keragaman satuan percobaan dari dua arah (disebut: arah baris dan lajur)  Banyaknya ulangan perlakuan harus sama dengan banyaknya perlakuan yg dicobakan  Tidak untuk percobaan yang melibatkan perlakuan dalam jumlah banyak  Tidak efektif untuk percobaan yang melibatkan perlakuan dalam jumlah banyak

12 Model Linier Aditif & Struktur Tabel Analisis Ragam

13 Model linier aditif secara umum dibedakan antara model tetap dan model acak : Model acak: perlakuan yg dicobakan merupakan contoh acak dari populasi perlakuan perlakuan yg dicobakan merupakan contoh acak dari populasi perlakuan Kesimpulan yg diperoleh berlaku secara umum untuk seluruh populasi perlakuan Kesimpulan yg diperoleh berlaku secara umum untuk seluruh populasi perlakuan Model tetap: perlakuan yg digunakan dlm percobaan berasal dari populasi terbatas perlakuan yg digunakan dlm percobaan berasal dari populasi terbatas Pemilihan perlakuan ditentukan oleh peneliti Pemilihan perlakuan ditentukan oleh peneliti Kesimpulan yg diperoleh terbatas hanya pd perlakuan yg dicobakan Kesimpulan yg diperoleh terbatas hanya pd perlakuan yg dicobakan

14 Model linier aditif percobaan 1 faktor dengan RAL (model tetap) : Y = μ + τ+ ε Y ij = μ + τ i + ε ij Y = Y ij = Pengamatan pada perlakuan ke- i dan ulangan ke-j μ = μ = Rataan umum τ= τ i = Pengaruh perlakuan ke-i ε = ε ij = Pengaruh acak pada perlakuan ke-i, ulangan ke-j i = 1, 2, …, t dan j = 1, 2, …, r

15 Model linier aditif percobaan 1 faktor dengan RAKL (model tetap) : Y = μ + τ+ β + ε Y ij = μ + τ i + β j + ε ij Y = Y ij = Pengamatan pada perlakuan ke-i dan kelompok ke-j μ = μ = Rataan umum τ= τ i = Pengaruh perlakuan ke-i β = β i = Pengaruh kelompok ke-j ε = ε ij = Pengaruh acak pada perlakuan ke-i, kelompok ke-j i = 1, 2, …, t dan j = 1, 2, …, r

16 Model linier aditif percobaan 1 faktor dengan RBSL (model tetap) : Y = μ + α + β + τ + ε Y ij (k) = μ + α i + β j + τ (k) + ε ij(k) Y = Y ij(k) = Pengamatan pada perlakuan ke-k, dalam baris ke-i dan lajur ke-j μ = μ = Rataan umum τ = τ (k) = Pengaruh perlakuan ke-k, dalam baris ke-i dan lajur ke-j = α i = Pengaruh baris ke-i = β j = Pengaruh lajur ke-j ε= ε ij(k) = Pengaruh acak pada perlakuan ke-k, dalam baris ke- i dan lajur ke-j i = 1, 2, …, r, j = 1, 2, …, r, k = 1, 2, …, r

17 TELADAN

18 Teladan 1. Suatu percobaan untuk menguji 5 macam ramuan pupuk yg diaplikasi - kan pada tanaman cabai di lahan. Petak percobaan yg tersedia berupa lahan datar dengan kondisi kesuburan yg homogen. Luas lahan cukup untuk mengulang setiap perlakuan sebanyak 6 kali. Hasil cabai diamati dan dinyatakan dalam bobot buah (g) per tanaman (Tabel 1). Macam ramuan ABCDE Tabel 1. Bobot buah per tanaman (g)

19 Analisis ragam untuk teladan 1 (RAL dengan model tetap) Sumber keragaman Derajat bebas Jumlah kuadrat Kuadrat rataan F hitung Ulangan sama Perlakuan ,30 Galat Total

20 Teladan 2. Suatu percobaan untuk menguji 5 macam ramuan pupuk yg diaplikasi - kan pada tanaman cabai di lahan. Petak percobaan yg tersedia berupa lahan dengan tingkat kesuburan tidak homogen. Gradien kesuburan arah utara-selatan. Luas lahan cukup untuk mengulang setiap perlakuan sebanyak 6 kali. Hasil cabai diamati dan dinyatakan dalam bobot buah (g) rata-rata per tanaman (Tabel 1). Sumber keragaman Derajat bebas Jumlah kuadrat Kuadrat rataan F hitung Ulangan sama Perlakuan ,85 Blok ,67.194,91,63 Galat ,44.402,3 Total Analisis ragam untuk teladan 2 (RAKL dengan model tetap) :

21 Teladan 3. Suatu percobaan untuk menguji 5 macam ramuan pupuk yg diaplikasi - kan pada tanaman cabai di lahan. Petak percobaan yg tersedia berupa lahan dengan tingkat kesuburan tidak homogen. Gradien kesuburan arah utara-selatan. Selain itu juga terdapat pengaruh karena faktor irigasi. Hasil cabai diamati dan dinyatakan dalam bobot buah (g) per tanaman. Tata letak dan hasil percobaan untuk teladan 3 (RBSL dengan model tetap) : Nomor Baris Nomor Lajur E (563) C (615 ) B (508) A (731) D (415) 2 A (551) D (449) C (511) B (583) E (656) 3 C (639) B (580) D (517) E (613) A (499) 4 B (595) E (631) A (450) D (438) C (648) 5 D (417) A (457) E (522) C (573) B (633)

22 Analisis ragam untuk teladan 3 (RBSL dengan model tetap) : Sumber Keragaman Derajat bebas Jumlah kuadrat Kuadrat rataan F hitung Perlakuan , ,743,97 Baris47.597, ,440,35 Lajur , ,540,97 Galat , ,14 Total ,56

23 Tugas individu: menetapkan judul tujuan percobaan, hipotesis, variabel bebas/perlakuan, tata letak, populasi, sample, unit percobaan, pengacakan, cara mengumpulkan data respon

24 Sumber keragaman Derajat bebas Jumlah kuadrat Kuadrat rataan F hitung Ulangan sama Perlakuan ,30 Galat Total Sumber keragaman Derajat bebas Jumlah kuadrat Kuadrat rataan F hitung Ulangan sama Perlakuan ,85 Blok ,67.194,91,63 Galat ,44.402,3 Total

25 Sumber keragaman Derajat bebas Jumlah kuadrat Kuadrat rataan F hitung Ulangan sama Perlakuan ,85 Blok ,67.194,91,63 Galat ,44.402,3 Total

26 SPLIT PLOT (PETAK TERBAGI) Rancangan lingkungan ? Perlakuan? Respon? Justifikasi: -management practice -tidak imbang kepentingan (faktor) -derajat ketepatan α)β) Pengacakan petak utama (α), anak petak(β) serta blok/ulangan (jika RAKL) Model linier aditif Y = μ + α + ε α + β + τ + ε Y ij (k) = μ + α i + ε α + β j + τ (k) + ε ij(k)

27 PERBANDINGAN NILAI RATA- RATA TERENCANA VS TIDAK PAIR VS GROUP PERBANDINGAN ARAH TGT TUJUAN LSD, HSD, TUCKEY, DUNNET, SCEFFE, DMRT, SNK, DLLLLL KONTRAS ORTOGONAL REGRESI

28


Download ppt "Apakah Perancangan Percobaan itu ? Suatu uji atau sederetan uji yg bertujuan untuk mengubah peubah input menjadi output yg merupakan respon dari percobaan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google