Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Metode Penarikan Contoh II Buku : * Sampling Techniques. Cochran W.G. * Sampling Theory and Method. Murthy M.N.. * Theory and Analysis of Sample Survey.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Metode Penarikan Contoh II Buku : * Sampling Techniques. Cochran W.G. * Sampling Theory and Method. Murthy M.N.. * Theory and Analysis of Sample Survey."— Transcript presentasi:

1 Metode Penarikan Contoh II Buku : * Sampling Techniques. Cochran W.G. * Sampling Theory and Method. Murthy M.N.. * Theory and Analysis of Sample Survey Design. Singh D et.al. Mekanisme perkuliahan (banyak latihan) Materi Kuliah : * Penduga Beda dan Penduga Regresi * Sampling klaster (Cluster sampling) * Sampling bertahap (Mulitistage sampling) * Selfweighting design * Double sampling * Pelajari kembali MPC I (pengertian masing2 metode sampling) Nilai : * Kuis * UTS * UAS

2 I HEAR  I FORGET I SEE  I REMEMBER I DO  I UNDERSTAND

3 Materi 2 Sampling klaster (Cluster sampling) 1)Pengertian, alasan, dan persyaratan Klaster = kelompok unit yg lb kecil, seperti elemen atau subunit Penarikan sampling klaster  klaster sebagai sampling unit Sampling klaster satu tahap  seluruh unit dalam klaster terpilih, dicacah Alasan : - tidak ada daftar elemen dalam populasi - lebih ekonomis, misalnya perlu biaya yg besar utk membuat daftar elemen dalam populasi dan biaya pencacahan lebih hemat - sampling unit berkelompok  lebih nyaman (mudah dan cepat) dibanding SRS - peta dari suatu wilayah yang terdiri atas blok/segmen wilayah biasanya sudah tersedia dan dapat dijadikan klaster. Persyaratan : klaster mempunyai batas yg jelas dan tidak tumpang tindih

4 KlasterUnit Listing/ Daftar Unit Elemen/Unit Analisis Aplikasi (1)(2)(3) (4) 1. Blok Sensus Rumahtang ga Orang Estimasi jumlah rumahtangga/ penduduk beserta karakteristiknya 2. Desa Sekolah Guru/ Murid Estimasi jumlah guru/ murid beserta karakteristiknya 3. SekolahKelasMurid Estimasi jumlah murid beserta karakteristiknya 4. Halaman buku Baris Kata Estimasi jumlah kata dalam buku 5. Bulan Minggu Hari Estimasi rata-rata kepadatan lalu lintas. Tabel 2.1 : Contoh Klaster, unit listing, elemen / unit analisis, serta aplikasi

5 a) Notasi = jumlah klaster populasi = jumlah klaster sampel = jumlah elemen dalam klaster = nilai karakteristik elemen ke klaster ke = rerata elemen pada klaster ke = rerata klaster = rerata dari rerata klaster dalam populasi = rerata elemen dalam populasi = mean square antar elemen pada klaster ke 2) Klaster dengan jumlah unit sama (equal cluster)

6 = mean square dalam (within) klaster = mean square antar rerata klaster dalam populasi = mean square antar elemen dalam populasi = intracluster correlation coefficient antar elemen dalam klaster (ada buku yang menyebut dengan roh)

7 Tabel 2.2 : Analisis varian utk populasi Antar (between) rerata klaster Dalam (within) klaster Antar elemen ( Total ) dofMean Square Sumber variasi Buktikan 3 :

8 Tabel 2.3 : Analisis varian utk sampel Antar (between) rerata klaster Dalam (within) klaster Antar elemen ( Total ) dofMean Square Sumber variasi

9 b) Penduga rerata dan varian (ragam) Populasi klaster dengan jumlah unit masing-masing,diambil klaster secara SRSWOR, maka merupakan penduga yang tidak bias dari, dengan varian Bukti : Teorema 2.1 N klaster n klaster SRS

10 dengan menggunakan dan memasukkan (roh) diperoleh utk nilai N yang besar

11 Akibat (Corollary) 1 Populasi klaster dengan jumlah unit masing-masing,diambil klaster secara SRSWOR, maka penduga total populasi yang tidak bias adalah : dengan varian Akibat (Corollary) 2 Akibat (Corollary) 3 Populasi elemen diambil sampel sebanyak secara SRSWOR, varian utk rerata elemen menjadi : Penduga varian dari teorema 2.1

12 Akibat (Corollary) 4 Populasi klaster dengan jumlah unit masing-masing,diambil klaster secara SRSWR, maka merupakan penduga yang tidak bias dari, dengan varian dan penduganya c) Desain efek dan efisiensi klaster sampling NM elemen nM elemen SRS Desain efek klaster klaster SRS

13 Dari teorema 2.1, dapat dituliskan : desain efek ( deff ) (1) Elemen dalam klaster homogin sempurna  = 0, dan = 1  deff = M  kurang baik (kurang efisien) (2) Elemen dalam klaster heterogin sempurna  = 0, dan  deff = 0  sangat baik (sangat efisien) Upayakan variasi dalam klaster maksimum (sangat heterogin) sedangkan antar klaster minimum (sangat homogin). Dengan demikian nilai (roh) akan berada pada interval Catatan : ada buku yang menggunakan istilah efisien sebagai pengganti dari desain efek, ada juga yang menggunakan notasi terbalik utk notasi efisien. Dg menggunakan hubungan antara dan pd Corollary 1 buktikan (1) + (2)

14 Desain efek metode sampling A Efisiensi metode sampling A thd B Pengertian efisiensi / desain efek suatu metode sampling : Metode sampling A lebih efisien dari B bila :

15 d) Biaya survei Biaya survei dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu : - biaya utk pencacahan elemen sampel dalam klaster, termasuk biaya perjalanan dalam klaster yang proporsional dengan jumlah elemen sampel ( ) - biaya perjalanan antar klaster yang proporsional terhadap jarak antar klaster; dari penelitian sebelumnya telah diperoleh bhw nilai harapan dari sampel acak adalah proporsional dengan ( )


Download ppt "Metode Penarikan Contoh II Buku : * Sampling Techniques. Cochran W.G. * Sampling Theory and Method. Murthy M.N.. * Theory and Analysis of Sample Survey."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google