Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Mahasiswa dapat : Mengetahui dan menjelaskan tentang pranata sosial Mengetahui bentuk-bentuk norma sosial, yang berlaku di masyarakat. Mengetahui sistem.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Mahasiswa dapat : Mengetahui dan menjelaskan tentang pranata sosial Mengetahui bentuk-bentuk norma sosial, yang berlaku di masyarakat. Mengetahui sistem."— Transcript presentasi:

1

2 Mahasiswa dapat : Mengetahui dan menjelaskan tentang pranata sosial Mengetahui bentuk-bentuk norma sosial, yang berlaku di masyarakat. Mengetahui sistem dan tata laku dalam kehidupan bermasyarakat Mahasiswa dapat : Mengetahui dan menjelaskan tentang pranata sosial Mengetahui bentuk-bentuk norma sosial, yang berlaku di masyarakat. Mengetahui sistem dan tata laku dalam kehidupan bermasyarakat

3 Pranata sosial (lembaga kemasyarakatan) Pranata sosial (lembaga kemasyarakatan) “Sosial Institution” 1.suatu bentuk sekaligus pengertian abstrak adanya norma dan peraturan tertentu 2.pengatur peri kelakuan masyarakat 3.bangunan sosial  bentuk yang jelas dari pola kemasyarakatan 1.suatu bentuk sekaligus pengertian abstrak adanya norma dan peraturan tertentu 2.pengatur peri kelakuan masyarakat 3.bangunan sosial  bentuk yang jelas dari pola kemasyarakatan

4 ASOSIASI : group yang terorganisir menunjukkan keanggotaan adanya kepentingan ASOSIASI : group yang terorganisir menunjukkan keanggotaan adanya kepentingan INSTITUSI : bentuk prosedur/sistem menunjukkan cara berbuat adanya tata cara INSTITUSI : bentuk prosedur/sistem menunjukkan cara berbuat adanya tata cara Perbedaan antara Lembaga dan Pranata

5 Koentjaraningrat, (delapan) macam pranata kemasyarakatan : 1.Pranata untuk memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan (domestic institutions) 2.Pranata untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup (economic institutions) 3.Pranata untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia (scientific institutions) 4.Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan pendidikan (educational institutions) Koentjaraningrat, (delapan) macam pranata kemasyarakatan : 1.Pranata untuk memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan (domestic institutions) 2.Pranata untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup (economic institutions) 3.Pranata untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia (scientific institutions) 4.Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan pendidikan (educational institutions)

6 5.Pranata untuk memenuhi kebutuhan menyatakan rasa keindahan dan rekreasi (Aesthetic and recreational institutions) 6.Pranata untuk memenuhi kebutuhan manusia berhubungan dengan Tuhan YME atau Alam Gaib (Religius Institutions) 7.Pranata untuk memenuhi kebutuhan manusia mengatur kehidupan berkelompok, bermasyarakat, atau bernegara (Political Institutions) 8.Pranata untuk mengurus kebutuhan jasmaniah manusia (cosmetic institutions) 5.Pranata untuk memenuhi kebutuhan menyatakan rasa keindahan dan rekreasi (Aesthetic and recreational institutions) 6.Pranata untuk memenuhi kebutuhan manusia berhubungan dengan Tuhan YME atau Alam Gaib (Religius Institutions) 7.Pranata untuk memenuhi kebutuhan manusia mengatur kehidupan berkelompok, bermasyarakat, atau bernegara (Political Institutions) 8.Pranata untuk mengurus kebutuhan jasmaniah manusia (cosmetic institutions)

7 Institusi/pranata sosial belum memiliki unsur- unsur sistem sosial yang sempurna sebagaimana di dalam institusi atau lembaga unsur-unsur sistem sosial : Kepercayaan Sentimen Tujuan Norma Status dan Peranan Ranking Power Sanksi Fasilitas unsur-unsur sistem sosial : Kepercayaan Sentimen Tujuan Norma Status dan Peranan Ranking Power Sanksi Fasilitas

8 Dari sisi prosesnya, Pranata Sosial  bentuk aktivitas yang meliputi adanya komunikasi, pemeliharaan batas-batas, hubungan sistem, sosialisasi, kontrol sosial, dan pelembagaan Dari sisi prosesnya, Pranata Sosial  bentuk aktivitas yang meliputi adanya komunikasi, pemeliharaan batas-batas, hubungan sistem, sosialisasi, kontrol sosial, dan pelembagaan

9 peraturan umum mengenai perbuatan atau kelakuan yang berdasarkan pertimbangan kesusilaan, kebiasaan, faham yang sehat, sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat tersebut

10 1.Cara (usage), norma paling lemah  Sanksi berupa teguran dan nasehat. 2.Kebiasaan (folkways), norma sedang  Sanksi menjadi bahan pembicaraan/gunjingan 3.Tata kelakuan (mores), norma agak kuat  Sanksi mendapat teguran dan peringatan, serta hukuman sosial yang berlaku 4.Adat (customs), norma paling kuat  Sanksi dikucilkan hingga diusir dari kehidupan masyarakat tersebut 1.Cara (usage), norma paling lemah  Sanksi berupa teguran dan nasehat. 2.Kebiasaan (folkways), norma sedang  Sanksi menjadi bahan pembicaraan/gunjingan 3.Tata kelakuan (mores), norma agak kuat  Sanksi mendapat teguran dan peringatan, serta hukuman sosial yang berlaku 4.Adat (customs), norma paling kuat  Sanksi dikucilkan hingga diusir dari kehidupan masyarakat tersebut Norma Tata kelakuan sangat penting, karena : a) Memberikan batas-batas kelakuan, alat memerintah dan melarang seseorang. b) Mengidentifikasi individu dengan kelompoknya. c) Menjaga solidaritas antara anggota-anggota masyarakat. Norma Tata kelakuan sangat penting, karena : a) Memberikan batas-batas kelakuan, alat memerintah dan melarang seseorang. b) Mengidentifikasi individu dengan kelompoknya. c) Menjaga solidaritas antara anggota-anggota masyarakat.

11 sejumlah tata nilai yang satu dengan yang lainnya berkaitan Sistem pedoman konsep-konsep ideal arah kehidupan warga masyarakat Sistem nilai budaya, pandangan hidup, dan ideologi, merupakan tata nilai yang paling tinggi dan paling abstrak dari adat istiadat

12 C. Kluckhohn  5 masalah dasar dalam kehidupan manusia  landasan bagi kerangka variasi sistem tata nilai/adat-istiadat/budaya : 1.Masalah mengenai hakekat hidup manusia (MH) 2.Masalah mengenai hakekat dari karya manusia (MK) 3.Masalah mengenai hakekat dari kedudukan manusia dalam ruang waktu (MW) 4.Masalah mengenai hakekat dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya (MA) 5.Masalah mengenai hakekat dari hubungan manusia dengan sesamanya (MM) 1.Masalah mengenai hakekat hidup manusia (MH) 2.Masalah mengenai hakekat dari karya manusia (MK) 3.Masalah mengenai hakekat dari kedudukan manusia dalam ruang waktu (MW) 4.Masalah mengenai hakekat dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya (MA) 5.Masalah mengenai hakekat dari hubungan manusia dengan sesamanya (MM)

13 Manusia (makhluk individu) Mempunyai Ciri Khas Manusia (makhluk sosial ) Tidak Dapat Hidup Sendiri proses adaptasi dan organisasi dari tingkah laku dan pribadi (Trial And Error)

14 Dalam arti luas merupakan keseluruhan hubungan dalam hidup bersama tanpa dibatasi oleh lingkungan, bangsa, bahasa, dll. Dalam arti sempit kehidupan bermasyarakat adalah kehidupan sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu


Download ppt "Mahasiswa dapat : Mengetahui dan menjelaskan tentang pranata sosial Mengetahui bentuk-bentuk norma sosial, yang berlaku di masyarakat. Mengetahui sistem."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google