Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

THE REAL FREEDOM IN GOD’S KINGDOM. Ironi: Dimerdekakan untuk Diperhamba lagi?  Kemerdekaan adalah hak azasi setiap orang. Tak seorang pun ingin hidup.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "THE REAL FREEDOM IN GOD’S KINGDOM. Ironi: Dimerdekakan untuk Diperhamba lagi?  Kemerdekaan adalah hak azasi setiap orang. Tak seorang pun ingin hidup."— Transcript presentasi:

1 THE REAL FREEDOM IN GOD’S KINGDOM

2 Ironi: Dimerdekakan untuk Diperhamba lagi?  Kemerdekaan adalah hak azasi setiap orang. Tak seorang pun ingin hidup di bawah penjajahan.  Banyak yang berharap bahwa saat mereka datang kepada Kristus, mereka akan merdeka dari segala belenggu: dosa, kutuk, kemiskinan dan penderitaan.  Namun tidak sedikit justru merasa lebih terpenjara. Apa yang dulu biasa dilakukan, kini harus ditinggalkan. Yang tadinya kenikmatan, sekarang berubah jadi larangan. Inikah arti kemerdekaan yang sesungguhnya?

3 Karena barang- siapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Lalu Yesus berkata kepada murid- murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Matius 16: Lalu Yesus berkata kepada murid- murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

4 Kemerdekaan Kristen Sebelum menjadi orang percaya, kita adalah hamba-hamba dosa (Yoh 8:34) dan warga kerajaan kegelapan (Kol. 1:13). Sekarang di dalam Kristus kita dimerdekakan dan menjadi warga Kerajaan Allah (Gal. 5:1). Arti umum: merdeka = bebas dari segala belenggu (kekangan), aturan, dan kekuasaan dari pihak manapun. Kemerdekaan = kebebasan yang kebablasan (?) Yesus memberi makna berbeda dari kemerdekaan Kristen: menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti teladan Yesus.

5 “Dari sungai kematian ke aquarium kehidupan”

6 “Harta Terpendam” (Mat 13:44) Harga yang harus kita bayarkan untuk memperoleh harta terpendam dalam Kerajaan Allah itu adalah senilai SELURUH milik kita. Semuanya, termasuk diri kita sendiri bukan lagi milik kita, tetapi sudah menjadi milik Kristus. Kita masih diijinkan menggunakannya, namun harus digunakan sesuai dengan kehendak Sang Pemilik. Bdk. I Korintus 6:20.

7 Yang terbesar adalah “yang terkecil” (Lukas 9:46-48) Untuk mendapatkan status “orang besar dan terhormat”, kekayaan dipakai untuk mendapatkan kekuasaan, dan kekuasaan dipakai lagi untuk mendapatkan kekayaan. Siklus ini justru membuat seseorang lelah, berkutat di tempat dan tidak pernah menikmati arti kemerdekaan sejati. Kemerdekaan sepenuhnya adalah dengan menjadi “yang terkecil” dan rela melayani. Kepuasan karena faktor internal, bukan dari luar diri.

8 “Perkawinan” (Ef. 5:23-24, 31-32) Untuk menikmati semua hak kita sebagai warga Kerajaan Allah, kita memiliki ikatan legal dengan Sang Empunya Kerajaan Allah. Salah satu gambaran ikatan itu adalah perkawinan. Wanita “dibeli” dengan mahar tertentu dan kini telah menjadi milik pria. Namun sebaliknya, kini semua milik pria itu juga menjadi milik wanita. Injil yang sepenuh: kita sepenuhnya milik Kristus, dan semua milik Kristus menjadi kepunyaan kita!

9 MERDEKA! (Yohanes 8:36) Merdeka bukanlah kebebasan yang kebablasan. Merdeka adalah pem- bebasan dari perbudakan dosa pada anugerah oleh karya Kristus. Kita hanya bisa menikmati kemerdekaan sejati bila kita menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti teladan Kristus. Kita adalah sekaligus hamba Kristus dan mempelai Kristus. Menjadi pelayan Tuhan dan sesama, dan juga ahli waris Kerajaan sorga. MERDEKA atau MATI?


Download ppt "THE REAL FREEDOM IN GOD’S KINGDOM. Ironi: Dimerdekakan untuk Diperhamba lagi?  Kemerdekaan adalah hak azasi setiap orang. Tak seorang pun ingin hidup."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google