Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KONSEP DASAR PENELITIAN  PENELITIAN ILMIAH ADALAH PENYELIDIKAN YANG SISTEMATIS, TERKONTROL, EMPIRIS, DAN KRITIS TENTANG FENOMENA-FENOMENA ALAMI DENGAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KONSEP DASAR PENELITIAN  PENELITIAN ILMIAH ADALAH PENYELIDIKAN YANG SISTEMATIS, TERKONTROL, EMPIRIS, DAN KRITIS TENTANG FENOMENA-FENOMENA ALAMI DENGAN."— Transcript presentasi:

1 KONSEP DASAR PENELITIAN  PENELITIAN ILMIAH ADALAH PENYELIDIKAN YANG SISTEMATIS, TERKONTROL, EMPIRIS, DAN KRITIS TENTANG FENOMENA-FENOMENA ALAMI DENGAN DIPANDU OLEH TEORI DAN HIPOTEIS- HIPOTESIS TENTANG HUBUNGAN YANG DIDUGA TERDAPAT ANTARA FENOMENA-FENOMENA ITU.  PENELITIAN ILMIAH MENGGUNAKAN METODE ILMIAH SEHINGGA DISEBUT JUGA METODE PENELITIAN ILMIAH (SCIENTIFIC RESEARCH METHOD)

2 TUJUAN PENELITIAN  MENINJAU ULANG DAN MENSINTESISKAN PENGETAHUAN YANG ADA;  MENYELIDIKI BEBERAPA MASALAH ATAU SITUASI YANG ADA  MENYEDIAKAN SOLUSI BAGI SUATU MASALAH  MENYELIDIKI ATAU MENGGALI DAN MENGANALISIS BEBERAPA ISU UMUM  MEMBANGUN ATAU MENCIPTAKAN SUATU PROSEDUR ATAU SISTEM BARU  MENJELASKAN SUATU FENOMENA BARU  MENGHASILKAN PENGETAHUAN BARU  SUATU KOMBINASI DARI HAL-HAL DI ATAS

3 MENGAPA MEMPELAJARI METODE PENELITIAN  UNTUK MEMPEROLEH INFORMASI YANG DIBUTUHKAN UNTUK MENGAMBIL KEPUTUSAN  INFORMASI YANG LEBIH BANYAK, LEBIH AKURAT, DAN LEBIH ANDAL DIPEROLEH HANYA MELALUI PENELITIAN  LAWRENCE NEUMAN (2000) THE FINDINGS FROM RESEARCH YIELD BETTER INFORMED, LESS BIASED DECICIONS THAN THE GUESSING, HUNCHES, INTUITION, AND PERSONAL EXPERIENCE THAT WERE PREVIOUSLY USED.

4 Karakteristik Penelitian Ilmiah (Uma Sekaran, 2000;21-25) 1. PURPOSIVENESS: memiliki tujuan yang definitif 2. RIGOR: memiliki landasan teoritis, menggunakan metode ilmiah, didukung oleh data yang valid dan reliabel. 3. TESTABILITY: hipotesis harus dapat duji 4. REPLICABILITY: hasil penelitian dimungkinkan untuk dapat dikaji ulang pada obyek yang berbeda 5. PRECISION dan CONFIDANCE: hasil penelitian memiliki derajat ketepatan (convidence interval) dan derajat kepercayaan tertentu 6. OBJECTIVITY: kesimpulan hasil penelitian didasarkan pada data empiris apa adanya. 7. GENERALIZABILITY: hasil penelitian memiliki kemampuan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena yang sama pada obyek yang lebih luas 8. PARSIMONY: hasil penelitian mampu menjelaskan fenomena sesederhana mungkin sehingga mudah dipahami

5 APLIKASI METODE ILMIAH DALAM PENELITIAN SOSIAL  METODE ILMIAH ATAU METODOLOGI ILMIAH (SCIENTIFIC METHODOLOGY) MERUPAKAN CARA SAHIH DAN ANDAL UNTUK MENDAPAT PENGETAHUAN ILMIAH  DAVID NACHMIAS DAN CHAVA NACHMIAS (1987), THE SCIENTIFIC METHODOLOGY IS A SYSTEM OF EXPLICIT RULES AND PROCEDURES UPON WHICH RESEARCH IS BASED AND AGAINST WHICH CLAIM FOR KNOWLEDGE ARE EVALUATED. THIS SYSTEM IS NEITHER CLOSED NOR INFALLIBE. RATHER, THE RULES AND PROCEDURES ARE CONSTANTLY IMPROVED; SCIENTIES LOOK FOR NEW METHODS AND TECHNIQUES OF OBSERVATION, INFERENCE, GENERALIZATION, AND ANALYSIS.

6 EMPAT TAHAP METODE ILMIAH 1. OBSERVING A PHENOMENON 2. FORMULATING TENTATIVE EXPLANATION 3. FURTHER OBSERVING AND EXPERIMENTING 4. REFINING AND RETESTING EXPLANATIONS

7 TAHAP-TAHAP PENELITIAN HARUS PARALEL DENGAN METODE ILMIAH 1. SELECTION AND DEFINITION OF PROBLEM (SATU MASALAH ADALAH SATU PERTANYAAN YANG DAPAT DIJAWAB ATAU HIPOTESIS PENELITIAN YANG DAPAT DIUJI MELALUI PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA) 2. EXECUTION OF RESEARCH PROCEDURES ( PROSEDUR SECARA KHAS MELIPUTI PILIHAN SUBYEK DAN PILIHAN ATAU PENGEMBANGAN METODOLOGI) 3. ANALYSIS OF DATA ( MELIPUTI APLIKASI DARI SATU ATAU LEBIH TEKNIK STATISTIK UNTUK MENJAWAB PERTANYAAN PENELITIAN ATAU MENGUJI HIPOTESIS PENELITIAN) 4. DRAWING AND STATING CONCLUSIONS ( DIDASARKAN ATAS HASIL ANALISIS DATA KONKLUSI HARUS MENGINDIKASI, MISALNYA APAKAH HIPOTESIS PENELITIAN DIDUKUNG ATAU TIDAK DIDUKUNG)

8 SIKAP ILMIAH (SCIENTIFIC ATTITUDE) 1. TIDAK ADA PERASAAN BERSIFAT PAMRIH SEHINGGA RASA SUKA ATAU TIDAK SUKA PRIBADI TIDAK MEMPENGARUHI PENDAPAT ATAU KESIMPULAN- KESIMPULAN YANG DIAMBIL ATAS SUATU OBYEK MASALAH 2. SELEKTIF DALAM MEMILIH MASALAH SUPAYA DIDUKUNG OLEH FAKTA SEBAB KEBENARAN ILMIAH MERUPAKAN KEBENARAN YANG DIDUKUNG OLEH FAKTA SEHINGGA PENDAPAT YANG TIDAK SESUAI DENGAN DATA ATAU FAKTA TIDAK PERLU DIPERTAHANKAN 3. KEPERCAYAAN YANG LAYAK TERHADAP FAKTA YANG TIDAK DAPAT DIUBAH DAN TERHADAP INDERA YANG DIGUNAKAN 4. SETIAP PENDAPAT, TEORI, ASUMSI, DAN PROPOSISI TERDAHULU TELAH MEMILIKI KEPASTIAN MESKIPUN TERBUKA UNTUK DIUJI KEMBALI

9 CIRI-CIRI PENELITIAN ILMIAH 1. BERTUJUAN (PURPOSIVENESS) 2. SISTEMATIS (SYSTEMATIC) 3. EMPIRIS ( EMPIRICAL) 4. OBYEKTIVITAS (OBYECTIVITY) 5. KRITIS (CRITICS) 6. GENERALISABILITAS (GENERALIZABILITY) 7. REPLIKABILITAS (REPLICABILITY)

10 METODE ATAU METODE PENELITIAN  ISTILAH YANG SERING MEMBINGUNGKAN PARA PEMBELAJAR PENELITIAN ADALAH METODE PENELITIAN (RESEACH METHODS) DENGAN METODOLOGI PENELITIAN (RESEACH METHODOLOGY) KEDUANYA SERING DIGUNAKAN SECARA BERGANTIAN ATAU DIPERTUKARKAN  NAN LIN (1976) MENYATAKAN BAHWA USUALLY, A TEXTBOOK DEALING WITH “METHODS” TREAT THE “METHODOLOGICAL” ASPECT OF SOCIAL RESEARCH SUPERFICIALLY. IF AT ALL. THERE ARE PERHAPS TWO REASON WHY “METHODOLOGY”, ADDRESED TO THE LOGIC OF RESEARCH AND THEREFORE TO PROCESS OF THEORY CONTRUCTION, IS LEFT OUT. FIRST, IT IS CONCIDERED TOO “SOPHISTICATED” FOR STUDENT AT THIS LEVEL TO COMPREHEND; SECOND, IT IS CONSIDERED AS BEING INDEPENDENT OF “ HOW-TO” DISCUSSIONS ABOUT RESEARCH PROCEDURES-THE METHODS THEMSELVES.

11 Metode  Metode secara etimologis dari bahasa Yunani yaitu methodos artinya cara atau jalan. Metode merupakan cara yg teratur untuk mencapai suatu maksud yang diinginkan.  Metode dalam penelitian ilmiah sering diartikan sebagai: Research technique atu tool used to gather data, specific research techniques yang berhubungan dengan pengumpulan data (observation, interviewing and audio recirding) dan teknik analisis data (quantitative, statistical correlations).

12 Metodologi  Metodologi secara etimologis methodos = metode, logos = ilmu yang berarti science of method  Hussey and Hussey (1997) methodology refers to the overall approach to the research process, from the theoretical underpinning to the collection and analysis of data. Like theories, methodologies cannot be true or false, only more or less useful. Methods, on the other hand, refer only to the various means by which data can be collected and/or analyzed.

13 Proses Penelitian Kuantitatif 1. pemilihan dan perumusan masalah (choosing and stating the problem ) 2. Pengembangan kerangka teoritis dan perumusan hipotesis (developing theoretical framework and stating hypotheses) 3. Menentukan disain penelitian ( research design or design study) 4. Pengukuran (measurement) 5. Tentukan subyek (subject; population and sample) 6. Pengumpulan data (data collection) 7. Analisis data (data analysis) 8. Interpretasi atau pembahasan ( interpretating result and discuss) 9. Pelaoran hasil penelitian (reporting of results)

14 KLASIFIKASI TIPE PENELITIAN SOSIAL Penelitian Berdasarkan Manfaat 1. Penelitian dasar untuk menyelidiki isu-isu yg relevan dengan tujuan untuk mengkonfirmasi atau mendiskonfirmasi tentang posisi teoritis dan empiris. Sasaran utama adalah untuk mendapatkan informasi tentang satu fenomena dengan penekanan penempatan aplikasi tentang realitas dari fenomena. Penelitian dasar berfokus pada untuk mendukung teori yang mendukung dunia realitas beroperasi, apa yang membuat sesuatu terjadi, mengapa hubungan sosial dengan cara tertentu, mengapa masyarakat berubah dll.

15 2. Penelitian Terapan  Penelitian terapan berhubungan dengan aplikasi dari teori untuk memecahkan masalah. Fokus penelitian terapan adalah “somewhat different”  Penelitian terapan ingin menjawab atau mencari solusi pemecahan masalah-masalah kebijakan spesifik atau pemecahan masalah sosial yang mendesak atau membantu praktisi menyelasaikan tugas-tugas.  Artinya penelitiandasar merupakan penyelidikan atas satu masalah tertentu untuk menemukan solusi yang dapat diimplementasikan bagi penyelesaian masalah atau membantu membuat keputusan yang baik.

16 Tiga tipe penelitian terapan 1. Penelitian evaluasi (evaluation research) 2. Penelitian pengembangan (development research) 3. Penelitian tindakan (action research)

17 Penelitian pengembangan (development research) Penelitian pengembangan diarahkan untuk pengembangan produk-produk atau proses-proses efektif yang dapat digunakan di pasar. Tujuan utamanya adalah mendapatkan produk baru, proses-proses atau prosedur-prosedur yang baru dengan tingkat efisiensi dan efektivitas yang tinggi.

18 Penelitian tindakan (action research) Penelitian tindakan (action research) menghubungkan antara penelitian dan tindakan sosial, penelitian tindakan dilakukan untuk segera hasilnya digunakan sebagai dasar tindakan pemecahan masalah yaitu dengan solusi segera (immediate solution)

19 PENELITIAN BERDASARKAN TUJUAN 1. Penelitian Eksploratori (exploratory research) 2. Penelitian deskriptif (descriptive research) 3. Penelitian eksplanatori (explanatory research)

20 Penelitian evaluasi (evaluation research) Penelitian evaluasi (evaluation research)sering deskriptif tetapi dapat eksploratori atau eksplanatori. Penelitian evaluasi menggunakan setiap teknik penelitian (seperti survai)dan juga dapat digunakan teknik eksperimental biasanya lebih efektif. Dua tipe penelitian evaluasi adalah formatif dan sumati. Evaluasi formatif adalah monitoring atas kegiatan yang sedang berjalan atau umpan balik berkelanjutan dalam satu program yang digunakan untuk manajemen program. Evaluasi sumatif melihat pada final program outcomes.

21 Penelitian Eksploratori (exploratory research) Penelitian yang bersifat menjelajah, bertujuan untuk memperdalam pengetahuan mengenai suatu gejala tertentu, atau mendapatkan ide –ide baru mengenai gejala itu, dengan maksud untuk merumuskan masalahnya secara lebih terperinci atau untuk mengembangkan hipotesis.

22 Penelitian deskriptif (descriptive research) Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan secara tepat sifat- sifat individu, keadaan, gejala, atau kelompok tertentu, atau untuk menentukan frekuensi atau penyebaran suatu gejala atau frekuensi adanya hubungan tertentu antara suatu gejala dan gejala lain dalam masyarakat.

23 Penelitian eksplanatori (explanatory research) Penelitian eksplanatori (explanatory research)bertujuan menjelaskan hubungan antar dua atau lebih gejala atau variabel. Penelitian eksplanatori (explanatory research) sering disebut juga penelitian konfirmatori (confirmatory research) dan lebih dikenal dengan nama penelitian korelasional (correlational research)

24 Tipe penelitian penjelasan 1. Causal explanation merupakan penjelasan tentang apa penyebab dari beberapa peristiwa atau fenomena. 2. Structural explanation merupakan penjelasan tentang apa peran abstrak atau universal, kode atau hukum yang memberi keterangan yang memuaskan antara ciri-ciri sistem 3. Interpretative explanation yang bertujuan untuk membantu pemahaman

25 Tipe penelitian eksplanasi juga dibagi menjadi: 1. Penelitian asosiasi (association research) atau sering disebut penelitian kovariasional (covariational research) 2. Penelitian kausal (causal research)


Download ppt "KONSEP DASAR PENELITIAN  PENELITIAN ILMIAH ADALAH PENYELIDIKAN YANG SISTEMATIS, TERKONTROL, EMPIRIS, DAN KRITIS TENTANG FENOMENA-FENOMENA ALAMI DENGAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google