Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Konsep Islam Tentang Alam  Teori Komet Buffon Tahun 1745, George comte de Buffon (1701- 1788) dari Perancis mempostulatkan teori dualistik dan katastrofi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Konsep Islam Tentang Alam  Teori Komet Buffon Tahun 1745, George comte de Buffon (1701- 1788) dari Perancis mempostulatkan teori dualistik dan katastrofi."— Transcript presentasi:

1

2 Konsep Islam Tentang Alam

3  Teori Komet Buffon Tahun 1745, George comte de Buffon ( ) dari Perancis mempostulatkan teori dualistik dan katastrofi yang menyatakan bahwa tabrakan komet dengan permukaan matahari menyebabkan materi matahari terlontar dan membentuk planet pada jarak yang berbeda. Kelemahannya Buffon tidak bisa menjelaskan asal komet. Ia hanya mengasumsikan bahwa komet jauh lebih masif dari kenyataannya.

4  Teori Nebula Laplace Ada beberapa teori yang menginspirasi terbentuknya teori Laplace, dimulai dari filsuf Perancis, Renè Descartes ( ) yang percaya bahwa angkasa terisi oleh “fluida alam semesta” dan planet terbentuk dalam pusaran air. Sayangnya teori ini tidak didukung dasar ilmiah.

5  Seratus tahun kemudian Immanuel Kant ( ) menunjukkan adanya awan gas yang berkontraksi dibawah pengaruh gravitasi sehingga awan tersebut menjadi pipih. Ide ini didasarkan dari teori pusaran Descartes tapi fluidanya berubah menjadi gas. Setelah adanya teleskop, William Herschel ( ) mengamati adanya nebula yang ia asumsikan sebagai kumpulan bintang yang gagal. Tahun 1791, ia melihat bintang tunggal yang dikelilingi halo yang terang. Hal inilah yang memberinya kesimplan bahwa bintang terbentuk dari nebula dan halo merupakan sisa nebula.

6  (Prof Stephen Hawking) Teori Big Bang menyatakan alam semesta terbentuk dari adanya ledakan dahsyat dari titik tunggal yang ”bervolume nol” dan ”kerapatan tak terbatas”. Semua materi di alam semesta berasal dari titik tunggal yang meledak ini

7

8 “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman ?” ( Al Anbiyaa’, ayat 21 )

9 Semua yang ada di muka bumi merupakan tanda kekuasaan Allah SWT “Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, 191) (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali 'Imran, ayat 191)

10

11 Surat Al Ghasiyah Maka Apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana Dia diciptakan, 18. dan langit, bagaimana ia ditinggikan? 19. dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? 20. dan bumi bagaimana ia dihamparkan?

12

13

14

15 ”Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya” (Qur’an Surat Az- Zariyat : 47).

16 Qodho = Ketetapan Allah SWT Qodar = Takdir, ukuran kekuasaan Allah SWT Qodho dan Qodar

17

18 “apabila terjadi hari kiamat, tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya. (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat- dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh- luluhnya, Maka jadilah ia debu yang beterbangan,

19 Manusia

20 Manusia : Al-kain Al-hay Al-mufakir (Mu’jam Al-washit) Manusia : Makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain) (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

21 ManusiaRuhTanah Penciptaan Manusia QS: At-tiin, 4

22 اَلّذِيْ أَحْسَنَ كُلّ شَيْءٍ خَلْقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ الْاِنْسَانَ مِنْ طِيْنِ “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah” ( As-sajadah 7) وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ للمَلاَئِكَة إِنّي خَالِقٌ بَشَراً منْ صَلالةٍ منْ حَماءٍ مَسْنُوْن “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk” ( Qs: Al-hijr 28)

23 ثُمَّ جَعَلَ نَسَلَه مِنْ سُلالةٍ مِنْ طِيْنِ “Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina” ( As-sajadah 8) ألَمْ يَكُنْ نُطْفَةٌ منْ مَنِيٍّ يُمْنيَ, ثُمّ كان عَلَقة فَخَلقَ فَسَوَّيْ, فَجَعَلَ منْهُ زَوْجَيْنِ دَكَر وَالانْثَي. “Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan” (QS Al-qiyamah 47-49)

24 فَإِذَا سَوَيْتُه وَنَفَخْتُ فِيْه مِنْ رُوْحِي فَقَعُوْا لَهُ سَاجِدِيْنَ “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” ( Qs: Al-hijr 29) ثُمَّ سَوَّاه وَنَفَخَ فِيْه منْ رُوْحِه, وَجَعَلَ لَكُمُ السمْعَ وَالابْصار و الاَفْئِدة قَلِيْلا ماتَشْكُرُوْنَ “ Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur” (As-sajadah 9)

25 Potensi Manusia Manusia PendengaranPenglihatanHati

26 وَ اللهُ أَخْرجَكُمْ منْ بُطُوْنِ أُمَّهَاتِكُمْ لا تَعْلَمُوْن شَيْئاً وَجَعَللكُمُ السَمْعَ وَالابْصَار وَالافْئِدَة لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْن “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur” (An-nahl 78) ثُمَّ سَوَّاه وَنَفَخَ فِيْه منْ رُوْحِه, وَجَعَلَ لَكُمُ السمْعَ وَالابْصار و الاَفْئِدة قَلِيْلا ماتَشْكُرُوْنَ “ Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)- Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur” (As-sajadah 9) أَفَلمْ يَسِيْرُ فَي الارض فَتَكُونَ لهُمْ قُلُوْبٌ يَعْقِلُوْن بِهَا أَوْ أَذَانٌ يُسْمَعُوْنَ بِهَا, فَإِنَّها لا تَعْمَي الابْصَار وَلكِنْ تَعْمَي القُلُوْ ب التي فِيْ الصُدُوْر “maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada” (Al-hajj 46) قُلْ هُوَ الذِي أنْشأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السمْعَ وَ الابْصَار و الافْئدَة قَلِيْلا مَّا تَشْكُرُوْنَ “ Katakanlah: "Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati." (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur” (Al-mulk, 23) وَلَقَدْ ذَرأنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْراً منْ الجِنِّ وَالانْسِ لَهمْ قَلَوْبً لاَيَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُوْنَ بِهَا وَلَهُم أَذَانُ لايُسْمَعُوْنَ بِهَا ألئكَ كَلاَ نْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ, ألئك هُمُ الغَافِلُوْنَ “ Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. ” (An-’araf 179)

27 Misi Manusia ManusiaIbadah Taqwa ‘ Izzah Khilafah

28 وَإِذْقال رُبُّكَ للمَلائِةِ إنّي جَاعِلٌ فِي الارْض خَلِيْفَة “ Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi “ (Al-baqoroh 30) وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَ الاِنْس إلأ لِيعْبُدُوْنَ “ Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku ” (Ad-dzariyat 56) يَأَيُّهَا النَاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الذِيْ خَلَقَكُمْ وَالذيْن مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa” (Al-baqoroh 21) يَأَيُّهَا الذيْنَ أَمَنُوا كُتِب عَلَيْكُمُ الصِيَامَ كماَ كُتِب عَلي َالذيْن مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Al-baqoroh 183) يَقُوْلُون لئنْ رَجَعْنَا إليَ المدِيْنَةِ لَيُخْرِجَنَّ الاَعَزَّ منهَا الاذَلَّ, وَلله العِزَّةُ وَلِرَسُولِه وَللْمُؤْمَنِيْن وَلَكِنَّ المُنَافِقِيْنَ لا يَعْلَمُوْن “Mereka berkata: "Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya." Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.” (Al-munafiqun 9) Misi Manusia

29 Keunggulan Manusia ManusiaMulia Di tiupkannya ruh Di beri keistimewaan Alam ditundukan untuk manusia Memilih ImanKufur

30 ثُمَّ سَوَّاه وَنَفَخَ فِيْه منْ رُوْحِه, وَجَعَلَ لَكُمُ السمْعَ وَالابْصار و الاَفْئِدة قَلِيْلا ماتَشْكُرُوْنَ “ Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur” (As-sajadah 9) Di tiupkannya Ruh وَلَقَدْ كَرَمْنَا بَنِي أَدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فَيِ البَرِّ وَالبَحَر وَرزَقْناَهُمْ منَ الطَيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلي كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلاً “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (Al-isra 70) Kelebihan وَسَخَّرَ لَكُمْ مَّافِي السَّمَاوَاتِ ومافِي الارضِ جَمِيْعًا مِنْهَ, إنَّ فِي ذلِكَ لايات لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُوْنَ “Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda- tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.” (Al-jatsiyah 13) Alam di peruntukan untuk manusia Kelebihan Manusia : mahkluk yang dimuliakan

31 وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْن “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan” (As-balad10) Iman vs Kufur إَنّا هَدَيْنَاه السَبِيْل إِمَّاشَاكِرًا وَإِمَّاكَفُوْرًا “Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.” (Al-isra 70) Iman Vs Kufur هُوَ الذِي خَلَقَكُمْ فَمِنْكُم كَافِرٌ وَمِنكُمْ مُؤْمِنْ, والله بِما تَعْمَلُوْنَ بَصِيْراً “Dia-lah yang menciptakan kamu maka di antara kamu ada yang kafir dan di antaramu ada yang mukmin. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Alt-tagobhun 2) Iman vs Kufur Kelebihan Manusia : mahkluk yang bisa memilih

32 Kelemahan Manusia Makhluk LemahBodohButuh Manusia

33 يُرِيْدُالله أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ وَخُلِقَ الانْسَانُ َضَعِيْفًا “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (An-nisa 28) Lemah إنَّاعَرَضْنَا الامانَة عَلي السَمَاوَات والارض والجِبَالِ فَأَبَيْنَا أنْ يَحْملْنهاَ وَأشْفَقْنَا منْها وَحَمَلهَا الانْسَان, إنَّه كَان ظَلُوْمًا جَهُوْلاً “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (Al-iahzab 73) Bodoh يَأَيُّها النّاس أَنْتُمُ الفُقَرَاء إلي اللهِ, وَالله غَنِيُّ الحَمِيْد “Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (Fathir 15) Butuh Kekurangan Manusia

34 Kedudukan Manusia sebagai Khalifah Khalifah MemeliharaMenjaga Memakmurkan Manusia

35 إنّ الذيْن أَمَنُوا وَالذين هاجِروا وَجَاهَدوا في سبيل الله ألئك يَرْجُون رجْمَة الله, والله غَفُوْر الرحيْمِ “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-baqoroh 2118) Dhoruriyatul Al-khoms ( din, nafs, ‘akal, mal, nasal) وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدعُونَ إلي الخيْر ويأْمُرون باالمعروف وينهون عَن المُنْكر وألئك هم المفلحونَ “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung” (Al-imran104) Memelihara Menjaga Memakmurkan Kedudukan Manusia sebagai Khalifah

36 ManusiaRuhJiwaTanah Unsur Manusia QS: At-tiin, 4 Hati Akal Jasad

37

38 Masayrakat: maudu’ Al-ijtima’ wal jama’ah baina An-naas ( Mu’jamu Al-washit ) Masayrakat: sejumlah Manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama

39 Konsep Islam tentang Masyarakat Pembantukan Masyarakat Sesuai konsep Islam PribadiKomunitas Maysrakat yang sesuai konsep islam

40

41 Bahagia: Mu’awanu Allah lil Insan ‘ala Naili Al-khoir, Dhidu As-syaqowah (Mu’jam Al-washit) Bahagia: Keadaan atau perasaan senang dan tentram (Bebas dari segala yang menyusahkan) (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

42 Konsep Islam tentang Kebahagiaan Bahagia: bukan sesuatu yang berkaitan dengan harta, tahta, Banyaknya anak, atau yang bersifat materi. Bahagia itu adalah sesuatu abstrak yang tidak dapat dilihat Mata, tidak pula disamakan dengan sesuatu yang bisa di Hitung, dan bahkan bukan sesuatau yang bisa di beli oleh Uang dan kekayaan. Akan tetapi bahagia itu sesutau yang di Rasakan manusia jiwanya …. Seperti jiwa yang bersih, hati yang tenang, kelapangan dada. Jadi kebahagiaan itu sesuatu yang muncul dari dalam diri Manusia. Dan itu tentunya bukan sesuatu yang datangnya Dari luar. (Al-iman wal Al-hayah, Yusuf Al-qordhowi, maktab Al-wahbah)


Download ppt "Konsep Islam Tentang Alam  Teori Komet Buffon Tahun 1745, George comte de Buffon (1701- 1788) dari Perancis mempostulatkan teori dualistik dan katastrofi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google