Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ANALISA RASIO : LIKUIDITAS, STRUKTUR MODAL & SOLVABILITAS,ROI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ANALISA RASIO : LIKUIDITAS, STRUKTUR MODAL & SOLVABILITAS,ROI."— Transcript presentasi:

1 ANALISA RASIO : LIKUIDITAS, STRUKTUR MODAL & SOLVABILITAS,ROI

2 RASIO LIKUIDITAS (LIQUIDITY RATIO) Kemampuan suatu perusahaan memenuhi kewjbn jk pendeknya secara tepat waktu. Cth  membayar listrik, telepon, air PDAM, gaji karyawan dll. Disebut juga dengan short term liquidity. Secara umum rasio likuiditas ada 2 yaitu current ratio dan quick ratio (acit test ratio).

3 Current Ratio (Rasio Lancar) Ukuran yang umum digunakan atas solvensi jk pendek, kemampuan suatu perusahaan memenuhi kebutuhan utang ketika jatuh tempo. Rumus current ratio : current asset current liability Current asset  aset lancar Current liabilities  utang lancar

4 Current Ratio (lanjutan) Menurut Subramanyam & John J. Wild alasan digunakan rasio lancar secara luas sbg ukuran likuiditas mencakup kemampuannya utk mengukur : Kemampuan memenuhi kewajiban lancar Penyangga kerugian Cadangan dana lancar

5 Current Ratio (lanjutan) Menurut Bambang Riyanto, tingkat likuiditas suatu perusahaan dapat dipertinggi dengan jalan sebagai berikut : 1.Dengan utang lancar (current liabilities) tertentu, diusahakan untuk menambah aktiva lancar (current asset) 2.Dengan aktiva lancar tertentu, diusahakan untuk mengurangi jumlah utang lancar. 3.Dengan mengurangi jumlah utang lancar bersama-sama dengan mengurangi utang lancar.

6 Current Ratio (lanjutan) Kondisi perush yg memiliki current ratio yang baik adalah dianggap sbg perush yg baik & bagus, namun jk current ratio terlalu tinggi jg dianggap tdk baik. Menurut samuel C. Weaver & J. Fred Weston … setiap nilai ekstrem dapat mengindikasikan adanya masalah. Sbg cth, rasio lancar sebesar 8 dapat mengindikasikan : Penimbunan kas Bnknya piutang tak tertagih Penumpukan persediaan Tidak efisiennya pemanfaatan ‘pembiayaan’ gratis dari pemasok Rendahnya pinjaman jk pendek

7 Current Ratio (lanjutan) Menurut Jumingan, bahwa sblm penganalisis mengambil kesimpulan final dari analisis current ratio, perlu mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut : 1.Distribusi pos-pos aset lancar 2.Data tren dari aset lancar & utang jk pndk utk jw 5 thn atau 10 thn 3.Syarat kredit yg diberikan kreditur kpd perush dlm mengadakan pembelian maupun syarat kredit yg diberikan oleh perush dlm menjual brgnya 4.Nilai skg atau nilai pasar atau nilai ganti dr brg dagang 5.Kmungknan ada perub nilai aset lancar  kalau nilai persediaan semakin turun (deflasi) maka aset lancar yg besar (terutama ditunjukkan dlm persediaan) maka tidak menjamin likuiditas perusahaan 6.Perub persediaan dlm hub.nya dgn volume penjualan skg atau di masa yad, yg mgkn adanya over investment dalam persediaan. 7.Kebutuhan jumlah modal kerja di masa mendatang, makin besar kebutuhan modal kerja di masa yg akan datang, maka dibutuhkan adanya ratio yg besar pula. 8.Type atau jenis perusahaan (perusahaan yg memproduksi sendiri barang yang dijual, perusahaan perdagangan atau perusahaan jasa)

8 Current Ratio (lanjutan) Dalam menganalisa atau menghitung current ratio perlu diperhatikan kemungkinan adanya manipulasi data (windows dressing) dgn cara mengurangi jumlah hutang lancar yg mgkn diimbangi dgn mengurangi jumlah aset lancar dlm jumlah yg sama (lebih2 adanya pengurangan hutang lancar yg tdk diimbangi dgn penurunan jumlah aktiva lancar). Contoh perhitungan current ratio.

9 ASET LANCARLIABILITAS LANCAR K A S 500,000.00UTANG DAGANG 1,250, PIUTANG DAGANG 1,250,000.00UTANG WESEL 1,000, PIUTANG WESEL 1,000,000.00UTANG PAJAK 500, PERSEDIAAN 2,500,000.00UTANG GAJI 250, UANG MUKA 750, JUMLAH 6,000, ,000, Dari data tsb dpt ditentukan bahwa current ratio perusahaan tsb adalah 2:1 atau 200% yg berarti bahwa jumlah aset lancar ada 2 (dua) kali dari jumlah utang lancar atau setiap Rp1,- utang lancar dijamin dengan Rp2,- aset lancar atau Rp1,- modal kerja. Tetapi kalau dari data tersebut diatas rekening atau pos piutang wesel dan utang wesel masing-masing dihapuskan maka jumlah aset lancar Rp dan jumlah utang lancar Rp dengan demikian current ratio menjadi 2,5 : 1 atau 250% yang berarti 50% lebih besar daripada current ratio sebelum ada manipulasi piutang wesel dan utang wesel.

10 ACID TEST RATIO Sering juga disebut quick ratio Rasio cepat adalah ukuran uji solvensi jangka pendek yg lebih teliti drpd rasio lancar krn pembilangnya mengeliminasi persediaan yg dianggap aset lancar yg sdkt tdk likuid dan kemungknan mnjd sumber kerugian. Rumus quick ratio (acit test ratio) : Current Assets – Inventories Current Liabilities

11 ACID TEST RATIO (Lanjutan) Menurut Bambang Riyanto  apabila kita menggunakan “acid test ratio” untuk menentukan tingkat likuiditas maka secara umum dapatlah dikatakan bahwa suatu perusahaan yang mempunyai quick ratio kurang dari 1:1 atau 100% dianggap kurang baik tingkat likuiditasnya.

12 Rasio Pengukuran Solvabilitas Rasio leverage  mengukur seberapa besar perush dibiayai dgn utang. Penggunaan utang yg terlalu tinggi akan membahayakan perush. krn perush akan masuk dlm kategori extreme leverage (utang extrem) yaitu perush terjebak dalam tingkat utang yang tinggi dan sulit untuk melepaskannya.

13 Rasio Pengukuran Solvabilitas (Lanjutan) Kondisi keuangan yg baik dalam jk pendek tdk menjamin adanya kondisi keuangan yg baik dlm jk pjg. Hal-hal yg menguntungkan dlm jk pendek dgn mudah dpt digoyahkan dgn pos-pos jk pjg misalnya : Adanya understated (dicatat terlalu kecil) thd depresiasi mengakibatkan keuntungan perush dlm tahun-tahun pertama kelihatan baik (menguntungkan) krn biaya depresiasi kecil. Jatuh tempo dari hutang jk panjang yg tdk diperkirakan (direncanakan) dgn baik shg pd saat jatuh temponya perush mengalami kesulitan keuangan. Struktur modal yg tdk baik, misalnya jumlah hutang lebih besar daripada modal sendiri.

14 Rasio Pengukuran Solvabilitas (Lanjutan) Rasio yang biasa dipakai untuk pengukuran solvabilitas “Debt To Equity Ratio” dan “Time Interest Earned”

15 Debt To Equity Ratio Joel G. siegel dan Jae K. Shim mendefinisikan sbg “ukuran yg dipakai dalam menganalisis laporan keuangan untuk memperlihatkan besarnya jaminan yang tersedia untuk kreditor”. Rumus Debt To Equity Ratio adalah : Total Liabilities Total Shareholders’Equity

16 Debt To Equity Ratio (Lanjutan) Shareholders’ Equity  Total modal sendiri Shareholders’ Equity diperoleh dari total aset dikurangi total utang. Dalam persoalan rasio ini yg perlu dipahami bahwa tdk ada batasan berapa debt to equity ratio ini yg aman bagi suatu perusahaan, namun untuk konservatif biasanya debt to equity ratio yg lewat 66% atau 2/3 sdh dianggap berisiko.

17 Times Interest Earned Disebut juga dengan rasio kelipatan Rumus yg digunakan : Earning Before Interest and Tax (EBIT) Interest Expense Keterangan : Earning Before Interest and Tax (EBIT) = laba sblm bunga & pajak Interest Expense = Beban Bunga

18 Times Interest Earned (Lanjutan) Interest expense adalah biaya dana pinjaman pada periode yang berjalan yg memperlihatkan pengeluaran uang dalam laporan laba rugi. Lyn M.Fraser & Aileen Ormiston menjelaskan, makin tinggi rasio kelipatan pembayaran bunga makin baik, namun jk sebuah perush menghasilkan laba yg tinggi, tetapi tdk ada arus kas dr operasi, maka arus kas ini menyesatkan utk membayar bunga. Rumus times interest earned menurut Lyn M. Fraser & Aileen Ormiston adalah : Laba Operasi Beban Bunga

19 Rasio Return On Investment (ROI) Disebut juga pengembalian investasi Rasio ini melihat sejauh mana investasi yg telah ditanamkan mampu memberikan pengembalian keuntungan sesuai dengan yang diharapkan. Rumus : Earning After Tax (EAT) Total Assets


Download ppt "ANALISA RASIO : LIKUIDITAS, STRUKTUR MODAL & SOLVABILITAS,ROI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google