Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

RASIO LIKUIDITAS PERTEMUAN 4. TUJUAN PEMBELAJARAN MENDEFENISIKAN PENGERTIAN RASIO LIKUIDITAS MENJELASKAN TUJUAN RASIO LIKUIDITAS MENJELASKAN MANFAAT RASIO.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "RASIO LIKUIDITAS PERTEMUAN 4. TUJUAN PEMBELAJARAN MENDEFENISIKAN PENGERTIAN RASIO LIKUIDITAS MENJELASKAN TUJUAN RASIO LIKUIDITAS MENJELASKAN MANFAAT RASIO."— Transcript presentasi:

1 RASIO LIKUIDITAS PERTEMUAN 4

2 TUJUAN PEMBELAJARAN MENDEFENISIKAN PENGERTIAN RASIO LIKUIDITAS MENJELASKAN TUJUAN RASIO LIKUIDITAS MENJELASKAN MANFAAT RASIO LIKUIDITAS MENGURAIKAN JENIS-JENIS RASIO LIKUIDITAS MENDISKUSIKAN KASUS-KASUS YANG BERHUBUNGAN DENGAN RASIO LIKUIDITAS

3 PENGERTIAN RASIO LIKUIDITAS (Likuidity Ratio) Rasio likuiditas menurut Fred Weston adalah: rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang jangka pendek). Artinya apabila perusahaan ditagih, perusahaan akan mampu memenuhi utang tersebut terutama utang yang sudah jatuh tempo.

4 MAKSUDNYA,, Rasio likuiditas berfungsi untuk menunjukkan atau mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya yang sudah jatuh tempo, baik kewajiban kepada pihak luar perusahaan maupun ke wajiban dalam perusahaan

5 TUJUAN DAN MANFAAT RASIO LIKUIDITAS Mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih. Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar secara keseluruhan Mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan sediaan atau piutang.

6 Tujuan dan manfaat rasio Untuk mengukur atau membandingkan antara jumlah sediaan dengan modal kerja. Mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang. Sebagai alat perencanaan masa depan, terutama yang berkaitan dengan perencanaan dan utang. Melihat kondisi dan posisi likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu dengan membandingkannya utk beberapa periode

7 MANFAAT BAGI PIHAK LUAR PERUSAHAAN Bermanfaat untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban perusahaan pada pihak ke tiga. Hal ini tergambar dari rasio yang dimilikinya.

8 JENIS-JENIS RASIO LIKUIDITAS RASIO LANCAR (CURRENT RATIO) RASIO SANGAT LANCAR ( QUICK RATIO ATAU ACID TEST RATIO). RASIO KAS (CASH RATIO) RASIO PERPUTARAN KAS INVENTORY TO NET WORKING

9 RASIO LANCAR (CURRENT RATIO) Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Dengan kata lain: Seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo.

10 AKTIVA LANCAR (CURRENT ASSET) Harta perusahaan yang dapat dijadikan uang dalam waktu singkat (maksimal 1 tahun). Komponen aktiva lancar meliputi : kas, bank, surat-surat berharga, piutang, sediaan, biaya dibayar dimuka, pendapatan yang masih harus diterima, pinjaman yang diberikan dan aktiva lancar lainnya.

11 UTANG LANCAR Utang lancar (Current liabilities) merupakan kewajiban peruahaan jangka pendek (maksimal satu tahun). Artinya utang ini segera dilunasi dalam waktu paling lama satu tahun. Komponen utang lancar meliputi : Utang Dagang, utang bank satu tahun, utang wesel, utang gaji, utang pajak, utang dividen, biaya diterima dimuka, utang jangka panjang yang hampir jatuh tempo serta utang jangka pendek lainnya.

12 STANDAR RASIO LANCAR DALAM PRAKTIK STANDAR RASIO LANCAR ADALAH : 200% (2 : 1). DIANGGAP SEBAGAI UKURAN YANG CUKUP BAIK DAN MEMUASKAN BAGI SUATU PERUSAHAAN. ARTINYA DENGAN RASIO TSB PERUSAHAAN MERASA PADA TITIK AMAN DALAM JANGKA PENDEK

13 RUMUS RASIO LANCAR AKTIVA LANCAR (CURRENT ASSET) CURRENT RATIO = UTANG LANCAR (CURRENT LIABILITY) UTK MEMBAHAS RASIO-RASIO INI KITA AKAN MENGGUNAAKN DATA LAP KEU DARI PT INDO SUMSEL BERIKUT.

14 CONTOH LAPORAN KEUANGAN PT INDO SUMSEL NERACA PER 31 DESEMBER 2012 POS-POS NERACA Aktiva lancar: Kas Giro Surat Berharga Piutang Sediaan Aktiva lancar lainnya Total Aktiva Lancar Aktiva Tetap: Tanah Mesin Kendaraan Akumulasi Penyusutan Total Aktiva tetap (200) (250) 2.550

15 PT INDO SUMSEL NERACA PER 31 DESEMBER 2012 (Sambungan) POS-POS NERACA Aktiva lainnya Total Aktiva lainnya Total Aktiva Utang Lancar: Utang Bank (10%) Utang Dagang Utang Lainnya Total Utang Lancar Utang Jangka Panjang: Utang Bank (10%) Utang Obligas (8) Total Utang Jangka Panjang Ekuitas Modal disetor Cadangan Laba Total Ekuitas Total Passiva

16 LAPORAN LABA RUGI KOMPONEN LABA RUGI Total Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Biaya Operasi: Biaya umum dan administrasi Biaya Penjualan Biaya Lainnya Total Biaya Operasi: Laba Kotor Operasi Penyusutan Pendapatan Bersih Operasi Pendapatan Lainnya EBIT

17 LAPORAN LABA/RUGI KOMPONEN LABA RUGI Biaya Bunga Bunga Bank Bunga Obligasi Total Biaya Bunga EBT Pajak 20% EAIT Earning Pershare

18 CONTOH RASIO LANCAR Contoh : Rasio tahun 2010: Rp Current Ratio == 2,18 =2,1(dibulat) Rp 750 Komponen Laporan Keuangan Total Aset Lancar (Current Asset) Total Utang Lancar (Current liability

19 keterangan Rasio tahun 2010: Rp Current Ratio == 2,18 =2,2(dibulat) Rp 750 Artinya, jumlah aktiva lancar sebanyak 2,2 kali utang lancar atau setiap Rp 1 utang lancar dijamin oleh Rp 2,2 harta lancar atau 2,2:1 harta lancar dengan utang lancar.

20 CONTOH RASIO LANCAR Rasio tahun 2011: Rp Current Ratio == 1,8 (dibulat) Rp 750 Artinya, jumlah aktiva lancar sebanyak 1,8 kali utang lancar atau setiap Rp 1 utang lancar dijamin oleh Rp 1,8 harta lancar atau 1,8:1 harta lancar dengan utang lancar.

21 Penjelasan.. Jika rata-rata industri untuk current ratio adalah dua kali, keadaan perusahaan untuk tahun 2010 berada dalam kondisi baik mengingat rasionya berada diatas rata-rata industri. Namun untuk tahun 2011 kondisinya kurang baik jika dibandingkan dengan perusahaan lain karena rasionya berada dibawah rata-rata industri.

22 RASIO CEPAT (QUICK RATIO) Rasio cepat (Quick Ratio) atau rasio sangat lancar adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi atau membayar kewajiban/utang lancar (jangka pendek) dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan niai sediaan (inventory). Artinya nilai sediaan diabaikan.

23 RUMUS RASIO CEPAT (QUICK RATI0) CURRENT ASSET – INVENTORY RASIO CEPAT (QUICK RATIO)= CURRENT LIABILITY ATAU KAS+BANK+PIUTANG RASIO CEPAT (QUICK RATIO)= CURRENT LIABILITY

24 CONTOH Komponen Laporan Keuangan Total Aset Lancar (Current Asset) Total Utang Lancar (Current liability Sediaan (inventory) Rasio tahun 2010: Rp Quick Ratio = = 2,52 kali Rp 750

25 CONTOH Komponen Laporan Keuangan Total Aset Lancar (Current Asset) Total Utang Lancar (Current liability Sediaan (inventory) Rasio tahun 2011: Rp Quick Ratio = = 2,2 kali Rp 750

26 Keterangan.. Jika rata-rata industri untuk quick ratio adalah 1,5 kali, maka keadaan perusahaan lebih baik dari perusahaan lain. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak harus menjual sediaan bila hendak melunasi utangnya lancar, tetapi apat menjual surat berharga atau penagihan piutang. Namun jika rasio berada dibawah rata-rata industri artinya keadaan perusahaan lebih buruk dari perusahaan lain.

27 RASIO KAS (CASH RATIO) Rasio kas, alat bagi perusahaan untuk mengukur seberapa besar uang yang benar-benar siap untuk digunakan membayar utangnya. Artinya perusahaan tidak perlun menunggu untuk menjual atau menagih utang lancar lainnya yaitu dengan menggunakan rasio lancar.

28 RUMUS RASIO LANCAR CASH OR CASH EQUIVALENT CASH RATIO= CURRENT LIABILITIES ATAU : KAS + BANK CASH RASIO = CURRENT LIABILITIES

29 CONTOH Komponen Laporan Keuangan Total Aset Lancar (Current Asset) Total Utang Lancar (Current liability Kas Giro (Bank) Rasio tahun 2010: Rp Cash Ratio = = 0,8 kali (80%) Rp 750

30 CONTOH Komponen Laporan Keuangan Total Aset Lancar (Current Asset) Total Utang Lancar (Current liability Kas Giro (Bank) Rasio tahun 2011: Rp Cash Ratio = = 0,746 kali (75%) Rp 750

31 KETERANGAN.. Jika rata-rata industri untuk cash ratio adalah 50% maka keadaan perusanaan lebih baik dari perusahaan lain. Namun kondisi rasio kas terlalu tinggi juga kurang baik karena ada dana yang menganggur yang tidak atau belum digunakan secara optimal.

32 RASIO PERPUTARAN KAS Rasio perputaran kas berfungsi untuk mengukur tingkat kecukupan modal kerja perusahaan yang dibutuhkan untuk membayar tagihan dan membiaya penjualan. Artinya rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat ketersediaan kas untuk membayar tagihan (utang) dan biaya yang berkaitan dengan penjualan.

33 RUMUS RASIO PERPUTARAN KAS PENJUALAN BERSIH RASIO PERPUTARAN KAS= MODAL KERJA BERSIH

34 CONTOH Komponen Laporan Keuangan Penjualan Bersih (Net Sales) Total Aset Lancar (Current Asset) Total Utang Lancar (Current liability Rasio tahun 2010: Rasio Perputaran Kas = = 6,68 (7 kali)

35 CONTOH Komponen Laporan Keuangan Penjualan Bersih (Net Sales) Total Aset Lancar (Current Asset) Total Utang Lancar (Current liability Rasio tahun 2011: Rasio Perputaran Kas = = 9,4 (10 kali)

36 PENJELASAN Jika rata-rata industri untuk perputaran kas adalah 10%, maka keadaan perusahaan pada tahun 2010 kurang baik karena berada dibawah rata-rata industri. Namun kondisi tahun 2011 cukup baik karena sama dengan rata-rata industri.

37 INVENTORY TO NET WORKING Iventory to net working capital adalah rasio yang digunakan untuk mengukur atau membandingkan antara jumlah sediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan. Modal kerja tersebut terdiri dari pengurangan antara aset lancar dengan utang lancar.

38 RUMUS INVENTORY TO NWC Inventory Inventory to NWC = Current Asset –Current liability Komponen Laporan Keuangan Total Aset Lancar (Current Asset) Total Utang Lancar (Current liability Sediaan (Inventory)

39 Rasionya: Rasio tahun 2010: 250 Invetory to NWC = = 0,105 (11 kali) Rasio tahun 2011: 310 Invetory to NWC = = 0,148 (15 kali)

40 KETERANGAN Jika rata-rata industri untuk inventory to networking capital adalah 12%, keadaan perusahaan tahun 2010 kurang baik, karena masih berada dibawah rata rata industri. Namun tidak terlalu buruk karena masih mendekati rata-rata industri hanya masih perlu ditingkatkan.

41 Keterangan..lanjtan Tahun 2011 kondisinya baik karena berada diatas rata-rata industri. Artinya perusahaan melakukan peningkatan inventory to net working capital dari tahun sebelumnya.

42 Hasil pengukuran NoJenis Rasio standar Current Ratio Quick Ratio Cash Ratio Cash Turn Over Inventory to NWC 2,2 kali 2,5 kali 80% 7% 11% 1,8 kali 2,2 kali 75% 10% 15% 2 kali 1,5 kali 50% 10% 12%


Download ppt "RASIO LIKUIDITAS PERTEMUAN 4. TUJUAN PEMBELAJARAN MENDEFENISIKAN PENGERTIAN RASIO LIKUIDITAS MENJELASKAN TUJUAN RASIO LIKUIDITAS MENJELASKAN MANFAAT RASIO."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google