Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Jenis-Jenis Paragraf. Nama Kelompok : Tri Asih Wahyu K (32) Rezita Dwi ( ) Dini Evi Nurmala Sari ( ) Citra ( )

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Jenis-Jenis Paragraf. Nama Kelompok : Tri Asih Wahyu K (32) Rezita Dwi ( ) Dini Evi Nurmala Sari ( ) Citra ( )"— Transcript presentasi:

1 Jenis-Jenis Paragraf

2 Nama Kelompok : Tri Asih Wahyu K (32) Rezita Dwi ( ) Dini Evi Nurmala Sari ( ) Citra ( )

3 Paragraf dibagi menjadi 2 yaitu : Deduktif Induktif

4 Deduktif paragraf yang letak kalimat pokoknya di tempat kan pada bagian awal paragraf,yaitu paragraf yang menyajikan pokok permasalahan terlebih dahulu, lalu menyusul uraian yang terinci mengenai permasalahan atau gagasan paragraf (urutan umum-khusus).

5 Contoh Paragraf Deduktif Harga BBM naik 50% mulai tanggal 1 Januari Harga bensin yang semula Rp 5.000,00 per liter menjadi Rp 7.500,00 per liter, sedangkan Solar yang semula Rp 4.500,00 menjadi Rp 7.250,00 per liter, dan Pertamax dari Rp 7.500,00 per liter serta minyak tanah yang semula Rp 4.000,00 per liter menjadi Rp 6.000,00 per liter.

6 Identifikasi Deduktif  1. Kalimat Utama : Harga BBM naik 50% mulai tanggal 1 Januari  2. Kalimat Penjelas : Harga bensin yang semula Rp 5.000,00 per liter menjadi Rp 7.500,00 per liter, sedangkan Solar yang semula Rp 4.500,00 menjadi Rp 7.250,00 per liter, dan Pertamax dari Rp 7.500,00 per liter serta minyak tanah yang semula Rp 4.000,00 per liter menjadi Rp 6.000,00 per liter.

7 Ciri-Ciri Paragraf Deduktif Kalimat utama berada di awal paragraf. Kalmat disusun dari pernyataan umum ke kemudian disusun dengan penjelasan khusus.

8 Paragraf Induktif paragraf induktif itu dikembangkan dari contoh ke hukum atau simpulan. Teks induktif dikembangkan dari sesuatu yang bersifat khusus, lebih spesifik, menjadi suatu kesimpulan yang bersifat umum, lebih luas.

9 Contoh Paragraf Induktif Hari ini ulangan matematika dibagikan pada 35 siswa. 20 temanku mendapatkan nilai 100, 10 orang temanku mendapatkan nilai 90, hanya Toni dan Susi yang mendapatkan nilai 75, dan yang lainnya mendapatkan nilai di bawah SKM. Dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI A4 pandai dalam pelajaran matematika.

10 Identifikasi Paragraf Induktif  Kalimat Utama : Dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI A4 pandai dalam pelajaran matematika.  Kalimat Penjelas : Hari ini ulangan matematika dibagikan pada 35 siswa. 20 orang siswa mendapatkan nilai 100, 10 orang siswa mendapatkan nilai 90, hanya Toni dan Susi yang mendapatkan nilai 75, dan yang lainnya mendapatkan nilai di bawah SKM.

11 Ciri-Ciri Paragraf Induktif Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus Kesimpulan terdapat di akhir paragraf

12 Fungsi Paragraf Induktif Sebagai penampung dari sebagian kecil jalan pikiran atau ide pokok keseluruhan paragraf deduksi- induksi Memudahkan pemahaman jalan pikiran atau ide pokok pengarang Mengarahkan pembaca dalam mengikuti alur pikiran pengarang Sebagai alat penyampai fragmen pikiran Penanda pikiran baku mulai berlangsung

13 Silogisme sebagai Bentuk Hasil Penalaran Deduktif Silogisme merupakan suatu proses penarikan kesimpulan yang didasarkan atas pernyataan-pernyataan ( proposisi yang kemudian disebut premis ) sebagai antesedens ( pengetahuan yang sudah dipahami ) hingga akhirnya membentuk suatu kesimpulan ( keputusan baru ) sebagai konklusi atau konsekuensi logis. Keputusan baru tersebut selalu berkaitan dengan proposisi yang digunakan sebagai dasar atau dikemukakan sebelumnya. Oleh karena hal tersebut, perlu dipahami hal-hal teknis berkaitan dengan silogisme sehingga penalaran kita benar dan dapat diterima nalar.

14 Mengidentifikasi Frasa-Frasa

15 Pengertian Frasa Frasa adalah satuan konstruksi yang terdiri dari dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan (Keraf, 1984:138). Frasa juga didefinisikan sebagai satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonprediktif, atau lazim juga disebut gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat (Chaer, 1991:222).

16 Contoh Frasa Kedudukan sebagai subyek, predikat, obyek, pelengkap,dan keterangan Kedudukan tetap sebagai jabatan gedung sekolah itu yang akan pergi sedang membaca sakitnya bukan main besok lusa di depan. Gedung sekolah itu(S) luas(P). Dia(S) yang akan pergi(P) besok(Ket). Bapak(S) sedang membaca(P) koran sore(O). Pukulan Budi(S) sakitnya bukan main(P). Besok lusa(Ket) aku(S) kembali(P). Bu guru(S) berdiri(P) di depan(Ket).

17 Jenis Frasa 1. Frasa Endosentris, kedudukan frasa ini dalam fungsi tertentu, dpat digantikan oleh unsurnya. Unsur frasa yang dapat menggantikan frasa itu dalam fungsi tertentu yang disebut unsur pusat (UP). Dengan kata lain, frasa endosentris adalah frasa yang memiliki unsur pusat. Contoh: Sejumlah mahasiswa(S) diteras(P).

18 2.Frasa Eksosentris, adalah frasa yang tidak mempunyai persamaan distribusi dengan unsurnya. Frasa ini tidak mempunyai unsur pusat. Jadi, frasa eksosentris adalah frasa yang tidak mempunyai UP. Contoh: Sejumlah mahasiswa di teras.

19 Menentukan Paragraf Silogisme Kategorial

20 Macam-macam Silogisme 1) silogisme kategorial 2) silogisme hipotetis 3) silogisme alternatif

21 Silogisme Kategorial Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.

22 Silogisme Kategorial : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Premis umum : Premis Mayor (My) Premis khusus : Premis Minor (Mn) Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K) Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.

23 Aturan umum dalam silogisme kategorial sebagaiberikut:  1) Silogisme harus terdiri atas tiga term yaitu : term mayor, term minor, term penengah.  2) Silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor, dan kesimpulan.  3) Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan.  4) Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negatif.  5) Dari premis yang positif, akan dihasilkan simpulan yang positif.  6) Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan.  7) Bila premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus.  8 ) Dari premis mayor khusus dan premis minor negatif tidak dapat ditarik satu simpulan.

24 Contoh silogisme Kategorial  > My : Semua mahasiswa adalah lulusan SLTA Mn : Susi adalah mahasiswa K : Susi lulusan SLTA  > My : Tidak ada manusia yang tidak bernafas Mn : Andi adalah manusia K : Andi bernafas  > My : Semua siswa SLTA memiliki ijazah SLTP. Mn : Yudi tidak memiliki ijazah SLTP K : Yudi bukan bukan siswa SLTA

25 Menentukan Kohesi dalam paragraf

26 Pengertian Kohesi Kohesi merupakan aspek formal bahasa dalam wacana. Dengan itu kohesi adalah 'organisasi sintaktik'. Organisasi sintaktik ini adalah merupakan wadah ayat-ayat yang disusun secara padu dan juga padat. Kohesi merupakan konsep semantik yang juga merujuk kepada perkaitan kebahasaan yang didapati pada suatu ujaran yang membentuk wacana.

27 Kesimpulan

28 Peta Konsep Paragraf Ciri-Ciri Penalaran Induktif Ciri-Ciri Kalimat penjelas Kalimat Utama Deduktif Sebab- Akibat Anologi Generalisasi Jenis-Jenis Fungsi

29


Download ppt "Jenis-Jenis Paragraf. Nama Kelompok : Tri Asih Wahyu K (32) Rezita Dwi ( ) Dini Evi Nurmala Sari ( ) Citra ( )"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google