Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

5 4 3 2 1 Page 10 Page 11 MENULIS DAN PENALARAN Oleh : sholihin | wahyu restika sari | ika sulistyawati | sri nuryani | edi priyanto.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "5 4 3 2 1 Page 10 Page 11 MENULIS DAN PENALARAN Oleh : sholihin | wahyu restika sari | ika sulistyawati | sri nuryani | edi priyanto."— Transcript presentasi:

1

2

3

4

5 5

6 4

7 3

8 2

9 1

10

11 Page 10

12 Page 11

13 MENULIS DAN PENALARAN Oleh : sholihin | wahyu restika sari | ika sulistyawati | sri nuryani | edi priyanto

14 Pengertian menulis Menulis sebagai Proses Unsur - unsur dalam Komunikasi Tulis Menulis dapat definisikan sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai medianya.

15 Mitos atau Pendapat yang keliru tentang menulis 1.Menulis itu mudah 2.Kemampuan menggunakan unsur mekanik tulisan merupakan inti dari menulis 3.Menulis itu harus sekali jadi 4.Orang yang tidak menyukai dan tidak pernah menulis dapat mengajarkan menulis Pusing ya bro... SAMA, gue juga wkwkwkw

16 Hubungan Menulis dengan Keterampilan Berbahasa yang lain Keterampilan BerbahasaLisan dan Langsung Tertulis dan Tidak Langsung Aktif Reseptif (menerima pesan)MenyimakMembaca Aktif Produktif (menyampaikan pesan)BerbicaraMenulis 1. Hubungan Menulis dengan Membaca - Penulis sebagai pembaca - Pembaca sebagai penulis

17 2. Hubungan Menulis dengan Menyimak 3. Hubungan Menulis dengan Berbicara Perbedaan Berbicara dan menulis - Suasana Berbahasa - Unsur-unsur nonverbal - Sajian ide atau gagasan

18 1. Deskripsi (Pemerian) Ragam Wacana Melukiskan atau menggambarkan sesuatu dengan berdasarkan kesan-kesan dari pengamatan, pengalaman, dan perasaan penulisnya. 2. Narasi (Penceritaan atau Pengisahan) Menceritakan proses kejadian suatu peristiwa untuk memberikan gambaran sejelas-jelasnya kepada pembaca mengenai fase, langkah, urutan, atau rangkaian terjadinya sesuatu hal

19 Here comes your footer  Page Eksposisi (Paparan) Menerangkan sesuatu hal yang dapat memperluas pengetahuan dan pandangan pembaca. Meyakinkan pembaca mengenai kebenaran yang disampaikan oleh penulisnya. Mempengaruhi sikap dan pendapat pembaca mengenai suatu hal. 4. Argumentasi (Pembahasan/Pembuktian) 5. Persuasi

20 Here comes your footer  Page 19 Pendekatan dalam pembelajaran menulis Menulis sebagai Proses 1. Pendekatan frekuensi Banyaknya latihan mengarang akan membantu meningkatkan keterampilan menulis 3. Pendekatan Koreksi 4. Pendekatan formal 2. Pendekatan gramatikal

21 Fase dalam Menulis sebagai Proses 1.Tahap Prapenulisan (Persiapan) a. Menentukan Topik b. Mempertimbangkan maksud atau tujuan penulisan c. Memperhatikan sasaran karangan (pembaca) d. Mengumpulkan informasi pendukung e. Mengorganisasikan ide dan informasi

22 2. Tahap Penulisan (Pengembangan isi karangan) Isi Awal Penutup

23 Kegiatan ini terdiri atas penyuntingan dan perbaikan 3. Pascapenulisan (telaah dan revisi) b. Menandai hal-hal yang perlu diperbaiki a.Membaca keseluruhan karangan c. Melakukan perbaikan sesuai dengan temuan saat penyuntingan

24 Pengertian Penalaran adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta, petunjuk, ataupun sesuatu yang dianggap bahan bukti, menuju pada suatu kesimpulan PENALARAN

25 Keterkaitan menulis dengan penalaran Tulisan yang dihasilkan seseorang tergantung dari bagaimana ia menata proses berpikir, memahami sesuatu, dan menghubungkan satu hal dengan hal lain.

26 Here comes your footer  Page 25 PROSES PENALARAN Bertolak dari hal-hal yang khusus (informasi demi informasi atau fakta demi fakta) menuju sebuah kesimpulan A.

27 Berawal dari suatu kesimpulan (pengetahuan yang telah ada) menuju hal-hal yang khusus B. Kesimpulan / Pengetahuan Temuan A Temuan B Temuan C Temuan D

28 Here comes your footer  Page Penalaran Induktif a. Generalisasi Jenis penalaran b. Analogi c. Hubungan Kausal (Sebab-Akibat) Bertolak dari dua peristiwa yang satu sama lain memiliki kesamaan Bertolak sejumlah gejala yang serupa untuk menarik kesimpulan Semua peristiwa yang terjadi terjalin dalam rangkaian sebab- akibat

29 Here comes your footer  Page Penalaran Deduktif a. Silogisme Proses berpikir yang bertolak dari sesuatu yang umum menuju hal-hal khusus Proses penalaran yang menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan sebuah kesimpulan yang merupakan proposisi ketiga Menghilangkan bagian silogisme yang dianggap telah dipahami b. Entimem

30 1. Generalisasi yang Terlalu Luas SALAH NALAR a. Generalisasi Sepintas Kekeliruan dalam proses berpikir karena keliru menafsirkan atau menarik kesimpulan Macam-macam salah nalar Terjadi karena kurangnya data yang dijadikan dasar generalisasi Membuat generalisasi berdasarkan data yang sangat sedikit b. Generalisasi Apriori Melakukan generalisasi atas gejala atau peristiwa yang belum diuji kebenaran atau kesalahanya

31 2. Kerancuan Analogi Penggunaan analogi yang tidak tepat. Dua hal yang diperbandingkan tidak memiliki kesamaan pokok. 3. Kekeliruan Kausalitas Keliru menentukan dengan tepat sebab dari suatu peristiwa atau hasil (akibat) dari suatu kejadian

32 a. Pengabaian persoalan 4. Kesalahan Relevansi Terjadi apabila bukti, peristiwa, atau alasan yang diajukan tidak berhubungan atau tidak menunjang sebuah kesimpulan. Disebabkan oleh pengalihan suatu isu atau permasalahan dan menggantikannya dengan isu atau permasalahan lain yang tidak berkaitan

33 b. Penyembunyian persoalan Memberikan satu jawaban atas sebuah permasalahan yang rumit 1. Pemikiran ini atau itu 2. Tidak bisa diikuti 3. Argumentum ad misericodium 4. Argumentum ad baculum 5. Argumentum ad otoritas buruk baik

34 c. Kurang memahami persoalan Salah nalar ini terjadi karena seseorang mengemukakan pendapat atau alasan tanpa memahami persoalan yang dihadapinya dengan baik “Dalam mengajar bahasa indonesia guru adalah contoh yang akan dilihat dan diikuti oleh murid-muridnya. Oleh karena itu, guru dalam mengajar perlu memakai bahasa indonesia yang baik dan benar ” Betul ?

35 5. Penyandaran terhadap Prestise Seseorang Menggunakan pendapat para ahli sebagai orang yang lebih tahu dalam membahas suatu masalah. Syarat pendapat dapat digunakan : 1.Orang itu diakui keahliannya oleh orang lain 2.Pernyataan yang dibuat berkenaan dengan keahliannya, dan relevan dengan persoalan yang sedang di bahas 3.Hasil pemikirannya dapat diuji kebenarannya

36 Page 35

37 Page 36

38 Sampai jumpa lagi... Terima kasih


Download ppt "5 4 3 2 1 Page 10 Page 11 MENULIS DAN PENALARAN Oleh : sholihin | wahyu restika sari | ika sulistyawati | sri nuryani | edi priyanto."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google