Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Mengenal Sifat Material Konfigurasi Elektron dalam Atom.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Mengenal Sifat Material Konfigurasi Elektron dalam Atom."— Transcript presentasi:

1 Mengenal Sifat Material Konfigurasi Elektron dalam Atom

2

3 Persamaan Schrödinger dalam Koordinat Bola

4 persamaan Schrödinger dalam koordinat bola r   x y z elektron inti atom inti atom berimpit dengan titik awal koordinat mengandung r tidak mengandung r salah satu kondisi yang akan memenuhi persamaan ini adalah jika keduanya = 0 Persamaan Schrödinger dalam Koordinat Bola Jika kita nyatakan:kita peroleh persamaan yang berbentuk

5 Persamaan yang mengandung r saja fungsi gelombang R hanya merupakan fungsi r  simetri bola kalikan dengan kalikan dengan dan kelompokkan suku-suku yang berkoefisien konstan Ini harus berlaku untuk semua nilai r Salah satu kemungkinan:

6 Inilah nilai E yang harus dipenuhi agar R 1 merupakan solusi dari kedua persamaan Energi elektron pada status ini diperoleh dengan masukkan nilai-nilai e, m, dan h salah satu solusi: Probabilitas keberadaan elektron dapat dicari dengan menghitung probabilitas keberadaan elektron dalam suatu “volume dinding” bola yang mempunyai jari-jari r dan tebal dinding  r.

7 probabilitas maksimum ada di sekitar suatu nilai r 0 sedangkan di luar r 0 probabilitas ditemukannya elektron dengan cepat menurun keberadaan elektron terkonsentrasi di sekitar jari-jari r 0 saja Inilah struktur atom hidrogen yang memiliki hanya satu elektron di sekitar inti atomnya dan inilah yang disebut status dasar atau ground state Pe1Pe1 r [Å] r0r0 PePe

8 Adakah Solusi Yang Lain? solusi yang lain: Solusi secara umum: **  0 L b).n = 2 0 x L  ** a). n = 1 **  0 L c). n = 3 Kita ingat: Energi Elektron terkait jumlah titik simpul fungsi gelombang R1R1 R3R3 R2R2 r[Å] R polinom bertitik simpul dua bertitik simpul tiga

9 probabilitas keberadaan elektron Pe1Pe1 Pe2Pe2 Pe3Pe3 r[Å] PePe Tingkat-Tingkat Energi Atom Hidrogen n  13,6  3,4  1,51 energi total [ eV ] ground state  10,2 eV  1,89 eV bilangan kuantum prinsipal

10 Momentum Sudut Momentum sudut juga terkuantisasi bilangan bulat positif l : menentukan besar momentum sudut, dan m l : menentukan komponen z atau arah momentum sudut Nilai l dan m l yang mungkin : dst. Momentum sudut ditentukan oleh dua macam bilangan bulat:

11 l disebut bilangan kuantum momentum sudut, atau bilangan kuantum azimuthal m l adalah bilangan kuantum magnetik bilangan kuantum l simbolspdfgh degenerasi

12 Ada tiga bilangan kuantum yang sudah kita kenal, yaitu: (1)bilangan kuantum utama, n, yang menentukan tingkat energi; (2)bilangan kuantum momentum sudut, atau bilangan kuantum azimuthal, l; (3)bilangan kuantum magnetik, m l. Bilangan Kuantum n :  13,6  3,4  1,51 energi total [ eV ] Bohr bilangan kuantum utama 2s, 2p 1s1s 3s, 3p, 3d lebih cermat (4) Spin Elektron:  ½ dikemukakan oleh Uhlenbeck

13 Konfigurasi Elektron Dalam Atom Netral Kandungan elektron setiap tingkat energi n status momentum sudutJumlah tiap tingkat Jumlah s/d tingkat spdf

14 Orbital inti atom 1s 2s

15 H: 1s 1 ; He: 1s 2 Li: 1s 2 2s 1 ; Be: 1s 2 2s 2 ; B: 1s 2 2s 2 2p 1 ; C: 1s 2 2s 2 2p 2 ; N: 1s 2 2s 2 2p 3 ; O: 1s 2 2s 2 2p 4 ; F: 1s 2 2s 2 2p 5 ; Ne: 1s 2 2s 2 2p dst Penulisan konfigurasi elektron unsur-unsur

16 Diagram Tingkat Energi energienergi tingkat 4s sedikit lebih rendah dari 3d

17 Pengisian Elektron Pada Orbital H: pengisian 1s; He: pemenuhan 1s; Li: pengisian 2s; Be: pemenuhan 2s; B: pengisian 2p x dengan 1 elektron; C: pengisian 2p y dengan 1 elektron; N: pengisian 2p z dengan 1 elektron; O: pemenuhan 2p x ; F: pemenuhan 2p y ; Ne: pemenuhan 2p z.

18 Tingkat energi 4s lebih rendah dari 3d. Hal ini terlihat pada perubahan konfigurasi dari Ar (argon) ke K (kalium). Ar: 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 K: 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 1 (bukan 3d 1 ) Ca: 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 (bukan 3d 2 ) Sc: 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 1 4s 2 (orbital 3d baru mulai terisi setelah 4s penuh) Y: 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 2 4s 2 (dan unsur selanjutnya pengisian 3d sampai penuh)

19 Blok-Blok Unsur 1 H 1s 1 2 He 1s 2 3 Li [He] 2s 1 4 Be [He] 2s 2 5 B [He] 2s 2 2p 1 6 C [He] 2s 2 2p 2 7 N [He] 2s 2 2p 3 8 O [He] 2s 2 2p 4 9 F [He] 2s 2 2p 5 10 Ne [He] 2s 2 2p 6 11 Na [Ne] 3s 1 12 Mg [Ne] 3s 2 13 Al [Ne] 3s 2 3p 1 14 Si [Ne] 3s 2 3p 2 15 P [Ne] 3s 2 3p 3 16 S [Ne] 3s 2 3p 4 17 Cl [Ne] 3s 2 3p 5 18 Ar [Ne] 3s 2 3p 6 19 K [Ar] 4s 1 20 Ca [Ar] 4s 2 21 Sc [Ar] 3d 1 4s 2 22 Ti [Ar] 3d 2 4s 2 23 V [Ar] 3d 3 4s 2 24 Cr [Ar] 3d 5 4s 1 25 Mn [Ar] 3d 5 4s 2 26 Fe [Ar] 3d 6 4s 2 27 Co [Ar] 3d 7 4s 2 28 Ni [Ar] 3d 8 4s 2 29 Cu [Ar] 3d 10 4s 1 30 Zn [Ar] 3d 10 4s 2 31 Ga [Ar] 3d 10 4s 2 4p 1 32 Ge [Ar] 3d 10 4s 2 4p 2 33 As [Ar] 3d 10 4s 2 4p 3 34 Se [Ar] 3d 10 4s 2 4p 4 35 Br [Ar] 3d 10 4s 2 4p 5 36 Kr [Ar] 3d 10 4s 2 4p 6 Blok s Blok d Blok p pengisian orbital s pengisian orbital d pengisian orbital p

20 Ionisasi dan Energi Ionisasi Energi ionisasi adalah jumlah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron terluar suatu unsur guna membentuk ion positif bermuatan +1. Energi ionisasi dalam satuan eV disebut juga potensial ionisasi. Potensial ionisasi didefinisikan sebagai energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron yang paling lemah terikat pada atom. Pada atom dengan banyak elektron, pengertian ini sering disebut sebagai potensial ionisasi yang pertama, karena sesudah ionisasi yang pertama ini bisa terjadi ionisasi lebih lanjut dengan terlepasnya elektron yang lebih dekat ke inti atom. Ionisasi:

21 1 H 13,6 2 He 24,5 3 Li 5,39 4 Be 9,32 5 B 8,29 6 C 11,2 7 N 14,6 8 O 13,6 9 F 17,4 10 Ne 21,6 11 Na 5,14 12 Mg 7,64 13 Al 5,98 14 Si 8,15 15 P 10,4 16 S 10,4 17 Cl 13,0 18 Ar 15,8 19 K 4,34 20 Ca 6,11 21 Sc 6,54 22 Ti 6,83 23 V 6,74 24 Cr 6,76 25 Mn 7,43 26 Fe 7,87 27 Co 7,86 28 Ni 7,63 29 Cu 7,72 30 Zn 9,39 31 Ga 6,00 32 Ge 7,88 33 As 9,81 34 Se 9,75 35 Br 11,8 36 Kr 14 Energi Ionisasi [eV]

22 s p p d p s s Di setiap blok unsur, energi ionisasi cenderung meningkat jika nomer atom makin besar Energi ionisasi turun setiap kali pergantian blok unsur Energi Ionisasi

23 Afinitas Elektron Afinitas elektron adalah energi yang dilepaskan jika atom netral menerima satu elektron membentuk ion negatif bermuatan  1. Afinitas elektron dinyatakan dengan bilangan negatif, yang berarti pelepasan energi. Afinitas elektron merupakan ukuran kemampuan suatu unsur untuk menarik elektron, bergabung dengan unsur untuk membentuk ion negatif. Makin kuat gaya tarik ini, berarti makin besar energi yang dilepaskan. Gaya tarik ini dipengaruhi oleh jumlah muatan inti atom, jarak orbital ke inti, dan screening (tabir elektron).

24 Course Ware Mengenal Sifat Material Konfigurasi Elektron dalam Atom Sudaryatno Sudirham


Download ppt "Mengenal Sifat Material Konfigurasi Elektron dalam Atom."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google