Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

EVALUASI PEMBELAJARAN KASMAH, S. PD.I., M. PD Pengertian Evaluasi Evaluasi berasal dari kata “evaluation” Kata tersebut kemudian diserap dalam perbendaharaan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "EVALUASI PEMBELAJARAN KASMAH, S. PD.I., M. PD Pengertian Evaluasi Evaluasi berasal dari kata “evaluation” Kata tersebut kemudian diserap dalam perbendaharaan."— Transcript presentasi:

1

2 EVALUASI PEMBELAJARAN KASMAH, S. PD.I., M. PD

3 Pengertian Evaluasi Evaluasi berasal dari kata “evaluation” Kata tersebut kemudian diserap dalam perbendaharaan istilah bahasa Indonesia dengan tujuan mempertahankan kata aslinya dengan sedikit penyesuaian lafal Indonesia menjadi “evaluasi”

4 Kamus Oxford Advanced Learner’s of Current English  Evaluasi adalah to find out decide the amount or value (suatu upaya untuk menentukan nilai atau jumlah).  Selain arti berdasarkan terjemahan kata-kata yang terkandung di dalam definisi tersebutpun menunjukkan bahwa kegiatan evaluasi harus dilakukan secara hati-hati, bertanggung jawab, menggunakan strategi dan dapat di pertanggung jawabkan.

5 Menurut Stufflebeam “ Evaluation is the process of delineating, obtaining and providing useful information for judging decision alternatives” Evaluasi adalah proses menggambarkan, memperoleh dan menyediakan informasi yang bermanfaat untuk menilai alternatif – alternatif keputusan.

6 Menurut Brinkerhof Evaluasi merupakan proses yang menentukan sejauh mana tujuan pembelajaran dapat dicapai

7 Suchman Evaluasi sebuah proses menentukan hasil yang telah dicapai beberapa kegiatan yang direncanakan untuk mendukung tercapainya tujuan

8 Kesimpulan Evaluasi Kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam menentukan sebuah keputusan.

9 Lanjutan Evaluasi pada proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran.

10 Lanjutan # Evaluasi proses pembelajaran diselenggarakan dengan cara: a.membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses, b.mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru. # Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada keseluruhan kinerja guru dalam proses pembelajaran.

11 Istilah yang digunakan dalam melakukan evaluasi Pengukuran (measurement) Penilaian (assessment) Evaluasi (evaluation) Cat: Ketiga istilah tersebut akan digunakan bergantian tanpa mengubah makna pembahasan

12 Pengukuran penetapan angka dengan cara yang sistematik untuk menyatakan keadaan individu Penilaian mencakup semua cara yang digunakan untuk menilai unjuk kerja individu atau kelompok Evaluasi Proses mengumpulkan informasi untuk mengetahui pencapaian belajar kelas atau kelompok

13 Lanjutan Menurut Griffin dan Nix Pengukuran, penilaian dan evaluasi bersifat hirarki, karena:  Pengukuran membandingkan hasil pengamatan dengan kriteria,  penilaian menjelaskan dan menafsirkan hasil pengukuran,  sedang evaluasi adalah penetapan nilai atau implikasi suatu perilaku. Sifat hirarkis ini menunjukkan bahwa setiap kegiatan evaluasi pasti melibatkan pengukuran dan penilaian.

14 Pengukuran (Measurement) Dalam evaluasi pembelajaran alat ukur yang digunakan dapat berupa: Tugas rumah, Kuis, Ulangan tengah semester dan akhir semester. Alat ukur yang digunakan harus memiliki bukti kesahihan dan kehandalan Kesahihan Alat ukur dapat dilihat dari konstruk alat ukur, yaitu mengukur seperti yang direncanakan. Menurut teori pengukuran substansi yang di ukur harus satu dimensi. Ex Aspek bahasa, maka kerapian tulisan tidak perlu diskor.

15 Lanjutan Kesahihan alat ukur dapat dilihat dari kisi- kisi alat ukur yang berisi tentang materi yang diujikan, bentuk soal, tingkat berfikir yang terlibat, bobot soal dan cara penskoran.

16 Perbandingan Arah Penilaian Kurikulum 1975 Aspek Kognitif dan hanya mengarah kehasil saja KBK Semua aspek yang mendukung kompetensi yang diharapkan, baik secara keseluruhan dalam bentuk kompetensi lulusan maupun kompetensi yang terdapat dalam setiap kompetensi dasar dari standar kompetensi KTSP Seluruh yang terjadi di kelas (Penilaian Kelas)

17 PENILAIAN KELAS KASMAH

18 PENILAIAN PENDIDIKAN Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian pendidikan dapat dilakukan oleh dua belah pihak, yaitu: -Guru (pendidik) penilaian Internal (Internal Assessment) proses dan hasil belajar penjaminan mutu - Pemerintah Penilaian Eksternal (External Assessment) Berlangsung pada ujian nasional pengendali mutu

19 Perbandingan arah penilaian Kurikulum 1975: arah penilaian hasil belajar pada aspek kognitif. KTSP: menguasai semua aspek yang mendukung semua kompetensi yang diharapkan, baik secara keseluruhan dalam SKL maupun kompetensi yang terdapat dalam setiap KD dari SK. Untuk mengetahui pencapaian kompetensi, perlu diadakan penilaian secara menyeluruh yang dalam KTSP dikenal dengan nama Penilaian kelas

20 Penilaian Kelas & Penilaian Program Pembelajaran Penilaian Kelas merupakan penilaian internal yang dilakukan oleh pendidik yang berkaitan dengan pencapaian kompetensi dasar setelah mengikuti proses pembelajaran, baik yang dilaksanakan di ruang kelas maupun ditempat lain. Dalam panduan pusat kurikulum, ada 7 jenis penilaian kelas, Yaitu Penilaian tertulis dan lisan Penilaian produk Penilaian Unjuk kerja Penilaian portofolio Penilaian proyek Penilaian Sikap Penilaian Diri

21 Ingat Kelas: sekelompok peserta didik yang dalam waktu yang sama belajar hal yang sama di bawah bimbingan seorang guru.

22 Lanjutan Penilaian program pembelajaran yaitu penilaian yang dilakukan terhadap keseluruhan proses pembelajaran yang meliputi komponen- komponen yang menjadi faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Faktor-faktor yang dimaksud adalah Siswa Guru Lingkungan Pengelolaan Sarana Materi

23 Tujuan Penilaian Menurut Chittenden (1991) ada 4 tujuan penting yang ingin dicapai dalam dalam penilaian kelas  Penelusuran (keeping track) (apakah kegiatan pembelajaran sdh sesuai dgn perencanaan yg telah disusun sebelumnya)  Pengecekan (checking up) (apakah ada permasalahan atau kelemahan yg dialami PD dlm proses pembelajaran, sehingga pendidik dpt mengetahui kelemahanx serta kelemahan PDx)  Pencarian (finding out) (upaya untuk mencarai dan menemukan hal2 yg menyebabkan terjadinya kelemahan dan kesalahan dalam pembelajaran)  Penyimpulan (summning up) (upaya untuk mengambil keputusan ttng berlakux sebuah kebijakan)

24 Manfaat penilaian 1.Memberikan umpan balik kpd PD untuk mengetahui kekuatan dan kelemahannya dalam pencapaian kompetensi 2.Memantau kemajuan peserta didik, agar pendidik dapat mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami PD. 3.Memberikan informasi kpd pendidik untuk dijadikan dasar dalam memperbaiki unsur, pendekatan, kegiatan dan sumber belajar yang digunakan

25 Fungsi Penilaian  Fungsi informasi (Kemampuan PD, kesulitan belajar PD, kekuatan dan kelemahan PBM)  Fungsi motivasi  Fungsi sebagai kontrol bagi pendidik, kepala sekolah dan sekolah itu sendiri tentang kemajuan perkembangan PD baik secara perseorangan, kelompok maupun kelompok seluru sekolah

26 PRINSIP-PRINSIP PENILAIAN KELAS 1.Prinsip secara umum yang berlaku bagi sebuah alat ukur: persyaratan Validitas, reliabilitas. 2.Komperhensif (Menyeluruh): mencakup seluruh domain yang tertuang dalam KD dan mencakup semua materi yang ditulis dalam RPP untuk mencapai kompetensi tertentu. Harus menggunakan beragam cara dan alat dalam menilai beragam kompetensi. 3.Adil dan Objektif: hrs didasarkan atas kenyataan (data dan fakta) yg sebenarnya, bkn hasil manipulasi dan rekayasa. 4.Berkesinambungan: penilaian dilakukan secara terencana, bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran pencapaian kompetensi PD dalam kurun waktu tertentu 5.Mendidik:Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi, memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran bagi pendidik agar PD tumbuh dan berkembang secara optimal 6.Kooperatif: pendidik hendaknya bekerjasama dengan semua pihak (OT PD, Pddk, Kpl Skl, termasuk sma PD) 7.Praktis: Mudah digunakan, baik oleh pddk yg menyusun alat evaluasi maupun orng lain yng menggunakannya.

27 Kaitan Penilaian Kelas dan Pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Program Pembelajaran Program Pembelajaran Penilaian Kelas Analisis data Dan umpan balik Analisis data Dan umpan balik

28 Kaitan antara penilaian, pembelajaran dan indikator (tujuan pembelajaran) Triangulasi Penilaian Indikator Pembelajaran

29 Tiga dasar program belajar (Alur kegiatan) (Burhanuddin Tola) Bagan SBB Tujuan Proses Pembelajaran Penilaian

30 LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PENILAIAN KASMAH

31 LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PENILAIAN Beberapa urutan kerja yang harus dilakukan dalam pelaksanaan penilaian kelas: 1.Menjabarkan kompetensi dasar menjadi indikator pencapaian hasil belajar 2.Menetapkan kriteria ketuntasan setiap indikator 3.Pemetaan standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, kriteria ketuntasan dan aspek yang terdapat pada raport

32 1. Menjabarkan kompetensi dasar menjadi indikator pencapaian hasil belajar  Indikator merupakan ukuran, karakteristik, ciri-ciri, pembuatan atau proses yang menunjukan ketercapaian suatu kompetensi dasar  Indikator dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasionalyang dapat diukur, seperti: mengidentifikasi, mengitung, membedakan menyimpulkan, menceritakan kembali/improvisasi, mempraktekkan, mendemonstrasikan dan mendeskripsikan

33 Lanjutan  Indikator pencapaian hasil belajar dikembangkan oleh pendidik dengan memperhatikan perkembangan dan kemampuan setiap peserta didik, keluasan dan kedalaman kompetensi dasar, dan daya dukung sekolah.  Setiap kd dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator pencapaian hasil belajar dan indikator-indikator tersebut dari setiap kd merupakan acuan yang digunakan untuk melakukan penilaian

34 Contoh: M enjabarkan kompetensi dasar menjadi indikator pencapaian hasil belajar Standar Kompetensi /kompetensi inti Kompetensi dasar Indikator Peserta didik mampu memahami sistim bunyi dan makna kata, mampu mengucapkan dengan nyaring dan menulis kalimat sederhana dengan menggunakan اسم ضمير متصل مفرد مذكر / مؤنث yang terdapat dalam teks interaksional dan naratif yang disertai gambar Menulis kalimat sederhana tentang أسرة الصديق Dengan pola kalimat yang meliputi: ضمير متصل مفرد مؤنث 1. Menulis huruf Arab yang diprogramkan dalam kata-kata dan kalimat Arab 2. Menggunakan mufradat dengan tepat dalam kalimat- kalimat yang disediakan

35 2. Menetapkan kriteria ketuntasan setiap indikator  Rentang persentase kriteria (tingkat pencapaian indikator) ketuntasan setiap indikator adalah antara 0 – 100 %.  Kriteria ketuntasan yang ideal untuk masing-masing indikator adalah 75%  Namun satuan pendidikan dapat menetapkan kriteria apakah 50%, 60% atau 70%

36 Lanjut  Nilai KKM ditetapkan pd awal thn pelajaran yg dilakukan oleh forum guru baik yg berada dilingkungan sklh itu sendiri maupun oleh forum KKG atau MGMP setempat  Penetapan nilai KKM dilkukan melalui analisis ketuntasan belajar minimum pada setiap KD. Maksudx dilkukan melalui analisis Indikator Pencapaian (IP) pada KD yg terkait  Nilai KKM setiap KD merupakan nilai rata-rata setiap indikator  Setiap KD dan IP memungkinkan adanya perbedaan nilai KKM, dan penetapannya harus memperhatikan: 1. Tingkat esensial (kepentingan) setiap IP terhadap KD, dan KD terhadap SK yg harus dicapai oleh setiap peserta didikpd tiap semester

37 Lanjut 2. Tingkat kompleksitas (kesulitan dan kerumitan)setiap IP/KD yg harus dicapai olh peserta didik 3. Kemampuan sumberdaya pedukung dalam penyelenggaraanpembelajaran 4.Tingkat kemampuan (intake) rata-rata peserta didik pada sklh yg bersangkutan Dari ke empat unsur tsb minimal ada 3 unsur yang harus dijadikan dasar.

38 Format penetapan KKM KD dan Indikato r Kriteria ketuntasan Minimal Kriteria Penetapan ketuntasanKKM EssensialKomplek sitas Daya dukung Intake Tinggi 3 Rendah 3 Tinggi 3 Sedang 2 91,7

39 Contoh: P enetapan kriteria ketuntasan setiap indikator Standar KompetensiKompetensi dasar Indikator KK Peserta didik mampu memahami sistim bunyi dan makna kata, mampu mengucapkan dengan nyaring dan menulis kalimat sederhana dengan menggunakan اسم ضمير متصل مفرد مذكر / مؤنث yang terdapat dalam teks interaksional dan naratif yang disertai gambar Menulis kalimat sederhana tentang أسرة الصديق Dengan pola kalimat yang meliputi: ضمير متصل مفرد مؤنث 1. Menulis huruf Arab yang diprogramkan dalam kata-kata dan kalimat Arab 2. Menggunakan mufradat dengan tepat dalam kalimat-kalimat yang disediakan 80% 75%

40 3. Pemetaan standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, kriteria ketuntasan dan aspek SKKD INDIKATOR KK ASPEK TP Peserta didik mampu memahami sistim bunyi dan makna kata, mampu mengucapkan dengan nyaring dan menulis kalimat sederhana dengan menggunakan اسم ضمير متصل مفرد مذكر / مؤنث yang terdapat dalam teks interaksional dan naratif yang disertai gambar Menulis kalimat sederhana tentang أسرة الصديق Dengan pola kalimat yang meliputi: ضمير متصل مفرد مؤنث 1. Menulis huruf Arab yang diprogramkan dalam kata-kata dan kalimat Arab 2. Menggunakan mufradat dengan tepat dalam kalimat-kalimat yang disediakan 80% 75% Penguasaan konsep Komunikasi Tertulis Unjuk kerja

41 PENILAIAN UNJUK KERJA  Senin 7 Maret 2010  Kasmah

42 Pengantar  Penilaian unjuk kerja adalah penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu  Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu: Ex.. Praktek sholat, praktek dalam penampilan berkomunikasi, bermain peran, bernyanyi, membaca puisi dll.  Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. Jika tes tertulis mengungkap apa yang diketahui atau dikuasai peserta didik yang tersimpan dalam pikiran dan tidak dapat diamati dari luar, penilaian unjuk kerja menilai apa yang betul-betul dapat dilihat oleh penilai

43 Konsep dasar penilaian unjuk kerja  Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang tertuju pada kegiatan peserta didik ketika melakukan sesuatu dan yang diamati adalah penampilan dalam bentuk kegiatan yang terkait, maka penilaiannya tidak dilakukan dengan apapun kecuali dengan pengamatan dan hanya cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi kinerja yang menuntut peserta didik untuk melakukan tugas tertentu.

44 Lanjut  Kata lain dari istilah unjuk kerja adalah penampilan, menunjuk pada sebuah tampilan yang dapat dilihat oleh mata, telinga, rabaan tangan, dll.  Penilaian unjuk kerja mengarah pada unsur-unsur kegiatan atau unsur-unsur penampilan dari objek yang dinilai.  Unsur unjuk kerja adalah semua hal yang berpengaruh pada keseluruhan penampilan sebagai hasil upaya penampilan

45 Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam penilaian unjuk kerja  Langkah-langkah kinerja yang harus dilakukan oleh peserta didik untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi  Kelengkapan dan ketetapan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut  Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas  Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak, sehinga semua dapat diamati  Kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak sehingga semua dapat diamati

46 Teknik dan Instrumen penilaian unjuk kerja Unjuk kerja merupakan satu penampilan siswa yang penilaiannya harus tertuju pada proses, berarti sesuatu yang sedang bergerak, oleh karena itu dalam deretan hal-hal yang dipertimbangkan disebutkan bahwa kemampuan yang akan dinilai harus diurutkan sesuai dengan urutan penampilannya.

47 Instrument yang dapat digunakan dalam penilaian unjuk kerja  Model Daftar cek (cek list) {ya/tidak}  Model skala penilaian (Rating scale){3,4 atau 5 gradasi}

48 1. Model Daftar cek  Daftar cek adalah sebuah daftar yang menghendaki penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek.  Kelemahan dari model ini sudah jelas, yaitu ketika pendidik menjumpai ada kondisi yang keadaannya terletak diantara dua kubu yang mutlak.

49 Ex.. Daftar cek penilaian kemampuan berpidato dalam bahasa Arab NoObjek yang diamatiYaTidak 1Pandangan kearah semua hadirin 2Cara mengawali pidato mengundang para hadirin 3Suara cukup terdengar oleh hadirin 4Intonasi cara berbicara tepat 5Cara memotong kalimat/jedah kurang baik 6Mengundang tawa hadirin 7Hadirin terpukau oleh sajiannya 8Menyelipkan beberapa humor yang menarik 9 10 Penampilannya kaku menegangkan Cara mengakhiri pidato terkesan mendadak

50 2. Model skala penilaian  Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu, karena pemberian nilai secara kontinum dimana pilihan kategori nilai lebih dari dua.  Skala penilaian terentang dari “sangat tidak sempurna” sampai “sangat sempurna”. Misalnya: 1= STS, 2= TS, 3= Baik, 4=S dan 5= SS

51 Lanjut  Instrumen untuk daftar cek sama dengan contoh sebelumnya.  Skala penilaian, jika kita menghendaki 5 jenjang maka kita perlu mencari 4 indikator agar penilaiannya menjadi: Skor 5 ketika ada 4 indikator yang terpenuhi Skor 4 ketika ada 3 indikator yang terpenuhi Skor 3 ketika ada 2 indikator yang terpenuhi Skor 2 ketika ada 1 indikator yang terpenuhi Skor 1 ketika ada 0 indikator yang terpenuhi

52 Ex… Penilaian untuk menilai unjuk kerja pembaca puisi NoPernyataan yang dinilai Variasi mimik yang ditampilkan 2Improvisasi 3Komunikasi dengan penonton 4Kesesuaian antara kata-kata dgn gerak

53 Mengolah hasil penilaian & menentukan nilai akhir  Mengolah hasil penilaian artinya menentukan skor total, kemudian mengubahnya menjadi nilai.  Untuk menentukan skor guru hanya menjumlah skor dari centangan yang ada dalam instrumen 1.Skor total dari daftar cek, menghitung banyaknya centangan dalam kolom “ya”. Jika ada 5 centangan berarti skor totalnya 5

54 Lanjut 2. Skor total dari skala penilaian adalah menjumlahkan perkalian dari skor pada centangan yang ada pada tiap kolom yang terdapat pada kolom tertentu, dikalikan dengan banyaknya skor.

55 Contoh NoPernyataan yang dinilai Variasi mimik yang ditampilkanv 2Improvisasiv 3Komunikasi dengan penontonv 4Kesesuaian antara kata-kata dgn gerakv

56 Penyelesaiannya  2x5 + 1x4 + 1x3 = =17  Skor maksimum yang diharapkan adalah 4x5 = 20  Nilai yang diharapkan adalah 100, jadi nilai yang diperoleh siswa tersebut adalah  S/SMxNH = 17/20x100 = 85

57 TES TERTULIS  KASMAH  28 MARET 2010

58 Pendahuluan  PENILAIAN JENIS INI CENDERUNG DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN PESERTA DIDIK BERKAITAN DENGAN KONSEP, PROSEDUR DAN ATURAN ATURAN.

59 Pengertian  Tes: himpunan pertanyaan yang harus dijawab, atau pernyataan2 yang harus dipilih/ditanggapi oleh peserta didik  Tes: suatu pertanyaan atau tugas yang terencana untuk memperoleh informasi tentang objek atau sasaran tes yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar.

60 Lanjut Tes untuk mengukur prestasi, baik untuk aspek pengetahuan maupun aspek keterampilan dapat dibagi menjadi dua yaitu: tes kemampuan (power test) dan tes kecepatan (speed test).  Prinsip tes kemampuan (power test) adalah tidak adanya batasan waktu di di dalam pengerjaan tes, karena jika waktunya dibatasi diperkirakan akan menyebabkan orang menjadi tidak dapat menunjukkan kebolehan yang sesungguhnya dan skor yang dihasilkan tidak menunjukkan kemampuan yang sebenarnya.  Prinsip tes kecepatan (speed test) adalah yang diukur adalah kecepatan didalam memikirkan dan mengerjakan tes.

61 Karakteristik tes yang baik 1.Harus jujur (honest) Materi yang diteskan harus sesuai dengan materi yang diajarkan Tingkat kesulitannya harus sesuai dengan level pembelajaran (tujuan pembelajaran) Tidak boleh ada pertanyaan yang menjebak atau menyesatkan Setiap bobot nilai suatu item soal harus dijelaskan dan ditulis secara eksplisit

62 Lanjut 2. Harus Seimbang (balance) Lamanya waktu yang digunakan dalam mengajarkan materi seimbang dengan bobotnya dalam tes. Waktu yang diberikan untuk menjawab soal harus seimbang dengan tingkat kesulitan soal tersebut Rentang kesulitannya dari yang mudah ke yang sulit

63 Lanjut 3. Harus teratur  Instruksi atau perintah yang harus dilakukan dalam menjawab soal harus jelas  Urutan soal harus sesuai dengan urutan materi yang telah diajarkan  Penampilan soal-soal ujian harus terkesan profesional

64 Proses penyusunan, penyajian dan pemanfaatan tes prestasi belajar 1.Penentuan tujuan tes 2.Penyusunan kisi-kisi tes (suatu format yang memuat informasi yang dapat dijadikan pedoman untuk menulis soal atau merakit soal menjadi tes). Kegunaannya: Sebagai pedoman dalam penulisan dan perakitan tes. Syarat kisi-kisi yang baik:  Mewakili isi kurikulum yang akan diujikan  Komponen2nya rinci, jelas dan mudah dipahami  soal-2nya dapat dibuat sesuai dengan indikator dan bentuk soal yang ditetapkan

65 Lanjut (Kisi-Kisi) Contoh format penulisan Kisi-kisi Nama Sekolah: Mata pelajaran: Kelas: Alokasi waktu: Jumlah soal: Bentuk soal: NoTPSKMateriIndikatorNo urut soal

66 Lanjut (proses penyusunan) 3. Penulisan soal 4.Telaah / review dan revisi soal (sebaiknya dilakukan oleh orang lain) 5. Uji coba soal (untuk mengetahui tingkat keterbacaan soal, tingkat kesukaran soal, pola jawaban, tingkat daya pembeda dsb) 6.Perakitan soal 7.Penyajian tes kepada peserta didik 8.Skoring 9. Pelaporan hasil tes (kepada peserta didik ybs, orang tua dan kepala sekolah 10.Pemanfaatn hasil tes

67 Bentuk-bentuk soal 1.Uraian 2.Pilihan ganda 3.Menjodohkan 4.Isian/melengkapi 5.Jawaban singkat

68 1.Soal Uraian  Adalah suatu soal yang jawabannya menuntut siswa untuk mengingat dan mengorganisasikan gagasan atau hal2 yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis.  Keunggulannya: dapat mengukur kemampuan siswa dalam hal mengorganisasikan pikirannya, mengemukakan pendapatnya dan mengekspresikan gagasannya dengan menggunakan kata2 siswa sendiri  Kelemahannya: 1.jumlah materi atau pokok yang bahasan yang ditanyakan sangat terbatas, 2.Waktu untuk memeriksa jawaban siswa cukup lama 3.Penskorannya relatif subjektif 4.Tingkat reliabilitasnya relatif lebih rendah dari soal pilihan ganda

69 Kaidah penulisan soal bentuk uraian 1.Materi 1.Soal harus sesuai dengan indikator 2.Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan harus jelas 3.Isi materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang sekolah dan tingkat kelas

70 Lanjut 2. Konstruksi Rumusan kalimat soal atau pertanyaan harus menggunakan kata-kata tanya, atau perintah yang menuntut jawaban terurai: seperti mengapa (Limaaza, limaa), uraikan (), jelaskan (bayyin), bandingkan (kharin), tafsirkan (fassir), terjemahkan (tarjim),dll. Buatlah petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Buatlah pedoman penyekoran

71 Lanjut 3. Bahasa Rumusan kalimat harus komunikatif Rumusan soal tidak mengandung kata2 yang dapat menimbulkan penafsiran ganda Rumusan soal tidak mengandung kata2 yang dapat menyinggung perasaan

72 Penyusunan pedoman penyekoran soal uraian objektif  Nama sekolah:  Bahan kls/semester:  Indikator:  Butir soal: LangkahKunci JawabanSkor Skor maksimum

73 Penyusunan pedoman penyekoran soal uraian subjektif  Nama sekolah:  Bahan kls/semester:  Indikator:  Butir soal: LangkahKunci JawabanSkor Skor maksimum

74 2. Tekhnik penulisan Soal bentuk pilihan ganda  Soal pilihan ganda: suatu soal yang jawabannya harus dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan  Secara umum soal pilihan ganda terdir dari pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option) yang terdiri dari kunci jawaban dan pengecoh (distractor)

75 Keunggulan dan kelemahannya  Keunggulannya: dapat diskor dengan mudah, cepat serta objektif dan dapat mencakup ruang lingkup materi yang sangat luas  Kelemahannya: memiliki waktu yang relatif lama untuk menulis soalnya, sulit membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi, serta terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban

76 Kaidah penulisan soal 1.Materi  Soal harus sesuai dengan indikator  Pengecoh harus berfungsi  Setiap soal mempunyai satu jawaban yang benar artinya setiap soal mempunyai satu kunci jawaban 2.Konstruksi  Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas  Rumusan soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja  Pokok soal jangan memberi petunjuk kearah jawaban benar  Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. Kecuali untuk keterampilan bahasa jika yang ingin diukur justru pengertian negatif ganda itu sendiri

77 Lanjut  Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi  Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama  Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan semua oilihan diatas benar  Pilihan jawaban berbentuk angka atau waktu harus berdasarkan urutan dari yang terkecil atau yang terbesar  Gambar, grafik, diagram dan sejenisnya harus jelas dan berfungsi  Butir soal jangan bergantung pada butir soal sebelumnya

78 Lanjut 3.Bahasa  Setiap soal harus sesuai dengan kaidah tata bahasa  Menggunakan bahasa yang komunikatif, sehingga mudah dimengerti

79 Daya pembeda  Indeks yang dapat mengukur perbedaan kemampuan siswa antara kelompok yang berkemampuan tinggi dan rendah  Sama dengan validitas soal  Daya pembeda soal berkisar antara -1 sampai dengan +1. tanda negatif berarti kelompok siswa berkemampuan rendah yang menjawab benar soal tertentu lebih banyak dari kelompok siswa yng berkemampuan tinggi  Soal yang baik adalah soal dengan daya pembeda bertanda positif untuk kunci jawaban dan negatif untuk distraktornya.

80 Penghitungan daya pembeda  DP= 2(KA - KB) n KA= jmlh siswa kelompok atas yang menjawab benar KB=jmlh siswa kelompok bawah yang menjawab benar  DP= KA - KB nA nB Contoh terlampir

81 Kriterianya Daya pembeda  Kriteria DP keterangan Dp >0,25diterima 0 < Dp < 0.25diperbaiki DP < 0ditolak

82 Tingkat kesukaran Soal dengan indeks kesukaran 0,0 menunjukkan bahwa soal tersebut terlalu sukar, sebaliknya jika indeks kesukarannya 1,0 menunjukkan soal tersebut terlalu mudah.

83 Penghitungan Tingkat kesukaran  Rumus:  P = B JS  P = Indeks kesukaran  B = Banyaknya siswa yang menjawab benar soal tersebut  JS = Jumlah seluruh siswa yang mengikuti tes

84 Kriteria indeks kesukaran  Kriteria Keterangan  P = 0,00 – 0,30 Soal TerlaluSulit  P = 0,30 – 0,70 soal sedang  P = 0,70 – 1,00 soal terlalu mudah Contoh terlampir

85 Pola jawaban soal  Pola jawaban soal : distribusi testee dalam hal menentukan jawaban pada soal bentuk pilihan ganda  Diperoleh dengan menghitung banyaknya peserta yang memilih jawaban a, b, c atau d dan yang tidak memilkih pilihan manapun. Dalam istilah evaluasi dikenal dengan omit disingkat O.  Sebuah item dikatakan baik jika omitnya (kolom pilihan paling kanan) tidak lebih dari 10% dari peserta tes

86 Penghitungannya  Rumusnya: O = PO x 100 N PO = Jumlah peserta yang tidak memilih jawaban a, b, c atau d N = Jumlah seluruh peserta tes Contoh terlampir

87 PENILAIAN PORTOFOLIO  KASMAH  SENIN 5 APRIL 2010

88 PENILAIAN PORTOFOLIO  Portofolio: kumpulan hasil kerja seseorang dalam bentuk sesuatu yang dapat diamati atau dengan kata lain bukti fisik kinerja seseorang  Penilaian dengan metode pengumpulan informasi atau data secara sistematik, atas hasil pekerjaan seseorang (Popham,1994).  Salah satu metode penilaian berkesinambungan yang memiliki hasil penilaian dengan akurasi yang tinggi.  Kumpulan hasil belajar / karya peserta didik (hasil-hasil tes, tugas perorangan, praktikum) yang dinilai proses kemajuannya baik secara analitik, holistik atau kombinasi keduanya.  Berfungsi sebagai alat untuk mengetahui kemajuan (progress) tentang kompetensi yang telah dicapai dan mendiagnosis kesulitan belajar dll.(bagi guru, peserta didik dan orang tua).

89 PENILAIAN PORTOFOLIO lanjutan …  Sangat efektif untuk proses perbaikan dan penyempurnaan kegiatan pembelajaran dan dapat memberikan umpan balik  Dalam praktiknya guru dapat mengembangkan berbagai cara sesuai dengan kreatifitas masing- masing.  Jenis penilaian portofolio dapat diterapkan di antaranya pada kemampuan menulis (bahasa) dan melukis (seni)  Contoh: portofolio menulis, dipakai untuk mengukur kemampuan khusus menulis yang menilai proses kemajuannya dan mendiagnosis bidang-bidang yang memerlukan peningkatan.

90 PENILAIAN PORTOFOLIO lanjutan …  Evaluasi produk portofolio berdasarkan penskoran holistik, analitik atau kombinasi keduanya.  Penskoran holistik berdasarkan keseluruhan impresi dari produk bukan hanya sekedar pertimbangan unsur-unsur individu. Keputusan global dibuat dengan menggunakan skor numerik untuk setiap produk.  Penskoran analitik memerlukan keputusan untuk setiap ka-rakteristik yang berbeda dari suatu produk. Sebagai contoh: penilaian kemampuan menulis seperti organisasi, vocabulary, gaya, ide- ide, dan mekanik dinilai terpisah.

91 Portofolio dapat digunakan untuk mencapai beberapa tujuan dalam penilaian kelas 1.Mengetahui perkembangan yang dialami siswa 2.Mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung 3.Memberi perhatian pada prestasi kerja siswa yang terbaik 4.Merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan ekperimentasi 5.Meningkatkan efektifitas proses pembelajaran 6.Bertukar informasi dgn orang tua, wali siswa dan guru lain 7.Membina dan mempercepat pertumbehan konsep diri positif pada siswa 8.Meningkatkan kemampuan merefleksikan diri 9.Membantu siswa dalam merumuskan tujuan

92 Hal pokok yang harus diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan penilaian portofolio 1.Karya peserta didik adalah benar2 karya peserta didik 2.Adanya sikap saling percaya antara pendidik dan peserta didik 3.Kerahasiaan bersama antara pendidik dan peserta didik 4.Milik bersama antara pendidik dan peserta didik 5.Kepuasan 6.Kesesuaian 7.Penilaian proses dan hasil 8.Penilaian dan pembelajaran

93 karya-karya yang dapat dikumpulkan untuk penil portfolio  Puisi  Karangan  Gambar / Lukisan  Desain  Paper  Sinopsis  Naskah pidato / khotbah  Naskah Drama  Rumus  Doa  Surat  Komposisi Musik  Teks Lagu  Resep Makanan  Laporan Observasi/ Penyelidikan / Eksperimen  Dsb.

94 Contoh Portofolio Mata Pelajaran: Bahasa Arab Alokasi Waktu: 1 Semester Nama Siswa : _________________ Kelas : X/1 NoSK / KDPeriode KriteriaKetera ngan Tata bahasaKosa kataKelengkapan gagasan Sistematika penulisan 1.Menulis karangan deskriptif 30/7 10/8 dst. 2.Membuat resensi buku 1/9 30/9 10/10 Dst.

95 PENILAIAN SIKAP KASMAH

96 Pengantar  Beberapa pakar berpendapat bahwa sikap terdiri dari tiga komponen: Komponen afektif (perasaan yang dimiliki oleh seseorang terhadap sesuatu objek) Komponen kognitif (kepercayaan atau keyakinan yang menjadi pegangan seseorang) Komponen konatif (kecenderungan untuk bertingkah laku dan berbuat dengan cara- cara tertentu terhadap suatu objek)

97 Lanjut Sehubungan dengan pembelajaran, secara umum objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah: 1.Sikap terhadap materi pelajaran 2.Sikap terhadap pengajar 3.Sikap terhadap proses pembelajaran 4.Sikap terhadap hal yang berkaitan dengan nilai/norma yang berhubungan dengan suatu materi pelajaran 5.Sikap yang berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran

98 Pentingnya Penilaian sikap dalam pembelajaran  Secara umum semua mata pelajaran memiliki 3 domain tujuan: 1.Peningkatan kemampuan kognitif 2.Peningkatan kemampuan afektif 3.Peningkatan kemampuan keterampilan berhubungan dengan berbagai kompetensi dasar dan indikator yang ada dalam suatu mata pelajaran Namun akhir2 ini kenyatannya penekanan yang sangat menonjol, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam pelaksanaan penilaiannya adalah pada domain kognitif. Domain afektif dan psikomotor agak terabaikan, sehingga yang terjadi lembaga2 pendidikanmenghasilkan lulusan yang kurang memilki sikap positif sesuai dengan nilai yang berlaku dan kurang terampil untuk menjalani kehidupan dalam masyarakat lingkungannya. Untuk itulah penilaian sikap perlu dilaksanakan dengan sebaik- baiknya dan hasilnya perlu ditindaklanjuti.

99 Cara menilai sikap 1.Observasi perilaku 2.Bertanya langsung 3.Laporan Pribadi/Pengajuan pendapat pribadi secara tertulis 4.Skala Sikap (Skala diferensiasi semantik dan Skala likert)

100 Skala diferensiasi semantik:  Langkah-langkah pengembangan skala diferensiasi semantik: 1.Memilih dan membuat daftar dari konsep dan kata sifat yang relevan dengan objek penilaian sikap, misalnya: menarik, penting, menyenangkan, dll. 2.Menentukan objek sikap yang akan dikembangkan skalanya, misalnya mata pelajaran “Bahasa Arab” 3.Menentukan rentan skala pasangan bipolar dan pensorannya

101 Contoh SIKAP TERHADAP PRAKTIKUM Menyenangkan | | | | | | Membosankan Akrab | | | | | | Individualistis Waktu Santai | | | | | | Waktu mencekam Laboran cekatan | | | | | | Laboran Lamban Pensekoran Skor maksimum untuk contoh di atas adalah 4x5=20 Skor terendah 4x1=4 Interpretasi secara umum SBB Skor = 12 sikap siswa netral Skor > 12 Sikap siswa positif Skor < 12 sikap siswa negatif Selain interpretasi secara umum dapat juga diinterpretasikan berdasarkan pernyataan setiap butir sikap.

102 Skala Likert  Langkah-langkah pengembangan Skala Likert : 1.Menentukan objek sikap yang akan dikembangkan. Misalnya “Perkampungan Bahasa” 2.Menyusun kisi-kisi instrumen butir 3.Menulis butir-butir pernyataan 1.Hindari pernyataan yang mengandung banyak interpretasi 2.Satu pernyataan hendaknya dirumuskan dalam kalimat sederhana 3.Hindari penggunaan kata-kata : semua, selalu, tidak pernah dan sejenisnya 4.Hindari pernyataan yang tentang fakta atau dapat diinterpretasikan sebagai fakta (Contoh: STAIN Watampone terletak di Watampone) 5.Antara pernyataan yang positif dan negatif hendaknya relatif seimbang

103 Contoh: Kisi2 Instrumen NoKomp.objekKomponen SikapJumlah cognitifafektifkonatif JmlNo.SoalJmlNo.SoalJmlNo.Soal Total Kisi-Kisi Instrumen Skala Sikap Terhadap Perkampungan Bahasa Petunjuk Pengisian skala sikap untuk rencana perkampungan Bahasa

104 Pensekoran dan Interpretasi  Pensekorannya dapat dilakukan SBB: a)Untuk pernyataan positif: SS=5, S=4, N=3, TS=2 dan STS=1 b)Untuk pernyataan Negatif: SS=1, S=2, N=3, TS=4 dan STS=5  Interpretasi Skor yang dicapai oleh siswa merupakan jumlah dari seluruh angka untuk seluruh pernyataan yang telah direspon. Perbedaan angka yang dicapai oleh para siswa dapat ditafsirkan sebagai perbedaan sikap positif atau negatif. Perbedaan skor dari seorang siswa dari test-retest menunjukkan perkembangan atau perubahan siswa yang bersangkutan dari waktu kewaktu. Kesimpulan akhir yang diharapkan adalah gambaran tentang sikap siswa ketika dilakukan penilaian. Dengan mengetahui kondisi sikap siswa, guru dapat mengantisipasi dalam menghadapi siswa secara perorangan dan berupaya untuk mengembangkan sikap yang sudah baik dan mengurangi munculnya sikap yang tidak baik

105 PENILAIAN DIRI KASMAH

106 Pengantar Penilaian diri: penilaian yang dilakukan oleh peserta didik sendiri dengan maksud untuk mengetahui keberhasilan atau kegagalan dirinya. Tujuannya : Siswa dapat mencari penyebab hasil perilakunya sendiri dan sebagai sarana untuk melakukan introspeksi.

107 Model Penilaian diri  Dapat dilakukan dengan melatih siswa untuk menemukan kekurangannya sendiri  Meminta tolong kepada orang lainuntuk menilai dirinya.  Menuliskan kekurangan diri


Download ppt "EVALUASI PEMBELAJARAN KASMAH, S. PD.I., M. PD Pengertian Evaluasi Evaluasi berasal dari kata “evaluation” Kata tersebut kemudian diserap dalam perbendaharaan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google