Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KORELAS DALAM REGRESI LINIER SEDERHANA (RLS) DAN KOEFISIEN KORELASI LINIER (ρ) Analisis Regresi Kelompok 33SK1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KORELAS DALAM REGRESI LINIER SEDERHANA (RLS) DAN KOEFISIEN KORELASI LINIER (ρ) Analisis Regresi Kelompok 33SK1."— Transcript presentasi:

1 KORELAS DALAM REGRESI LINIER SEDERHANA (RLS) DAN KOEFISIEN KORELASI LINIER (ρ) Analisis Regresi Kelompok 33SK1

2 Kelompok 3  Ayu Komala Dewi  Hani Annisa Nauli Harahap  Indryanty Yakub  Moch. Miftachul Mubbarak  Reni Anggraini  Salman Assad Ibrahim  Yulia Bentari

3 Korelasi dalam RLS Korelasi melihat keeratan dan arah hubungan antar variabel. Keeratan dilihat dari besarnya nilai koefisien kerelasi yang dihasilkan, berkisar antara -1 sampai 1 Keeratan hubungan dilihat dari tanda koefisien korelasi yang dihasilkan, dimana positif berarti arahnya berbanding lurus dan negatif berarti arahnya berbanding terbalik.

4 Dalam korelasi, hubungan sebab akibat tidak terlihat karena dalam hubungan (korelasi) kedudukan variabel baik dependen maupun independen adalah sama, yakni hanya saling berhubungan. Regresi  alat ukur hubungan antar variabel, melihat besarnya pengaruh hubungan antar variabel, sehingga hubungan sebab akibatnya dapat terlihat. Salah satu jenis regresi adalah regresi linear sederhana. Dalam bentuk regresi ini, hubungan antar variabel terlihat hanya dalam bentuk linear

5 Model persamaan regresi linear sederhana : (model populasi) (model sampel) a dan b adalah estimasi value untuk dan a adalah konstanta, secara grafik menunjukkan intersep b adalah koefisien regresi yang menunjukkan besarnya pengaruh X terhadap Y, secara grafik menunjukan slope (kemiringan garis regresi).

6 Jika data hasil observasi terhadap sampel acak berukuran n telah tersedia, pers. regresi: Y = a + bX Dengan a dan b: atau

7 Contoh permasalahan Seorang peneliti ingin mengetahui bentuk hubungan antara jumlah cacing jenis tertentu dengan jumlah telurnya pada usus ayam buras. Untuk tujuan tersebut diperiksa 20 ekor ayam dan ditemukan sebagai berikut : Tabel 1. Jumlah cacing dan jumlah telurnya pada usus ayam buras.

8 NoJumlah Cacing (X i )Jumlah telurnya (Y i ) Total rataan13,4552,75

9 Perhitungan

10

11 Jadi Y i = -2, ,103 X i

12 Koefisien Korelasi Linier (ρ) Analisis Korelasi adalah metode statistika yang digunakan untuk menentukan kuatnya atau derajat hubungan linier antara dua variabel atau lebih. Semakin nyata hubungan linier (garis lurus), maka semakin kuat atau tinggi derajat hubungan garis lurus antara kedua variabel atau lebih. Ukuran untuk derajat hubungan garis lurus ini dinamakan koefisien korelasi.

13 Koefisien korelasi sederhana yang dilambangkan dengan ρ (rho) adalah suatu ukuran arah dan kekuatan hubungan linear antara dua variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y), Besarnya nilai ρ  -1≤ r ≤ +1 ρ = -1 artinya korelasinya negatif sempurna (menyatakan arah hubungan antara X dan Y adalah negatif dan sangat kuat) ρ = 0 artinya tidak ada korelasi ρ = 1 berarti korelasinya sangat kuat dengan arah yang positif.

14 ρ= hubungan variabel X dengan Variabel Y X i = nilai variabel X ke i (1,2,3,...) Y i = nilai variabel Y ke i (1,2,3,...)

15 Tabel 2. Tingkat Hubungan Nilai ρ Interval KoefisienTingkat Hubungan 0,80-1,000Sangat Kuat 0,60-0,799Kuat 0,40-0,599Cukup Kuat 0,20-0,399Rendah 0,00-0,199Sangat Rendah

16 Grafik hubungan antara variabel X dan Y

17 Keterangan : Hubungan positif menyatakan hubungan semakin besar nilai pada variabel X, diikuti pula perubahan dengan semakin besar nilai pada variabel Y Hubungan negatif menyatakan hubungan semakin besar nilai pada variabel X, diikuti pula perubahan dengan semakin kecil nilai pada variabel Y. ρ = 1,00 menyatakan hubungan yang sempurna kuat; ρ = 0,50 menyatakan hubungan sedang; dan ρ = 0,00 menyatakan tidak ada hubungan sama sekali (dua variabel tidak berhubungan).

18 Contoh soal Hitunglah koefisien korelasi (ρ) dari variabel pendapatan (variabel X) dan pengeluaran (variabel Y) sebagai berikut: No.XYX2X2 Y2Y2 XY Σ

19 Dengan demikian dapat diperoleh nilai sebagai berikut:  X = 36  Y = 42  X 2 = 216  Y 2 = 314  XY = 259 Dengan nilai ρ=0,98 memperlihatkan bahwa hubungan antara pendapatan (var. X) dan pengeluaran (var. Y) sangat kuat.

20 Contoh Soal Regresi Linear Sederhana dalam penghitungan SPSS 1.Seorang Profesor ingin meneliti tentang seberapa besar pengaruh lama pendidikan (tahun) terhadap Income dalam setahun yang mereka peroleh setelah bekerja (juta dolar) Hasil pengolahan SPSS: Years Income

21

22

23 2. Suatu studi tentang keefektifan perseneling baru dalam menurunkan konsumsi bahan bakar No Kecepatan konstan (dalam km/jam) [X] Jarak tempuh per liter (km) [Y]

24

25


Download ppt "KORELAS DALAM REGRESI LINIER SEDERHANA (RLS) DAN KOEFISIEN KORELASI LINIER (ρ) Analisis Regresi Kelompok 33SK1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google