Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

A. METODE NON ENZIMATIK (S AMPEL : DARAH ) B. METODE NON ENZIMATIK (S AMPEL : KUNING TELUR ) C. METODE ENZIMATIK (CHOD–PAP) (S AMPEL : DARAH )

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "A. METODE NON ENZIMATIK (S AMPEL : DARAH ) B. METODE NON ENZIMATIK (S AMPEL : KUNING TELUR ) C. METODE ENZIMATIK (CHOD–PAP) (S AMPEL : DARAH )"— Transcript presentasi:

1 A. METODE NON ENZIMATIK (S AMPEL : DARAH ) B. METODE NON ENZIMATIK (S AMPEL : KUNING TELUR ) C. METODE ENZIMATIK (CHOD–PAP) (S AMPEL : DARAH )

2 2 DASAR TEORI Kolesterol : senyawa sterol tak jenuh Merupakan konstituen dari batu empedu dan kuning telur, terdapat sebagai deposit pada dinding pembuluh darah. Banyak terdapat dalam organ tubuh lainnya. Kolesterol terdapat dalam jaringan hewan dan tidak terdapat pada tumbuhan. Kegunaan kolesterol : - Prekursor hormon steroid (testosteron, progesteron, estrogen) - Prekursor pembentukan asam folat. - Diperlukan dalam perkembangan embrio. Kelebihan kolesterol : aterosklerosis Pengetahuan kadar kolesterol : menegakkan diagnosis genetik - Kadar kolesterol naik, trigliserida normal kenaikan LDL - Kadar trigliserida naik, kolesterol normal kenaikan VLDL

3 3 ANALISA KUALITATIF ( SAMPEL : KUNING TELUR / DARAH ) 1. Uji Salkowski : Sesuai sampel pada uji kuantitatif

4 4 BahanTabung 1Tabung 2Tabung 3 Kuning telor5 tetes-- Kolesterol 0,5%--2 mL Kloroform2 ml 2 mL Asam asetat anhidrat10 tetes H 2 SO 4 pekat2 tetes Prosedur : 1. Diambil bahan seperti pada tabel : 3. Catat hasilnya ! Bandingkan dengan standard !

5 5 2. Uji Liberman Burchard :

6 6 Prosedur : 1. Diambil bahan seperti pada tabel : BahanTabung 1Tabung 2 Tabung 3 Kuning telur5 tetes-- Kolesterol 0,5%--2 mL Kloroform2 ml 2 mL Asam asetat anhidrat10 tetes H 2 SO 4 pekat2 tetes 3. Catat hasilnya ! Bandingkan dengan standard !

7 7 ANALISA KUANTITATIF METODE NON ENZIMATIK (Sampel : kuning telur) Dasar Metode Intensitas warna hijau : berbanding lurus dengan kadar dapat diukur secara kuantitatif

8 8 Langkah2 penentuan kadar 1. Penentuan waktu operasi (OT) - Tujuan dilakukan penentuan OT : untuk mencari waktu pembacaan serapan yang stabil Prosedur : - Salah satu larutan baku kolesterol (misalnya 0,3 mg/mL) - Diambil 2,0 mL + 2 mL pereaksi Liberman-Burchard - Dibaca absorbansinya pada λ maks yang sudah dicari sebelumnya) Contoh : Waktu (detik) Absorbansi OT : 100 – 200 detik waktu pengukuran sampel & standard antara 100 – 200 detik setelah pereaksi ditambahkan

9 9 2. Penentuan panjang gelombang maksimum (λ maks) - Tujuan dicari λ maks: untuk mencari panjang gelombang yang menghasilkan serapan maksimum. Prosedur : - Salah satu larutan baku kolesterol (misalnya 0,3 mg/mL) - Diambil 2,0 mL + 2 mL pereaksi Liberman-Burchard - Dibaca absorbansinya pada λ antara 661 – 680 nm Contoh : ( λ nm) Absorbansi λ maks : 670 nm

10 10 3. Pembuatan kurva baku - Kegunaan kurva baku: untuk menghitung kadar - Buat baku kolesterol 1 mg/mL (dalam dikloroetana). - Buat seri larutan baku kolesterol, misal : 0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,5 mg/mL (dalam dikloroetana). diambil 2,0 mL + 2 ml pereaksi Liberman-Burchard. - Tempatkan dalam ruang gelap ad warna hijau (sesuai hasil OT). - Baca serapannya dengan spektrofotometer visibel pada λ maks Contoh C (mg/mL) AbsorbansiLR y = 0,4216 x + 0,09183 R : 0,9844

11 4. Preparasi dan penentuan kadar sampel

12 12 5. Perhitungan kadar sampel y = 0,4216 x + 0,09183 y : Absorbansi sampel x : kadar sampel (mg/mL) W = x mg/ mL X 2 mL W =.... mg g

13 13 Sampel : darah 1. Penentuan λ maks (seperti sampel kuning telur) 2. Penentuan OT (seperti sampel kuning telur) 3. Penentuan kadar kolesterol a. Diambil reagen seperti pada tabel : preparasi darah = metode enzimatik b. Ditempatkan ruang gelap sesuai OT dan dibaca serapannya pd λ maks c. Hitung kadar kolesterol blankoLarutan sample/standard Supernatan darah/ standard-200 µl Aquadest200 µl- Pereaksi Liberman-Burchard2000 µl

14 14 METODE ENZIMATIK Cholesterol Oxidase Phenol Aminoantipyrin (CHOD-PAP) Dasar Metode : Penguraian kolesterol dan esternya menjadi peroksida dengan hidrolisa dan oksidasi enzimatik. Perooksida kemudian bereaksi dengan 4-aminoantipyrin dan fenol Quinoneimine Reaksi :

15 15 1.Penentuan lambda maks 2. Preparasi sampel darah

16 16 2. Penentuan kadar kolesterol a. Diambil reagen seperti pada tabel : b. Diinkubasi 20’ suhu 20–25°C atau 10’ suhu 37°C, serapan dibaca 60’ terhadap blanko pd λ maks c. Hitung kadar kolesterol : blankoLarutan sample/standard Supernatan / standard-10 µl Aquadest10 µl- Reagen CHOD-PAP1000 µl

17 17


Download ppt "A. METODE NON ENZIMATIK (S AMPEL : DARAH ) B. METODE NON ENZIMATIK (S AMPEL : KUNING TELUR ) C. METODE ENZIMATIK (CHOD–PAP) (S AMPEL : DARAH )"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google