Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

UPN “VETERAN” JATIM. Pengertian Regresi merupakan teknik statistika yang digunakan untuk mempelajari hubungan fungsional dari satu atau beberapa peubah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "UPN “VETERAN” JATIM. Pengertian Regresi merupakan teknik statistika yang digunakan untuk mempelajari hubungan fungsional dari satu atau beberapa peubah."— Transcript presentasi:

1 UPN “VETERAN” JATIM

2 Pengertian Regresi merupakan teknik statistika yang digunakan untuk mempelajari hubungan fungsional dari satu atau beberapa peubah bebas (peubah yang mempengaruhi) terhadap satu peubah tak bebas (peubah yang dipengaruhi) Korelasi merupakan ukuran kekuatan hubungan dua peubah (tidak harus memiliki hubungan sebab akibat) 2

3 Korelasi : hubungan keterkaitan antara dua atau lebih variabel. Angka koefisien korelasi ( r ) bergerak -1 ≤ r ≤ +1 NOL tidak ada atau tidak menentunya hubungan dua variabel contoh : pandai matematika dan jago olah raga ; pandai matematika dan tidak bisa olah raga ; tidak pandai matematika dan tidak bisa olah raga  korelasi nol antara matematika dengan olah raga POSITIF makin besar nilai variabel 1 menyebabkan makin besar pula nilai variabel 2 Contoh : makin banyak waktu belajar, makin tinggi skor Ulangan  korelasi positif antara waktu belajar dengan nilai ulangan NEGATIF makin besar nilai variabel 1 menyebabkan makin kecil nilai variabel 2 contoh : makin banyak waktu bermain, makin kecil skor Ulangan  korelasi negatif antara waktu bermain dengan nilai ulangan

4 1. KORELASI PEARSON : apakah di antara kedua variabel terdapat hubungan, dan jika ada hubungan bagaimana arah hubungan dan berapa besar hubungan tersebut. Digunakan jika data variabel kontinyu dan kuantitatif r= nΣXY – (ΣX) (ΣY) nΣX 2 – (ΣX) 2 xnΣY 2 – (ΣY) 2 Contoh : 10 orang siswa yang memiliki waktu belajar berbeda dites dengan tes IPS Siswa : A B C D E F G H I J Waktu (X) : Tes (Y) : Apakah ada korelasi antara waktu belajar dengan hasil tes ? ΣXY = jumlah perkalian X dan Y ΣX 2 = jumlah kuadrat X ΣY 2 = jumlah kuadrat Y N = banyak pasangan nilai Di mana : SiswaXX2X2 YY2Y2 XY A B ΣXΣX 2 ΣYΣY 2 ΣXY √ √

5 2. KORELASI SPEARMAN (rho) dan Kendall (tau) : Digunakan jika data variabel ordinal (berjenjang atau peringkat). Disebut juga korelasi non parametrik r p =1 - 6Σd 2 N(N 2 – 1) N = banyak pasangan d = selisih peringkat Di mana : Contoh : 10 orang siswa yang memiliki nilai matematika dan statistik Siswa : A B C D E F G H I J Matematika: Statistik : Hitunglah koefesien korelasi rank rhonya ? SiswaABCD Matematika Statistik d d2d2 Σd 2

6 Chi-Square (tes independensi) : menguji apakah ada hubungan antara baris dengan kolom pada sebuah tabel kontingensi. Data yang digunakan adalah data kualitatif. X 2 = (O – E) 2 E Σ Di mana O = skor yang diobservasi E = skor yang diharapkan (expected) Contoh : Terdapat 20 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki yang fasih berbahasa Inggris, serta 10 siswa perempuan dan 30 siswa laki-laki yang tidak fasih berbahasa Inggris. Apakah ada hubungan antara jenis kelamin dengan kefasihan berbahasa Inggris ? Ho = tidak ada hubungan antara baris dengan kolom H1 = ada hubungan antara baris dengan kolom L P Fasih Tidak fasih Σ Σ ab cd OE(O-E)(O-E) 2 (O-E) 2 /E a20(a+b)(a+c)/N b10(a+b)(b+d)/N c10(c+d)(a+c)/N d30(c+d)(b+d)/N df = (kolom – 1)(baris – 1) Jika X 2 hitung < X 2 tabel, maka Ho diterima Jika X 2 hitung > X 2 tabel, maka Ho ditolak

7 Chi-Square dengan menggunakan SPSS KASUS : apakah ada hubungan pendidikan dengan status marital responden Ho = tidak ada hubungan antara baris dengan kolom atau tidak ada hubungan pendidikan dengan status marital H1 = ada hubungan pendidikan dengan status marital Dasar pengambilan keputusan : 1.X 2 hitung X 2 tabel  Ho ditolak 2.probabilitas > 0.05  Ho diterima ; probabilitas < 0.05  Ho ditolak Hasil : tingkat signifikansi = 5% ; df = 6 ; X 2 tabel = ; X 2 hitung = ; asymp. sig = ; contingency coeff. = Karena : X 2 hitung < X 2 tabel maka Ho diterima asymp. Sig > 0.05 maka Ho diterima Artinya tidak ada perbedaan tingkat pendidikan berdasarkan status maritalnya dan hal ini diperlihatkan dengan kuatnya hubungan yang hanya 30.8% pendidikan terakhir Total S1S2S3 status perkawinan belum kawin kawin janda duda 4408 Total Valuedf Asymp. Sig. (2-sided) Pearson Chi-Square 9,4316,151 Likelihood Ratio 9,5416,145 Linear-by-Linear Association 3,0701,080 N of Valid Cases 90 ValueApprox. Sig. Nominal by NominalContingency Coefficient,308,151 N of Valid Cases 90

8 Regresi Dari derajat (pangkat) tiap peubah bebas Linier (bila pangkatnya 1) Non-linier (bila pangkatnya bukan 1) Dari banyaknya peubah bebas (yang mempengaruhi) Sederhana (bila hanya ada satu peubah bebas) Berganda (bila lebih dari satu peubah bebas) 8

9 Regresi Linier Sederhana Model Y i =  +  X i +  i  Y i merupakan nilai pengamatan ke-i.   adalah parameter regresi (intersep)   1 adalah parameter regresi (slope)   i kesalahan ke-i. Asumsi : peubah X terukur tanpa kesalahan; X tidak memiliki distribusi (bukan random variable) kesalahan menyebar normal dengan rata-rata nol dengan simpangan baku  . 9

10 Regresi Linier Sederhana Atau dapat ditulis dengan Persamaan Regresi Linier dari X terhadap Y dirumuskan : Atau dapat ditulis dengan 10

11 RUMUS I 11

12 RUMUS II 12

13 RUMUS III 13

14 Contoh……. Berikut ini data mengenai pendapatan dan konsumsi Pertanyaanya : a. Tentukan nilai a dan b b. Buatkan persamaan garis regresinya c. Berapa kenaikan konsumsi jika pendapatan seseorang sebesar 3 ribu 14 YX


Download ppt "UPN “VETERAN” JATIM. Pengertian Regresi merupakan teknik statistika yang digunakan untuk mempelajari hubungan fungsional dari satu atau beberapa peubah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google