Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

© Global Association of Risk Professionals 4 Sifat Dasar Risiko Pasar dan Risiko Treasury.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "© Global Association of Risk Professionals 4 Sifat Dasar Risiko Pasar dan Risiko Treasury."— Transcript presentasi:

1 © Global Association of Risk Professionals 4 Sifat Dasar Risiko Pasar dan Risiko Treasury

2 © Global Association of Risk Professionals 4. Market Risk & Treasury Risk 4.1 NATURE OF MARKET RISK Kerugian karena pergerakan harga pasar dari posisi on dan off balance sheet. Tidak masuk disini jk bank sebagai perantara. Mencakup trading & banking book JenisSpecificGeneral Market Faktor Berlaku untuk sekuritas atau penerbit tertentu Berlaku untuk seluruh instrumen Contoh Penurunan peringkat obligasiPenurunan suku bunga pasar KategoriSuku bungaEkuitasValasKomoditas Faktor Perubahan suku bunga. Misal : perubahan BI-rate Perubahan harga sahamPerubahan kurs valasPerubahan harga komoditas Berlaku untuk Instrumen yang dinilai dengan yield curve Instrumen yang dinilai dengan harga pasar ekuitas Instrumen yang dinilai dlm mata uang yg berbeda dg mata uang bank dimaksud Posisi komoditas dan setiap posisi turunan (derivatif) komoditas Penentu Harga Pasar FaktorDeskripsi Supply & demandDampak jk. pendek LiquiditySpread & biaya transaksi rendah pada pasar yg likuid Official interventionDampak bisa segera / jk. panjang ArbitrageKerena perbedaan harga di pasar berbeda. Bersifat sangat pendek Economic, political & natural disasters Berdampak dramatik jk pendek Underlying economic Paling berpengaruh dlm jk panjang. Bisa juga berdampak jk pendek 4.2 TRADING ACTIVITIES -Bank melalukan hedging dg bank lain atas posisi yg dibuat nasabah -Risiko: harga berubah antara saat eksekusi dg nasabah & eksekusi hedging. -Risikonya paling rendah -Profit: selisih harga nasabah & interbank -Bank menetapkan limit risiko untk tiap trader -Eksekusi ada pada trader -Posisi tercipta bisa dari nasabah atau oleh trader sendiri -Trader membuat (quote) harga -Mengambil posisi berlawanan dg yang diambil pasar (nasabah) -Profit: selisih spread harga jual & beli Matched book (position)HedgingMarket maker Strategi Perdagangan Cakupan MRBanking book & trading book Pengelola-Banking book oleh Treasury -Trading book oleh trading room (trader) Pengelolaan (lihat 4.3) -Closely matching -Hedging dg cash atau derivatives instruments. Menimbulkan residual risk Basis riskPerubahan hubungan antara harga suatu posisi & harga instrumen untuk hedging Management & Hedging 4.3 TRADING INSTRUMENTSTRADING INSTRUMENTS 4.4 MARK-TO-MARKETMARK-TO-MARKET 4.5 TREASURY RISKTREASURY RISK 4.6 ASSET LIABILITY MGT.

3 © Global Association of Risk Professionals 4. MARKET RISK & TREASURY RISK 4.3 TRADING INSTRUMENTS CASH InstrumenDeskripsiRisikoAplikasi Spot FXPertukaran dlm mata uang berbeda maks 2 hari kerjaFX Forward FXPertukaran dlm mata uang berbeda dimasa datang (lebih lama dari dua hari) dg kurs yg disepakati saat ini Bunga & FX FX rate swapKombinasi transaksi spot & forward dalam mata uang berbeda sekaligus Bunga Loan & DepositDiperdagangkan di pasar uang antara bank dengan bunga tetap. Umumumnya untuk pemenuhan likuiditas Bunga BondsPembayaran bunga tetap secara periodik dan pokok pinjaman saat jatuh tempo. Obligasi diperdagangkan di pasar sekunder Bunga & spesifik EquityPembelian dan penjualan saham perusahaan yang tercatat di berbagai bursa (pasar sekunder) Ekuitas & spesifik Commodity (Physical)Membeli/menjual produk fisik (hasil pertanian, emas) dipasar sekunder pada harga & waktu yg telah disepakati. OTC traded Komoditas Commodity (Forward)Komdts & bunga DERIVATIVES: Nilainya tergantung pada underlying assets. Tidak terdapat pertukaran principal Future contracts (Exchange traded) Kesepaktan untuk masuk kontrak underlying (beli / jual) dimasa datang pada harga yang disepakati. Bunga & risk in underlying Interest rate swap (OTC traded) Pertukaran suku bunga (fixed/floating) periodik dimasa datang, tanpa perukaran principal. Bunga Currency swap (OTC traded) Pertukaran suku bunga periodik dimasa datang dalam mata uang berbeda disertai pertukaran mata uang pada kurs spot. Bunga & FX FRA (OTC traded) Kontrak untuk memberi pinjaman/meminjam pada harga tertentu dimasa datang. OTC traded Bunga Option (Exchange traded) Memberi hak kepada pembelinya untuk masuk kontrak underlying pada harga yang disepakati Bunga, risk in underlying & volatility

4 © Global Association of Risk Professionals OPTION Istilah-istilah CallSuatu opsi yang memberi hak kepada pembelinya untuk membeli underlying instrument PutSuatu opsi yang memberi hak kepada pembelinya untuk menjual underlying instrument PremiumNilai yang dibayar oleh pembeli kepada penjual Strike price (X)Harga eksekusi (harga beli untuk call dan jual untuk put) dari underlying instruments Expiry dateTanggal terakhir dimana opsi harus dieksekusi (tanggal jatuh tempo) AmericanSuatu opsi yang dapat dieksekusi setiap saat sepanjang umur opsi EuropeanOpsi yang dapat dieksekusi hanya pada saat jatuh tempo Long positionPosisi membeli hak Short positionPosis menjual hak Determinants of Price Current price of underlying C = S – X, semakin tinggi harga pasar underying semakin tinggi harga call P = X – S, semakin tinngi harga pasar undelying semakin rendah harga put Strike priceC = S – X, semakin tinggi harga pasar underying semakin rendahi harga call P = X – S, semakin tinngi harga pasar undelying semakin tinggi harga put MaturitySemakin lama jatuh tempo semakin tinggi harga call maupun put VolatilitySemakin besar volatilitas harga undelying semakin tinggi harga call maupun put

5 © Global Association of Risk Professionals 4. MARKET RISK & TREASURY RISK 4.4 PRICING & MARK-TO-MARKET Mark-to- Market Merupakan proses revaluasi posisi dg mengunakan harga pasar yang berlaku Nilai suatu instrumen merupakan nilai sekarang dari aliran kas dimasa datang yang didiskonto dengan menggunakan tingkat bunga pasar yang berlaku Bank menggunakan yield curve untuk menentukan tingkat bunga pasar Nilai dari produk yang terkait dengan bunga dan semua produk dg arus kas masa datang sensitif terhadap yield curve (bunga) Jenis Yield Curve Cash: untuk menilai posisi loan & deposit Derivative: untuk menilai semua jenis derivative Bond: untuk menilai obligasi yang tidak aktif diperdagangkan Basis: untuk menilai non-interbank based rate (discounting bill) Bond, Equity, Commodity & Foreign Exchg Transaksi spot dininilai berdasarkan perbedaan antara harga semula dengan harga pasar yang berlaku saat ini Forward rate = spot rata adjusted by forward margin Forward margin merupakan fungsi dari: (Id – If) x (t/365); Id = suku bunga domestik, If = suku bunga asing, t = sisa jatuh tempo Transaksi forward dinilai dengan membanding margin awal dan margin saat ini OptionPenentu utama harga opsi: Strike price relatif terhadap harga pasar saat ini dr underlying asset : C = S – X, P = X - S Waktu jatuh tempo Volatilitas harga underlying asset Proses Mark-to Market Merupakan proses mengumpulkan dan memverifikasi harga serta memasukkannya kedalam sistem penilaian dari bank untuk menentukan nilai saat ini setiap instrumen Nilai saat ini (current value) disebut juga dengan Replacement Value karena menunjukkan nilai yang harus dibayar bank untuk mengganti instrumen tersebut saat ini Merupakan daily process yang dilakukan oleh departement yang terpisah dari trader Didasarkan pada harga penutupan dari broker (OTC products: forward, swap) Harga penutupan bursa (saham, futures & options) Kegunaan Current Value - Perhitungan laba rugi = current value – original value - Perhitungan counterparty credit risk - Collateral untuk OTC transaction - Margin untuk future contracts - Cash settlements

6 © Global Association of Risk Professionals 4.5 TREASURY RISK DefinisiMerupakan risiko kerugian dari kegiatan treasury bank Cakupan fungsi - Praktek-Tergantung pada model usaha yang digunakan bank: -Sering mencakup trading actvities -Capital & liquidity management activities -Mengelola risiko lain, seperti risiko FX Cakupan fungsi - Sertifikasi- Interest rate in banking book - Liquidity risk - Capital management 4.6 ASSETS LIABILITY MANAGEMENT Tujuan (fungsi) ALM-Mengelola interest rate in bankinng book -Menjamin stabilitas nilai usaha (NII) - plus - -Menjaga tingkat likuiditas -Memperhatikan berbagai issue yang mempengaruhi bentuk & strukstur neraca bank -Memperhatikan berbagai issue yang mempengaruhi stabilitas laba Interest Rate in Banking Book -Merupakan risiko kerugian karena pergerakan suku bunga yang tidak menguntungkan, terutama bersumber dari jenis bisnis yang dijalani bank dengan nasabah (deposit & lending) -Contoh: Bank memberik kredit jk panjang dg bunga tetap tetapi simpanan nasabah bersifat jk. PendekContoh Bentuk & Struktur Neraca-Dipengaruhi oleh struktur aktiva dan pasiva bank -Contoh: bank internasional dimana permodalan dalam mata uang domestik, tetapi pendapatan dan aset dalam mata uang asing Issue dalam ALM untuk Bank Umum -Neraca bank bukan merupakan kumpulan aset dan kewajiban yang stabil -Penilaian kembali asset dan kewajiban tidak bersifat kontraktual -Sekirangkali sedikit/tidak ada korelasi antara retail product dan wholesale rates -Retail product sering kali memberikan opsi yang tidak rasional 4. MARKET RISK & TREASURY RISK

7 © Global Association of Risk Professionals Contoh 1: FUTURE atau FORWARD VALAS Bank X akan MENERIMA pinjaman dalam US$1.000 dalam waktu 3 bulan mendatang What is the risk? Rupiah menguat atau US$ melemah  misal sekarang Rp/US$ = dalam 3 bulan menjadi  sekarang US$1.000 = Rp dalam 3 bulan menjadi Rp Solusinya! Bank X hedging dengan masuk kontrak JUAL Future Valas atau JUAL kontrak Forward Valas 3 bulan. Misal harganya adalah Rp/US$ = Manfaatnya: 1.Tanpa kontrak future atau forward: Nilai pinjaman yang diterima = Rp ,- 2.Dengan JUAL kontrak future atau forward: Nilai pinjaman yang diterima = Rp Untung Rp ( – ) Remember! 1.Jika akan MENERIMA dana dalam Valas  berarti pada saat menerima Bank akan menukar (MENJUAL)Valas tersebut  supaya terlindungi nilainya maka hedgingnya harus MENJUAL future atau forward Valas. 2.Jika akan MEMBAYAR dana dalam Valas  berarti Bank akan MEMBELI Valas tersebut  supaya terlindungi nilainya maka hedgingnya harus MEMBELI future atau forward Valas.

8 © Global Association of Risk Professionals Contoh 2: FUTURE atau FORWARD VALAS Bank X akan MEMBAYAR pinjaman dalam US$1.000 dalam waktu 3 bulan mendatang What is the risk? Rupiah melemah atau US$ menguat  misal sekarang Rp/US$ = dalam 3 bulan menjadi  sekarang US$1.000 = Rp dalam 3 bulan menjadi Rp Solusinya! Bank X hedging dengan masuk kontrak BELI Future Valas atau BELI kontrak Forward Valas 3 bulan. Misal harganya adalah Rp/US$ = Manfaatnya: 1.Tanpa kontrak future atau forward: Nilai pinjaman yang dibayar = Rp ,- 2.Dengan BELI kontrak future atau forward: Nilai pinjaman yang dibayar = Rp Untung Rp ( – )

9 © Global Association of Risk Professionals 4.3.2Cash instruments – foreign exchange rate swap – contoh Bank X (USA) harus membayar JPY dalam 3 bulan yad. Bagaimana strateginya ? (Spot = JPY 100/USD ; Forward = JPY 99,50/USD) 1.Hari ini disediakan $ 9,9755 untuk diinvestasikan selama 3 bln (3% p.a.) Tiga Bulan Kemudian : 1.Menerima $ 9,9755 x (1,0075) = $ 10, Digunakan untuk membayar kontrak FORWARD beli JPY. Jika menggunakan kontrak forward saja : 1.FORWARD beli JPY 3 bulan senilai JPY Dana dibutuhkan saat jatuh tempo = $ 10,0503 (1.000/99,50) 3.Bagaimana jika dana akan disediakan hari ini ? 1.Hari ini disediakan ¥ 997,55 dijual pada pasar spot 2.Terima ¥ 997,55 / ¥ 100/$ = $ 9, Investasi 3 bulan (3% p.a.) Tiga Bulan Kemudian : 1.Menerima $ 9,9755 x (1,0075) = $ 10, Digunakan untuk membayar kontrak FORWARD beli JPY. Dana tersedia dalam $ Dana tersedia dalam ¥

10 © Global Association of Risk Professionals Contoh 3: SWAP SUKU BUNGA Bank X akan MEMBERI pinjaman jangka panjang dengan bunga tetap, TETAPI sumber dananya adalah deposito 3 bulan. What is the risk? Bunga jangka pendek, misal SBI, naik!  Jika bunga SBI naik biasanya diikuti dengan bunga deposito naik, TETAPI bunga pinjaman jangka panjang tidak bisa dinaikkan segera. Jadi Net Interest Margin bank akan turun  bunga yang diterima dari debitur tidak naik, tetapi bunga yang dibayar ke deposan naik Solusinya! Bank X hedging dengan cara masuk kontrak SWAP SUKU BUNGA, dengan Swap Dealer atau Bank Lain: Bank MENERIMA bunga mengambang (misal SBI) dan MENYERAHKAN bunga tetap yang diterima dari debitur

11 © Global Association of Risk Professionals DEPOSANBANK XDEBITUR SWAP DEALER Tetap 10% Tetap 9% Deposito 3 bln 8% (1) 1.Bila bunga SBI naik dari 9% ke 10% DAN bunga deposito juga naik menjadi 9% maka NIM turun dari 2% menjadi 1% 2.SWAP: menyerahkan bunga tetap dan menerima bunga mengambang SBI maka NIM tetap 2%: 1% (10% - 9%) + 1% (9% - 8%), TETAPI bank harus bayar fee Swap 3.Dengan SWAP, NIM bank tidak terlalu terpengaruh oleh perubahan suku bunga jangka pendek (SBI) (2) SBI 9%

12 © Global Association of Risk Professionals Contoh 4: SWAP VALAS Bank X menerima PINJAMAN dalam Valas (misal US$) untuk dua tahun. Dana ini digunakan untuk memberikan Kredit dalam Rupah What is the risk? Rupiah melemah terhadap US$ 1.Bunga yang dibayar akan meningkat 2.Saat jatuh tempo, nilai pokok pinjaman juga meningkat Solusinya! Bank X hedging dengan masuk kontrak SWAP VALAS, dengan Swap Dealer atau Bank Lain. 1.Awal Kontrak: Bank MENYERAHKAN US$ ke Swap Dealer dan menerima Rp dari Swap Dealer 2.Secara periodik: menerima bunga US$ dari Swap dealar  diserahkan ke Kreditur US$ DAN membayar bunga Rupiah ke Swap Dealer 3.Akhir Kontrak: Bank MENERIMA KEMBALI US$ dari Swap Dealer untuk diserahkan ke Kreditur US$ EFEKTIF! 1.Bank X pinjam dalam Rp dan membayar bunga Rp. 2.TETAPI Bank X masih terekspose terhadap risiko Valas atas: POKOK PINJAMAN (perubahan kurs saat pinjam dan saat bayar) dan BUNGA PERIODIK (karena bunga yang dibayar dalam Rp. tetapi bunga yang diterima dalam US$)

13 © Global Association of Risk Professionals KREDITUR US$ BANK X SWAP DEALER US$ Asumsi Kurs Rp/US$: US$1.000 = Rp (1) (2) BANK X SWAP DEALER Bunga US$ 5% Bunga = 5% x $1.000 = $50 Bunga Rp. 10% Bunga = 10% x Rp =Rp BANK X (3) SWAP DEALER Asumsi Kurs Rp/US$: US$1.000 = Rp KREDITUR US$ US1.000 US$1.000

14 © Global Association of Risk Professionals 4.1 SIfat dasar risiko pasar 4.1Sifat dasar risiko pasar Risiko pasar (Market risk) merupakan risiko kerugian dari posisi yang tercatat di neraca (on balance) maupun yang tidak tercatat di neraca (off balance) yang diakibatkan oleh pergerakan pasar. Bank yang memiliki instrumen keuangan yang tercatat di neraca akan terkena risiko pasar. Tetapi bank yang bertindak sebagai perantara atas suatu transaksi yang tidak dibukukan di neraca tidak terkena risiko pasar

15 © Global Association of Risk Professionals 4.1 Sifat dasar risiko pasar Risiko pasar terdiri dari: risiko spesifik (specific risk) merupakan risiko pergerakan harga yang tidak menguntungkan atas suatu sekuritas yang disebabkan oleh faktor yang hanya berlaku pada sekuritas tersebut atau penerbit sekuritas tersebut. Sebagai contoh, turunnya harga suatu obligasi akibat penurunan peringkat (rating) kredit dari penerbit obligasi tersebut mengalami penurunan. Informasi ini khususnya akan berpengaruh terhadap obligasi yang dikeluarkan oleh penerbit tersebut dan tidak terhadap harga obligasi secara umum. risiko pasar bersifat umum (general market risk) merupakan risiko pergerakan harga yang tidak menguntungkan yang berlaku untuk seluruh surat berharga. Sebagai contoh, penurunan tingkat bunga pasar (SBI, bunga Fed) akan berdampak pada semua instrumen surat berharga yang terkait dengan bunga (mis. Obligasi).

16 © Global Association of Risk Professionals 4.1 Sifat dasar risiko pasar Risiko pasar yang bersifat umum dapat dibagi menjadi empat kategori utama untuk keperluan analisis: risiko suku bunga risiko posisi ekuitas risiko kurs risiko posisi komoditas. Perlu diperhatikan bahwa masing-masing kategori risiko saling terkait (not mutually exclusive) karena perubahan nilai suatu risiko dapat mempengaruhi jenis risiko pasar lainnya.

17 © Global Association of Risk Professionals 4.1 SIfat risiko pasar 4.1Sifat risiko pasar – risiko suku bunga Risiko suku bunga (Interest rate risk) merupakan potensi kerugian akibat pergerakan bunga yang tidak menguntungkan. Risiko ini berlaku untuk semua instrumen surat berharga yang menggunakan paling tidak satu yield curve dalam menghitung nilai pasarnya

18 © Global Association of Risk Professionals 4.1 Sifat dasar risiko pasar 4.1Sifat dasar risiko pasar – risiko suku bunga – contoh Orange County, California Pada bulan Desember 1994 Orange County, suatu lembaga pemerintah lokal di California - USA, mengejutkan pasar dengan mengumumkan bahwa investment pool (semacam reksadana) yang dikelolanya telah mengalami kerugian sebesar USD 1.6 bn, merupakan kerugian terbesar yang pernah dialami oleh lembaga pemerintah daerah. Kerugian ini ditimbulkan oleh aktivitas investasi yang tidak terawasi yang oleh treasurer (pengelola dana) daerah tersebut yang mengelola suatu portofolio sebesar USD 7.5 bn milik beberapa sekolah, kota daerah tersebut. Dengan melakukan investasi pada instrumen derivatif, treasurer berspekulasi bahwa suku bunga akan turun atau tetap rendah. Strategi ini bekerja dengan baik sampai tahun 1994 ketika Federal Reserve membuat serangkaian kenaikan suku bunga yang mengakibatkan kerugian sangat besar dalam investment pool tersebut. investment pool tersebut dilikuidasi pada Desember 1994 dengan mengalami kerugian sebesar USD 1.6 bn. Tidak lama setelah likuidasi, suku bunga turun sebesar 2.5% dimana, jika portofolio dipertahankan, akan mengurangi kerugian menjadi sebesar USD 200 m. Beberapa analis pasar memperkirakan suku bunga akan turun cepat pada tahun 1995.

19 © Global Association of Risk Professionals 4.1 Sifat dasar risiko pasar 4.1Sifat risiko dasar pasar – risiko posisi ekuitas Risiko posisi ekuitas (Equity position risk) merupakan potensi kerugian akibat pergerakan harga saham yang tidak menguntungkan. Risiko ini berlaku untuk semua instumen yang menggunakan harga pasar saham sebagai dasar penilaiannya. Contoh- Morgan Grenfell Private Equity Pada Februari 2001 Financial Times memuatkan pengumuman bahwa Morgan Grenfell Private Equity (MGPE) telah mengalami kerugian sebesar GBP 150 m atas kepemilikan saham di EM.TV, sebuah group media Jerman. MGPE pada mulanya memiliki saham tersebut sebagai bagian dari suatu transaksi penjualan sahamnya di F1 dan sebagai gantinya memperoleh saham EM.TV. Saham di EM.TV turun sebesar 90%.

20 © Global Association of Risk Professionals 4.1 Sifat dasar risiko pasar 4.1Sifat dasar risiko pasar – risiko kurs Risiko kurs (Foreign exchange risk) merupakan potensi kerugian akibat pergerakan kurs yang tidak menguntungkan. Risiko ini berlaku untuk semua produk atau posisi yang terkait dengan kurs, yang dinilai dalam mata uang berbeda dengan mata uang yang digunakan dalam pelaporan bank yang bersangkutan Contoh - Telekomunikasi Indonesia Pada Agustus Telekomunikasi Indonesia mengalami kerugian bersih sebesar USD 101m sebagai akibat dari kerugian selisih kurs yang kira-kira setara dengan USD 150m. Kerugian ini sebagai akibat pinjaman dalam valas senilai USD 306m, JPY 11bn dan FRF 130m, yang telah dikonversi kedalam mata uang rupiah. Devaluasi rupiah terhadap USD, JPY and FRF menyebabkan Telekomunikasi Indonesia harus membayar kira-kira USD 150m lebih banyak dari pinjaman yang diterima.

21 © Global Association of Risk Professionals 4.1 Sifat dasar risiko pasar 4.1Sifat dasar risiko pasar – risiko posisi komoditas Risiko posisi komoditas (Commodity position risk) merupakan potensi kerugian dari pergerakan harga komoditas yang tidak menguntungkan. Risiko in berlaku untuk semua posisi komoditas dan setiap posisi turunan dari komoditas (derivative commodity positions). Contoh - Sumitomo Corporation Pada bulan Juni 1996 Sumitomo Corporation melaporkan bahwa perusahaan mengalami kerugian sebesar USD 1.8bn selama 10 tahun sebagai akibat dari perdagangan tembaga yang dilakukan oleh senior trader perusahaan. Pada saat itu diperkirakan bahwa investment banks yang melakukan transaksi pada derivatif atas komoditas secara kolektif mengalami kerugian sebesar USD 100m akibat volatilitas harga tembaga.

22 © Global Association of Risk Professionals 4.1 SIfat dasar risiko pasar 4.1Sifat dasar risiko pasar – harga pasar Harga pasar dipengarahui oleh beberapa faktor antara lain: a.Penawaran dan permintaan atas suatu produk akan mempengaruhi tingkat harga dalam jangka pendek ketika market makers menyesuaikan harga mereka sebagai respon terhadap aktivitas pasar. b.Likuiditas bisa cukup berpangaruh terhadap harga pasar. Suatu pasar yang likuid memiliki banyak market makers dan mendorong volume perdagangan yang tinggi. Dealing spreadsnya kecil yang berarti biaya transaksi bagi pedagang lebih rendah. Pasar yang tidak likuid spreads akan melebar. Pasar yang likuid bisa menjadi tidak likuid menjelang liburan atau pengumuman ekonomi.

23 © Global Association of Risk Professionals 4.1 Sifat dasar risiko pasar 4.1Sifat dasar risiko pasar – harga pasar c.Intervensi oleh otoritas keuangan memiliki pengaruh jangka pendek terhadap tingkat harga di pasar, seperti penurunan tingkat bunga atau devaluasi mata uang d.Arbitrage terjadi bila suatu instrumen yang diperdagangkan pada lebih dari satu pasar memiliki harga yang berbeda antar pasar. Sebagai contoh, jika suatu saham diperdagangkan di pasar London and New York dan harga di London lebih tinggi dari harga di New York, para pedagang akan menjual saham di London dan seketika itu juga membeli saham di New York guna mendapatkan keuntungan. Peluang arbitrage hanya ada dalam waktu yang sangat pendek

24 © Global Association of Risk Professionals 4.1 Sifat dasar risiko pasar 4.1Sifat dasar risiko pasar – harga pasar e.Kejadian ekonomi & politik bersama-sama dengan bencana alam dapat memiliki pengaruh jangka pendek yang sangat besar terhadap harga pasar. Beberapa dampak bisa bersifat lokal di suatu pasar tertentu sementara kejadian-kejadian besar bisa berpengaruh terhadap pasar secara keseluruhan. f.Faktor fundamental ekonomi merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap harga pasar dalam jangka panjang. Sebagai contoh, tingkat kurs antar dua negara akan merefleksikan tingkat inflasi dan kinerja ekonomi relatif masing- masing negara.

25 © Global Association of Risk Professionals 4 Sifat Dasar Risiko Pasar dan Risiko Treasury 4.2 Aktivitas Perdagangan

26 © Global Association of Risk Professionals 4.2 Aktivitas perdagangan 4.2.1Pengembangan aktivitas perdagangan Dalam kegiatan perdagangan, suatu bank membeli dan menjual instrumen keuangan atas nama bank. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh keuntungan dari pergerakan harga pasar yang menguntungkan. Dalam aktivitas ini berarti bank berada pada risiko bila nilai instrumen keuangan tersebut turun. Bank bisa menggunakan satu dari tiga strategi perdagangan umum untuk setiap produk yang diperdagangkan. Strategi dengan risiko pasar paling kecil adalah menggunakan ‘matched book’. strategi matched book berarti trading desk segera menyesuaikan semua posisi nasabah dengan posisi yang sama atau berlawanan, dengan bank lain. Satu-satunya risiko pasar yang ada adalah kemungkinan bahwa harga pasar bergerak pada waktu antara eksekusi transaksi dengan nasabah dan eksekusi transaksi untuk melindungi transaksi dengan nasabah tersebut, yang dikenal dengan ‘covering’ or ‘hedging’ transaction.

27 © Global Association of Risk Professionals 4.2 Aktivitas perdagangan 4.2.1Pengembangan aktivitas perdagangan Strategi kedua adalah dengan mengeksekusi transaksi covering atau hedging dimana kewenangan eksekusi diberikan pada trading desk, namun bank menetapkan batas risiko pasar tertentu yang boleh diambil oleh trader. Posisi yang ada bisa berasal dari transaksi nasabah atau posisi yang tercipta dari transaksi yang dilakukan trader di pasar. Transaksi ini memungkinkan trader menetapkan waktu yang tepat melakukan aktivitas perdagangan guna mengambil keuntungan dalam pergerakan harga pasar.

28 © Global Association of Risk Professionals 4.2 Aktivitas perdagangan 4.2.1Pengembangan aktivitas perdagangan Strategi ketiga adalah menjadi market maker atas suatu produk. Hal ini berarti bahwa trader akan menetapkan kuotasi harga beli dan harga jual. Market maker akan mengambil posisi yang berlawanan dengan posisi yang diambil pasar (beli atau jual). Strategi ini tergantung pada likuiditas pasar dan ketersediaan market maker lain dengan siapa trader bertransaksi untuk melindungi risikonya. Seorang market maker berharap memperoleh keuntungan dari spread antara harga beli dan jual. Market maker juga memperoleh keuntungan dari informasi yang diperoleh dari perdagangan yang dieksekusi. Dalam pasar yang bergerak cepat, pedagang harus mengambil posisi yang bisa menyebabkan kerugian. Oleh karena itu penting bagi trader untuk disiplin dalam mengelola risiko, dan bahwa bank menetapkan dan memonitor batas yang sesuai.

29 © Global Association of Risk Professionals 4.2 Aktivitas perdagangan 4.2.1Pengembangan aktivitas perdagangan Bank cenderung merubah strategi ketika usahanya tumbuh dan akan terdapat lebih dari satu strategi yang digunakan atas produk-produk yang ada trading book bank. Secara historis, banyak aktivitas perdagangan tumbuh dari keinginan bank untuk melayani aktivitas komersial nasabahnya. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan aktivitas perdagangan di pasar valas. Pasar ini telah menjadi salah satu pasar yang paling bebas diperdagangkan di dunia, tetapi asal usulnya dapat ditelusuri kembali ke peluncuran kurs mengambang di tahun 1970-an. Bagi nasabah yang melakukan kegiatan dalam bisnis internasional, hal ini menciptakan risiko baru, yang mereka kelola melalui jasa yang ditawarkan bank.

30 © Global Association of Risk Professionals 4.2 Aktivitas perdagangan 4.2.1Pengembangan aktivitas perdagangan Perkembangan pasar valas merupakan contoh tepat mengenai bagaimana perdagangan atas suatu instrumen cenderung berkembangan dalam suatu bank. Tahap pertama adalah suatu bank akan mempertahankan matched position dalam suatu instrumen. Hal ini berarti bank melakukan kesepakatan dengan seorang nasabah dan segera melindungi risikonya dengan melakukan transaksi dengan bank lain yang sepenuhnya sesuai dengan transaksi nasabah. Keuntungan bagi bank berasal dari perbedaan harga yang diberikan kepada nasabah dan harga antar bank.

31 © Global Association of Risk Professionals 4.2 Aktivitas perdagangan 4.2.1Pengembangan aktivitas perdagangan Tahap kedua dalam pengembangan aktivitas perdagangan bank terjadi ketika bank memegang posisi yang tercipta dari transaksi dengan nasabah sebagai antisipasi pergerakan yang menguntungkan (bagi bank) dalam harga pasar untuk periode jangka pendek. Periode kepemilikan (holding period) yang diijinkan bagi trader akan semakin lama ketika bank menjadi lebih berpengalaman dalam perdagangan instrumen tersebut. Akhirnya, proses perkembangan ini akan membawa bank melakukan inisiatif perdagangan sebagai antisipasi pergerakan harga pasar. Sampai tahap ini, aktivitas perdagangan tidak lagi tergantung pada aktivitas nasabah.

32 © Global Association of Risk Professionals 4.2 Aktivitas perdagangan 4.2.2Pengelolaan dan hedging posisi Risiko pasar terjadi baik di banking book maupun trading book. Posisi yang dimiliki sebagai bagian dari banking book, meskipun tidak untuk tujuan perdagangan, akan menciptakan risiko pasar karena posisi tersebut dinilai dengan menggunakan kurs valuta dan suku bunga. Manajemen risiko suku bunga di banking book dilaksanakan oleh fungsi Treasury bank. Manajemen risiko pasar dalam trading book dilaksanakan secara terus menerus dalam dealing room bank oleh trader yang diberi wewenang untuk mengambil posisi risiko pasar sampai batas yang ditetapkan oleh bank. Trader diberi wewenang untuk mengeksekusi transaksi atas nama bank dan mengikatkan bank terhadap suatu kewajiban keuangan. Aktivitas ini harus benar-benar dikontrol oleh pihak yang independen dari trader untuk menjamin bank betul-betul memahami risiko yang ada dipembukuannya.

33 © Global Association of Risk Professionals 4.2 Aktivitas perdagangan 4.2.2Manajamen dan hedging posisi Trader mengelola risiko mereka dengan melakukan transaksi dalam instrumen yang sangat sesuai dengan posisi yang dimilki saat ini (matched book). Akan tetapi, ini bukan merupakan metode perlindungan risiko yang paling menguntungkan, sehingga teknis hedging sering digunakan. Trader dapat melindungi risiko mereka dengan mengambil posisi yang sesuai pada underlying instrument. Tetapi bank juga dapat melindungi risiko dengan mengambil posisi pada instrumen lain. Instrumen ini bisa memiliki karakteristik berbeda tetapi perubahan harga pasarnya sangat erat dengan transaksi yang dilindungi. Oleh karena itu, agar sepenuhnya terlindungi, setiap perubahan harga pasar akan menghasilkan perubahan kecil atau tidak ada perubahan dalam nilai pasar portofolio. Seringkali, diperlukan sejumlah tertentu posisi hedging agar sepenuhnya sesuai dengan underlying transaction.

34 © Global Association of Risk Professionals Bank B Interest rate hedge dengan interest rate swap 4.2 Aktivitas perdagangan 4.2.2Manajemen & hedging posisi – contoh Interest Rate Hedge – hedging pinjaman nasabah sebesar USD 5m selama 5 years Pays 5% Fixed Receives 3 month LIBOR Nasabah 6% Fixed Rate Funds flow Bank A Pasar 3 month LIBOR Funds flow

35 © Global Association of Risk Professionals 4.2 Aktivitas perdagangan 4.2.2Manajemen dan hedging posisi Agar strategi hedging mudah dieksekusi, trader melakukan hedging dengan instrumen yang lebih likuid dibanding transaksi yang diproteksi. Selain itu, biaya transaksi biasanya juga lebih rendah pada pasar yang lebih likuid, sehingga menurunkan biaya. Hedging biasanya dilakukan dengan menggunakan instrumen derivatif, karena instrumen derivatif memiliki beberapa keuntungan dibanding instrumen kas: risiko kredit lebih rendah dana yang diperlukan lebih sedikit capital charge lebih rendah likuiditas lebih tinggi biaya transaksi lebih rendah

36 © Global Association of Risk Professionals 4.2 Aktivitas perdagangan 4.2.2Manajemen dan hedging posisi Hedging memiliki banyak keuntungan tetapi memerlukan pengelolaan yang hati-hati, karena instrumen yang digunakan tidak sepenuhnya sama dengan transaksi yang dilindungi (original position). Akan terdapat beberapa residual risk yang belum terlindungi dan risiko ini harus dinilai dan di kontrol.

37 © Global Association of Risk Professionals 4.2 Aktivitas perdagangan 4.2.2Manajemen dan hedging posisi Salah satu residual risk yang paling signifikan adalah Basis risk. Basis risk merupakan risiko atas kemungkinan perubahan dalam hubungan antara harga dari suatu posisi risiko (original position) dengan harga instrumen untuk hedging. Basis risk muncul dalam situasi dimana harga pasar dari masing-masing instrumen adalah berbeda, tetapi masing sangat terkait.

38 © Global Association of Risk Professionals 4.2 Aktivitas perdagangan 4.2.2Manajemen & hedging posisi – contoh Perusahaan Amerika memperoleh kredit dari Bank A dimana ia membayar bunga pinjaman Prime rate. Bunga pinjaman prime rate merupakan bunga mengambang (floating rate) yang dikenakan pada pelanggan yang kualitas kreditnya bagus. Bank A mendanai kredit tersebut melalui pasar antar-bank (interbank) dengan bunga 6 month LIBOR Hal ini menciptakan basis risk karena perbedaan antara prime rate dan six-month LIBOR rate akan berfluktuasi sepanjang umur kredit. Nasabah Bank A Prime Rate Pasar 6 month LIBOR Funds flow

39 © Global Association of Risk Professionals 4.2 Aktivitas pedagangan 4.2.2Manajemen dan hedging posisi Difference between Prime Rate and six-month LIBOR 2.00% 2.20% 2.40% 2.60% 2.80% 3.00% 3.20% 3.40%

40 © Global Association of Risk Professionals 4.2 Aktivitas perdagangan 4.2.3Pengembangan produk baru Aktivitas perdagangan menjadi semakin kompleks ketika pasar menjadi semakin likuid dan canggih. Selain itu, beberapa bank merasa perlu mentransaksikan portofolio instrumen yang lebih luas dibanding yang diminta oleh nasabah Untuk memperluas portofolio transaksinya, bank memerlukan tenaga ahli dibidang perdagangan. Hal yang perlu diperhatikan dalam kondisi seperti ini adalah bank memiliki struktur pengendalian untuk menjamin bahwa mereka memiliki tenaga ahli yang diperlukan untuk mengelola risiko yang tercipta dari aktivitas perdagangan baru tersebut. Bank dapat tergoda untuk masuk ke pasar baru tanpa menunggu pengembangan struktur pengendalian yang memadai dan sepenuhnya mengerti semua risiko yang bisa muncul.

41 © Global Association of Risk Professionals 4.2 Aktivitas perdagangan 4.2.3Pengembangan produk baru Satu elemen kunci dalam pengawasan aktivitas perdagangan oleh supervisor adalah independensi dari prosedur persetujuan untuk peluncuran produk baru. Perlu adanya suatu prosedur persetujuan yang ketat yang melibatkan semua bagian terkait dalam bank. Prosedur persetujuan seharusnya mempertimbangkan hal-hal berikut:

42 © Global Association of Risk Professionals 4.2 Aktivitas perdagangan 4.2.3Pengembangan produk baru Ijin dari regulatorApakah bank memiliki ijin atas produk ini? Pengaruh terhadap modal yang disyaratkan Bagaimana produk ini akan mempengaruhi modal minimum bank? Masalah perpajakanAkan produk ini menciptakan masalah perpajakan baru? Prosedur akuntansiDapatkah bank membukukan produk tersebut dengan prosedur akuntansi yang ada saat ini? Prosedur hukum & dokumentasi Apakah persyaratan hukum telah terpenuhi dan dokumentasi telah disetujui? Persyaratan sistem ITAkankah sistem perdagangan dan penyelesaian transaksi perlu ditingkatkan?

43 © Global Association of Risk Professionals 4.2 Aktivitas perdagangan 4.2.3Pengembangan produk baru Dukungan operasionalDapatkah bank secara akurat membukukan dan mengelola penyelesaian transaksi? Pelaporan manajemen risiko Dapatkan sistem risiko bank mencakup dan melaporkan posisi risiko yang tercipta oleh produk tersebut? Pricing dan valuationApakah prosedur penetapan harga dan mark-to-market procedure telah disetujui? Ketentuan pendanaanAkankah produk berpengaruh signifikan terhadap ketentuan pendanaan bank? Implikasi risiko kreditApakah bank credit lines yang cukup untuk mendukung produk tersebut? Prosedur kepatuhanAkankah produk memerlukan pengembangan prosedur kepatuhan baru?

44 © Global Association of Risk Professionals 4.2 Aktivitas perdagangan 4.2.3Pengembangan produk baru Pertanyaan-pertanyaan diatas menyoroti berbagai masalah yang harus dipertimbangkan oleh suatu bank pada saat meluncurkan produk baru. Setelah suatu produk disetuji, hal selanjutnya yang penting dilakukan adalah memonitor volume perdagangan. Hal ini untuk menjamin bahwa produk tersebut merupakan usaha yang sukses, bukan menjadi permasalahan bagi manajemen. Pergerakan menuju pasar atau produk baru merupakan sinyal bahwa kegiatan perdagangan bank berhasil dan bank sedang berusaha memperluas portofolionya guna meningkatkan pendapatannya. Tetapi, pergerakan menuju pasar atau produk baru juga merupakan masa ujian bagi manajemen bank karena mungkin hal tesebut memerlukan penurunan laba usaha guna mempertahankan prudential control terhadap risiko dan peningkatan modal yang diperlukan untuk mendukung aktivitas perdagangannya.

45 © Global Association of Risk Professionals 4 Sifat Dasar Risiko Pasar dan Risiko Treasury 4.3 Instrumen Perdagangan

46 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Instrumen perdagangan 4.3.1Pendahuluan Instrumen perdagangan bisa dalam berbagai jenis dan karakteristik (flavors). Untuk tujuan sertifikasi, produk yang digunakan adalah instrumen-instrumen yang diperdagangkan secara global. Instrumen-instrumen seperti biasanya dikenal dengan istilah product ‘vanilla’ karena instrumen tersebut tidak kompleks. Tetapi setiap produk standar juga mungkin memiliki versi yang kompleks. Jumlah instrumen yang diperdagangkan cenderung berkembang untuk memenuhi tuntutan pasar. Semua instrumen yang dibahas berikut ini diperdagangkan dalam mata uang US dollar, euro, Japanese yen dan British pound.

47 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Instrumen perdagangan 4.3.2Cash instruments – spot foreign exchange Transaksi valas (foreign exchange) merupakan suatu kesepakatan untuk tukar menukar satu mata uang dengan mata uang lain pada tanggal tertentu dimasa datang. Tanggal pertukaran menentukan jenis transaksi dan pasar dimana instrumen diperdagangkan. Dalam transaksi Spot foreign exchange pertukaran terjadi dalam dua hari kerja, yang dikenal sebagai tanggal spot. Praktek batasan dua hari karena instruksi penyelesaian transaksi antar bank dipengaruhi oleh telegraph dan bank perlu dua hari untuk memastikan dapat dikeluarkan dan dilaksanakan. Meskipun penyelesaian transaksi saat ini dilakuan secara elektronik, ketentuan dua hari tetap berlaku. Pasar untuk transaksi spot barangkali pasar yang paling likuid. Transaksi spot menimbulkan risiko kurs valas.

48 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Instrumen perdagangan 4.3.2Cash instruments – forward foreign exchange Transaksi forward foreign exchange merupakan pertukaran mata uang pada tanggal yang disepakati dimasa datang (lebih lama dari tanggal spot) Pasar forward memperdagangkan untuk jatuh tempo sampai dengan satu tahun, meskipun beberapa bank memberikan quotasi harga untuk periode lebih lama. Transaksi forward menimbulkan baik risiko kurs valas maupun risiko bunga. Hal ini karena kurs valas dimasa datang (forward) ditentukan oleh tingkat bunga relatif antar dua mata uang, serta oleh kurs spot.

49 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Instrumen perdagangan 4.3.2Cash instruments – foreign exchange rate swap Foreign exchange rate swap merupakan suatu kombinasi antara transaksi spot dan forward. Dua pihak melakukan transaksi spot pada harga spot dan transaksi forward pada harga forward secara bersamaan dengan nilai kontrak yang sama dalam mata uang tertentu. Perbedaan antara harga spot dan forward mencerminkan perbedaan suku bunga dalam kedua mata uang selama periode kontrak. Foreign exchange rate swaps menimbulkan risiko suku bunga.

50 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Instrumen perdagangan 4.3.2Cash instruments – foreign exchange rate swap - contoh Bank A dapat membeli US dollars dan menjual Japanese yen untuk 90 hari kedepan dengan kurs yen per 1 US dollar. Sebagai alternatif, bank dapat membeli dollars pada tanggal spot dengan kurs Jika Bank A membeli USD 10m dan menjual JPY 1,000m untuk diserahkan pada tanggal spot dan mempertahankannya selama 90 hari, bank perlu meminjam JPY 1,000m dan meminjamkan USD 10m selama 90 hari. Jika suku bunga US dollar adalah 3% dan untuk yen adalah 1%, maka arus bunga akan sebesar: Membayar JPY 2,500,000 (1,000,000,000 x.01 x 90/360) Menerima USD 75,000 (10,000,000 x.03 x 90/360)

51 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Instrumen perdagangan 4.3.2Cash instruments – foreign exchange rate swap - contoh Setelah 90 hari posisi bank akan menjadi: Long (beli) USD 10,075,000 and Short (jual) JPY 1,002,500,000 Dengan membagi posisi yen dengan posisi US dollar maka diperoleh kurs valas efektif sebesar Angka ini sama dengan kurs forward yang berlaku bagi bank. Kurs forward dihitung dari perbedaan suku bunga untuk menjamin tidak ada peluang arbitrage di pasar. Oleh karena itu kurs forward sangat sensitif dengan perubahan bunga di kedua negara. Spot = Yen 100/USD Bunga Yen = 1% p.a. Bunga USD = 3% p.a. (1+0.01x90/360) F 90 hr = 100 x= (1+0.03x90/360)

52 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Instrumen perdagangan 4.3.2Cash instruments – loans and deposits Loans and deposits dilakukan antar bank dengan bunga tetap selama suatu periode tertentu. Jatuh temponya mulai dari overnight hingga lima tahun. Bunga dibayar pada saat jatuh tempo bersamaan dengan pokok pinjaman, kecuali bila jatuh temponya lebih dari satu tahun dimana pembayaran bunga dilakukan setiap tahun. Pasar uang inter-bank adalah tempat dimana bank memperdagangkan kredit dan dana pihak ketiga diantara mereka. Pasar ini digunakan oleh bank untuk mengambil posisi sebagai antisipasi terhadap pergerakan suku bunga yang menguntungkan. Tetapi, volume perdagangan di pasar banyak ditentukan oleh kebutuhan pendanaan untuk mempertahankan likuiditasnya. Loans and deposits menimbulkan risiko suku bunga.

53 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Instrumen perdagangan 4.3.2Cash instruments – Obligasi Obligasi merupakan instrumen hutang jangka panjang yang diterbitkan oleh peminjam dan sebagai gantinya menerima sejumlah pokok pinjaman dari investor. Penerbit obligasi berkewajiban untuk membayar bunga (kupon) secara reguler sepanjang umur obligasi dan membayar kembali pokok pinjaman, biasanya pada saat jatuh tempo. Obligasi diterbitkan oleh berbagai lembaga dan setiap obligasi merupakan klaim keuangan terhadap lembaga penerbitnya. Suatu ‘vanilla’ bond biasanya membayar bunga tetap (kupon) pada tanggal yang ditetapkan selama umur obligasi dan pokok obligasi dibayar kembali pada saat jatuh tempo. Istilah ‘vanilla’ digunakan untuk menunjukkan bahwa obligasi mempunyai karakteristik standar.

54 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Instrumen perdagangan 4.3.2Cash instruments – bonds Harga obligasi akan dipengaruhi oleh tingkat bunga pasar dan kondisi keuangan penerbit. Lembaga pemeringkat seperti Moody’s dan Standard & Poor’s mengeluarkan beberapa peringkat (grade) yang sensitif terhadap risiko yang mencerminkan risiko kredit dari obligasi (keadaan keuangan penerbit)

55 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Instrumen perdagangan 4.3.2Cash instruments – Obligasi Peringkat tertinggi. Kemampuan untuk membayar bunga dan pokok pinjaman sangat bagus AAAAaa DescriptionS&PMoody’s Obligasi dengan kedaan default. Bunga dan pokok pinjaman tidak bisa dibayar (terhutang). DD Obligasi menimbulkan general interest rate risk dan specific risk (credit risk).

56 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Instrumen perdagangan 4.3.2Cash instruments – equity trading Equity trading merupakan pembelian dan penjualan saham perusahaan yang tercatat di bursa efek seluruh dunia. Saham biasa menunjukkan kepemilikan dalam suatu perusahaan. Pemegang saham berharap akan menerima dividen, yang dibayarkan dari laba yang dihasilkan perusahaan. Pemegang saham juga memperoleh keuntungan dari kenaikan nilai sahamnya (capital gain). Oleh karena itu semakin berhasil perusahaan semakin tinggi keuntungan yang diperoleh oleh pemegang saham. Harga saham mencerminkan persepsi pasar terhadap nilai perusahaan saat ini dan nilai laba dimasa datang. Harga saham akan berfluktuasi ketika pasar menyesuaikan nilai perusahaan dengan informasi baru tentang perusahaan tersebut. Posisi saham menimbulkan risiko ekuitas dan risiko spesifik.

57 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Instrumen perdagangan 4.3.2Cash instruments – commodity trading Commodity trading merupakan pembelian dan penjualan produk fisik yang diperdagangkan di pasar sekunder. Hal ini meliputi produk pertanian, minyak, logam mulia. Produk dibeli dan dijual untuk penyerahan fisik pada lokasi dan tanggal yang disepakati. Banyak produk yang memiliki pasar spot maupun forward dan masing-masing produk memiliki karakteristik khusus yang secara langsung terkait dengan karakteristik fisiknya.

58 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Instrumen perdagangan 4.3.2Cash instruments – commodity trading Satu contoh karakteristik khusus produk dapat dilihat di pasar minyak dimana lokasi sangat penting bagi pembeli. Satu tanker minyak mentah di US memiliki nilai yang berbeda dengan satu tanker di Malaysia karena perbedaan keseimbangan permintaan/penawaran di masing-masing negara dan biaya transportasi minyak antar negara Posisi komoditas menimbulkan risiko komoditas dan posisi forward menimbulkan tambahan risiko suku bunga seperti halnya kontrak forward foreign exchange yang telah dibahas sebelumnya.

59 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Instrumen perdagangan 4.3.3Instrumen derivatif Instrumen derivatif merupakan instrumen yang nilainya tergantung pada instrumen lain, yang dikenal dengan ‘underlying instruments’. Karkateristik penting dari kebanyakan derivatif adalah nilai dasar transaksi (principal) transaksi tidak dipertukarkan. Hal ini sangat mengurangi risiko kredit dan risiko penyelesaian. Derivative juga dikenal dengan ‘contracts for difference’ karena yang dipertukarkan hanyalah hasil perubahan harga relatif dari cash instrument yang mendasarinya. Dengan berkurangnya risiko kredit bank dapat melakukan perdagangan derivatif dengan lebih banyak counterpart dibanding dengan cash instruments. Hal ini membuat pasar derivatif lebih likuid, yang selanjutnya menyebabkan peningkatan volume perdagangan dan risiko yang ditimbulkan.

60 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Instrumen derivatif 4.3.3Instrumen derivatif Beberapa derivatif diperdagangkan pada bursa dan yang lainnya diperdagangkan di pasar over-the-counter (OTC). Pasar OTC adalah pasar dimana bank melakukan pedagangan langsung dengan bank lain, bukannya melalui bursa. Terdapat banyak ‘exotic derivatives’ yang merupakan kombinasi profil risiko dan pembayaran. Tetapi hampir semua jenis derivatif dapat dikelompokan kedalam produk ‘vanilla’ berikut

61 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Trading instruments 4.3.3Instrumen derivatif – kontrak future Salah satu jenis derivatif yang paling penting adalah kontrak future (futures contract). Future kontrak diperdagangkan di bursa, yang bertindak sebagai clearing house untuk semua pihak yang terlibat. Semua perdagangan dilakukan melalui bursa. Hal ini berarti bank tidak ter-exposed terhadap risiko kredit dengan banyak pihak, tetapi hanya dengan risiko kredit bursa. Suatu kontrak future melibatkan penyerahan underlying instrument pada tanggal tertentu dimasa datang. Underlying instrument antara lain saham, obligasi, indeks dan komoditas.

62 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Trading instruments 4.3.3Instrumen derivatif – kontrak future Secara umum kontrak future memiliki karakteristik berikut: diperdagangkan di bursa nilai per kontrak pasti tanggal penyerahan pasti kondisi penyerahan pasti (misal tempat) daily margin calls. Kontrak future mengandung risiko yang sama dengan underlying instrument selain juga risiko suku bunga karena penyerahannya di masa datang.

63 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Trading instruments 4.3.3Instrumen derivatif – kontrak future - contoh Suatu bond future, yang diperdagangkan untuk penyerahan pada bulan Desember 2006 nilainya didasarkan pada harga forward atas underlying bond untuk penyerahan bulan Desember. Jika pembeli mempertahankan posisi hingga tanggal penyerahan, penjual berkewajiban untuk menyerahkan obligasi yang ditetapkan didalam kontrak kepada pembeli. Dalam praktek, jarang sekali terjadi penyerahan fisik karena penyelesaian transaksi dilakukan berdasarkan perbedaan harga pada saat awal kontrak future dan harga pada saat tanggal penyerahan.

64 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Trading instruments 4.3.3Instrumen derivatif – interest rate swap Interest rate swaps (swap suku bunga) merupakan derivatif OTC yang memungkinkan bank dan nasabah untuk mengakses tingkat suku bunga jangka panjang tanpa harus menggunakan pendanaan jangka panjang. Risiko kredit dan kebutuhan likuiditas merupakan kendala utama yang dihadapi bank dalam memberikan kredit jangka panjang kepada nasabah. Sebaliknya, banyak nasabah memiliki proyek jangka panjang yang memerlukan pembiayaan dengan bunga tetap. Swap suku bunga memberikan solusi dengan memungkinkan kedua pihak mempertukarkan arus bunga tanpa mempertukarkan principal.

65 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Trading instruments 4.3.3Instrumen derivatif – interest rate swap Vanilla swaps merupakan swap yang mempertukarkan suku bunga tetap dengan indeks suku bunga mengambang seperti LIBOR 1-bulan, 3-bulan, dan 6-bulan. Hal ini berarti kedua belah pihak setuju untuk mempertukarkan perbedaan antara dua suku bunga pada tanggal pembayaran. Mengingat bunga LIBOR akan berubah dari waktu ke waktu, pertukatan neto akan berbeda sepanjang umur swap. Pasar antar-bank terutama mentransaksikan vanilla swaps tetapi terdapat banyak variasi yang diperdagangkan dengan end-users untuk memenuhi kebutuhannya. Bank menggunakan bauran instrumen hedging untuk mengelola risiko suku bunga yang timbul dari swap. Swap suku bunga menimbulkan risiko suku bunga

66 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Trading instruments 4.3.3Instrumen derivatif – swap suku bunga - contoh Bank B XYZ Company Bank A Pays 6 month LIBOR Pays fixed 5% 6 monthly Receives 6 month LIBOR

67 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Trading instruments 4.3.3Instrumen derivatif – currency swap Currency swap (swap mata uang) memiliki karakteristik sama dengan swap suku bunga kecuali bahwa arus bunga dinyatakan dalam mata uang berbeda. Sebagai contoh pertukaran arus bunga US dollar dengan arus bunga euro. Perbedaan pokok antara interest rate dan currency swaps adalah principal dipertukarkan berdasarkan kurs spot. Currency swaps menimbulkan risiko suku bunga di dua mata uang dan risiko kurs valas.

68 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Trading instruments 4.3.3Instrumen derivatif – currency swap – contoh CustomerBank Stage 1 – Beginning Initial exchange optional Initial exchange with Bank sells GBP v Euro at 1.46 EURO GBP BankCustomer Stage 3 – Maturity Final exchange compulsory EURO GBP Final exchange of currencies at 1.46 (as stage 1) CustomerBank Stage 2 – Quarterly through deal life Interest rates can be fixed or floating Fixed EURO Interest Rate Floating GBP LIBOR

69 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Trading instruments 4.3.3Instrumen derivatif – forward rate agreements Forward rate agreements (FRAs) merupakan kontrak derivatif OTC yang memungkinkan bank untuk mengambil posisi suku bunga dimasa datang. Kontrak ini memberi hak untuk meminjamkan/meminjam dana pada bunga tetap selama periode tertentu, dimasa datang. Tidak terdapat pertukaran principal, dan pada saat jatuh tempo penyelesaian tunai dilakukan berdasarkan perbedan suku bunga dalam kontrak dan suku bunga yang berlaku selama periode tersebut. FRAs merupakan versi OTC dari kontrak interest rate futures contracts dan memberikan lebih banyak fleksibilitas dibanding future. FRAs menimbulkan risiko suku bunga.

70 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Trading instruments 4.3.3Instrumen derivatif – forward rate agreements – contoh Bank V enters into a FRA with Bank X for the right to deposit USD for 3 months beginning in 1 month’s time. Receiving notional agreed fixed rate for 1 v 3 month FRA Paying notional 3 month LIBOR Bank V Bank X Receiving 3 month deposit rate Bank Y In 1 month’s time Bank V places physical deposit with Bank Y and receives 3 month deposit rate.

71 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Trading instruments 4.3.3Instrumen derivatif – option contracts Suatu kontrak option memberi hak kepada pembelinya, tetapi bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual underlying asset dimasa datang pada harga yang disepakati. Hal ini berarti transaksi akan dieksekusi bila harga yang berlaku menguntungkan bagi pembeli. Penjual opsi menanggung risko yang tak terbatas (open-ended risk) atas kontrak tersebut dan sebagai kompensasinya menerima premi. Kontrak opsi menimbulkan risiko baru yang lebih tinggi dari risiko yang melekat pada underlying instruments. Opsi dapat dibuat atas hampir setiap cash instrument atau derivative instrument dan bahkan terdapat options on options.

72 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Trading instruments 4.3.3Instrumen derivatif – option contracts Berbagai istilah yang digunakan: callSuatu opsi yang memberi hak kepada pembelinya untuk membeli underlying instrument putSuatu opsi yang memberi hak kepada pembelinya untuk menjual underlying instrument premiumNilai yang dibayar oleh pembeli kepada penjual strike priceHarga eksekusi (harga beli untuk call dan jual untuk put) underlying instruments expiry dateTanggal terakhir dimana opsi harus dieksekusi (tanggal jatuh tempo) AmericanSuatu opsi yang dapat dieksekusi setiap saat sepanjang umur opsi EuropeanOpsi yang dapat dieksekusi pada saat jatuh tempo

73 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Trading instruments 4.3.3Instrumen derivatif – option contracts Harga opsi tegantung pada kemungkinan opsi dieksekusi. Untuk menghitung nilai opsi digunakan ukuran volatilitas. Volatilitas dari harga mencerminkan ekspektasi pasar mengenai sejauh mana harga akan bergerak naik-turun sepanjang umur opsi. Volatilitas yang digunakan untuk menentukan harga opsi, ditentukan oleh pasar.

74 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Trading instruments 4.3.3Instrumen derivatif – option contracts Opsi menimbulkan risiko yang melekat pada underlying instrument yang harus diserahkan bila opsi dieksekusi. Selain itu, opsi mengandung risiko volatilitas dan risiko suku bunga karena penyerahan underlying instrumen dimasa datang. Sebagai contoh suatu opsi atas obligasi memiliki risiko yang sama dengan obligasi selain juga risiko perubahan volatilitas harga obligasi.

75 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Trading instruments 4.3.3Instrumen derivatif – option contracts - contoh Sebuah perusahan Jepang memerlukan USD 10m dalam waktu tiga bulan jika ia membeli sebuah pabrik US. Perusahaan ini tidak ingin punya komitmen untuk membeli USD 10m tetapi tidak perlu memproteksi dirinya dari kenaikan US dollar. Sehingga perusahaan ini memutuskan untuk membeli opsi. Diagram berikut dibawah ini mengilustrasikan berapa harga dari pabrik tersebut dalam yen Jepang akan berubah tanpa kontak opsi. Diagram ini memperlihatkan bahwa perusahaan akan rugi JPY 100 m jika kust spot naik ke

76 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Trading instruments 4.3.3Instrumen derivatif – option contracts – contoh Peruhaan membeli call opsi jenis European yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan dengan strike price yang juga merupakan kurs spot USD/JPY spot price. Premium untuk opsi ini adalah JPY 30m. Pada saat jatuh tempo, perusahaan sepakat untuk membeli pabrik dan perlu membeli US dollars dan menjual yen. Kurs spot saat ini adalah sehingga perusahaan mengeksekusi opsi dengan membeli dollars dari penjual pada strike price Jika kurs spot turun dibawah perusahaan akan membiarkan tidak dieksekusi dan membeli dollars dengan harga lebih rendah di pasar. Apakah perusahaan mengeksekusi opsi atau tidak, harga opsi adalah JPY 30m.

77 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Trading instruments 4.3.3Instrumen derivatif – option contracts – contoh Kemungkinan hasil dapat dilihat pada diagram berikut. Diagram ini memperlihatkan bahwa jika kurs spot jatuh ke perusahaan akan menghemat JPY 70m.

78 © Global Association of Risk Professionals 4.3 Trading instruments 4.3.3Instrumen derivatif – option contracts – contoh Jika tidak dilakukan pembelian pabrik, perusahaan akan memegang opsi. Diagram berikut memperlihatkan kemungkinan nilai opsi untuk pada berbagai kurs spot pada saat jatuh tempo. Jika kurs naik diatas perusahaan mampu menutup premium dan memperoleh laba. Jika kurs jatuh dibawah pada saat jatuh tempo perusahaan tidak mampu menutup premium sama sekali. Premium recouped & profit Premium partially recouped Premium given up

79 © Global Association of Risk Professionals 4 Sifat Dasar Risiko Pasar dan Risiko Treasury 4.4 Penilaian dan Ketentuan Mark-to-Market

80 © Global Association of Risk Professionals 4.4 Pricing and mark-to-market requirements 4.4.1Penilaian Salah satu pengendalian terpenting yang dilakukan oleh bank dalam mengelola kegiatan perdagangan adalah untuk menjamin bahwa posisi perdagangan yang terbuka (open trading positions) yang dimiliki oleh bank dinilai dengan menggunakan harga pasar secara harian. Proses penilaian posisi dengan menggunakan harga pasar yang berlaku disebut ‘marking-to-market’.

81 © Global Association of Risk Professionals 4.4 Pricing and mark-to-market requirements 4.4.2Yield curves Semua instrumen keuangan dengan arus kas masa datang dinilai dengan menghitung nilai sekarang dari arus kas masa datang yang berasal dari instrumen tersebut. Nilai sekarang dari arus kas dimasa datang dicari dengan mendiskontokan nilai masa datang dengan menggunakan tingkat bunga saat ini. Dengan demikian diperlukan tingkat bunga pasar pada setiap tanggal dimana terdapat arus kas. Untuk menghitung tingkat bunga pasar disyaratkan, bank membuat suatu yield curve denga menggunakan suatu model yield curve. Gambaran berikut ini secara sederhana mengilustrasikan pembuatan suatu yield curve. Yield curves yang digunakan oleh pedagang lebih kompleks dan diturunkan dari beberapa instrumen untuk menjamin kurva tesebut konsisten.

82 © Global Association of Risk Professionals 4.4 Pricing and mark-to-market requirements 4.4.2Yield curves Input dari model sederhana adalah tingkat bunga pasar untuk beberapa periode diskrit. Periode tersebut adalah 1, 2, 3, 6 dan 12 bulan serta 2, 3, 5 dan 10 tahun. Grafik berikut ini memperlihatkan bentuk yield curve.

83 © Global Association of Risk Professionals 4.4 Pricing and mark-to-market requirements 4.4.2Yield curves Nilai dari produk yang terkait dengan bunga, selain juga semua produk dengan arus kas dimasa datang, akan sensitif terhadap perubahan yield curve. Nilai suatu produk bisa sensitif terhadap perubahan dalam satu atau lebih bunga yield curve tergantung pada jatuh tempo dan karakteristik financial dari instrumen tersebut. Dalam praktek, setiap mata uang utama memiliki beberapa yield curves yang digunakan pada saat yang sama. Perbedaan antar kurva terutama karena perbedaan dalam underlying instruments yang digunakan untuk membuat setiap titik

84 © Global Association of Risk Professionals 4.4 Pricing and mark-to-market requirements 4.4.2Yield curves Jenis yield curves yang terkait dengan tingkat bunga adalah: cash – ini digunakan untuk menilai posisi kredit dan dana pihak ketiga. Titik pada kurva ditetapkan berdasarkan tanggal jatuh tempo standar yang diperdagangkan di pasar antar-bank. derivative – kurva ini digunakan untuk menilai setiap jenis instrumen derivatif, termasuk opsi. Titik-titik pada kurva ditentukan oleh berbagai instrumen mulai dengan suku bunga spot dengan jatuh tempo pendek diikuti dengan kontrak future. Terakhir, suku bunga jangka panjang ditentukan oleh bunga swap pada berbagai periode yang diperdagangkan.

85 © Global Association of Risk Professionals 4.4 Pricing and mark-to-market requirements 4.4.2Yield curves bond – Obligasi dinilai berdasarkan harga penutupan pada hari yang bersangkutan. Tetapi beberapa obligasi tidak secara aktif diperdagangkan dan bahkan mungkin tidak diperdagangkan setiap hari. Bank bisa menggunakan bond curve untuk memperoleh harga penutupan estimasi dari harga berbagai obligasi yang aktif diperdagangkan. Kurva ini ditentukan berdasarkan berbagai jatuh tempo standar yang diperdagangkan di pasar obligasi pemerintah. Obligasi selanjutnya dinilai sebagai suatu spread (premium) diatas obligasi pemerintah yang dijadikan benchmark bila harga pasar tidak dapat diperoleh. Spread ini mencerminkan perbedaan likuiditas dari obligasi dan kualitas kredit dari penerbit.

86 © Global Association of Risk Professionals 4.4 Pricing and mark-to-market requirements 4.4.2Yield curves basis – tidak semua tingkat bunga diperdagangkan secara aktif di pasar antar-bank dan teruma ada karena alasan historis dan untuk melayani kebutuhan nasabah. Bunga yang ditetapkan oleh bank sentral untuk mendiskonto bills (SBI di Indonesia) merupakan contoh yang tepat. Basis curves dibuat untuk menilai instrumen diluar pasar antar-bank. Kurva biasanya dinyatakan sebagai spread diatas atau dibawah kurva standar.

87 © Global Association of Risk Professionals 4.4 Pricing and mark-to-market requirements 4.4.3Obligasi, ekuitas, komoditas, dan valas Obligasi, ekuitas, kurs spot valas, dan transaksi spot komoditas dinilai dengan mencari perbedaan antara harga perolehan dan harga pasar saat ini. Kurs forward valas (forward foreign exchange rates) ditetapkan dengan menyesuaikan kurs spot dengan forward margin yang sesuai. Perkiraan margin dapat dihitung dengan rumus berikut: Forward margin = Spot x perbedaan suku bunga x waktu / (hari dalam setahun x100) perbedaan suku bunga merupakan perbedaan bunga absolut antara mata uang domestik dan mata uang asing. Waktu adalah waktu hingga jatuh tempo (dalam hari) hari dalam setahun biasanya 360 tetapi 365 digunakan dalam beberapa mata uang.

88 © Global Association of Risk Professionals 4.4 Pricing and mark-to-market requirements 4.4.3Obligasi, saham, komoditas dan kurs valas – contoh USD/JPY menunjukkan jumlah yen per satu US dollar. Hal ini berarti yen merupakan mata uang asing dan US$ mata uang domestik. Spot rate = JPY one-month rate = 1%USD one-month rate = 4% Time to maturity = 30 daysNumber of days in the year = 360 Forward margin = ( x (4 – 1) x 30 / 36000) Ini dapat dibuktikan dengan melihat aliran bunga ekuivalennya: At spot USD 1,000,000 JPY 105,000,000 = 105 Interest dueUSD 3,333.33JPY 87,500 At maturity USD 1,003,333.33JPY 105,087,500 = Forward margin = ( – 105)

89 © Global Association of Risk Professionals 4.4 Pricing and mark-to-market requirements 4.4.4Options Dalam istilah sederhana, harga opsi didasarkan pada probabilitas bahwa opsi akan nilai pada saat jatuh tempo. Faktor kunci yang menentukan nilai opsi adalah: perbedan strike price dan harga pasar underlying asset saat ini. time to maturity (jatuh tempo), semakin lama jatuh tempo semakin tinggi nilai opsi volatilitas harga pasar. Semakin volatile semakin tinggi premium.

90 © Global Association of Risk Professionals 4.4 Pricing and mark-to-market requirements 4.4.4Options Diagram dibawah ini memperlihatkan berbagai kemungkinan kurs valas untuk opsi atas kurs JPY/USD yang memberi hak untuk membeli US dollars pada strike price terhadap Japanese yen. Kurs valas saat ini adalah berbagai jatuh tempo sampai dengan 12 bulan dan tiga volatilitas yang berbeda diperlihatkan untuk tujuan perbandingan.

91 © Global Association of Risk Professionals 4.4 Pricing and mark-to-market requirements 4.4.4Options Strike price dan waktu jatuh tempo ditentukan oleh pembeli opsi. Volatiltas merupakan ukuran statistik yang dapat diperoleh dari pergerakan pasar historis. Tetapi seringkali data historis tidak selalu baik untuk prediksi masa datang sehingga pasar menggunakan ekspektasi tingkat volatilitas. Volatiltas berbeda tergantung jatuh tempo dan dinyatakan sebagai kurva menggunakan periode seperti yield curve.

92 © Global Association of Risk Professionals 4.4 Pricing and mark-to-market requirements 4.4.4Options Tingkat volatilitas pasar dimasukkan kedalam rumus harga opsi bersama-sama dengan harga pasar saat ini dari underlying instrument untuk menghitung nilai pasar opsi.

93 © Global Association of Risk Professionals 4.4 Pricing and mark-to-market requirements 4.4.5Mark-to-market process Dalam kegiatan perdagangan yang besar, posisi akan berubah dari waktu ke waktu ketika pedagang mengalola posisi risikonya. Oleh karena penting bahwa manajemen senior memiliki prosedur mark-to-market yang handal untuk memonitor kinerja perdagangan. Prosedur mark-to-market bisanya merupakan proses harian dimana suatu departemen, yang terpisah dari pedagangan, memperoleh dan memverifikasi harga pasar semua instrumen yang ada di banking book. Untuk pasar dimana perdagangan dilakukan secara langsung dengan counterpart, harga penutupan diperoleh dari broker yang aktif di pasar.

94 © Global Association of Risk Professionals 4.4 Pricing and mark-to-market requirements 4.4.5Proses mark-to-market Prosedur mark-to-market meliputi pengumpulan dan pemverifikasian harga dan memasukkannya ke dalam sistem penilaian bank. Sistem selanjutnya menghitung nilai setiap instrumen, yang akan dicatat pada pembukuan bank. Nilai pasar saat ini dikenal juga replacement value karena nilai tersebut menunjukan nilai yang harus dibayar bank jika ia perlu mengganti transaksi pada harga pasar yang berlaku saat ini. Seringkali sistem juga menghitung posisi risiko yang ditimbulkan oleh instrumen yang dinilai, meskipun seringkali dilakukan oleh sistem terpisah

95 © Global Association of Risk Professionals 4.4 Pricing and mark-to-market requirements 4.4.5Proses mark-to-market Nilai sekarang dari suatu transaksi digunakan untuk berbagai tujuan: a.perhitungan laba atau rugi b.perhitungan risiko kredit c.perhitungan jaminan (collateral) untuk transaksi OTC menggunakan nilai sekarang dari instrumen untuk memastikan kecukupan jaminan dibandingkan dengan exposure dari counterparty. d.margin calls oleh bursa future didasarkan pada nilai pasar yang berlaku. Margin mirip pembayaran jaminan pada transaksi OTC. e.bagi instrumen yang diselesaikan secara cash nilai pasar akhir digunakan untuk menyelesaikan transaksi dengan counterparty.

96 © Global Association of Risk Professionals 4 Sifat Dasar Risiko Pasar dan Risiko Treasury 4.5 Sifat Dasar Risiko Treasury

97 © Global Association of Risk Professionals 4.5 The nature of treasury risk Treasury risk (risiko treasury) merupakan risiko kerugian dalam aktivitas treasury bank dan oleh karena itu tergantung pada fungsi manajemen risiko dari bagian Treasury itu sendiri. Meskipun fungsi Treasury berbeda antar bank, tetapi biasanya mencakup manajemen risiko seperti risiko suku bunga dalam banking book dan risiko likuiditas.

98 © Global Association of Risk Professionals 4.5 The nature of treasury risk 4.5Sifat dasar risiko treasury Treasury bisa menglola berbagai jenis risiko dalam fungsi manajemen risiko, tetapi untuk sertifikasi hanya mencakup: risiko suku bunga di banking book risiko likuiditas manajemen modal. Semua risiko diatas dan berbagai masalah yang terkait (seperti konsentrasi pendanaan kewajiban dan aset, akses ke likuiditas bank sentral) mungkin akan dicakup dalam topik asset and liability management (ALM).

99 © Global Association of Risk Professionals 4 Sifat Dasar Risiko Pasar dan Risiko Treasury 4.6 Asset and liability management

100 © Global Association of Risk Professionals 4.6 Asset and liability management 4.6Asset and liability management (ALM) Dalam kebanyakan bank asset and liability management memiliki tujuan utama mengelola risiko suku bunga di neraca bank dan memastikan bahwa risiko suku bunga yang terkait dengan bisnis bank agar tidak menggangu stabilitas aliran pendapatan sepanjang waktu.

101 © Global Association of Risk Professionals 4.6 Asset and liability management 4.6Asset and liability management (ALM) Aliran pendapatan ini tercermin dalam Net Interest Income (NII) bank. NII merupakan perbedaan antara biaya dana pihak ketiga (dan kewajiban lain) dan bunga yang dibebankan pada kredit (dan aset lainnya). Nilai sekarang (net present value) dari aliran dimasa datang merupakan faktor utama yang menentukan nilai bank. Penekanan yang diberikan suatu bank pada salah satu dari dua tujuan – manajemen risiko atau stabilisasi nilai usaha – sering tergantung pada praktek akuntansi manajemen yang diikuti, yaitu laporan terutama merefleksikan manajemen pendapatan atau nilai

102 © Global Association of Risk Professionals 4.6 Asset and liability management 4.6.1Interest rate risk in the banking book Aktivitas dalam ALM (treasury risk management) mencakup 2 risiko utama – risiko suku bunga di banking book dan risiko likuiditas. Banking book market risk merupakan risiko kerugian bila mana suatu bank tidak terlindungi (exposed) dari risiko perubahan bunga pasar karena struktur usaha bank (seperti deposit & lending), seperti aktivitas kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga. Risiko suku bunga di banking book merupakan risiko kerugian karena perubahan suku bunga yang tidak menguntungkan. Risiko suku bunga di banking book terutama berasal dari jenis usaha yang dilakukan oleh bank dengan nasabah komersial dan retail.

103 © Global Association of Risk Professionals 4.6 Asset and liability management 4.6.1Interest rate risk in the banking book – contoh Mortgage customers Bank H Depositors Paying 5 year fixed interest rate Paying floating 1 month rate Bank H dengan demikian menjalankan usaha yang memiliki tingkat risiko suku bunga yang signifikan. Jika risiko suku bunga tidak dikelola dan suku bunga naik sepanjang yield curve, bank harus membayar lebih banyak kepada deposan dalam waktu 30 hari, tetapi tidak akan bisa meningkatkan seluruh bunga hipotek sampai lima tahun.

104 © Global Association of Risk Professionals 4.6 Asset and liability management 4.6.1Interest rate risk in the banking book – contoh American savings and loan associations The American savings and loan associations (S&Ls), merupakan pemberi hutang hipotek, dengan wewenang (di beberapa negara bagian) untuk melakukan investasi langsung dalam rangka membeli perusahaan lain atau melakukan pengembangan property (mirip BTN di Indonesia). Sampai tahun 1980-an lembaga ini dimiliki oleh anggotanya, tetapi sebagai akibat dari kerugian yang sangat besar dalam risiko pasar di banking book sehingga lembaga ini sekarang dimiliki oleh pemerintah Federal (US) atau oleh pemegang saham. Perkiraan awal biaya untuk menalangi sebesar USD 500bn atau USD 2,000 untuk setiap penduduk US. Terdapat dua sebab utama kehancuran S&Ls.

105 © Global Association of Risk Professionals 4.6 Asset and liability management 4.6.1Interest rate risk in the banking book – contoh American savings and loan associations Pertama, dana yang disalurkan kepada property yang harganya sangat di-mark-up. Ketika industri ini kolaps, jaminan pada hipotek turun drastis. Kedua, meskipun suku bunga pada banyak hipotek bersifat tetap, tidak adanya biaya untuk pelunasan dini memungkinkan peminjam untuk membiayai hipotek mereka dengan bunga yang lebih rendah ketika suku bunga mulai turun. Tetapi S&Ls tetap terikat untuk meminjam dengan bunga yang lebih tinggi di pasar, kecuali dengan memberi kompensasi kepada kreditor.

106 © Global Association of Risk Professionals 4.6 Asset and liability management 4.6.1Interest rate risk in the banking book – contoh American savings and loan associations Kesalahan posisi dari pemberian kredit dengan bunga lebih rendah sementara terikat untuk meminjam dengan bunga lebih tinggi menyebabkan banyak S&Ls kolaps dengan kerugian bermilyar-milyar dolar. Beberapa contoh terburuk diberikan dibawah ini: pada bulan Juni 1988 American Diversified, S&L di California, dinyatakan tidak mampu membayar hutang dengan kerugian USD 800m. Total aset telah tumbuh dari USD 11.7m di bulan Juni 1983 menjadi USD 1.1bn pada bulan Desember 1985 ketika segala sesuatunya mulai memburuk. pada bulan September 1988 Silverado Savings and Loan Association di Denver, Colorado kolaps dengan kerugian USD 1bn. Aktiva di neraca terlah berkembang dari USD 250m tahun 1982 menjadi USD 2.7bn pada saat kolaps.

107 © Global Association of Risk Professionals 4.6 Asset and liability management 4.6.1Interest rate risk in the banking book – example American savings and loan associations Pada April 1989 Perusahaan California Savings and Loan Association yang lain telah kolap dengan kerugian USD 2.5bn, yang modalnya dari pembayar pajak di US. Telah terjadi kerugian sebesar USD 14m pada 8 bulan pertama di 1988 dan kemudianr ugi USD11m diJanuary 1989 sebagai akibat dari spekulasi dipasar valas. Tabungan Lincoln's telah tumbuh dari USD 1bn di1983 menjadi USD 6bn di April 1989 ketika akhirnya diambil alih oleh the Federal Savings and Loan Insurance Corporation. Pada February 1990 Western Savings and Loan Association in Dallas, Texas akhirnya kolaps dengan asset sebesar USD 2bn dan kerugian sebesar USD 1bn. Ini baru saja dinyatakan tidak solvent di tahun 1984 dengan kerugian sebesar USD 100m dan juga di tahun 1985 dengan kerugian USD 200m.

108 © Global Association of Risk Professionals 4.6 Asset and liability management 4.6.1Interest rate risk in the banking book Risiko suku bunga di banking book tidak tercakup secara rinci dalam Basel II Accord. Pada bulan Juli 2004, satu bulan setelah Basel Committee mempublikasikan “International Convergence of Capital Measurement and Capital Standards: a Revised Framework”, Komite ini mempublikasikan "Principles for the Management and Supervision of Interest Rate Risk”. Fokus utama dari paper ini adalah pada pengelolaan risiko suku bunga termasuk yang ada di banking book.

109 © Global Association of Risk Professionals 4.6 Asset and liability management 4.6.1Aktivitas Manajemen ALMA Asset and liability management tidak hanya peduli dengan pengelolaan risiko dan stabilisasi nilai usaha. Tetapi juga peduli dengan: menjaga likuiditas struktur usaha sesuai yang diinginkan. masalah lain yang mempengaruhi bentuk dan struktur neraca bank. permasalahan yang bisa bedampak pada stabilitas laba dari waktu ke waktu.

110 © Global Association of Risk Professionals 4.6 Asset and liability management Aktivitas Manajemen ALMA Terdapat banyak masalah yang dapat menimbulkan perlunya menyeimbangkan bentuk dan struktur neraca. Banyak dari permasalahan ini terkait dengan dengan permasalah yang ditimbulkan oleh bank internasional yang memiliki struktur permodalan didominasi oleh mata uang domestik tetapi pendapatan dan banyak dari aset dan kewajibannya dalam mata uang asing. Hal ini menimbulkan risiko valas dalam pendapatan bank. Sebagai contoh: laba saat ini dan dimasa datang dari kegiatan luar negeri bisa fluktuasi ketika dikonversi kedalam mata uang domestik karena perubahan kurs valas. modal dalam mata uang domestik dialokasikan ke operasi di luar negeri. Hal ini dapat menimbulkan volatilitas rasio modal terhadap aset ketika kurs valas berubah.

111 © Global Association of Risk Professionals 4.6 Asset and liability management Aktivitas Manajemen ALMA Asset and liability manager harus menyadari bahwa: neraca bank komersial bukan merupakan kumpulan aset dan kewajiban yang tidak berubah. (kredit baru dan deposit baru muncul dan jatuh tempo) penentuan kembali harga aset dan kewajiban pada neraca bank komersial tidak semua bersifat mengikat (seringkali terdapat perbedaan waktu antara perubahan bunga pasar dan perubahan bunga yang dibebankan kepada pelangan pada produk retail)

112 © Global Association of Risk Professionals 4.6 Asset and liability management Aktivitas Manajemen ALMA seringkali terdapat sedikit atau tidak terdapat korelasi antara produk retail dan suku bunga wholesale untuk menilai aset dan kewajiban produk retail sering memasukkan embedded options yang seringkali secara rasional tidak dieksekusi. (pelanggan retail sering kali memiliki hak untuk menghentikan kontrak yang berbeda dengan ketentuan di pasar wholesale).

113 © Global Association of Risk Professionals 4.6 Asset and liability management Aktivitas Manajemen ALMA Terdapat beberapa alasan mengapa bank komersial yang memiliki banyak nasabah retail mungkin kesulitan menyeimbangkan bentuk dan struktur neraca, hal ini meliputi: hubungan bank komersial dengan nasabah tidak semata-mata hubungan kontraktual, yaitu mereka terfokus pada nasabah. menarik dan mempertahankan nasabah seringkali melibatkan penawaran produk yang memiliki karaktertik berbeda dengan produk pasar wholesale. Sehingga bank sulit untuk menjualnya di pasar wholesale atau sulit mengelola risiko menggunakan produk wholesale penentuan nilai produk retail seringkali lebih menyangkut aspek pemasaran dibanding harga pasar.

114 © Global Association of Risk Professionals 4.6 Asset and liability management Aktivitas Manajemen ALMA cara nasabah retail berperilaku dalam hubungannya dengan produk retail bank yang mereka miliki seringkali menyebabkan kewajiban yang ada pada kontrak memberikan gambaran yang tidak benar mengenai karakteristik kewajiban sebenarnya. Sebagai contoh, secara kontrak dimungkinkan untuk menarik dana rekening tabungan dengan cara memberitahukan dalam 30 hari sebelumnya, tetapi nasabah diberi hak untuk membiarkan dana tersebut di rekening sampai waktu tak terhingga. Saldo yang ada pada rekening seperti ini bisa memiliki perilaku seperti deposito tiga tahun dibanding deposito 30 hari atau perpetual account. Memperhatikan kenyataan hubungan nasabah dan karakteristik perilaku produk maka diperlukan pengawasan dan pengelolaan stabilitas NII (atau nilai sekarang usaha) dan likuiditas saldo.


Download ppt "© Global Association of Risk Professionals 4 Sifat Dasar Risiko Pasar dan Risiko Treasury."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google