Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Senin, 30 Maret 2015Riskan Qadar/Interferensi1 4. INTERFERENSI Oleh: Drs. Riskan Qadar, M.Si.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Senin, 30 Maret 2015Riskan Qadar/Interferensi1 4. INTERFERENSI Oleh: Drs. Riskan Qadar, M.Si."— Transcript presentasi:

1 Senin, 30 Maret 2015Riskan Qadar/Interferensi1 4. INTERFERENSI Oleh: Drs. Riskan Qadar, M.Si.

2 Senin, 30 Maret 2015 Riskan Qadar/Interferensi Interferensi dan Sumber-sumber Koheren Cahaya monokhromatik adalah cahaya dengan frekuensi tunggal. Koherensi adalah sebuah hubungan fasa tertentu yang tidak berubah antara dua gelombang atau dua sumber gelombang. Tumpang tindih gelombang-gelombang dari dua sumber cahaya monokhromatik yang koheren membentuk sebuah pola interferensi. Prinsip superposisi menyatakan bahwa gangguan gelombang total di sebarang titik adalah jumlah gangguan-gangguan dari gelombang-gelombang yang terpisah itu

3 Perhatikan dua sumber titik S 1 dan S 2 yang berosilasi sefase dgn frekuensi sudut ω yang sama dan mempunyai amplitudo A 1 dan A 2 gelombang sferisnya y 1 = A 1 sin (ωt-kr 1 ) dan y 2 = A 2 sin (ωt-kr 2 )  Beda fase antara dua gerak gelombang di suatu titik P adalah Senin, 30 Maret 2015 Riskan Qadar/Interferensi 3

4 Senin, 30 Maret 2015 Riskan Qadar/Interferensi 4 A R 2 = A A A 1 A 2 cos (θ 2 – θ 1 ) suku 2 A 1 A 2 cos (θ 2 – θ 1 ) disebut suku interferensi Faktor yang menentukan interferensi adalah beda fasa antara dua gelombang;  = (θ 2 – θ 1 ) Bila dua sumber adalah sefasa, maka interferensi konstruktif terjadi di titik-titik di mana selisih panjang lintasan dari dua sumber itu adalah nol atau kelipatan bulat panjang gelombang atau  = 0, ±2 , ±4 ,...

5 Senin, 30 Maret 2015 Riskan Qadar/Interferensi 5 Amplitudo resultan maksimum, kedua gelombang dikatakan sefasa, puncak berimpit dengan puncak. Interferensi destruktif terjadi pada titik-titik dimana selisih lintasan itu adalah kelipatan setengah bilangan bulat dari panjang gelombang  = ± , ±3 ,... Amplitudo resultan minimum, kedua gelombang berselisih/berlawanan fasa 180 o, puncak berimpit dengan lembah.

6 Senin, 30 Maret 2015 Riskan Qadar/Interferensi 6 Gambar 4-1(a). nampak dua sumber berjarak 4, (b) interferensi konstruktif terjadi, ( c ) interferensi destruktif terjadi

7 Senin, 30 Maret 2015 Riskan Qadar/Interferensi 7 Pada interferensi konstruktif terjadi di titik b, diperoleh r 2 – r 1 = m ; (m = 0, ± 1, ± 2, ± 3, …) Pola interferensi destruktif terjadi di titik c,diperoleh; r 2 – r 1 = (m + ½) ; (m = 0, ± 1, ± 2, ± 3, …) Gbr 4-2

8 Senin, 30 Maret 2015 Riskan Qadar/Interferensi 8 Gbr 4-3 eksperimen Young untuk memperlihatkan interferensi cahaya yang lewat melalui dua celah. Daerah pada layar yang ditandai “maks” adalah dimana terjadi interferensi konstruktif dari cahaya dari celah S 1 dan S 2, sehingga gelombang cahaya resultan itu mempunyai intensitas maksimum. 4-2 Interferensi Cahaya Dua Sumber

9 Senin, 30 Maret 2015 Riskan Qadar/Interferensi 9 Untuk interferensi konstruktif r 2 – r 1 = d sin θ = m ; (m = 0, ± 1, ± 2, ± 3, …) Untuk interferensi destruktif r 2 – r 1 = d sin θ = (m + ½) ; (m = 0, ± 1, ± 2, …) Gbr 4-4 analisis geometri eksperimen Young. Celah S1 dan S2 adalah horizontal dan dilihat dari penampang samping.

10 Senin, 30 Maret 2015 Riskan Qadar/Interferensi 10 titik yang disinari pada layar berada kesatu sisi dari pusat layar itu. Untuk titik-titik pada sisi lainnya r 2 r 1 ; sudut θ adalah positif, dan

11 Senin, 30 Maret 2015 Riskan Qadar/Interferensi 11 Berdasarkan gambar 4-4 misalkan y m adalah jarak dari pusat pola (θ = 0) ke pusat pita terang yang ke- m. Misalkan θ m adalah nilai yang bersangkutan dengan θ, maka y m = R tan θ m Karena R > y m, maka tan θ m berimpit dengan sin θ m ; maka y m = R sin θ m Untuk interferensi konstruktif ; (m = 0, ± 1, ± 2, ± 3, …) Untuk interferensi destruktif (m = 0, ± 1, ± 2, …)

12 Senin, 30 Maret 2015 Riskan Qadar/Interferensi Intensitas Dalam Pola Interferensi Bila dua gelombang sinusoida dengan amplitudo E yang sama dan selisih fasa  ditumpang-tindihkan, maka amplitudo resultan E p adalah Persamaan ini diperoleh dari medan listrik E 1 (t)=E cos (  t +  ) E 2 (t)=E cos  t artinya fasa E 1 mendahului E 2 sebesar sudut  (Amplitudo dalam interferensi dua sumber)

13 Senin, 30 Maret 2015 Riskan Qadar/Interferensi 13 Dari gambar 4-6 diperoleh E p = E 1 + E 2 E p 2 = E 2 + E E 2 cos  = 2 E 2 (1 + cos  ) dalam trigonometri 1 + cos  = 2 cos 2 jadi E p 2 = 2 E 2 (1 + cos  ) = 4 E 2 cos 2 terbukti Gbr 4-6

14 Senin, 30 Maret 2015 Riskan Qadar/Interferensi 14 Intensitas dalam interferensi dua sumber (dalam vakum) Dalam bentuk vektor Aliran energi per satuan waktu per satuan luas disimbol S dirumuskan bukti Energi dU = u dV = (  o E 2 )(Ac dt)

15 Senin, 30 Maret 2015 Riskan Qadar/Interferensi 15 nilai rata-rata waktu dari cos 2(  t – kx)] adalah nol untuk sebarang titik jadi Jika E maks = E p dan sin 2 (  t – kx) = ½ [1- cos 2(  t – kx)]  Menurut trigonometri dan

16 Senin, 30 Maret 2015 Riskan Qadar/Interferensi 16 dari maka Intensitas maksimum terjadi pada selisih fasa nol (  = 0) yakni I o = 2  o cE 2 maka terbukti maka


Download ppt "Senin, 30 Maret 2015Riskan Qadar/Interferensi1 4. INTERFERENSI Oleh: Drs. Riskan Qadar, M.Si."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google