Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BIMBINGAN DI SD DWI SARI USOP. PENGERTIAN Bimbingan (Guidance) = pimpinan, arahan, pedoman, petunjuk Suatu proses membantu individu melalui usahanya sendiri.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BIMBINGAN DI SD DWI SARI USOP. PENGERTIAN Bimbingan (Guidance) = pimpinan, arahan, pedoman, petunjuk Suatu proses membantu individu melalui usahanya sendiri."— Transcript presentasi:

1 BIMBINGAN DI SD DWI SARI USOP

2 PENGERTIAN Bimbingan (Guidance) = pimpinan, arahan, pedoman, petunjuk Suatu proses membantu individu melalui usahanya sendiri untuk menemukan dan mengembangkan kemampuannya agar memperoleh kebahagiaan dan kemanfaatan sosial (Jear Book Education, 1995)

3 Bantuan yang diberikan oleh seseorang, baik pria maupun wanita yang memiliki pribadi yang baik dan pendidikan yang memadai kepada seorang individu dari setiap usia untuk menolongnya mengemudikan kegiatan-kegiatan hidupnya sendiri, membuat pilihannya sendri dan memikul bebannya sendiri (Crow & Crow) Suatu proses yang terus-menerus dalam membantu perkembangan individu untuk mencapai kemampuannya secara maksimal dalam mengarahkan manfaat yang sebesar-besarnya baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat (Stopps)

4 Bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu untuk mengatasi kesulitan- kesulitan di dalam hidupnya agar individu itu dapat mencapai keejahteraan hidupnya Bantuan yang diberikan kepada seseorang dalam usaha memecahkan kesukaran-kesukaran yang dialami

5 BIMBINGAN DI SD Bantuan yang diberikan guru kepada guru SD Bila di SMP dan SMA bimbingan diberikan oleh guru Bimbingan dan Konseling Di SD, bimbingan diberikan oleh guru wali kelas

6 FUNGSI BIMBINGAN Bagi siswa : meningkatkan kreativitas, membantu mengatasi kesulitan dalam belajar Bagi guru : meningkatkan kreativitas, meningkatkan kemampuan guru dalam mengenali karakteristik anak Bagi sekolah : membantu memberikan data mengenai perbedaan siswa, memberikan pelatihan bagi guru mengenai bimbingan

7 FUNGSI BIMBINGAN Mengembangkan iklim kelas yang bebas dari ketegangan dan yang bersuasana membantu perkembangan siswa, Memberikan pengarahan atau orientasi dalam rangka belajar yang efektif, Mempelajari dan menelaah siswa untuk menemukan kekuatan, kelemahan, kebiasaan kesulitan yang dihadapinya, Menyelenggarakan pengajaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa,

8 Memberikan konseling kepada siswa yang mengalami kesulitan, terutama kesulitan yang berhubungan dengan bidang studi yang diajarkannya, Menyajikan informasi tentang masalah pendidikan dan jabatan, Mendorong dan meningkatkan pertumbuhan pribadi dan sosial siswa, Melakukan pelayanan rujukan referral, Melaksanakan bimbingan kelompok di kelas, Memperlakukan siswa sebagai individu yang mempunyai harga diri, dengan memahami kekuarangan, kelebihan dan masalah-masalahnya, Melengkapi rencana-rencana yang telah dirumuskan siswa,

9 Membimbing siswa untuk mengembangkan kebiasaan belajar dengan baik, Menilai hasil belajar siswa secara menyeluruh dan berkesinambungan, Melakukan perbaikan pengajaran bagi siswa yang membutuhkan,

10 FUNGSI BIMBINGAN DI SEKOLAH Fungsi pemahaman Fungsi pencegahan Fungsi penuntasan/penyembuhan Fungsi pemeliharaan dan pengembangan

11 FUNGSI PEMAHAMAN Pemahaman tentang diri sendiri oleh peserta didik pada khususnya, orang tua dan guru padaumumnya Pemahaman tentang lingkungan peserta didik (keluarga dan sekolah oleh peserta didik pada khususnya dan keluarga pada umumnya Pemahaman lingkungan yang lebih luas lagi seperti informasi pekerjaan, informasi sosial budaya

12 FUNGSI PENCEGAHAN, PENUNTASAN, PEMELIHARAAN DAN PENGEMBANGAN Fungsi bimbingan yang menghasilkan tercegahnya dan terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahan yang mungkin timbul yang akan mengganggu, menghambat, atau menimbulkan kesulitan dan kerugian bagi peserta didik Fungsi penuntasan : menghasilkan teratasinya berbagai masalah yang yang dialami peserta didik Fungsi pemeliharaan dan pengembangan : menghasilkan terpeliharanya dan berkembangnya potensi yang ada dalam diri peserta didik sesuai dengan tahap perkembangannya

13 PRINSIP-PRINSIP BIMBINGAN Diperuntukkan bagi semua konseli Sebagai proses individuasi Menekankan hal yang positif Merupakan usaha bersama Merupakan hal yang esensial dalam bimbingan konseling Berlangsung dalam berbagai setting kehidupan

14 ASAS DALAM BIMBINGAN Kerahasiaan Kesukarelaan Keterbukaan Kegiatan Kemandirian Kekinian Kedinamisan Keterpaduan Kenormatifan Keahlian Alih tangan Tut Wuri Handayani

15 TEKNIK –TEKNIK DALAM BIMBINGAN TEKNIK TES TEKNIK NON TES

16 TEKNIK TES Tes Inteligensi Tes Bakat Tes Kepribadian Tes Prestasi Belajar

17 Genius : 140- Sangat cerdas : Cerdas : Rata-rata : Lambat belajar : Debil/moron : : mampu didik Embicil : : mampu latih Idiot : 0-25 mampu rawat

18 TEKNIK NON TES Observasi Wawancara Angket Studi Dokumentasi Studi Kasus Sosiometri

19 Tes Inteligensi, tes bakat, dan tes kepribadian termasuk dalam tes psikologi dan bisa dilakukan oleh Psikolog atau konselor yang bersertifikasi dalam tes Tes prestasi belajar / Tes hasil belajar dilakukan oleh guru

20 TES PRESTASI BELAJAR / TES HASIL BELAJAR Biasa dilakukan oleh guru mata pelajaran Jenis – jenis tes hasil belajar : A. Tes tertulis B. Tes Lisan

21 TES TERTULIS Essay (bentuk uraian) Objective Tes (tes obyektif) Tes obyektif : Pilihan ganda Menjodohkan Benar-salah

22 OBSERVASI Pengamatan dan pencatatan mengenai suatu peristiwa atau tindakan Obsevasi berdasarkan kerangka kerjanya dibagi dua, yaitu : Observasi berstruktur, yaitu semua kegiatan guru sebagai observer telah ditetapkan terlebih dahulu berdasarkan kerangka kerja yang berisi faktor yang telah diatur kategorisasinya. Isi dan luas materi observasi telah ditetapkan dan dibatasi dengan jelas dan tegas. Observasi tak berstruktur, yaitu semua kegiatan guru sebagai obeserver tidak dibatasi oleh suatu kerangka kerja yang pasti. Kegiatan obeservasi hanya dibatasi oleh tujuan observasi itu sendiri.

23 Macam-macam Observasi Peran Observer – Partisipan (terlibat) – Non partisipan (mengamati dari jauh) Situasinya – Free Situation / naturalistik (self monitoring) – Manipulated situation (situasi diciptakan) – Partially controlled situation (campuran) Sifatnya – Sistematis (sudah diatur berdasar masalah dikehendaki) / observasi terstruktur – Non Sistematis (apa saja yang bisa ditangkap) / observasi tidak terstruktur

24 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN OBSERVASI Kelebihan Observasi merupakan alat untuk mengamati berbagai macam fenomena. Observasi cocok untuk mengamati perilaku peserta didik maupun guru yang sedang melakukan suatu kegiatan. Banyak hal yang tidak dapat diukur dengan tes, tetapi lebih tepat dengan observasi. Tidak terikat dengan laporan pribadi

25 KEKURANGAN Seringkali pelaksanaan observasi terganggu oleh keadaan cuaca, bahkan ada kesan yang kurang menyenangkan dari observer ataupun observasi itu sendiri. Biasanya masalah pribadi sulit diamati. Jika yang diamati memakan waktu lama, maka observer sering menjadi jenuh.

26 LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN PEDOMAN OBSEVASI Perencanaan – Menentukan tujuan, sasaran, ruang lingkup, tempat dan waktu, dan Mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan Pelaksanaan – Mulai mengadakan observasi – Mengadakan pencatatan data Penyusunan laporan

27 INSTRUMEN OBSERVASI Daftar Cek – Daftar pengamatan, observer tinggal mencek yang cocok dan tidak cocok Catatan Anekdot Skala Penilaian – Pencatatan gejala menurut tingkatannya berdasar skala yang telah disusun sebelumnya Alat-alat mekanik – Menggunakan alat-alat mekanis – cctv, camera video, dll

28 CARA MENCATAT HASIL OBSERVASI 1. On the spot – langsung dicatat saat itu juga 2. Dicatat sesudah observasi berlangsung 3. Mencatat hasil observasi dengan key- word/symbol

29 INTERVIEW (WAWANCARA) Terbagi dua : Wawancara Terpimpin / sistematis/terestruktur Wawancara tidak terpimpin/ tidak terstruktur / bebas Hal-hal yang perlu diperhatikan : evaluator harus mendengar, mengamati, menyelidiki, menanggapi, dan mencatat apa yang sumber berikan. Sehingga informasi yang disampaikan oleh narasumber tidak hilang dan informasi yang dibutuhkan dapat ditangkap dengan baik. Selain itu evaluator harus meredam egonya dan melakukan pengendalian tersembunyi.

30 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN WAWANCARA KELEBIHAN : Dapat secara luwes mengajukan pertanyaan sesuai dengan situasi yang dihadapi pada saat itu mengetahui perilaku nonverbal, misalnya rasa suka, tidak suka atau perilaku lainnya pada saat pertanyaan diajukan dan dijawab oleh sumber Pertanyaan dapat diajukan secara berurutan sehingga sumber dapat memahami maksud penelitian secara baik, sehingga dapat menjawab pertanyaan dengan baik pula Jawaban tidak dibuat oleh orang lain tetapi benar oleh sumber yang telah ditetapkan Melalui wawancara, dapat ditanyakan hal-hal yang rumit dan mendetail.

31 KEKURANGAN Memerlukan banyak waktu dan tenaga dan juga mungkin biaya Dilakukan secara tatap muka, namun kesalahan bertanya dan kesalahan dalam menafsirkan jawaban, masih bisa terjadi Keberhasilan wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara

32 STUDI KASUS Suatu metode untuk menyelidiki atau mempelajari suatu kejadian mengenai seseorang Merupakan integrasi dari data-data yang diperoleh melalui metode atau teknik yang lain

33 PROGRAM BIMBINGAN Rencana kerja atau kegiatan yang akan akan dilakukan dalam pelayann bimbingan Disusun oleh petugas bimbingan di sekolah yang terdiri atas kepala sekolah, guru kelas, dan guru lainnya

34 MANFAAT Sesuai dengan kebutuhan peserta didik Dapat membantu peserta didik secara menyeluruh Mudah dinilai Sesuai dengan dana, tenaga, dan waktu yang tersedia

35 PROGRAM BIMBINGAN DI SD Program orientasi dan informasi Program pengumpulan data Program pemberian bantuan Program penilaian dan tindak lanjut

36 PROGRAM ORIENTASI DAN INFORMASI Mengenalkan pada peserta didik, khususnya yang baru masuk dan juga kepada orang tua mengenai lingkungan sekolah, seperti Tugas dan kewajiban peserta didik dalam administrasi dan dalam Kegiatan Belajar Mengajar Pengenalan dan penjelasan mengenai kurikulum, tata tertib, dan organisasi sekolah Faslitas-fasilitas yang ada di sekolah

37 PROGRAM PENGUMPULAN DATA Tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman yang tepat dan menyeluruh tentang peserta didik, seperti : Kepribadian Kekuatan dan kelemahan Kesulitan yang dihadapi Hubungan sosial Keadaan keluarga dan lingkungan

38 PROGRAM PEMBERIAN BANTUAN Mebantu peserta didik yang mengalami kesulitan Membantu mengembangkan potensi peserta didik Pemberian bantuan meliputi : Pemberian informasi Bimbingan khusus belajar : cara efektif belajar, cara mencatat tugas, cara menghadapi ujian Diagnosis kesulitan belajar dan pengajaran Pelayanan bimbingan kelompok : untuk membantu mengembangkan ketrampilan sosial dan masalah yang dihadapi secara berkelompok Pelayanan konseling : membantu mengatasi kesulitan

39 PROGRAM PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT Usaha untuk mengetahui sudah sampai sejauh mana program bimbingan mencapai hasil yang diinginkan Dikatakan berhasil, bila ada perubahan yang tampak Bila dirasa masih kurang atau tidak berhasil, usaha yang dilakukan adalah : Memperbaiki dan menyempurnakan layanan yang diberikan Alih tangan

40 JENIS PROGRAM Program tahunan Program bulanan Program harian

41 ANAK BERBAKAT

42 PENGERTIAN Anak berbakat terbagi dua : gifted dan talented Marland (1972) : Anak yang memiliki kinerja yang tinggi dan memerlukan pelayanan atau program pendidikan yang berbeda yang dapat bermanfaat bagi dirinya maupun masyarakat. Anak berbakat tidak harus memiliki prestasi tinggi, tetapi dapat juga memiliki satu atau lebih kemampuan, seperti : Kemampuan intelektual umum Kemampuan dalam bidang akademik tertentu Kreatif atau pemikiran yang produktif Memiliki kemampuan memimpin Memiliki kemampuan psikomotorik Kemampuan dalam seni

43 Menurut Renzully, keberbakatan dapat dilihat dari tiga aspek : Intelektual tinggi Kreativitas Komitmen terhadap tugas

44 METODE UNTUK MENGIDENTIFIKASI ANAK BERBAKAT Ada dua tahap : Tahap penyaringan (screening) : melakukan tes inteligensi dan tes prestasi belajar Studi kasus : mencari keterangan dari berbagai sumber

45 CIRI ANAK BERBAKAT Menurut Balitbang Depdiknas (1986) Lancar berbahasa ( mampu mengutarakan pikirannya) Memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap ilmu pengetahuan Memiliki kemampuan yang tinggi dalam berpikir logis dan kritis Mampu belajar/bekerja secara mandiri; Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa) Mempunyai tujuan yang jelas dalam setiap kegiatan Cermat dalam mengamati Mampu berpikir divergen Mempunyai minat dan daya imajinasi yang tinggi

46 Belajar dengan cepat Mampu mengemukakan dan mempertahankan pendapat Mampu berkonsentrasi Tidak memerlukan motivasi dari luar

47 BEBERAPA MASALAH YANG DAPAT TERJADI Pemberian label sebagai anak berbakat dapat membuat anak menjadi tertekan Kemampuan kreatif atau mempunyai minat pada hal yang baru dapat membuat anak lekas bosan atau tidak menyukai tugas-tugas rutin Perilaku ulet dan terarah pada tujuan dapat menimbulkan keingan untuk memaksakan mempertahankan pendapat Kepekaan yang tinggi dapat membuat anak mudah tersinggung Adanya semangat dan inisiatif tinggi dapat membuat anak menjadi tidak sabar dengan kondisi yang tidak ada kemajuan Dapat menjadi malas atau acuh tak acuh jika proses pembelajaran kurang menarik atau menantang Kesulitan dalam bersosialisasi Mudah stres atau frustrasi bila hanya memiliki IQ yang tinggi tetapi kekurangan dalam EQ

48 Kurang mampu dalam bekerja sama Dapat tidak berminat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler / organisasi

49 KUALIFIKASI GURU UNTUK ANAK BERBAKAT Ada tiga kualifikasi, yaitu : Kualifikasi profesi Kualifikasi kepribadian Kualifikasi hubungan sosial

50 KUALIFIKASI PROFESI Berpengalaman mengajar Menguasai berbagai teknik atau metode atau model pembelajaran Bijaksana dan kreatif Mempunyai kemampuan untuk mengelola kegiatan belajar individu maupun kelompok Menguasai teknik dan model penilaian Mempunyai kegemaran membaca dan belajar

51 KUALIFIKASI KEPRIBADIAN Bersikap terbuka pada hal baru Peka terhadap perkembangan anak Memiliki kreativitas Pengerian dan toleransi Bersikap ingin tahu

52 KUALIFIKASI HUBUNGAN SOSIAL Mudah menyesuaikan diri Mampu memahami anak berbakat

53 PERAN GURU TERHADAP ANAK BERBAKAT Memahami diri sendiri Mengusahakan lingkungan belajar yang kondusif Lebih banyak memberikan tantangan Tidak hanya memperhatikan hasil belajar tetapi juga proses belajar

54 PERAN ORANG TUA Memahami kondisi anak Berkomunikasi dengan pihak sekolah untuk mengembangkan potensi anak Mengembangkan lingkungan yang kondusif

55 ANAK TUNA CAKAP BELAJAR

56 PENGERTIAN Menurut ahli pendidikan : anak yang mengalami kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran (educationally handicapped) Menurut ahli medis : brain injured, minimal brain dysfunction : disebabkan adanya gangguan atau penyimpangan di otak Ahli psikolinguistik : Language disorder : anak cenderung mengalami kesulitan dalam berbahasa Canadian Association for Children and Adults : Learning Disabilities : anak mengalami kesulitan belajar walaupun memililiki tingkat kecerdasan normal, sedikit di atas rata-rata atau sedikit di bawah normal

57 JENIS TUNA CAKAP BELAJAR Disleksia Diskalkulia Disgrafia Aphasia

58 BERASAL DARI BAHASA YUNANI : “DYS” DAN “LEXIS” DYS : GANGGUAN LEXIS : BAHASA ATAU KATA-KATA ANAK YANG MENGALAMI KESULITAN DALAM MEMBACA BUKAN SUATU PENYAKIT, MELAINKAN ADALAH SUATU KONDISI YANG DIBAWA SEJAK LAHIR MEMILIKI TINGKAT INTELIGENSI NORMAL, DAN ADA PULA YANG DI ATAS RATA-RATA DISLEKSIA (DYSLEXIA)

59 Sering disebut dengan sebutan malas dan bodoh, akan tetapi tidaklah demikian sebab untuk dapat membaca mereka melakukannya dengan kerja keras Karakteristiknya : Kesulitan membaca Memahami bacaan Kesulitan membedakan huruf, seperti b, d, q, p, v, u, n, dll

60 Misal membaca : Now = won Left = felt Palu -= lupa Sir = ris Abi = iba Tapi = tadi

61 KARAKTERISTIK ANAK DENGAN DISLEKSIA Perilaku : Menunjukkan sikap berpura-pura, acuh tak acuh, menentang, berdusta, dll Membolos Tidak mengerjakan tugas Menunjukkan gejala emosional yang berbeda : pemurung, mudah tersinggung, pemarah, kurang gembira

62 BENTUK-BENTUK KESULITAN YANG DIALAMI Dalam berbahasa : Mengalami kesulitan dalam membaca dan mengeja Salah menulis dan meletakkan gambar Sulit menghafal alfabet Huruf terbalik-balik Tidak mengerti apa yang dibaca Menulis lama sekali

63 BENTUK KESULITAN LAIN Mengenakan tali sepatu Menyebutkan urutan nama hari atau bulan

64 DISKALKULIA Kesulitan dalam kemampuan kalkulasi dalam matematis Sulit mengartikan angka ke dalam simbol, misal Satu = 1 Sulit memahami urutan angka, mis : setelah 5 adalah 6 Sulit mengartikan nilai sebuah angka, mis : angka 6 apakah lebih besar dari angka 2

65 Sulit mengenal urutan tanggal, bulan hari Menjumlahkan benda-benda Menyebutkan waktu Menentukan arah kiri dan kanan Menghitung uang kembalian Bingung mengurut suatu peristiwa

66 Sulit membedakan tanda-tanda +, -, x, :, Sulit membedakan bangun geometri Sering salah membedakan 17 dng 71, 2 dgn 5, 3 dng 8, 9 dengan 6 Disorientasi waktu (masa sekarang dan lampau) Salah dalam mengingat dan menyebut nama orang

67 DISGRAFIA Terdapat ketidakkonsistenan bentuk huruf dalam tulisannya. Saat menulis, penggunaan huruf besar dan huruf kecil masih tercampur. Ukuran dan bentuk huruf dalam tulisannya tidak proporsional. Anak tampak harus berusaha keras saat mengkomunikasikan suatu ide, pengetahuan, atau pemahamannya lewat tulisan. Sulit memegang bolpoin maupun pensil dengan mantap. Caranya memegang alat tulis seringkali terlalu dekat bahkan hampir menempel dengan kertas. Berbicara pada diri sendiri ketika sedang menulis, atau malah terlalu memperhatikan tangan yang dipakai untuk menulis. Cara menulis tidak konsisten, tidak mengikuti alur garis yang tepat dan proporsional (naik turun) Tetap mengalami kesulitan meskipun hanya diminta menyalin contoh tulisan yang sudah ada.

68 AKIBATNYA Anak dapat takut memegang uang

69 APHASIA / AFASIA Merupakan gangguan dalam bahasa Anak mengalami kesulitan dalam memahami atau mengekspresikan apa yang ingin diucapkan Terbagi dua : Ahasia sensoris dan aphasia motoris Aphasia sensoris : aphasia wernicke / represif : merupakan kesulitan yang dialami seseorang untuk memahami makna dari kata-kata Aphasia motoris : aphasia broca/ekspresif : kesulitan yang dialami seseorang untuk mengekspresikan apa yang ingin diutarakan

70 BIMBINGAN BELAJAR PENGERTIAN BELAJAR PENGERTIAN BIMBINGAN BELAJAR BIMBINGAN BELAJAR

71 Bimbingan yang diberikan untuk membantu peserta didik mengatasi masalah belajar yang dialami Tujuan bimbingan belajar Mengembangkan sikap dan kebiasaan yang baik Menumbuhkan disiplin belajar Mengembangkan pemahaman dan pemanfaatan fasilitas dan lingkungan sekolah untuk mengembangka pengetahuan, ketrampilan, dan kepribadian Langkah-langkah dalam bimbingan belajar : Menentukan peserta didik yang mengalami masalah belajar Mengungkapkan sebab terjadinya masalah belajar Membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialami dalam belajar Melaksanakan penilaian dan menentukan sejauh man keberhasilann yang telah dicapai Melaksanakan usaha tindak lanjut dari layanan sebelumnya

72 MASALAH BELAJAR Suatu kondisi yang dialami peserta didik dan menghambat kelancaran proses belajarnya Jenis Masalah Belajar yang Dialami Keterlambatan akademik Kecepatan dalam belajar Sangat lambat dalam belajar Penempatan kelas Kurang motivasi belajar Sikap dan kebiasaan buruk saat belajar Sering tidak sekolah

73 Keterlambatan akademik : kondisi peserta diidk yang memiliki inteligensi yang tinggi tetapi tidak dapat memanfaatkannya secara optimal Kecepatan dalam belajar : kondisi peserta didik yang memiliki bakat akademik yang cukup tinggi dan memerlukan tugas-tugas untuk menyeimbangkan dengan kemampuannya Penempatan kelas : saat ada peserta didik yang kemampuan akademiknya tidak sesuai dengan kelasnya Sikap dan kebiasaan buruk dalam belajar : bagi peserta didik yang senang menunda- nunda mengerjakan tugas, membenci guru, tidak mau bertanya, dsb. Sering tidak hadir : untuk peserta didik yang sering tidak masuk sekolah dikarenakan adanya suatu alasan tertentu ataupun tidak ada alasan

74 FAKTOR PENYEBAB MASALAH BELAJAR Faktor internal Faktor eksternal

75 FAKTOR INTERNAL PENYEBAB MASALAH BELAJAR Adanya gangguan pada fisik Taraf kecerdasan yang kurang, bahkan sangat kurang Ketidak matangan emosi dan ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri Sikap dan kebiasaan yang salah, seperti bolos, malas, kurang perhatian dan minat belajar

76 FAKTOR EKSTERNAL PENYEBAB MASALAH BELAJAR Faktor sekolah Kurikulum yang belum dapat dilaksanakan dan dipahami secara maksimal Beban belajar peserta didik yang berat Beban mengajar guru yang berat Kurangnya metode yang bervariasi dalam belajar Kurangnya fasilitas belajar Faktor keluarga Orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan anak Keluarga yang tidak harmonis Faktor ekonomi

77 BELAJAR Berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu (Kamus umum Bahasa Indonesia) HC Witherington : belajar merupakan perubahan dalam diri individu yang mencakup perubahan dalam pemahaman, kecakapan atau penguasaan ketrampilan/pola-pola baru, serta perubahan dalam perilaku Arthur J. Gates : perubahan tingkah laku melalui pengalaman dan latihan

78 BELAJAR PERUBAHAN : Pemahaman Ketrampilan Perilaku MELALUI : PENGALAMAN LATIHAN

79 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR INTERNALEKSTERNAL BAKATLINGKUNGAN KELUARGA MOTIVASILINGKUNGAN SEKOLAH MINATLINGKUNGAN MASYARAKAT INTELIGENSISARANA DAN PRASARANA KEPRIBADIAN KESEHATAN

80 BIMBINGAN BELAJAR Bimbingan yang diberikan untuk membantu peserta didik menghadapi dan mengatasi masalah-masalah di dalam belajar, seperti : Cara belajar Penyelesaian tugas-tugas Pencarian dan penggunaan sumber belajar

81 Oemar Hamalik : Bimbingan diberikan kepada siswa dalam rangka memberikan pendidikan yang sesuai dengan bakat, minat, dan kebutuhan siswa serta menentukan cara- cara yang efektif untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi siswa

82 TUJUAN BIMBINGAN BELAJAR AGAR SISWA Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif Memiliki motivasi belajar yang tinggi Memiliki teknik atau ketrampilan belajar yang efektif Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian Mempunyai cara yang efektif dalam menghadapi kesulitan belajar pada bidang studi tertentu

83 LANJUTAN Mampu membagi waktu dan merencanakan jadwal belajar Dapat memilih pelajaran tambahan yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah atau yang berhubungan dengan pengembangan bakat dan minat Siswa dapat menyesuaikan diri dalam suasana belajar

84 MEMILIKI SIKAP DAN KEBIASAAN BELAJAR YANG POSITIF kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, perhatian terhadap semua pelajaran, aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan

85 MEMILIKI TEKNIK ATAU KETRAMPILAN BELAJAR YANG EFEKTIF ketrampilan membaca buku, mencatat pelajaran, mempersiapkan diri menghadapi ujian

86 TEKNIK-TEKNIK MEMBACA Membaca cepat Belajar dengan gerakan Membaca visual Membaca auditori Jurnal Pendidikan Penabur - No.11/Tahun ke 7/Desember 2008 Rommel K. Sitanggang

87 MEMBACA CEPAT Memilihkan bagi siswa bacaan yang singkat, menarik, dan mudah dipahami Bacaan dibaca dengan cepat. Bila ada yang belum dipahami saat membaca, teruskan membaca sampai akhir kalimat. Kemudian baru mengulangnya. Memberikan motivasi pada siswa untuk mau membaca dengan cara memberikan kata-kata motivasi atau memberikan penghargaan bagi siswa yang mampu membaca dengan cepat dan mampu mengutarakan makna atau mengingat kata- kata bacaan yang dibacanya di depan kelas

88 BELAJAR DENGAN GERAKAN Selain membaca, apa yang dibaca juga dipraktekkan sehingga bacaan dapat lebih dimengerti Misalnya : pada pelajaran bahasa inggris, pelajaran olahraga, pelajaran bahasa indonesia atau pelajaran lain yang memerlukan prakek

89 BELAJAR AUDITORI Membaca dengan suara yang keras sehingga akan terlatih membaca dan mendengarkan atau menyimak Misalnya dalam membacakan puisi, menceritakan dongeng, belajar bahasa inggris Manfaatnya : Melafalkan kata dengan tepat dan benar Memperkaya kosa kata

90 LANGKAH-LANGKAH DALAM BIMBINGAN BELAJAR Identifikasi masalah Mencari faktor penyebab dan menentukan penyebab utama Menentukan metode yang digunakan Melakukan bimbingan belajar sesuai metode yang telah ditetapkan Melakukan evaluasi hasil bimbingan

91 BIMBINGAN KARIR DI SEKOLAH DASAR

92 PENGERTIAN Upaya bantuan kepada individu untuk menstimulasi (mendorong) dan memberi kemudahan perkembangan karir dalam kehidupannya yang mencakup : Perencanaan karir Pengambilan keputusan Penyesuaian pekerjaan

93 Bimbingan di sekolah dasar diarahkan untuk : Menumbuhkan kesadaran dan pemahaman peserta didik akan ragam kegiatan dan pekerjaan di dunia sekitarnya Pengembangan sikap positif (menghargai) terhadap semua jenis pekerjaan dan menghargai orang lain Mengembangkan kebiasaan hidup positif Membantu peserta didik memahami apa yang disukai dan tidak disukai (minat), kecakapan diri, disiplin, dan mengontrol kegiatan sendiri Dapat bekerja sama dengan orang lain

94 Muro dan Kotman : Bimbingan karir difokuskan pada kesadaran diri dan kesadaran karir (self and career awareness) Bimbingan karir erat kaitannya dengan bimbingan belajar, pribadi, dan sosial karena kecakapan-kecakapan yang dikembangkan dalam ketiga bimbingan tersebut akan mendukung perkembangan karir peserta didik

95 TUJUAN LAYANAN BIMBINGAN KARIR DI SD SECARA OPERASIONAL MEMBANTU SISWA AGAR DAPAT : Mengenal macam-macam dan ciri-ciri berbagai jenis pekerjaan yang ada Merencanakan masa depan Membantu arah pekerjaan Menyesuaikan ketrampilan, kemampuan, dan minat dengan jenis pekerjaan Membantu mencapai cita-cita (Depdikbud, 1994)

96 TUJUAN BIMBINGAN KARIR DI SEKOLAH DASAR Membantu peserta didik dalam pengembangan konsep diri Merangsang peserta didik untuk menyenangi berbagai jenis pekerjaaan Mengembangkan sikap yang konstruktif terhadap kerja Membantu peserta didik menyadari perubahan dunia kerja Membentu peserta didik putus sekolah dan memasuki dunia kerja

97 PROGRAM PENGEMBANGAN KARIR DI SD PADA KELAS TINGGI Hendaknya dikembangkan secara terpadu, mencakup hal-hal : Informasi yang difokuskan pada tanggung jawab dan struktur pekerjaan Penyediaan waktu dan kesempatan bagi peserta didik untuk berbagi waktu tentang dunia kerja dan pengalaman yang diperolehnya dari orang-orang sekitar tentang berbagai pekerjaan Kesempatan untuk berinteraksi dengan orang-orang yang bekerja di sekitarnya

98 Kesempatan bagi peserta didik untuk mengetahui bagaimana orang merasakan pekerjaan atau profesi yang dipilihnya Kesempatan bagi peserta didik untuk mengetahui peran jenis dalam pekerjaan

99 BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL

100 Upaya pengembangan kemampuan peserta didik untuk menghadapi masalah- masalah pribadi sosial dengan cara menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, mengembangkan pemahaman diri dan sikap positif, dan mengembangkan kemampuan pribadi sosial

101 TUJUAN BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL Menurut Syamsu Yusuf dan Juntika Nurihsan (2005) : Memiliki komitmen yang kuat Memiliki toleransi Memiliki pemahaman tentang kehidupan yang fluktuatif Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif Memiliki sikap positif dan respek terhadap diri sendiri dan orang lain Memiliki rasa tanggung jawab

102 Untuk mencapai pemahaman diri, peserta didik perlu memiliki ketrampilan pribadi yang dapat dikembangkan melalui ketrampilan berpikir dan ketrampilan bertindak Keampilan berpikir : memiliki tanggung jawab, melakukan self talk positif, berpikir rasional, persepsi yang akurat mengenai suatu peristiwa, mampu menjelaskan suatu peristiwa secara akurat, mampu merumuskan tujuan secara realistik, mampu mengambil keputusan, mampu mencegah dan mengelola masalah Ketampilan bertindak : pesan verbal, pesan suara, pesan non verbal, pesan melalui sentuham, pesan melalui tindakan

103 PEMBENTUAN KARAKTER PESERTA DIDIK Dilakukan melaui 4 bimbingan : bimbingan pribadi Bimbingan sosial Bimbingan karir Bimbingan belajar

104 PROSEDUR KEGIATAN BIMBINGAN Perencanaan Pelaksanaan kegiatan Evaluasi

105 KALMAT-KALIMAT BERNADA BIMBINGAN

106 Baiklah, ibu percaya jika kamu lebih rajin lagi, tentu bisa Bagaimana kalau sehabis lonceng akhir kamu menemui ibu untuk berbincang- bincang tentang pelajaran? Ada apa sayang? Ada apa nak?

107 KALIMAT-KALIMAT BERNADA TIDAK MEMBIMBING

108 Jangan sekarang, ibu sibuk

109 KEPRIBADIAN/PERILAKU MEMBIMBING

110 Empati Ramah Terbuka Jujur Memotivasi Unconditional positive regard : menghargai secara positif tanpa syarat, toleran/memaafkan apa pun keadaannya) Bersikap realistik : mampu menerima kenyataan Keatif Menguasai ilmu Berwawasan religius, psikologis, sosiologis., dan budaya


Download ppt "BIMBINGAN DI SD DWI SARI USOP. PENGERTIAN Bimbingan (Guidance) = pimpinan, arahan, pedoman, petunjuk Suatu proses membantu individu melalui usahanya sendiri."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google